UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
Implementasi Konsep Healing Environment Pada Desain Club Spa Di Sanur, Bali, Indonesia
SPA dikenal secara umum sebagai penyembuhan kondisi illness ke wellness melalui suatu treatment dengan menggunakan media air dan ramuan-ramuan yang bersifat tradisional maupun modern. Perkembangan saat ini, media terapi dalam SPA berkembang ke arah psikologis dengan menggunakan pendekatan healing environment. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan konsep desain Club Spa dengan implementasi pendekatan healing environment pada konteks arsitektural. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah research and developing (R&D) dalam domain penelitian kualitatif. Langkah pertama yang dilakukan dengan studi research terhadap perkembangan terapi SPA di daerah Sanur dan kajian terhadap konsep healing environment, dan selanjutnya melakukan pengembangan dalam bentuk desain skematik arsitektural. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan healing environment menghasilkan suatu desain skematik pada konsep rancangan zonning pada site, ruang dalam, fasad bangunan, sistem pencahayaan dan penghawaan, dan ruang luar. Skenario rancangan skematiknya menjelaskan bahwa pengunjung mendapatkan treatment melalui ruang dan bentukkan arsitektur serta unsur hijau (vegetasi) yang dapat dirasakan oleh panca indra
Perancangan Krematorium Vertikal Di Bali
Bali merupakan salah satu pulau yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu budaya dan tradisi yang khas dari pulau bali yaitu upacara kematian. Upacara kematian di Bali salah satunya yaitu kremasi atau pembakaran mayat yang di lakukan di krematorium. Pembakaran jenazah atau Kremasi adalah proses pembakaran jenazah sampai menjadi abu atau tulang-tulang kecil. Sedangkan Krematorium adalah wadah atau tempat bagi orang yang ingin melakukan kremas atau pembakaran jenazah. Perencanaan ini bertujuan untuk mewadahi kegiatan krematorium yang menggunakan fasilitas modern di dalamnya namun tidak menghilangkan makna dari proses kremasi yang berlangsung dan krematorium ini akan di bangun di daerah Denpasar yang berdekatan dengan pantai agar proses setalah pembakaran jenazah selesai, abu akan di larung di pantai. Tujuan mencari site di dekat pantai agar pengguna dari krematorium ini tetap berada di satu kawasan namun dapat menyelesaikan acara kremasi dengan cepat,praktis dan tidak mengurangi sedikit makna dari budaya dan adat yang ada di Bali
Pendekatan Arsitektur Kontemporer Pada Bangunan Youth Center Di Denpasar
Kenakalan remaja timbul karena remaja memiliki keinginan untuk mencoba segala hal baru dalam proses pencarian jati diri. Saat remaja berada di titik tersebut, maka saat itulah peran serta bimbingan orang dewasa disekitarnya dapat menentukan remaja tersebut. Perancangan Youth Center merupakan salah satu wadah yang akan memberi fasilitas kepada remaja untuk mengembangkan potensi diri remaja. Youth Center memiliki tujuan untuk menjadi pusat kegiatan remaja yang menekankan pada banyak aktivitas diantaranya kegiatan sosial, rekreasi , kreativitas dan melakukan kegiatan seni serta olahraga yang bisa dilakukan oleh para remaja dalam proses mengembangkan bakat dan minat. Pendekatan dengan Arsitektur kontemporer pada Youth Center dipilih karena menekankan terciptanya ruang-ruang yang menyatu satu sama lain untuk mengurangi terciptanya ruangan negatif agar remaja tidak melakukan kegiatan negatif di dalam Youth Center. Dengan demikian pendekatan yang digunakan pada perancangan Youth Center akan menjadi sesuatu yang iconic dan mampu memberi penekanan yang berbeda dari pengembangan bakat yang sudah terdapat sebelumnya baik dari segi penyedian fasilitas yang spesifik untuk pengembangan remaja hingga dari tampilan luar arsitektur yang dapat mewakilkan identitas remaja yang sesuai
Konsep Desain Skematik Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Dengan Pendekatan Healing Environment
Rumah Sakit Umum Daerah hadir sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan untuk berbagai jenis penyakit mulai dari yang bersifat dasar, spesialistik, hingga sub spesialistik yang diselenggarakan dan dikelola oleh pemerintah daerah. Sebagai pusat kedatangan wisatawan ke Provinsi Bali yang tentunya memiliki berbagai latar belakang riwayat penyakit, peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Kuta Selatan dinilai sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan skematik desain Rumah Sakit Umum Daerah kelas C yang mampu memberikan nilai lebih dalam penyembuhan secara Healing Environment. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif dengan analisis menggunakan pendekatan research and development (R&D). Metode ini diterapkan dengan melakukan kajian terhadap konsep Healing Environment dan mengembangkannya dalam rancangan Rumah Sakit Umum Daerah kelas C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep rancangan skematik dengan pendekatan Healing Environment ini dapat membantu mempercepat penyembuhan dengan menggunakan (1) tata zonasi site; (2) bentuk massa bangunan; (3) ruang dalam (interior) rawat inap; dan (4) konsep ruang luar berupa Healing Garden
Standar Desain Kamar Tidur Ramah Disabilitas
Persons with disabilities are those who have special treatment in carrying out daily activities, although nowadays various tools are available that can support their activities. However, this is not fully provided a bright light for persons with disabilities, they still need additional facilities, especially in the environment around them. The purpose of this research is to produce standard design for persons with disabilities, especially in the bedroom, the hope is this standard design can make it easier for them to move and reach certain points. The method used is to conduct a study of disability tools that are often used in the bedroom, this is to make it easier to determine the ideal size in the manufacture of furniture and other tools. The results of the study indicate that this design standard for persons with disabilities is proven to be able to facilitate their mobility when doing activities indoors.Penyandang disabilitas merupakan mereka yang memiliki kebutuhan khusus dalam melakukan aktivitas sehari-hari, meskipun pada zaman sekarang sudah tersedia berbagai alat yang dapat mendukung aktivitas mereka. Namun hal ini ternyata belum sepenuhnya memberikan cahaya terang bagi penyandang disibilitas, mereka tetap memerlukan fasilitas tambahan, terutama pada lingkungan sekitar mereka. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan standard desain bagi penyandang disabilitas khususnya pada ruangan kamar tidur, yang mana harapannya adalah agar standard desain ini dapat memudahkan mereka beraktivitas dan menjangkau titik-titik tertentu. Metode yang dipergunakan adalah dengan melakukan kajian terhadap alat-alat disabilitas yang kerap digunakan pada ruangan kamar tidur, hal ini agar memudahkan untuk menentukan ukuran yang ideal dalam pembuatan furniture serta alat-alat lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standard desain bagi penyandang disabilitas ini terbukti mampu mempermudah mobilitas mereka saat berkegiatan didalam ruangan.
 
Publikasi Karya Arsitektur Sebagai Strategi Pemasaran Bagi Konsultan Arsitektur
Architectural consultants are very dependent on the presence of service users or clients, one of the marketing strategies that is usually used without violating the Indonesian Architectural Association's code of ethics is the publication of works that have been produced. Publication of this work can use various media, such as print media (books/magazines), Social Media (Instagram, Facebook, Web), Exhibitions, Online Media, and can also be in the form of architecture students or community activities. With the advancement of technology, architectural consultants can eliminate limitations in publishing their works for marketing. By applying the Marketing Funnel theory, it explains how to reach the market and get new market segments. Several phases will be obtained by the client, namely the Awareness Phase which can increase new audiences, the Preference Phase, which is when you can convince the client with the service products provided, this it is hoped that the client can reach the Loyalty Phase when the client has continuity in working with the Consultant. Architecture.Konsultan Arsitektur sangat tergantung dengan adanya pengguna jasa atau klien, salah satu strategi pemasaran yang biasanya digunakan tanpa menyalahi kode etik Ikatan Arsitektur Indonesia berupa publikasi karya yang sudah pernah dihasilkan. Publikasi karya ini bisa menggunakan berbagai media, seperti Media cetak (buku / majalah), Sosial Media (Instagram, Facebook, Web), Pameran, Media Online, dan dapat juga berupa kegiatan mahasiswa arsitektur atau komunitas. Dengan adanya kemajuan teknologi, maka konsultan arsitektur dapat menghilangkan Batasan dalam melakukan publikasi karyanya untuk melakukan pemasaran. Dengan penerapan teori Marketing Funnel menjelaskan cara menggapai pasar dan mendapatkan segmen pasar yang baru. Ada beberapa fase yang akan di dapatkan oleh klien, yaitu Fase Awarness yang dapat meningkatkan audience baru, Fase Preference yaitu ketika dapat meyakinkan klien dengan produk jasa yang disediakan, dengan ini diharapkan klien dapat mencapai Fase Loyality ketika klien sudah kontinitas dalam menjalankan kerja sama dengan Konsultan Arsitektur
POTENSI PERMUKIMAN PERAJIN PERAK TRADISIONAL BERBASIS ARSITEKTUR DAN EKONOMI KREATIF DI DESA CELUK, GIANYAR
The silver handicraft industry in Celuk Village, Gianyar is the second largest silver craft center in Indonesia after the Gede city of Yogyakarta. The superiority of silver handicrafts in Celuk village is the unique jewelry design and still going through the traditional craftsmanship process as well as being a tourist destination. In addition, the situation around Celuk Village is seen experiencing rapid development in terms of tourist destinations. The existence of these destinations has the opportunity to optimize the traditional silver crafters' settlements as tourist accommodation. There is a need for research on criteria for tourism accommodation standards, policies, and future governance to be the outcome of this research. The draft academic manuscript which can be a reference for issuing standardization and rules of custom or service is expected to encourage Celuk Village to be the best tourist destination in Gianyar Regency that is independent and able to meet the welfare of its village residents through the existing tourism potential. By using explorative qualitative research methods, found the potential of silver crafters settlements in the village of Celuk where in addition to the space to live and work, there are areas that can be used as guest houses or homestays.
Keywords: settlement; tourism; potentialIndustri kerajinan perak di Desa Celuk, Gianyar merupakan sentra kerajinan perak terbesar kedua di Indonesia setelah kota Gede Yogyakarta. Keunggulan kerajinan perak di desa Celuk adalah pada desain perhiasan yang unik dan masih melalui proses pengerjaan secara tradisional (handmade) sekaligus menjadi destinasi wisata. Selain itu, keadaan sekitar Desa Celuk terlihat mengalami perkembangan pesat dalam hal daerah tujuan wisata (DTW). Keberadaan destinasi tersebut berpeluang untuk mengoptimalkan permukiman perajin perak tradisional sebagai akomodasi wisata. Perlu adanya penelitian tentang kriteria standar akomodasi wisata, kebijakan, serta tata kelola kedepan menjadi luaran hasil dari penelitian ini. Draft naskah akademik yang dapat menjadi acuan untuk mengeluarkan standarisasi dan aturan-aturan adat atau dinas diharapkan dapat mendorong Desa Celuk menjadi destinasi wisata yang terbaik di Kabupaten Gianyar yang secara mandiri dan mampu memenuhi kesejahteraan warga desanya melalui potensi wisata yang ada. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif eksploratif, ditemukan potensi permukiman perajin perak di Desa Celuk dimana selain terdapat ruangan untuk tinggal dan bekerja, terdapat area yang bisa difungsikan sebagai guest house atau homestay.
Kata kunci: permukiman; pariwisata; potens
KONSEP DESAIN HOTEL RESORT BERIDENTITAS BALI DI PANTAI BUGBUG, KARANGASEM - BALI
This tourism accommodation was built aimed at equitable development of hotels that lead to east, north and west Bali. Due to the development gap between the construction of tourism facilities which will be concentrated in South Bali, it is necessary to equalize other areas of Bali such as east, west and north Bali. It also aims to develop regional income as a domestic and foreign tourist destination. The data collection methods used are, for example, the literature study method, which is the data collection method carried out by taking the necessary data from the related literatures. Either that is done by making direct observations in the field, regarding the problem being reviewed. By jumping directly to the location and see the physical condition of the area itself. As well as documentation methods, namely taking pictures to strengthen and clarify theoretical data by taking photos directly to the object. The concept of site planning will refer to the east-west oriented spatial concept. Its implementation will form the main, intermediate and blasphemous area values. Both the concept as the rising and setting of the sun and the north south associated with mountains and the sea in zoning arrangement, the layout of the entrance or entrance, the basic form of mass, mass system, mass patterns that will produce the orientation of the mass of the building, circulation and outer space. The concept of building planning where in this concept the shape of the building of the resort hotel has almost been realized in the form of the concept of interior space or called the interior of the building that displays the dimensions of the space, material and function of the space itself, where the inner space will produce the appearance of the building or face of the facade the exterior of this resort hotel The utility system concept is not spared from buildings like humans as a container for utility buildings as a channel for the nerves of human channels or buildings so that the utility system cannot be separated from being linked to the building as for the utility system which later as a basic reference for the construction of this resort hotel or as a distribution of development tourism and increase the original income of the region especially Karangasem Regency.
Keywords: Modern Tropical; Recreation; Resort HotelsTujuan perencanaan dan perancangan Hotel Resort ini adalah untuk mengembangkan hotel yang adil yang mengarah ke timur, utara dan barat Bali. Karena kesenjangan pembangunan antara pembangunan fasilitas pariwisata yang akan terkonsentrasi di Bali Selatan, maka perlu untuk menyamakan daerah lain di Bali seperti Bali timur, barat dan utara. Ini juga bertujuan untuk mengembangkan pendapatan daerah sebagai tujuan wisata domestik dan asing. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah, metode studi literatur, yang merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data yang diperlukan dari literatur terkait. Entah itu dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan, mengenai masalah yang sedang ditinjau. Dengan melompat langsung ke lokasi dan melihat kondisi fisik daerah itu sendiri. Serta metode dokumentasi, yaitu mengambil gambar untuk memperkuat dan memperjelas data teoritis dengan mengambil foto langsung ke objek. Konsep perencanaan lokasi akan mengacu pada konsep tata ruang berorientasi timur-barat. Implementasinya akan membentuk nilai-nilai area utama, menengah dan transparan. Baik konsep sebagai terbit dan terbenamnya matahari dan utara selatan dihubungkan dengan gunung dan laut dalam pengaturan zonasi, tata letak pintu masuk atau pintu masuk, bentuk dasar massa, sistem massa, pola massa yang akan menghasilkan orientasi dari massa bangunan, sirkulasi dan ruang angkasa. Konsep perencanaan bangunan dimana dalam konsep ini bentuk bangunan resort hotel telah hampir diwujudkan dalam bentuk konsep ruang interior atau disebut interior bangunan yang menampilkan dimensi ruang, bahan dan fungsi dari ruang itu sendiri, di mana ruang dalam akan menghasilkan penampilan bangunan atau wajah fasad eksterior resor hotel ini. Konsep sistem utilitas tidak luput dari bangunan seperti manusia sebagai wadah untuk bangunan utilitas sebagai saluran untuk saraf saluran manusia atau bangunan sehingga sistem utilitas tidak dapat dipisahkan dari yang terhubung ke bangunan seperti untuk sistem utilitas yang kemudian sebagai referensi dasar untuk pembangunan resor hotel ini atau sebagai distribusi pengembangan pariwisata dan meningkatkan pendapatan asli dari wilayah khususnya Kabupaten Karangasem
Kata kunci: Hotel Resor; Rekreasi; Tropis moder
SKEMATIK DESAIN ARSITEKTUR FASILITAS PENUNJANG AGROWISATA BUDIDAYA LEBAH MADU (STUDI KASUS: DESA MADENAN, KABUPATEN BULELENG)
Agro-tourism exists as a tourist attraction with the use of natural resources including farms and animal husbandry, empowerment of rural communities with work as farmers have a place to increase production from agricultural and livestock products that can boost their social economy. Madenan Village, Buleleng Regency is a potential area in the agropolitan sector. Of the many agro-tourism in Bali, Honey Bees Cultivation in Madenan Village is very likely, in addition to being quite unique, the impact on the socioeconomic and the environment will be felt, especially the government supports this in the form of superior Honey Bee Bees, but its management has not been precise so that it impacts to the decline in production. Efforts to facilitate farmers in the cultivation of Honey Bees, Agro Tourism is an answer to solve architectural problems regarding production and management. The concept of edu - tourism will be an attraction in this agro-tourism with the form of buildings that adapt to the climate that will be applied. Tropical Architecture with adjustment of humid climate conditions with mountain topography will be an architectural solution in the Madenan Village area.
Keywords: agro-tourism, beekeeping, edu-tourism, tropicalAgrowisata hadir sebagai objek wisata dengan pemanfaatan sumber daya alam meliputi pertaian dan peternakan, pemberdayaan masyarakat desa dengan pekerjaan sebagai petani memiliki wadah untuk meningkatkan produksi dari hasil pertanian maupun peternakan yang mampu mendongkrak sosial ekonomi mereka. Desa Madenan, Kabupaten buleleng merupakan wilayah yang berpotensi pada sektor agropolitan. Dari sekian banyaknya agrowisata yang ada di Bali Budidaya Lebah Madu pada Desa Madenan ini sangat berpeluang, selain terbilang unik dampak pada sosial ekonomi beserta lingkungan akan sangat terasa, terlebih pemerintah mendukung akan hal ini dalam bentuk bantuan Lebah Madu unggul, namun pengelolaannya belum tepat sehingga berdampak kepada turunnya produksi. Upaya mewadahi petani dalam budidaya Lebah Madu, Agrowisata merupakan suatu jawaban untuk memecahkan permasalahan secara arsitektural mengenai produksi dan pengelolaan. Konsep edu – tourism akan menjadi daya tarik pada agrowisata ini dengan wujud bangunan yang beradaptasi kepada iklim yang akan diterapkan. Arsitektur Tropis dengan penyesuaian kondisi iklim yang lembab dengan topografi pegunungan akan menjadi suatu solusi arsitektur pada wilayah Desa Madenan.
Kata kunci: agrowisata, budidaya lebah madu, edu – tourism, tropi
KONSEP PERANCANGAN BERBASIS ARSITEKTUR LOKAL: (STUDI KASUS: DESAIN FASILITAS PENUNJANG PAGELARAN BUDAYA DI DESA BAHA, BALI)
Planning and Design of Supporting Facilities for Cultural Performance The Tourism Village aims to optimize the Tourism Village in Baha Village can be better than before. The effort to create a Supporting Facility for Cultural Tourism Village in Baha Village which is later expected to be able to develop or improve the quality and function of various existing potentials, from the many potentials owned by Baha village, then an idea arises to further enhance and strengthen the existence of a tourist village in the village This Baha with a planning and design which later can become a place of tourism based on the existing potential. So the concept or idea for this problem is the Cultural Performance Support Facility that can support the potential possessed to advance the tourist village. So that in the planning and Design of Support Facilities for the Cultural Performance of the Tourism Village there will be a tour package with nuances of nature, art, culture, history, and spirituality.
Keywords: Baha Tourism Village; Desain Concepts; Local ArchitecturePerencanaan dan Perancangan Fasilitas Penunjang Pagelaran Budaya Desa Wisata ini bertujuan untuk mengoptimalkan Desa Wisata di Desa Baha bisa lebih baik dari sebelumnya. Upaya untuk membuat Fasilitas Penunjang Pagelaran Budaya Desa Wisata di desa Baha yang nantinya diharapkan dapat mengembangkan atau meningkatkan kualitas dan fungsi berbagai potensi yang ada, dari banyaknya potensi yang dimiliki desa Baha, maka timbulah sebuah gagasan untuk lebih meningkatkan dan menguatkan keberadaan desa wisata di Desa Baha ini dengan sebuah perencanaan dan perancangan yang nantinya dapat menjadi sebuah tempat Wisata berbasis potensi yang ada. Jadi konsep atau ide untuk permasalahan ini yaitu Fasilitas Penunjang Pagelaran Budaya yang dapat menunjang potensi-potensi yang dimiliki untuk memajukan desa wisata. Sehingga dalam perencanaan dan Perancangan Fasilitas Penunjang Pagelaran Budaya Desa Wisata ini akan terdapat paket wisata bernuansa alam, seni, budaya, sejarah, dan spiritual.
Kata kunci: Arsitektur Lokal; Desa Wisata Baha; Konsep Dsai