Jurnal Manusia dan Lingkungan
Not a member yet
    446 research outputs found

    POLA PENCARIAN PENGOBATAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN ANAK JALANAN DI KOTA YOGYAKARTA (Pattern of Medication Seeking and Health Care of Steed Children in Kota Yogyakarta, Indonesia)

    No full text
    ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola pencarian pengobatan dan pemeliharaan kesehatan anak jalanan di Yogyakarta. Studi ini mencakup pula konsep kesehatan clan penyakit dari anak-anak jalanan dan perilaku mereka yang menyangkut resiko kesehatan. Studi ini menggunakan design kualitatif. Data dikumpulkan melalui FGD (Focus Group Discussion), wawancara, dan pengamatan langsung di lapangan, Studi ini dilakukan di daerah Malioboro Yogyakarta pada tahun 2001. Data divalidasi dengan menggunakan metode Trianggulasi, sedangkan reabilitas datanya dilakukan dengan metode data audit. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep kesehatan dan penyakit dari anak jalanan hampir sama dengan orang-orang pada umunmya, menurut tingkat pendidikan yang menekankan pada karakter sehat dan sakit. Anak jalanan menghadapi resiko kesehatan, sebagai konsekuensi dari perilaku mereka ditambah dengan lingkungan yang mendukung penyakit tertentu atau gangguan kesehatan. Rokok, alkohol, penyalahgunaan obat dan narkotika, dan sex bebas adalah bagian dari kehidupan mereka. Yang paling buruk adalah perilaku mereka yang disebabkan oleh kecanduan narkoba. Pola pencarian pengobatan anak jalanan bervariasi, tcrgantung pada tempat dimana mereka berada, baik mereka yang bebas maupun yang ada dalam lingkungan organisasi pemerintah. Mereka yang bertempat tinggal dalam suatu rumah yang disediakan oleh organisasi non pemerintah berhubungan dengan sistim pemeliharaan kesehatan. sedangkan mereka yang tidak berkaitan dengan organisasi pemerintah biasanya mereka mencari pengobatan melalui pengobatan yang irasional. ABSTRACTThe study aimed at describing medication seeking and health care patterns of street children. Included in this study were health-sickness concept for street children and their health risked behavior. The study used qualitative design. Data were collected applying focus group discussion, depth interview, and observation. The study was conducted on Malioboro area at Yogyakarta in 2001. The data were validated by triangulation resources and method, while data reliability were determined by auditing the data. The result of the study showed that concept of health-illness of street children nearly the same as people in general, in accordance to education level that emphasized more to the character of health and ill. Street children faced risks in their life regarded to their health, as a consequence, it affected their behavior, and it was added by an environment that support a certain disease occurred or health disturbances. Smoking, alcoholic, narcotic, drug abused, and free sex were parts of their lives. The worst one was their behavior in hurting themselves because of the disappointment and narcotic addicted. The pattern of street children medication seeking were varied, according to the place where they belong to, either under open house or on government organization, or free man. They who lived/joint in open house or non government organization were connected to health care system. However they who did not live/joint to open house or non government organization, they had to find their own medication that were commonly irrational or out of customs

    HUBUNGAN PENGATURAN WAKTU PENAMPUNGAN AIR HUJAN DENGAN PENURUNAN KERACUNAN Pb PADA MASYARAKAT DI KOTA PONTIANAK (Relation Between The Time Control of Rain Water Collection with The Decrease of Pb Intoxication for Community at Pontianak, Kalimantan)

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) mencermati hubungan antara pengaturan waktu penampungan air hujan dengan penurunan keracunan Pb, (2) menemukan perbedaan keracunan Pb antara masyarakat yang meminum air hujan dari air yang ditampung melalui atap seng dan bukan atap seng, (3) memahami korelasi antara pekerjaan perilaku merokok, jenis sumber air minum dan tempat pengumpulannya, dan jarak antara rumah dengan derajad keracunan Pb, dau (4) menemukan hubungan antara keracunan Pb dan gejala subyektif antara lain sakit kepala, kelelahan, nyeri perut diare, muntah-muntah dan gangguan tidur. Studi in menggunakan pendekatan quasi experiment. Subyek penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan air hujan sebagai air minum. Sampling dilaksanakan menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan quesioner, pencermatan konsentrasi Pb digunakan metode AAS di laboratorium. Analisis dilakukan secara deskriptif dan analitis menggunakan uji korelasi dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengaturan waktu penampungan sekitar 20 menit dapat menurunkan tingkat keracunan Pb, (2) tidak ditemukan perbedaan antara tingkat keracunan Pb bagi mereka yang meminum air dari air yang ditampung melalui atap seng dan bukan seng, (3) tidak ditemukan hubungan antar factor pekerjaan, perilaku merokok, jenis sumber air dan tempat penampungan dan jarak rumah terhadap tingkat keracunan Pb, dan (4) tidak ditemukan hubungan antara tingkat keracunan Pb dengan gejala subyektif masyarakat antara lain sakit kepala, kelelahan, nyeri perut diare, muntah-muntah dan gangguan tidur. ABSTRACTConcentration of Pb in rain water, although its very low but it is dangerous and able to damage public health. In the body, Pb exposure will be absorpted and distributed by blood and a part of Pb content will be accumulated in the tissue. To decrease the Pb concentration of rain water, one of its to control time of rain water collection, that used to supply drinking water a daily for community in Pontianak city. the aims of this research are: (1) to examine the relation between the time control of collection rain water with the decrease of Pb intoxication, (2) to find difference of Pb intoxication between the community who drank rain water from zinc roof and non-zinc roof, (3) to understand correlation between jobs, smoking behavior, kinds of drink water source and it’s collection places, and distance of house with degree of Pb intoxication and, (4) to find the relation between Pb intoxication with the subjectivity symptom, which are headache, fatigue, abdomine pain, diarrhea, vomit and sleep disturbance. The type of study used was a quasi experiment. The subject of research were a group community and rain water, that supplied for drinking water. The sampling was carried out cluster random sampling. Data collection was used interview with questionnaire and examine of Pb concentration with AAS method at laboratorium. data collected will be analized by descriptive and analytically use correlation and t test. The result of this research showed that: (1) time control of rain water collection about 20 degree of Pb intoxication between community, who drank rain water from zinc roof and non-zinc roof, (3) it has not found relation between factors of jobs, smoking behavior, kinds of drink water source and its collection places and distance house with the degree of Pb intoxication, and (4) it has not found the relation of the degree of Pb intoxication with the community health disorder (subjectivity symptom), which were headache, fatigue, abdomine pain, diarrhea, vomit, and sleep disturbance

    KAJIAN PROGRAM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN STUDI KASUS PENGELOLAAN IPAL MARGASARI BALIKPAPAN (Study on Urban Wastewater Management Program A Case Study at WWTP Margasari Management of Balikpapan City, Indonesia)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk mengkaji kinerja pengelolaarr limbah cair, dan untuk mengamati persepsi komunitas tentang fasilitas pengolahan limbah cair (WWTP). Analisis terhadap kinerja pengelolaan WWTP Margasari menunjukkan bahwa implenrentasi program rehabilitasi sanitasi berjalan dengan baik. WWTP nampu untuk mencakup 1500 pelanggan, yang sama dengan 1/5 dari pemukiman terapung di Kecamatan Balikpapan Barat. Kenaikan retribusi yang tekait dengan pengurangan subsidi untuk operasi dan pemeliharaan WWTP perlu dilakukan tahap demi tahap dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Berdasarkan analisis persepsi masyarakat tentang tingkat pelayanan WWTP umumnya mereka peduli terhadap pelayanan pengolahan limbah tersebut. Di pihak lain terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan, daya tanggap, profesionalisme, dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan fasilitas WWTP dan petugasnya. Dapat disimpulkan bahwa projek percontohan ini memiliki kinerja yang baik yang terkait dengan tujuan dan target serta dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar program tersebut dilanjutkan mencakup perluasan area. Pengelolaan yang intensif untuk meningkatkan kinerja WWTP serta pelayanannya harus dilakukan terus-menerus yang mencakup fasilitas pendukung, kesejahteraan pegawai, dan peningkatan partisipasi masyarakat dan sektor swasta. ABSTRACTThis research was aimed to assess the performance of the wastewater management, and to observe the community perception about WWTP (wastewater treatment plant) facility. The analysis towards WWTP Margasari management performance shows that the implementation of the sanitation rehabilitation program has been operating well. The WWTP is able to cover 1500 costumers, which equal one fifth part of floating settlement area in Kecamatan Balikpapan Barat. Increasing retribution charge in accordance with subsidies reduction for WWTP operation and maintenance, needs to be done step by step and considers the community aspiration. According to the analysis of community perception about WWTP facility level of service, generally they concern about wastewater treatment and satisfy with its service. On the other hand, there are significant relationship among readiness, responsiveness, professionalism, and customer satisfaction towards the WWTP clerks and facilities services. It can be concluded that the pilot project performs well in accordance with its goal and target, and accepted by the community. This research recommends that the program should be continued covering the extent area. Intensive management to increase WWTP performance and its service should be done continuously, such as supporting facilities, employees wealth, and increasing community and private sector participation

    FAAL PARU PENDUDUK DESA TARJUN SEKITAR PABRIK SEMEN TIGA RODA KECAMATAN KELUMPANG SELATAN KABUPATEN KOTABARU (Lung Funtion of Tarjun Village Inhabitants nearby The Tiga Roda Cement Factory Kelumpang Selatan-Kotabaru)

    No full text
    ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi debu yang terbuang dari pabrik semen pada area dengan jarak 100m, 400m, 700m, dan 1000m dari pagar batas pabrik, dan mengidentifikasi factor-faktor yang berpengaruh terhadap fungsi paru dari penduduk yang tinggal dalam area tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan studi "cros-sectional", yang dilaksanakan terbadap 74 responden sebagai sample. Seluruh responden adalah ibu rumah tangga dengan kisaran umur 20-40 tahun dan tinggal di tempat tersebut sedikitnya 4 tahun. "Peronal Dust Sampler" digunakan untuk mengukur debu yang ada di dalam rumah. Kuisioner digunakan sebagai sumber informasi tambahan. "Anovu, Chi-Square and Multiple Logistical Regression " digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini mengindikasikan bahwa konsentrasi debu di daerah tempat tinggal telah melebihi maksimum yang ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kesehatan No.829/MENKES/SK/VIll1999 tentang kondisi kesehatan rumah. Semakin dekat dengan tembok batas pabrik semakin tinggi konsentrasi debu. Tetapi fungsi paru para penduduk yang tinggal di berbagai jarak terhadap sumber polutan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. ABSTRACTThe aim of this study is to analyze dust concentration emitted from a cement factory within the distance of 100, 400, 700, and 1000 meters from factory boundary walls, compare to the dust and to identify the factors affecting lung function of inhabitants within those areas. The research was conducted applying cross-sectional study, which was carried out towards 74 respondents as sample. All respondents are housewives with range of age 20-40 years old and have been staying in the study area for at least four years. Personal dust sampler was used to measure respirable dust inside the house. Questionnaires were used as additional information. Anova, and Multiple Logistical Regression were the tests used in analyzing data. The research indicates that the dust concentration in the settlement of the study area exceeded the maximum limit. The closer to the factory wall, the higher its concentration. However, the lung functions of the inhabitant that living in various distances from the pollutants areas showed in significant differences

    EVALUASI PROGRAM PENATAAN DAN REHABILITASI PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS KAWASAN BANTARAN SUNGAI CODE BAGIAN UTARA, YOGYAKARTA (The Evaluation of Slum Area Rehabilitation and Improvement Programs Case Study in Nothern Banks Area of Rivers Code Yogyakarta)

    Get PDF
    ABSTRAKMeskipun Pemerintah telah rnelaksanakan penanganan daerah kumuh untuk waktu yang cukup lama, infrastruktur yang dibangun telah diabaikan den ditinggalkan. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah pada waktu yang lalu dinrana banyak program yang dilaksanakan tanpa melibatkan masyarakat. Belajar dari kegagalan ini, pemerintah mengubah pola pengembangan menuju aktivitas pemberdayaan masyarakat yang disebut Konsep TRIDAYA. Konsep ini memiliki 3 komponen pemberdayaan: (1) pemberdayaan komunitas sosial, (2) pemanfaatan lingkungan fisik, dan (3) peningkatan usaha kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian pengembangan infrastruktur di daerah Sungai Code bagian utara dalam program penataan dan rehabilitasi permukiman kumuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif, dengan melakukan interview tidak terstruktur dengan masyarakat yang terlibat dalam program. Hasilnya di analisis dengan metode deskriptif kualitatif. Program tersebut merniliki 3 komponen: (1) penyediaan air, (2) jalan setapak, (3) limbah padat. Dari setiap komponen program dapat dikembangkan 3 tema yaitu masalah sebelum adanya program, benefit dan dampak dari program, serta tanggapan terhadap program. Tema-tema ini dikelompokkan ke dalam beberapa konsep. Terdapat 2 katagori: 2 program berisikan penyediaan air, jalan setapak dapat dicapai, tetapi program limbah padat tidak dapat dikembangkan lagi. ABSTRACTEven though the government has been taking care of slum area improvement for a long time, the infrastructures that have been built have been neglected and abandoned. It is related with the government policy in the past that conceived many programs without involving the community learning from this failure, the government turned the development pattern into community empowering activities called Tridaya concept. It has three empowering components: (1) empowering social community, (2) taking advantage of physical environment, and (3) improving small business. The research was aimed to evaluate the achievement of the infrastructure development in the northern banks area of Code River under the slum area rehabilitation and improvement programs. The research used descriptive explorative methods, by means of exploration and unstructured interviewing with the community involved in the programs. Then the results analyzed with descriptive qualitative methods. The program contains three components: (1) water supply, (2) pathway, (3) solid waste. The results generate some themes from each component program, e.g. the problems prior to the programs, benefits and impacts of the programs, and response towards the program. These themes are clustered into concepts. The conclusions show two categories: the two programs that consist of waste supply, pathway have been achieved, but the slid waste program has not been improved anymore

    PENCEMARAN UDARA DI RUANG PROSES PEMBATIKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK: STUDI KASUS INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK DI KAMPUNG TAMAN KOTAMADYA YOGYAKARTA (Indoor Air Polution in batik-Making Workrooms of Batik Home Industry:Case Study of Batik Home)

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi konsentrasi karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, suhu, kelembaban dan bau ruang kerja pembuatan batik sebagai akibat dari proses pembuatan batik dalam lingkungan kerja. Studi kasus dilakukan di industri rumahan (home indyustry) di kampung Taman Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dari bulan desember 1999 sampai januari 2000. Pengukuran parameter dilakukan dalam 2 rumah industri batik yang masing-masing menggunakan satu dan tiga kompor sebagai pemanas. Metode analisis data adalah analisis times series dan analisis grafis. Konsentrasi karbon monoksida berkisar antara 2,00-8,66 ppm, karbondioksida berkisar antara 372,498-472,885 ppm. Sulfurdioksida berkisara antara 0,00028-0,00268 ppm. Temperatur berkisar antara 29 oC-34 oC, sedangkan kelembaban berkisar antara 50,5 %-67%. Penelitian mengindikasikan bahwa ruang kerja batik telah terkontaminasi karbon monoksida yang beresiko terhadap kesehatan para pekerja. Ruang kerja pembuatan batik tidak nyaman. ABSTRACTThis research aims to investigate the concentrations of carbon monoxide, carbon dioxide, sulfur dioxide, temperature, humidity and smells batik-making workrooms as a result of the batik-making process on work environments. A case-study of home industries was conducted in Kampung Taman Yogyakarta Municipal City. The research was conducted from December 1999 to January 2000. Measurement of parameters under investigation was carried out in two batik home industries, each of which used stove and there stove as heaters. Methods of analyzing the data were time series analysis, and graphics analysis. The concentration of carbon monoxide in batik-making workrooms ranges between 2.00 ppm and 8.66 ppm carbon dioxide ranged between 372.498 ppm and 473.885 ppm. Sulfur dioxide ranged vetweeb0.00028 ppm and 0.00268 ppm. Temperature ranged between 29oC and 34oC. Humidity ranged from 50.5% to 67%.The research indicated that batik masking workrooms have been contaminated by carbon monoxide which is rather risk for batik worker’s health. Batik making workroom were uncomfortable

    HUTAN DAN PERILAKU ALIRAN AIR: KLARIFIKASI KEBERADAAN HUTAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BANJIR DAN KEKURANGAN AIR (Forest and Stream Flow Behaviour: Clarification on Forest Relation With Flood and Drought Issues)

    No full text
    ABSTRAKBanjir bandang di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) seringkali dihubungkan dengan penebangan hutan di wilayah hulu DAS. Hal ini terkait dengan dua hal: (1) perhatian masyarakat terhadap tingginya laju degradasi sumberdaya hutan di banyak tempat di Indonesia, dan (2) adanya kesenjangan pemahaman tentang keterkaitan antara vegetasi, air, dan tanah. kedua hal ini mendorong terbentuknya pemahaman bersama (masyarakat luas termasuk akademisi) yang cenderung bersifat simplistik bahwa banjir bandang tersebut terjadi karena mengingkatnya penebangan hutan. Apakah pemahaman tersebut di atas didukung oleh bukti-bukti ilmiah? Atau karena didorong oleh emosi bahwa kerusakan hutan makin meningkat. Tulisan ini mencoba untuk menunjukkan hasil penelitian bahwa, pada banyak kasus, banjir bandang lebih disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan. ABSTRACTBig floods found in downstream areas that occurred in the wettest months of rainy season are often said to be associated with forest cutting in the upper parts of a watershed. This is partly caused by an increasing strong concerned from many people on high rate of forest destruction in many parts of Indonesia. Partly by false perception on forest-water-soil interaction. In the mean time, there is a common perception among the people including some scientific communities that large floods with severe economic impact are closely linked with the increasing forest cutting. Does this allegation have scientific justification? Or is it just a public emotion driven by the fact that many forest stands are becoming degraded overtime. This article is trying to bring up some scientific findings that, in many cases, big floods were often associated with extreme rainfall. Some illustrations used in this article are mainly from research findings in the temperate climates, with small protions from tropical regions

    PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN PERUMAHAN DI YOGYAKARTA (The Provision of Green Open Space in Housing Complexes in Yogyakarta)

    No full text
    ABSTRAKLingkungan atau komplek perumahan saat ini banyak dibangun oleh para pengembang swasta di berbagai tempat di Yogyakarta. Salah satu fasilitas yang perlu disediakan oleh lingkungan perumahan tersebut adalah ruang-ruang terbuka hijau. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendokumentasikan pengadaan dar pemanfaatan ruang terbuka hijau di lingkungan perumahan, khususnya jenis, kondisi, pemanfaatan dan jenis tanaman ruang terbuka hijau. Dengan memakai 9 lingkungun perumahan sebagai studi kasus, penelitian ini menghasilkan beberapa hal, yaitu: (l) tidak semua lingkungan perumahan memiliki ruang terbuka hijau. (2) lingkungan perumahan kelas atas cenderung lebih banyak menyediakan ruang terbuka hijau daripada lingkungan perumahan kelas menengah. (3) alokasi lahan untuk ruang terbuka hijau belum menjadi perhatian (4) pemanfaatanr ruang terbuka hijau belum optimal. (5) serta pemilihan jenis tanaman cenderung lebih memperhatikan faktor estetika.  ABSTRACTPresently, a number of housing complexes has been built in many areas in Yogyakarta. Green open space is one of many facilities in a housing complexes which should be provided by developers. Based on this fact this study intends to identify and document the provision and use of vegetation. Selecting 9 housing complexes as the case studies, the results of this study are: (1) not all housing complexes have all types of green open space as being required; (2) high class housing complexes tend to provide more green open spaces facility to the residents than one which is provided by the middle class of housing complexes; (3) land allocation for green open spaces has not been taken into consideration; (4) the use of green open space has not been optimum; (5) and types of vegetation are more for beautification of the complex

    COMMUNITY INITIATIVE AND INVOLVEMENT IN CREATING HEALTHY AND FRIENDLY CITIES: LESSONS FROM YOGYAKARTA (Inisiatip dan Keterlibatan Komunitas dalam Menciptakan Kota yang Sehat dan Akrab)

    No full text
    ABSTRACTAs urbanization continue, more and more people will settle in cities. Cities in developing countries, however, are beset by a host of problems emanating from improper planning and design. Further, cities in developing countries, including Indonesia, also tend to lost their cultural identity and humanity, due to the influence of global market that penetrate the human spirits of the local dwellers. Cities are no longer save and friendly environments to live. This paper addresses this issue. It argues that community initiative and involvement in urban development is crucial for creating healthy and friendly cities. Based on case studies from Yogyakarta, the paper highlights several important factors for communities to be effectively involved in a more “friendly” urban development. From these five case studies, this paper learned that community’s initiatives and involvements could only be effectively conducted if they were better organized and understood the dynamics of urban planning and development. It is therefore very crucial for communities and interest groups to under-stand the “politics” of urban development and to actively involve in the day-to-day decision making process related to urban development.ABSTRAKSejalan dengan peningkatan urbanisasi, akan semakin banyak orang tinggal di kota. Persoalannya adalah bahwa kota kota di Negara berkembang menghadapi berbagai persoalan lingkungan, ekonomi dan sosial, terutama karena pendekatan dan praktek perencanaan dan perancangan kota yang tidak pas. Lebih jauh, kota kota di Negara berkembang sebagaimana di Indonesia cenderung kehilangan identita kulturalnya, terutama karena proses pertumbuhan kota yang dipengaruhi oleh pasar global dan tidak memungkinkan penduduk lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kotanya. Paper ini berargumen bahwa partisipasi penduduk lokal merupakan prasarat bagi terwujudnya kota yang aman dan akrab. Didasarkan atas studi kasus lima proyek di Yogyakarta yang melibatkan penduduk kota, paper ini merumuskan faktor-faktor penting untuk meningkatkan keterlibatan penduduk lokal. Dari lima studi kasus ini, paper ini berkeyakinan bahwa keterlibatan penduduk lokal akan optimal apabila mereka terorganisir dan memahami dinamika proses pembangunan kota. Adalah penting bagi komunitas untuk memahami proses politik dalam pembangunan kota dan secara aktip terlibat dalam proses keeharian pengambilan keputusan yang menyangkut pembangunan kota

    PRELIMINARY STUDY OF THE UTILIZATION OF ASH WASTE FROM POWERPLANTS TO PRODUCE ARTIFICIAL LIGHT WEIGHT AGGREGATES (Studi Awal Penggunaan Abu Limbah dari Pembangkit Tenaga Listrik untuk Memproduksi Agregat Berbobot Ringan)

    Get PDF
    ABSTRACTA large amount of disposed ash can cause severe environmental pollutions especially in large coal fired electric powerplants. One of many methods for reducing its negative impacts is to utilize the waste to produce ALWA (artificial leight weight aggregates) which is required to make light concrete for building constructions. However thorough researches have to be conducted first to find out the proper process conditions for ALWA production from fly ash and bottom ash of Indonesian coals. The investigated process conditions are the mixture composition of required raw, materials and the sintering conditions (e.g. temperature. duration, etc.). Moreover, an equipment to mix raw materials homogeneously and to produce other shapes of ALWA, which may be better than the existing shapes, must be built during the research. The last objective of the research is characterizing the physical and mechanical properties of the ALWA and some prototypes of light concrete made from the ALWA. It is expected that both the ALWA and the light concrete can satisfy the quality and specifications determined be existing standards. ABSTRAKAbu yang terbuang dalam jumlah besar dapat menyebabkan polusi lingkunga, terutama abu yang berasal dari batubara yang terbakar untuk keperluan pembangkit tenaga listrik. Salah satu dari berbagai metode untuk meredusir/mengurangi dampak negative adalah dengan menggunakan limbah untuk memproduksi ALWA (artificial light weight aggregates) yang diperlukan untuk membuat beton ringan untuk konstruksi bangunan. Tetapi, riset secara menyeluruh harus dilakukan untuk menemukan kondisi proses yang benar untuk produksi ALWA  yang berasal dari abu yang berterbangan dan abu yang ada di dasar yang berasal dari batubara Indonesia. Kondisi penelitian proses adalah campuran dari komposisi material mentah yang diperlukan serta kondisi sintering (suhu, durasi dsb). Tambahan lagi, suatu peralatan untuk mencampur material mentah secara homogin dan untuk memproduksi berbagai bentuk ALWA, yang mungkin lebih baik dari bentuk yang sekarang ini ada, harus dibuat selama penelitian. Tujuan terakhir bentuk ALWA, yang mungkin lebih baik dari bentuk yang sekarang ini ada, harus dibuat selama penelitian. Tujuan terakhir penelitian ini adalah menghidentifikasi karakter dari fisik dan mekanik ALWA dan prototype beton ringan yang dibuat dari ALWA. Diharapkan bahwa ALWA dan beton ringan dapat memnuhi kualitas dan spesifikasi dari standard yang ada.ABSTRACTA large amount of disposed ash can cause severe environmental pollutions especially in large coal fired electric powerplants. One of many methods for reducing its negative impacts is to utilize the waste to produce ALWA (artificial leight weight aggregates) which is required to make light concrete for building constructions. However thorough researches have to be conducted first to find out the proper process conditions for ALWA production from fly ash and bottom ash of Indonesian coals. The investigated process conditions are the mixture composition of required raw, materials and the sintering conditions (e.g. temperature. duration, etc.). Moreover, an equipment to mix raw materials homogeneously and to produce other shapes of ALWA, which may be better than the existing shapes, must be built during the research. The last objective of the research is characterizing the physical and mechanical properties of the ALWA and some prototypes of light concrete made from the ALWA. It is expected that both the ALWA and the light concrete can satisfy the quality and specifications determined be existing standards.ABSTRAKAbu yang terbuang dalam jumlah besar dapat menyebabkan polusi lingkunga, terutama abu yang berasal dari batubara yang terbakar untuk keperluan pembangkit tenaga listrik. Salah satu dari berbagai metode untuk meredusir/mengurangi dampak negative adalah dengan menggunakan limbah untuk memproduksi ALWA (artificial light weight aggregates) yang diperlukan untuk membuat beton ringan untuk konstruksi bangunan. Tetapi, riset secara menyeluruh harus dilakukan untuk menemukan kondisi proses yang benar untuk produksi ALWA  yang berasal dari abu yang berterbangan dan abu yang ada di dasar yang berasal dari batubara Indonesia. Kondisi penelitian proses adalah campuran dari komposisi material mentah yang diperlukan serta kondisi sintering (suhu, durasi dsb). Tambahan lagi, suatu peralatan untuk mencampur material mentah secara homogin dan untuk memproduksi berbagai bentuk ALWA, yang mungkin lebih baik dari bentuk yang sekarang ini ada, harus dibuat selama penelitian. Tujuan terakhir bentuk ALWA, yang mungkin lebih baik dari bentuk yang sekarang ini ada, harus dibuat selama penelitian. Tujuan terakhir penelitian ini adalah menghidentifikasi karakter dari fisik dan mekanik ALWA dan prototype beton ringan yang dibuat dari ALWA. Diharapkan bahwa ALWA dan beton ringan dapat memnuhi kualitas dan spesifikasi dari standard yang ada

    343

    full texts

    446

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manusia dan Lingkungan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇