Jurnal Mahasiswa Perpajakan
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN FASILITAS KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR (KITE) UNTUK MENINGKATKAN EKSPOR DALAM NEGERI (STUDI PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA CUKAI JATIM I, SIDOARJO)
Government effort to raise export activity in state depends on society role in joining to push in state export. Government policy become deciding factor of in state market expansion, the nature of policy that is taken becoming a special attention to industrialist in the country in order to decide which policy that they will take in import and export activity. This research aims to know the process in usage of ease to import for export destination in Kanwil DJBC Jatim I sidoarjo and the raise of finished goods in Jawa Timur. This research use a descriptive research with qualitative methods. The focuses on this research are the process of the facility, the raise number of industry who use this facility, control and usage of KITE facility, and the growth in export before and after KITE facility (PMK 176 & PMK 177). Research result shows that are some obstacle in use of KITE facility. Such as, some of the companies who has already use KITE facility has to been revoked form the facility because they are not able to qualify the terms in PMK 176 & PMK 177. Keywords: Export Raise, Government Policy, KITE Facility ABSTRAK Upaya pemerintah dalam meningkatkan kegiatan ekspor dalam negeri bergantung terhadap peran masyarakat dalam ikut andil untuk mendorong ekspor dalam negeri. Sifat kebijakan yang diambil menjadi perhatian khusus bagi para pengusaha dalam negeri menentukan kebijakan perusahaanya dibidang ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) di Kanwil DJBC Jatim I Sidoarjo dan peningkatan ekspor barang jadi di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Fokus penelitian ini ialah proses pemanfaatan fasilitas KITE, peningkatan jumlah perusahaan yang menggunakan fasilitas KITE, pengawasan dan pemanfaatan fasilitas KITE dan perbandingan ekspor sebelum dan sesudah fasilitas KITE (PMK 176 & PMK 177). Hasil penelitian menunjukan terdapat beberapa kendala dalam pemanfaatan fasilitas KITE. Diantaranya, ialah beberapa perusahaan yang sudah memanfaatkan fasilitas KITE sebelumnya harus dicabut karena tidak dapat memenuhi persyaratan dalam PMK 176 & PMK 177. Kata Kunci : Peningkatan Ekspor, Kebijakan Pemerintah, Fasilitas KITE, PMK 176 & PMK 17
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU BUDAYA DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara)
Pencapaian target penerimaan pajak dapat tercapai apabila wajib pajak patuh dalam menjalankan kewajiban perpajakannya, namun masih terdapat wajib pajak yang belum melaksanakan kewajiban perpajakannya dikarenakan oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah faktor karakteristik yang dimiliki individu, budaya wajib pajak, dan lingkungan sosial wajib pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu, budaya, dan lingkungan sosial secara bersama-sama dan parsial terhadap kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 130 responden. Metode analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji simultan, karakteristik individu, budaya dan lingkungan sosial secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. Hasil uji t, secara parsial variabel karakteristik individu, budaya dan lingkungan sosial berpengaruh terhadap kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. Saran bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang sejenis adalah agar menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan membayar pajak dan menambah jumlah sampel sehingga hasil penelitian memiliki daya generalisasi yang lebih kuat. Kata kunci: karakteristik individu, budaya, lingkungan social, kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajaka
PENGARUH PELAKSANAAN SENSUS PAJAK NASIONAL, KUALITAS PELAYANAN DAN PENGETAHUAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama batu)
National Tax Census is implemented to improve the obedience of taxpayers. The expected goals of National Tax Census include improving tax bases, increasing the obedience to submit Tax Annual Report, improving tax revenue, updating database, and socializing and educating taxpayers. Research type is explanatory. The sample includes private taxpayers who are subjected to National Tax Census and registered at KPP Pratama Batu. Sampling method is non-probability sampling with accidental sampling technique. Data analysis method involves descriptive analysis and multiple linear regression analysis. Result of research indicates that Fcount is 175,149 and Ftable is 2.45 (Fcount > Ftable). It is concluded that simultaneously, National Tax Census implementation service quality and tax knowledge have significant influence on the obedience of taxpayers. Result of dominant test with Standardized Coefficients Beta has indicated that National Tax Census implementation has beta of 0.220, while service quality and tax knowledge have 0.275 and 0.617 for their betas. Based on these results, it can be said that the most dominant variable influencing the obedience of taxpayers is tax knowledge. Keywords : The Obedience of Taxpayers, National Tax Census Implementation, Service Quality, Tax Knowledg
PENGARUH SISTEM SAMSAT CORNER TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (Studi Pada SAMSAT Corner Mall Sri ratu Kediri)
SAMSAT Public Office has done some innovations in order to support public services one of which is by opening SAMSAT Corner in the shopping centre such as mall and hypermart. SAMSAT Corner provides an easier, faster, and more comfortable way for the people in paying vehicles tax. By submitting STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) and KTP (Kartu Tanda Penduduk), the taxpayers will be able to do the payment and and KTP (Kartu Tanda Penduduk), the taxpayers will be able to do the payment and validation of STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) only within ± 5 minutes. This research design is explanatory research with quantitative approach. The samples used are 100 respondents of the customers of SAMSAT Corner in Sri Ratu Mall Kediri . Keywords : Tax access, Facilities, Complain Center, Website, The improvement of vehicles tax payment servic
PENGARUH BIAYA KEPATUHAN, SANKSI PERPAJAKAN DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Upt Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota)
The purposes of this study are to determine and explain the effect of compliance cost, tax penalties and taxpayer awareness simultaneously and partially against taxpayer compliance on taxpayer of motor vehicles in Integrated Service Unit of Revenue Department East Java Province Malang City. The population on this study are all taxpayer of motor vehicles in Integrated Service Unit of Revenue Department East Java Province Malang City with total of samples are 100 respondents and the sampling method is using accidental sampling method. Furthermore multiple linear regression analysis is used in this study shows the compliance cost have a significant and negative effect against tax compliance, whereas tax penalties and taxpayers awareness have a significant and positive effect against taxpayers compliance. Keywords: The Compliance Cost, Tax Penalties, Taxpayer Awareness, Taxpayer Compliance ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh biaya kepatuhan, sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar di UPT Dinas Pendapatan Jawa Timur Malang Kota. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar di UPT Dinas Pendapatan Jawa Timur Malang Kota. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebesar 100 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling method. Analisis regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa biaya kepatuhan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Kata kunci: Biaya Kepatuhan, Sanksi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kepatuhan Wajib Paja
ANALISIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ATAS KEGIATAN MEMBANGUN SENDIRI (KMS) (Studi Pada Kpp Pratama Malang Utara)
Self Efforts arrangement of Building’s Value Added Tax is specific explaining more in Minister of Finance Regulation Number 163/PMK.03/2012. This regulation has implemented in Indonesia. This research uses descriptive approach with qualitative method. The purpose of this research is to analyze the implementation of VAT of Building by Self Efforts result in Minister of Finance Regulation Number 163/PMK.03/2012. The results of research concludesthat the VAT of Building by Self Efforts used self assessment system. The improved receipts of VAT of Building by Self Efforts Pratama Tax Office North of Malang is to superintendence and conduct socialization tax. Tax socialization providesfacilities for the tax payer in carrying out the tax liability associated with the self assessment system. Keywords: Value Added Tax, Value Added Tax of Building by Self Efforts. Abstrak PPN atas KMS diatur dalam PMK No.39 Tahun 2010 yang telah diubah dalam PMK No.163 Tahun 2012 yang mengatur tentang pelaksanaan pemungutan PPN atas KMS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pemungutan PPN atas KMS atas perubahan PMK No.39 Tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemungutan PPN atas KMS menggunakan self assessment system. Meningkatkan penerimaan PPN atas KMS KPP Pratama Malang Utara melakukan pengawasan dan melakukan sosialisasi pajak. Sosialisasi pajak dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban pajak terkait dengan self assessment system. Kata Kunci: PPN, PPN atas Kegiatan Membangun Sendir
PENGARUH REALISASI DAN DENDA TERHADAP SISA TARGET PADA PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN (Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu Tahun 2012-2014)
Regional autonomy gives freedom to local governments to control the area, one of which relates hotel and restaurant tax revenues. Hotel and restaurant tax revenues are related to tax of realization and penalty which become independent variables in this study. This study uses explanatory research method by quantitative approach. Data source are secondary. The population in this research is all of monthly time series data revenue of realization, penalty, and rest of target of hotel and restaurant tax. The selection of the samples are based on monthly time series data in the period of January 2012-December 2014, which are 36 samples. The data is obtained from Local Revenue Office of Batu City. Data analysis is using multiple regression analysis. The result of this study shows that realization and penalty tax have no significant effects on both simultaneous and partial on the rest of hotel and restaurant tax. The Local Revenue Office of Batu City can take some measures to improve hotel and restaurant tax revenue such as being proactive to manage the data and tighten the administration sanctions for the violator to decrease hotel and restaurant tax arrears. Keywords: Realization, Penalty, The Rest of Target, Hotel Tax, Restaurant Tax ABSTRAK Otonomi daerah memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk mengatur daerahnya, salah satunya berkaitan dengan penerimaan pajak hotel dan restoran. Penerimaan pajak hotel dan restoran berkaitan dengan realisasi dan denda pajak yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini.Penelitian ini menggunakan metode penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data time series bulanan realisasi, denda, dan sisa target pajak hotel dan restoran. Penentuan sampel berdasarkan data time series bulanan periode Januari 2012-Desember 2014, yaitu sebanyak 36 sampel. Data yang digunakan berasal dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik regresi linier berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa realisasi dan denda tidak berpengaruh signifkan baik secara simultan maupun parsial terhadap sisa target pada pajak hotel dan pajak restoran. Upaya yang dapat dilakukan Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu dalam meningkatkan penerimaan pajak hotel dan restoran yaitu lebih aktif melakukan pendataan wajib pajak dan memperketat sanksi administrasi bagi pelanggar untuk mengurangi tunggakan pajak hotel dan restoran. Kata kunci: Realisasi, Denda, Sisa Target, Pajak Hotel, Pajak Restora
PENGARUH MONITORING DAN SURAT TAGIHAN PAJAK DAERAH TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu Tahun 2014)
This study uses explanatory research method with a quantitative approach. Distributing questionnaires that have been tested for validity and reliability are used in this research. Population in this study is the number of taxpayers in Batu who receive local tax bill letters for the year 2014, which are 241 taxpayers. Samples are taken by using simple random sampling which are 71 taxpayers. Data of the population is obtained from the Local Revenue Office of Batu. The analysis of data is multiple regression analysis by using SPSS 21.0 program. Statistics test results shows that monitoring and local tax bill letters have simultaneously positive and significant effect on the level of tax compliance. The results shows that monitoring has positive and significant effect, while Local Tax Bill Letters hasn’t positive and significant effect on the level of tax compliance. These results explain that monitoring and publication of Local Tax Bill Letters regularly make taxpayers compliance in Batu better. Monitoring makes taxpayers in Batu paying tax accordance with the omzet data that has been collected by fiscus, although there are many taxpayers who do not understand the functions of Local Tax Bill Letters. Monitoring has a greater effect on taxpayers compliance in Batu. Keywords: Local Tax, Taxpayers, Monitoring, Local Tax Bill Letters, Taxpayer Compliance ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah wajib pajak Kota Batu yang menerima surat tagihan pajak daerah selama tahun 2014, sejumlah 241 wajib pajak. Sampel diambil dengan menggunakan simple random sampling yang berukuran 71 wajib pajak. Data populasi diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik regresi. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa monitoring dan surat tagihan pajak daerah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak. Hasil uji statistik pada variabel monitoring menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak. Hasil uji statistik pada surat tagihan pajak daerah menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak. Hasil ini menjelaskan bahwa semakin teratur Monitoring dilaksanakan dan Surat Tagihan Pajak Daerah diterbitkan, maka semakin baik Kepatuhan Wajib Pajak di Kota Batu. Monitoring membuat wajib pajak Kota Batu melakukan pembayaran pajak sesuai dengan omzet yang telah dikumpulkan oleh petugas pajak, meskipun masih banyak wajib pajak yang belum memahami fungsi Surat Tagihan Pajak Daerah. Sehingga Monitoring memiliki pengaruh lebih besar terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Kata Kunci: Pajak Daerah, Wajib Pajak, Monitoring, Surat Tagihan Pajak Daerah, Kepatuhan Wajib Paja
PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang)
The implementation of self assessment system requires the Directorate General of Taxation (DGT) carries out the monitoring and enforcing taxation laws. Tax audit enforcement efforts are being made to examine the compliance of taxpayers. This research aimed is to determine the link between tax audit and corporate taxpayers compliance, and to describe tax compliance. Using saturated sampling and descriptive quantitative design, the author applied simple linier analysis. The finding shows tax audit variable (X) influences taxpayers compliance (Y) evidenced by t test value (5,558) higher than t table (2,030), the independent variable significantly affect dependent variable. The affect of tax audit to examine corporate taxpayer compliance can be seen as fraud detection, monitoring, and the first step in enforcement of taxation laws. Keywords: Self assessment system, law enforcement, tax audit, corporate taxpayers compliance. ABSTRAK Pemberian kepercayaan melalui penerapan self assessment system mengharuskan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum (law enforcement). Pemeriksaan pajak merupakan upaya penegakan hukum yang dilakukan untuk menguji kepatuhan wajib pajak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak badan dan untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak badan . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis linear sederhana. Berdasarkan hasil Uji t, Variabel pemeriksaan Wajib Pajak (X) mempunyai Sig. t sebesar 0,000 atau Sig t < 5% ( 0,000 < 0,05) dan t hitung > t Tabel ( 5,558 > 2,030) maka pemeriksaan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Pengaruh pemeriksaan pajak untuk menguji kepatuhan dapat dilihat dari kegunaan pemeriksaan pajak sebagai pendeteksi kecurangan yang dilakukan wajib pajak badan, pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan oleh wajib pajak badan, dan langkah awal dalam penegakan hukum (law enforcement). Kata Kunci: self assessment system, penegakan hukum, pemeriksaan pajak, kepatuhan wajib pajak badan
ANALISIS PENERAPAN PEMUNGUTAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) DI KABUPATEN MALANG
The application of BPHTB collection in Malang Regency is based on the Standard Operational Procedure (SOP) of BPHTB collection that has been regulated through Decree of Regent. The potential of BPHTB in Malang Regency is determined based on the extent of territory of Malang Regency with 13 objects subjected to BPHTB. The implementation of BPHTB collection is influenced by several factors. The supporting factor is a President Program to build people housings that may increase the potential of BPHTB and also other related programs. The constraining factor is lack of obedience from taxpayer which causes less effectiveness of BPHTB collection. Result of BPHTB collection in PAD of Malang Regency is quite favorable, and the implementation of BPHTB collection has been very effective because the realization rate is beyond 100 % of the predetermined target. Keywords: the Analysis over BPHTB Collection, BPHTB, the Analysis over the Application of Collecting. ABSTRAK Penerapan pemungutan BPHTB di Kabupaten Malang didasarkan pada Standar Oprasional Prosedur (SOP) pemungutan BPHTB yang telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). Potensi dari BPHTB yang ada di Kabupaten Malang ditentukan berdasarkan luas wilayah Kabupaten Malang dengan 13 objek yang dikenakan BPHTB. Pelaksanaan pemungutan BPHTB terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya faktor pendukung yang berupa program presiden yang ingin membangun rumah untuk rakyat yang nantinya berpotensi BPHTB dan beberapa faktor lain sedangkan, faktor penghambar yang ada salah satunya disebabkan oleh ketidak patuhan wajib pajak yang menyebabkan tidak efektifnya waktu pemungutan BPHTB. Hasil dari pemungutan BPHTB untuk PAD Kabupaten Malang cukup tinggi dan dalam pelaksanaanya menunjukkan hasil sangat efektif karena realisasi diatas 100% dari target yang ditetapkan. Kata Kunci: Analisis Pemungutan BPHTB, BPHTB, Analisis Penerapan Pemungutan