Jurnal Mahasiswa Perpajakan
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN BAGI HASIL PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN UNTUK DANA PEMBANGUNAN DAERAH KOTA MALANG PERIODE 2010-2014.
This study is motivated by the revenue receipt of (Motor Vehicle Tax) and (Customs of Motor Vehicle) Profit Sharing of Malang City that is increased and decreased over the period 2010-2014 by seeing its contribution to regional development fund. The method used is qualitative method descriptive research,using observation and documentation as the tools of data collection. The conclusion obtained from this study is that the realization of revenue of the Motor Vehicle Tax and Customs of Motor Vehicle Profit Sharing has reached the defined target despite there is unreachable target in certain year. The growth rate of revenue of Motor Vehicle Tax Profit Sharing has increased and decreased, but revenue growth of Customs of Motor Vehicle Profit Sharing experiences a steady increase, the level of local financial dependence of Malang City is rated so hight on revenue of Motor Vehicle Tax and Customs of Motor Vehicel) Profit Sharing. Contribution of revenue of Motor Vehicle Tax and Customs of Motor Vehicle Profit Sharing is so hight for regional development fund of Malang City. Keyword : the revenue of Motor Vehicle Tax and Customs of Motor Vehicle, regional development fund, Contribution ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerimaan Bagi Hasil sektor Pajak Kendaraan Bermotor serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kota Malang yang mengalami peningkatan dan penurunan selama periode 2010-2014 dengan melihat kontribusinya untuk dana Pembangunan Daerah. Metode penelitian yang dipilih yaitu metode kualitatif deskriptif, sebagai alat pengumpulan datanya menggunakan observasi serta dokumentasi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa realisasi pendapatan Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor telah mencapai target meskipun ada ketidaktercapaian di tahun tertentu. Pertumbuhannya mengalami peningkatan dan penurunan, akan tetapi pendapatannya mengalami peningkatan yang stabil, tingkat ketergantungan keuangan daerah Kota Malang dinilai sangat tinggi. Kontribusi pendapatan Bagi Hasil PKB dan BBNKB dinilai sangat tinggi untuk dana pembangunan daerah Kota Malang. Kata Kunci : Bagi Hasil Pajak, Pembangunan Daerah, Kontribus
PENGARUH TINGKAT INFLASI, ECONOMIC GROWTH, DAN TARIF PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI NEGARA-NEGARA ASIA (Studi pada World Bank Periode 2005-2014)
This study is to show the influence of inflation rate, economic growth, and tax rate to the tax revenue of Asian countries. This research is quantitative study with secondary data of inflation rate, economic growth, tax rate, and tax revenue that sourced from World Bank website. This study uses five countries which include of the biggest fifth according of GDP in Asian countries from the time period 2005 to 2014 is about 50 samples with saturated sampling method. This study uses linier regression analysis by helping SPSS tools.The final result shows that inflation, economic growth, and tax rate have significant effect on the tax revenue in Asian countries. The amount of determination coefficient in this research is 0,361. The meaning of the result, 36,1% the tax revenue of Asian countries is influenced by three independent variables that is mentioned in this study and the other sides are influenced by other variables. So, we can concluded if there are many other variables that can influences the tax revenue in asian countries beside of independent variables in this study. Keywords : Inflation Rate, Economic Growth, Tax Rate, Tax Revenue ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan pengaruh dari tingkat inflasi, economic growth, dan tarif pajak terhadap penerimaan pajak dari negara-negara Asia. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari tingkat inflasi, economic growth, tarif pajak dan penerimaan pajak dari website resmi World Bank. Penelitian ini menggunakan negara-negara yang masuk 5 negara terbesar menurut GDP negara di Asia periode 2005-2014 dengan jumlah 50 sampel dengan memilih teknik sampel jenuh. Analisis regresi linier sebagai teknik analisis pada penelitian ini dibantu dengan SPSS. Hasil akhir menunjukan jika tingkat inflasi, economic growth, dan tarif pajak secara signifikan berpengaruh terhadap penerimaan pajak di negara-negara Asia. Koefiien determinasi pada penelitian ini sebesar 0,361 yang berarti 36,1% penerimaan pajak negara-negara Asia dipengaruhi oleh variabel bebas tersebut, dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat banyak variabel lain diluar variabel pada penelitian ini yang dapat menjelaskan penerimaan pajak di negara-negara Asia. Kata Kunci : Tingkat Inflasi, Economic Growth, Tarif Pajak, Penerimaan Paja
PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM ELEKTRONIK BAGI WAJIB PAJAK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PERPAJAKAN (Studi pada Wajib Pajak terdaftar di KPP Pratama Malang Utara)
This research aimed is to describe the impact of the implementation of an electronic system for taxpayers towards service quality of tax administration on KPP Pratama Malang Utara. This research is a quantitative type of explanatory research. Sources of data are primary data and secondary data obtained from the method of distributing questionnaires and documentation record. Sampling method used on this research is accidental sampling. Analysis method used on this research are descriptive analysis and inferential analysis. Results of this research showes that the variable of e-SPT electronic system implementation, variable of e-Registration electronic system implementation, and variable of e-Filing electronic system implementation has significant impact on the variable of tax administration services quality. Suggestions for DJP are to improve the socialization of the electronic system for taxpayers, and simplify the electronic systems so it can be received by the taxpayer and the DJP is also expected to improve the visual appearance of the electronic system to make it more attractive. Keywords: Implementation of e-SPT electronic system , implementation of electronic e-Registration system, the implementation of electronic systems e-Filing, Tax Administration Service Quality ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh implementasi sistem elektronik bagi Wajib Pajak terhadap kualitas pelayanan administrasi perpajakan pada KPP Pratama Malang Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder dengan metode menyebarkan kuesioner serta mencatat dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel implementasi sistem elektronik e-SPT, variabel implementasi sistem elektronik e-Registration, dan variabel implementasi sistem elektronik e-Filing berpengaruh signifikan terhadap variabel kualitas pelayanan administrasi perpajakan. Saran bagi DJP agar lebih meningkatkan penyuluhan mengenai sistem elektronik bagi Wajib Pajak, serta menyederhanakan agar sistem elektronik dapat lebih di terima oleh Wajib Pajak dan pihak DJP juga diharapkan meningkatkan tampilan fitur secara visual pada sistem elektronik agar lebih menarik Kata Kunci : Implementasi sistem elektronik e-SPT, Implementasi sistem elektronik e-Registration, Implementasi sistem elektronik e-Filing, Kualitas Pelayanan Administrasi Perpajakan
Pengaruh Pengetahuan Tentang Sistem Administrasi Perpajakan dan Modernisasi Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Pada KPP Pratama Singosari Kabupaten Malang)
Taxes for the state help to support the activities of the management of the country, where taxes are used to support the financing of key sectors for the country. For the people of tax can be interpreted as a contribution to the financing process throughout the country all the programs that have been set. Taxes are the main source of income of the state, public or taxpayer compliance and tax administration system that there had been a major supporter in affecting a large number of taxes received by the state. The research objective to be achieved in this research is to determine the amount of influence that the variables in this case that the tax administration system, modernization of tax administration and the tax administration and the modernization of tax administration to compliance of individual taxpayers so that it can be determined variables that have an influence most of the efforts to improve the compliance of taxpayers. Based on the results of data analysis can be seen throughout the study variables significantly influence taxpayer compliance. Keywords: Knowledge Taxpayers About Tax Administration System is applied, the Tax Administration System Modernization and Compliance Mandatory Personal Tax.
ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PAJAK ATAS PENERBITAN SURAT KETETAPAN PAJAK (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta)
The reformation of Indonesian tax system has to cover kind of tax evasion. Tax audit is one of the preventive way that Directorate General of Taxes (DJP) made. The outcame of tax audit is the number of tax obligation supposedly owed with Tax Assessment as legal paper. In every tax servise offices had tax audit income target, but the quantity of tax auditors is not well-matched with the high target. In this case unrateable the number of tax auditors and target can be infeccted on quantity and quality of tax audit. This research is to determine and analysis efectiveness of tax audit on publishing tax assessment as legal paper and to determine the factor of support and inhibitor of tax audit. The research use descriptive method with qualitative approach also supported by quantitative data. The analysis devide into 5 ratio to determine tax audit efectiveness. The result show that tax audit in Surakarta Tax Service Office in 2012-2015 on 3 ratio has been appropriated with the efectiveness principal, but in 2 ratio tax audit suffered fluctuation. Keywords : Effectiveness, Tax Audit, Tax Assessment ABSTRAK Sistem administrasi perpajakan di Indonesia yang telah mengalami reformasi harus mampu mengantisipasi berbagai macam upaya-upaya penghindaran pajak. Salah satu langkah penanggulangan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak adalah melakukan pemeriksaan pajak. Hasil pemeriksaan pajak adalah dikeluarkannya ketetapan tentang berapa kewajiban pajak yang seharusnya terhutang dengan penerbitan Surat Ketetapan Pajak sebagai produk hukumnya. Pada setiap Kantor Pelayanan Pajak pasti memiliki target penerimaan pemeriksaan, dimana target yang tinggi tidak sebanding dengan jumlah pemeriksa pajak yang ada dapat mengurangi kualitas dan kuantitas pemeriksaan yang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pelaksanaan pemeriksaan atas penerbitan Surat Ketetapan Pajak serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data untuk mengukur efektivitas pemeriksaan menggunakan 5 rasio. Selanjutnya akan diambil kesimpulan dari analisis data serta faktor pendukung dan penghambat pemeriksaan berdasarkan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta pada tahun 2012-2015 pada 3 rasio telah memenuhi prinsip efektivitas, walaupun pada 2 rasio mengalami fluktuasi. Kata Kunci : Efektivitas, Pemeriksaan Pajak, Surat Ketetapan Paja
PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL BERDASARKAN AUDIT DEDUCTIBLE EXPENSES SEBAGAI UPAYA TAX PLANNING DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL (Studi PT XYZ di Jakarta)
This research has some purposes to know the part of expenses that need to do some tax planning activities and to know some tax planning efforts that can do to the company with used analitical descriptive method through the method of data collection such as literature study and documentation. Based on this research is known that tax planning effort in PT XYZ with do some adjusment of expenses in financial statement can be decrease an underpayment tax which must be borned by the company. Because total of fiscal expenses that borne by PT XYZ increase than fiscal expenses before tax planning activity. Based on Financial Statement of PT XYZ contain a part of some expenses that must be identified in order to make that expenses to be deductible. Tax planning activity that can be done by PT XYZ with switching a charity expenses to be others expenses and/or Welfare allowances and charging a deductible expenses maximally. Keywords : Tax Planning, Comercial Financial Statement, Fiscal Financial Statement ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen biaya yang perlu dilakukan tax planning serta mengetahui upaya tax planning yang dapat dilakukan perusahaan dengan jenis penelitian deskriptif Analitis melalui metode pengumpulan data studi kepustakaan, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa adanya upaya tax planning PT XYZ dengan melakukan penyesuaian biaya pada laporan keuangan dapat menekan jumlah pajak kurang bayar yang seharusnya ditanggung perusahaan, hal ini dikarenakan jumlah biaya fiskal yang ditanggung PT XYZ meningkat dibandingkan biaya fiskal sebelum tax planning. Berdasarkan Laporan Keuangan PT XYZ terdapat komponen biaya yang harus diidentifikasi agar biaya tersebut dapat dibebankan secara fiskal. Upaya tax planning yang dapat dilakukan PT XYZ yaitu dengan mengalihkan biaya sumbangan menjadi biaya lain – lain dan/atau tunjangan kesejahteraan serta memaksimalkan pembebanan biaya deductible. Kata Kunci : Tax Planning, Laporan Keuangan Komersial, Laporan Keuangan Fiska
Pengaruh Self Assessment System dan Pemeriksaan Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang Periode 2012-2014)
This study aims to determine the effect of Self Assessment System which is represented by the amount of Tax Payment Slip of Income Tax submitted and Periodic Tax Return of Income Tax reported, Tax Audit as represented by the amount of Underpayment Tax Assessment Letter and Added Underpayment Tax Assessment Letter against the Income Tax Revenue either simultaneously or partially. The explanatory research is a type of research that is selected in this study . The research data is secondary data, which is the amount of monthly Payment Slip of Income Tax submitted and Periodic Tax Return of Income Tax reported, Tax Audit as represented by the amount of Underpayment Tax Assessment Letter and Added Underpayment Tax Assessment Letter, and Income Tax Revenue for 36 months. Statistical analysis Descriptive and inferential statistical analysis is a method of data analysis used in this study . Here are the results obtained from this study : ( 1 ) the amount of Tax Payment Slip of Income Tax submitted, Periodic Tax Return of Income Tax reported , Underpayment Tax Assessment Letter and Added Underpayment Tax Assessment Letter has significant effect on income tax revenues simultaneously . ( 2 ) the amount of Tax Payment Slip of Income Tax submitted, Periodic Tax Return of Income Tax reported has significant effect on the amount of income tax revenue partially , while the amount of Underpayment Tax Assessment Letter and Added Underpayment Tax Assessment Letter doesn’t have significant effect on income tax receipts partially.Key word: Self Assement Sytem, Tax Payment Slip of Income Tax, Periodic Tax Return of Income Tax, Tax Audit, Underpayment Tax Assessment Letter, Added Underpayment Tax Assessment Letter, Income Tax Revenue ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar Self Assessment System yang diwujudkan dalam jumlah SSP dan jumlah SPT serta pemeriksaan pajak yang diwujudkan dalam jumlah SKPKB dan SKPKBT dapat mempengaruhi penerimaan PPh baik secara simultan maupun parsial. Penelitian penjelasan merupakan jenis penelitian yang dipilih dalam penelitian ini. Data penelitian merupakan data sekunder berupa data tiap bulan dari jumlah SSP, SPT, SKPKB dan SKPKBT serta penerimaan PPh selama 36 bulan. Analisis statistik deskriptif serta analisis statistik inferensial adalah metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini. Berikut ini adalah hasil yang didapatkan dari penelitian ini: (1) Jumlah SSP, jumlah SPT, jumlah SKPKB dan SKPKBT berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPh secara simultan. (2) Jumlah SSP, jumlah SPT berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPh secara parsial, sementara jumlah SKPKB dan SKPKBT tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPh secara parsial. Kata kunci: Self Assessment System, SSP PPh, SPT PPh, Pemeriksaan Pajak, SKPKB, SKPKBT, Penerimaan PP
PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH DAN JUMLAH PENGUSAHA KENA PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (Studi pada Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I)
Value Added Tax (VAT)based on consumption goods, services in the customs area. VAT contribution substantial considered for country revenue because it is type of the tax that has second biggest contribution. VAT directly related people behavior to consume goods and services has connectivity to the macro-economic condition, therefore in this research is using macro-economic variable consist of inflation and exchange rate. Moreover, internal role aim to maximize VAT income is need to be considered such as amount of taxable entrepreneurs that have several duties to collect, submit and report the VAT payable. Data type used consist of inflation, exchange rate and amount of taxable entrepreneurs are secondary data began the period 2010-2014. Type of research used in this research is explanatory research in quantitative approach. Based on independent variable consist of inflation, exchange rate and amount of taxable entrepreneurs whereas the dependent variable VAT revenue, therefore data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Based on hypotesis t and F test, independent variable have partial and simultaneous effect towards dependent variable. Based on Adjusted R Square value shown that dependent variable is explained by the independent variable 51,3%. Keywords : Inflation, Exchange Rate, Amount Of Taxable Entrepreneurs, VAT Abstrak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi barang dan jasa di dalam daerah pabean. Kontribusi PPN dianggap penting bagi pemasukan negara karena merupakan penyumbang jenis pajak terbesar kedua. PPN bersinggungan langsung dengan perilaku masyarakat dalam melakukan konsumsi atas barang dan jasa yang mempunyai keterkaitan erat dengan kondisi ekonomi makro suatu negara, maka dari itu dalam penelitian ini menggunakan variabel makro-ekonomi berupa inflasi dan nilai tukar rupiah. Selain itu, pran internal guna pemaksimalan penerimaan PPN juga perlu diperhatikan seperti jumlah Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang mempunyai kewajiban untuk memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang. Data inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah PKP yang dignakan merupakan jenis data sekunder dari tahun 2010-2014. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Bedasarkan variabel independen berupa data inflasi, nilai tukar rupiah dan jumlah PKP sedangkan untuk variabel dependen menggunakan penerimaan PPN, maka teknik analisis yang digunakan merupakan analisis regresi linear berganda. Bedasarkan uji hipotesis t dan F, variabel independen mempunyai pengaruh parsial dan simultan terhadap variabel dependennya. Bedasarkan nilai Adjusted R Square menunjukkan bahwa variabel dependen dapat dijelaskan sebesar 51,3% oleh variabel independennya. Kata Kunci: Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Jumlah Pengusaha Kena Pajak, PP
PERANAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENCAPAIAN TARGET PENERIMAAN PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN DARI PERTAMBANGAN BATU KAPUR DI KABUPATEN TUBAN
Tax revenue realization on non metallic and rocks minerals in Tuban always exceeded the set target, but the level achievement of the target still tend up and down. Limestone is a type of excavation that provides the greatest Attainment of Tax on Non Metallic and Rocks Minerals. The success is certainly not free from internal factors and external factors which play a role in it. This study aimed to analyze the internal factors and external factors which play a role in achieving the tax revenue target for Non Metallic and rocks minerals from the mining of limestone in Tuban. This research uses descriptive qualitative research. The data was collected through interviews and documentation. One of the results of this study is the internal factors that play a role in achieving the revenue target of Tax on Non Metallic and Rocks Minerals from the mining of limestone in Tuban, they are the targeting, the implemented policies, the voting system, the quality of service, the action in the collection, and the employee performance. While the external factors that play a role in achieving the target of tax revenue are the income tax compliance, and the taxpayers. Keywords: internal factors, external factors, attainment of target, Tax on Non Metallic and Rocks Minerals. ABSTRAK Realisasi penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Tuban selalu melampaui target yang telah ditetapkan, tetapi tingkat pencapaian targetnya masih cenderung mengalami kenaikan dan penurunan. Batu kapur merupakan jenis galian yang memberikan penerimaan terbesar pada Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari faktor internal dan faktor eksternal yang berperan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang berperan dalam pencapaian target penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dari pertambangan batu kapur di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu faktor internal yang berperan dalam pencapaian target penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dari pertambangan batu kapur di Kabupaten Tuban yaitu penetapan target, kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan, sistem pemungutan, kualitas pelayanan, tindakan penagihan, dan kinerja pegawai. Faktor eksternal yang berperan dalam pencapaian target penerimaan pajak yaitu kepatuhan wajib pajak dan pendapatan wajib pajak. Kata Kunci: faktor internal, faktor eksternal, pencapaian target, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
ANALISIS PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM PAJAK HIBURAN DI KOTA BLITAR (Studi Pada Dinas Pendapatan Kota Blitar)
This study has the objective to found out and describe implementation of entertainment tax collection system which is using self-assessment system, to found out supporting and inhibiting factors in implementation of self-assessment system in Kota Blitar. This study is a descriptive study. It is conducted in Dinas Pendapatan Kota Blitar Jl. Jawa No. 64 Kota Blitar. Data source in this study would be primary data obtained from interview with employees of Dinas Pendapatan and also taxpayer for entertainment tax in Kota Blitar, while secondary data obtained from documents supporting primary data. Result of this study revealed that there were lots of entertainment taxpayer within Kota Blitar who did not understand and comprehend self-assessment system such as in calculating their own tax implemented by Dinas Pendapatan Kota Blitar, there were also lots of taxpayer who did not attach and rather to conceal their financial report in reporting their taxes. Tax knowledge awareness possessed by taxpayers related with this implementation is still low. Suggestion from this study would be to held continuous briefing and socialization for taxpayers concerning insight in taxation, better service for taxpayer is necessary so that awareness and compliance of taxpayers can be improved. There should be audit team so that tax income results and allocation was controlled in better way, thus decreasing tax avoidance and embezzlement as minimum as possible. Keywords: Implementation of self-assessment system, entertainment tax in Kota Blitar ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan sistem pemungutan pajak hiburan yang menggunakan self assessment system, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan dan pelaksanaan self assessment system di Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di Dinas Pendapatan Kota Blitar Jl. Jawa No 64 C Kota Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dari wawancara oleh Pegawai Dinas Pendapatan dan wajib pajak Hiburan Kota Blitar, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yang dapat mendukung data primer. Hasil penelitian ini menunjukan masih banyak wajib pajak hiburan di Kota Blitar yang tidak memahami dan mengerti self assessment system seperti menghitung pajaknya sendiri dan mengisi SPTPD sendiri yang diterapkan Dinas Pendapatan Kota Blitar, selain itu masih banyak wajib pajak yang tidak menyertakan dan menyembunyikan laporan keuangan dalam melaporkan pajaknya. Kesadaran dan pengetahuan pajak yang dimiliki oleh Wajib Pajak dalam penerapan ini masih rendah. Saran dari penelitian ini, yaitu penyuluhan dan sosialisasi harus dilaksanakan terus menerus bagi wajib pajak tentang pengetahuan di bidang pajak, Pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak sangat diperlukan agar kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dapat taerus ditingkatkat. Perlu ada tim audit agar hasil penerimaan pajak dan alokasi terkontrol dengan baik, sehingga adanya penghindaran dan penggelapan pajak dapat ditekan seminimal mungkin. Kata Kunci : Penerapan self assessment system Pajak Hiburan di Kota Blita