POROS TEKNIK
Not a member yet
    161 research outputs found

    Pengukuran Tingkat Kesiapan Kantor Pemerintahan Desa Dalam Penerapan Masterplan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Perkantoran Desa Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 4.1

    Get PDF
    Desa sebagai bagian terkecil dari sistem pemerintahan administratif di Indonesia,dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dan terus meningkatkan kemampuannya didalam mengelola data administrasi kependudukan desa sebagaimana yang terkandung dalam amanat Inpres No. 3 tahun 2003. Saat ini desa-desa yang berada di Kalimantan selatan, didalam sistem pelayanan administrasi kependudukan desa masih banyak yang bersifat konvensional. Hal tersebut berimbas kepada perangkat desa maupun penduduk desa, dimana sering terjadi human error, serta pemborosan waktu dan biaya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang mengarah ke e-Government untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Dalam menerapkan e-Government dan tata kelola TIK di pedesaan diperlukan suatu perencanaan yang matang dan menyeluruh sehingga penerapan TIK bisa berjalan sesuai dengan fungsinya dan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul pada saat telah diimplementasikan. Penyusunan Master Plan TIK untuk kantor pemerintahan desa diharapkan dapat menjadi pedoman atau acuan pemerintah kota dalam menentukan kebijakan, rencana strategis, program kerja TIK, pengembangan unit pengelola TIK, manajemen pengguna, pengembangan infrastruktur jaringan, Infrastruktur TIK, Panduan pengelolaan Sistem informasi, sehingga kantor pemerintahan desa dapat memberikan layanan public yang cepat, tepat sasaran dan melaksanakan visi pemerintahUntuk mengetahui kondisi terkini kesiapan desa dalam penerapan Master Plan TIK pada kantor pemerintahan desa maka perlu dilakukan pengambilan data dengan metode wawancara, analisis data, observasi dan kuisioner yang disusun berdasarkan kerangka kerja COBIT 4.1 domain proses TI PO1 (pendefinisian rencana strategis TI), PO2 (menentukan arsitektur informasi) dan PO4 (pendefinisian proses TI, organisasi TI dan hubungannya)Hasil perhitungan berdasarkan acuan domain PO 1 kerangka kerja COBIT tentang pendefinisian rencana strategis TI berada pada nilai/level kematangan 0.88, domain PO 2 tentang menentukan arsitektur informasi berada pada nilai/ level kematangan 0.66, dan domain PO4 tentang proses TI, organisasi TI dan hubungannya berada pada nilai/ level kematangan 0,85. Dari ketiga domain proses TI tersebut tingkat kesiapan dari kantor pemerintahan desa bisa dikatagorikan pada level 1 (initial/Ad Hoc

    Penentuan Nilai CBR dengan Variasi Gradasi Batas Bawah Terhadap Batas Tengah pada Lapis Pondasi Agregat Kelas A

    Get PDF
    Lapis Pondasi Agregat mempunyai peranan yang sangat penting pada perkerasan jalan.Salah satu tipe material perkerasan jalan adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A yang mempunyai persyaratan spesifikasi yang harus dipenuhi sebelum penghamparan atau pemadatan dilapangan, sebelum dilakukan penghamparan dilapangan material harus diuji Laboratorium untuk memenuhi persyaratan Lapis Pondasi Agregat Kelas A tersebut.Penentuan nilai berat volume kering maksimum (?d maks.) dan kadar air optimum (w opt.) dilakukan pengujian pemadatan di Laboratorium berdasarkan SNI 1743 : 2008 dan selanjutnya untuk mendapatkan nilai CBR dilakukan pengujian CBR Laboratorium berdasarkan SNI 1744 : 2012Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai CBR design untuk gradasi Batas Bawah sebesar 100 %, kepadatan kering maksimum sebesar 2,135 g/cm3dan kadar air optimum 6,5 %, nilai CBR design gradasi Batas Tengah 110 %, kepadatan kering maksimum 2,160 g/cm3 kadar air optimum 7,0%. Lapis Pondasi Agregat Kelas A dengan gradasi Batas Tengah didapat nilai CBR lebih besar dibandingkan gradasi Batas Bawa

    EFISIENSI PEMAKAIAN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK

    Get PDF
    Pada umumnya beban pada jaringan listrik adalah beban induktif seperti motor listrik, heater,neon ( yang menggunakan trafo ), lampu mercury dan lain-lain, jadi beban listrik kebanyakan adalahbeban induktif yang membutuhkan daya reaktif. Jika beban rekatif ini dipikul oleh pembangkit tenagalistrik, maka arus yang mengalir dijaringan juga semakin besar yang berakibat factor dayanyamenurun dan jatuh tegangan pada ujung saluran ( ke konsumen ) meningkat.Salah satu langkah efesiensi penggunaan energi listrik di konsumen adalah dengan memasangperalatan penghemat energi listrik ( energy server ) yang digunakan baik disektor industri, bisnis /komersial maupun rumah tangga. Peralatan penghemat energy listrik tersebut adalah kapasitor bankyang berguna untuk menginjeksi daya reaktif pada titik-titik dimana terjadi tegangan jatuh, sehinggadiperoleh profil tegangan yang baik dan rugi daya yang lebih kecil.Kapasitor bank dapat memperbaiki power factor( Cos phi ) untuk meningkatkan kwalitas dayasekaligus meningkatkan effesiensi pemakaian peralatan listrik konsumen dan akhirnya effesiensienergi listrik yang disediakan oleh penyedia tenaga listrik

    OPTIMALISASI VBA MS. EXCEL UNTUK TRANSLATOR KOORDINAT UTM

    Get PDF
    Program Microsoft Office Excel merupakan salah satu program kategori spreadsheet yang dilengkapi dengan Visual Basic For Application (VBA) yaitu; aplikasi bahasa pemro-graman yang diturunkan dari Microsoft Visual Basic untuk pengembangan macro pada program-program aplikasi berbasis Windows untuk dapat melakukan suatu pemprosesan secara cepat, terpadu dan presisi dalam membantu menyelesaikan suatu pekerjaan.Maksud dari penelitian ini adalah untuk menyiapkan serangkaian formulasi bahasa pro-gram yang efektif, efisien dan mudah dioperasikan oleh pengguna dalam menyelesaikan suatu pekerjaan pengukuran.Metode yang digunakan adalah dengan melakukan formulasi bahasa pemprograman VBA di dalam lembar kerja macro_excel yang dikemas dalam interface Visual Basic se-hingga menciptakan program dengan produk file berekstensikan script (*.scr) yang dapat dieksekusi dikolom perintah AutoCAD dengan automatisasi klasifikasi layer berdasarkan pembagian form pengisian yang berbeda, yaitu Form Data Poligon dan Form Data Situasi.Penelitian ini menghasilkan sebuah program translator koordinat dengan nama Trans. UTM yang lebih userfriendly, ringan dan sederhana. Trans. UTM memfasilitasi kapasitas penginputan jumlah data ukur masing-masing form hingga 5000 titik dengan automatisasi pengklasifikasian layer sesuai dengan form data input yang digunakan

    Sifat-Sifat Fisis dan Mekanis Tanah Timbunan Badan Jalan Kuala Kapuas

    Get PDF
    Sifat fisis tanah adalah sifat tanah yang didasarkan pada bentuk, ukuran tanah, warna tanah, dan bau tanah tersebut. Sedangkan sifat mekanis tanah adalah kekuatan dari tanah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk alternatif bahan timbunan tanah, yang akan digunakan untuk pembuatan tanah dasar badan jalan Kuala Kapuas. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui apakah tanah daru sumber material Sei Ulin ini dapat dijadikan sebagai bahan tanah timbunan untuk pembuatan tanah dasar badan jalan .Hasil penelitian didapatkan bahwa jenis tanah adalah lanau dengan sifat properties fisis dan mekanis sangat baik dengan klasifikasi tanah berdasarkan Unifield Soil Classification System (USCS) adalah ML dan berdasarkan American Association of state Highway and Transportation Officials (AASHTO). adalah A-4. Tanah yang diteliti ini mempunyai sifat-sifat mekanis yakni, nilai CBR, 23.9%. angka ini lebih besar dari syarat spesifikasi Bina Marga yaitu >=6%. Sedangkan Sifat mekanis lainnya yang dimiliki adalah: berat volume kering, γd.1.649 kg/cm3, kuat dukung,qu, 0.68 kg/cm2, sudut geser dalam, Æ, 15â°, dan nilai kohesi, c, 0.24 kg/cm

    PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)

    Get PDF
    Jaringan syaraf tiruan menggunakan konsep belajar untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam proses belajar tersebut, jaringan akan mengatur bobot-bobotnya agar mampu mengenali pola hubungan antara input dan output yang diberikan. Modifikasi bobot-bobot jaringan dilakukan dengan menggunakan suatu algoritma yang disebut dengan algoritmabelajar.Pada makalah ini digunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) sebagai algoritma belajar jaringan syaraf tiruan. Jaringan kemudian diujikan pada aplikasi prakiraan temperatur udara harian menggunakan model time series.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan algoritma belajar PSO memberikan hasil yang cukup baik dengan rata-rata kesalahan prakiraan 2.41% pada prakiraan temperatur udara minimum dan 3.81% pada prakiraan temperatur udara maksimum. Jika dibandingkan dengan algoritma Backpropagation, error pada proses pelatihan dan rata-rata error pada proses pengujian yang dihasilkan tiap iterasi relatif lebih baik, walaupun waktu komputasi yang diperlukanlebih lam

    Perbaikan Struktur Pelat Lantai Bangunan Pasar Tanjung Kabupaten Tabalong

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda media pendingin pada proses hardening pada kekerasan pegas daun. Proses penelitian adalah dengan jalan memanasan pegas daun sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginan yang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu pemanasannya dapat dibaca dari diagram fasa besi-carbida . Akan tetapi bila komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakan percobaan untuk mengetahui daerah pemanasannya. Cara yang terbaik ialah memanaskan dan mencelup beberapa potongan baja pada suhu tertentu disusul dengan pengujian kekerasan. Bila suhu yang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifat lainnya.Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi, kekuatan dan fatigue limit/ strength yang lebih baik, dan untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi. Setelah dilakukan hardening langkah selanjutnya yaitu setelah didapat hasil kekerasan maka dapat dibandingkan hasil kekerasan dari empat sampel dan diambil atau kekerasan yang paling tinggi.Pengolahan data hasil penelitian dengan menggunakan analisa statistic ANOVA Sampel yang digunakan sebanyak 9 buah, untuk masing-masing media pendingin 3 sampel. Dari hasil pengolahan data tersebut terlihat bahwa Levene Statistik adalah 8,467 dengan nilai sig sebesar 0,018, yang berarti varian dari nilai kekerasan dalah sama. Sedangkan dengan melihat nilai F hitung sebesar 1,345 dengan nilai sig sebesar 0,329. Dengan hasil tesebut dimana F tabel sebesar 5,99 yaitu F hitung kecil dari F tabel bararti rata-rata nilai kekerasan setiap sistem adalah sama.Kesamaan Rata-rata dari nilai kekerasan adalah signifikan. Faktor yang mempengaruhi hasil karena kurangnya variasi sampel yang diteliti, dan pada proses perlakuan panas pegas dau

    TINJAUAN BANTARAN BANJIR ACTUAL TERHADAP PP NO.38 TAHUN 2011 DAN PERATURAN MENTERI PU NO. 63 TAHUN 1993 DI SUNGAI BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Get PDF
    Bantaran Banjir adalah lebar titik batas muka air normal sungai dengan titik batas pada saatbanjir (banjir yang sering terjadi) dimana pada sungai Barabai di berbagai lokasi kondisipembangunan tidak memperhatikan wilayah sempadan pada bantaran banjir , sehingga ketikaterjadinya banjir bangunan pemukiman tidak luput dari genangan banjir tersebut dan seharusnyadimana wilayah sempadan harus ada agar adanya batas perlindungan sungai dan keamanan jarakuntuk wilayah pemukiman penduduk yang tinggal ketika terjadi banjir, serta sebagai wilayah fungsisungai itu sendiri. Penentuan bantaran banjir yang jelas akan mempermudah Pemerintah dalampenataan bantaran sungai termasuk penataan sungai Barabai saat ini. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi bantaran banjir di desa Alat Ujung, Alat,Manggasang dan Batu Benawa kab. Hulu Sungai Tengah dan mengevaluasi kondisi bantaran banjireksisting terhadap Peraturan Pemerintah Tentang sungai (Nomor :38 /2011) dan Peraturan MenteriPekerjaan Umum (Nomor: 63 / PRT / 1993) dalam lingkup sempadan sungai.Studi ini dilakukan dengan metode observasi lapangan. Objek studi adalah sungai Barabai didesa Alat Ujung,Alat ,Manggasang dan Batu benawa kabupaten Hulu Sungai Tengah ProvinsiKalimantan Selatan, dengan pengambilan sampel titik lokasi penelitian dibagi menjadi 3 yaitu bagianhulu, tengah dan hilir. Observasi lapangan untuk mendapatkan gambaran nyata kondisipembangunan di sekitar sungai untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian dilapangan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor :38 Tahun 2011 (Tentangsungai), dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Nomor: 63 / PRT / 1993)Tinjauan bantaran banjir aktual pada sungai Barabai yang dilakukan pada 4 desa memberikaninformasi tentang kondisi bantaran banjir aktual yaitu pada lokasi 1 di desa Alat Ujung ,sungaimempunyai lebar 34 meter dihitung dari tepi kiri dan kanan sungai. Sungai diklasifikasikan termasukpada kategori sungai besar dan tidak bertanggul, Jarak bantaran banjir dari tepi sungai didapat 7.5meter dengan jarak pemukiman dengan tepi sungai dalam kondisi air normal 11 meter, pada lokasi2 di desa Alat, lebar sungai 27,30 meter dihitung dari tepi kiri kanan sungai, sungai diklasifikasikantermasuk pada kategori sungai besar dan tidak bertanggul. Jarak bantaran banjir dari tepi sungaididapat 6 meter dengan jarak pemukiman penduduk dengan sungai 2 meter dari tepi sungai, padalokasi 3 di desa Manggasang, lebar sungai 24,00 meter dihitung dari tepi kiri kanan sungai, sungaidiklasifikasikan termasuk pada kategori sungai besar dan tidak bertanggul. Jarak bantaran banjir daritepi sungai didapat 8,5 meter namun jarak pemukiman pada tepi sungai ± 200 dan pada lokasi 4 didesa Batu Benawa, lebar sungai 21,60 meter dihitung dari tepi kiri kanan sungai, sungaidiklasifikasikan termasuk pada kategori sungai besar dan tidak bertanggul. Jarak bantaran banjir daritepi sungai didapat 3,5 meter dan jarak pemukiman penduduk dengan tepi sungai 13,50 meter.Kondisi bantaran banjir sungai Barabai di desa Alat Ujung, Alat dan Batu Benawa tidak memenuhiPP.Tentang sungai no.38 thn.2011 sedangkan pada desa Manggasang memenuhi PP.Tentangsungai no.38 thn.2011

    Penggunaan Solar Collector Sebagai Pemanas Awal Air Masuk dan Pemanas Tambahan Bawah Heat Absorber Pada Basin Solar Still Untuk Meningkatkan Efisiensi

    Get PDF
    All basin solar still in general use under the askew glass cover as condensation media toplace the condensate flows toward the lower sections with use gravitation. It is known thatwhen condensation occurs release considerable heat energy to environment. Solve thisproblem, in this research is to minimize the loss of substantial energy, utilizing the heat fromthe solar collector. Heat is supplied to the bottom of the heat absorber and heat exchanger.Research methods is experiment. In this research is examine both the prototype, that is basinsolar still with solar collector and basin solar still without solar collector. The measuredparameter is temperature button section heat absorber, outside heat absorber, buttonsection of glass cover, condensate water, environment, solar collector, heat exchanger andsoar radiation.In this result temperature average at button section heat absorber is 47,03oC for prototypewith solar collector and without solar collector is 45,25oC. Solar radiation average is 304,11W/m2. Efficiency both prototype is 29,45% with solar collector and 19,86% without solarcollector. By comparing efficiency two prototype is concluded that the Solar Collector aspreheater water and additional heating of water under heat absorber 67.45% better than thatwithout using Solar Collector

    Geokimia Batubara Untuk Beberapa Industri

    Get PDF
    Dewasa ini perkembangan batubara sebagai sumber energi alternatif mampu bersaing dengan sumber daya utama yaitu minyak dan gas bumi. Banyak kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat tidak diketahuinya karakteristik batubara. Batubara yang tidak memenuhi persyaratan dapat menghasilkan produktivitas yang rendah. Agar produktifitas industri yang memakai batubara tetap terjaga efesiensi dan efektifitasnya maka karakteristik geokimia batubara dari suatu daerah penambangan harus diketahui terlebih dahulu.Untuk mengetahui karakteristik geokimia dilakukan dengan cara analisa proksimat yaitu menentukan kandungan air, kandungan zat terbang, kandungan abu dan kandungan karbon tetap, dan analisa ultimat untuk menentukan kandungan karbon, kandungan sulfur, kandungan hidrogen dan kandungan oksigen. Selain kedua analisa tersebut juga terdapat sifat-sifat penting batubara untuk industri yaitu coal size High Heating Value (HHV), Hardgrove Grindability Index (HGI), ash funshion characteristic, nilai kalor (calorific value) serta sifat caking dan coking.Karakteristik geokimia batubara dalam bidang industri terutama Untuk PLTU diperlukan spesifikasi batubara dengan rata-rata adalah HHV 5242 kcl/kg, moisture 23 %, volatile matter 30,3 %, kandungan abu 7,8 %, kandungan sulfur 0,4 %, dan HGI-nya adalah 61,8. Indusri semen adalah nilai kalor cukup tinggi > 6000 cl/gr, volatile matter medium maksimum 36-42 %, moisture maksimum 12 %, kadar abu maksimum 6 %, kadar sulfur maksimum 0,8 %, kadar alkali dalam abu maksimum 2 % dan variasi kualitas tidak lebih dari 10 % . Untuk industri pengolahan logam, persyaratan batubaranya adalah nilai kalori tinggi > 6000 cl/gr, kandungan C dan H dominan, volatile matter harus mengandung CO / C, kandungan abu maksimal 6 %, sulfur kurang dari 0,0025 %, moisture dan fosfor rendah

    116

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    POROS TEKNIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇