Jurnal Manusia dan Lingkungan
Not a member yet
446 research outputs found
Sort by
ENKAPSULASI DAN STABILITAS PIGMEN KAROTENOID DARI Neurospora intermedia N-1 (Encapsulation and the Stability of Carotenoids from Neurospora intermedia N-1)
ABSTRAKNeurospora sp merupakan spesies fungi yang dilaporkan menghasilkan pigmen karotenoid, yaitu metabolit sekunder yang termasuk kelompok pigmen yang berwarna kuning, jingga atau merah jingga. Pada penelitian ini telah dilakukan enkapsulasi pigmen karotenoid Neurospora intermedia N-1 menggunakan kopolimer gelatin-maltodekstrin. Suspensi dari campuran ekstrak karotenoid dengan kopolimer gelatin-maltodekstrin, dikeringkan dengan alat spray drier sehingga diperoleh serbuk karotenoid GME (gelatin-maltodekstrin-ekstrak) dan diuji stabilitasnya terhadap pengaruh penyimpanan RH 20-30%, selama 5 minggu. Hasil enkapsulasi ekstrak karotenoid diperoleh serbuk GME dengan nilai EY (encapsulation yields) ± 48%. Mikroenkapsulasi ekstrak karotenoid tersebut dapat meningkatkan kelarutannya dalam air dan stabil pada kondisi RH 20-30%, stabilitas menurun mulai pada minggu ke 3. Analisis KCKT terhadap serbuk GME menunjukkan penurunan kandungan β-karoten sekitar 30%, setelah penyimpanan 5 minggu. Analisis SEM terhadap serbuk GME menunjukkan partikel yang berbentuk bulat dan berlekuk di permukaan dengan ukuran ±1 µm.ABSTRACTNeurospora sp, a species of fungi was reported containing the carotenoid pigments, the secondary metabolite of the yellow, orange or red-orange pigments group. On this research, the carotenoid pigments of Neurospora intermedia N-1 has been encapsulated by a copolymer of gelatin-maltodextrins. The encapsulated products were dried by a spray drier and the carotenoid powder was determined its stability to the storage influence at RH 20-30%, for 5 weeks. Encapsulation product of carotenoids extract obtained the GME powder with EY value± 48%. Microencapsulation of this extract was increased the water solubility and stable at RH 20-30% condition, the stability was decreased start at the third week. HPLC analysis of GME powder showed the decreasing of β-carotene about 30%, after storage for 5 weeks. SEM analysis of GME powder showed the globular shape and dents on the surface of particles, with size ±1 µm
PENGEMBANGAN METODE SINTESIS FURFURAL BERBAHAN DASAR CAMPURAN LIMBAH PERTANIAN DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PRINSIP GREEN CHEMISTRY (Development Of Synthesis Method Of Furfural From Compost Heap Mixture To Reach Out Green Chemistry Principles)
ABSTRAKPenelitian pengembangan metode sintesis furfural dengan bahan dasar campuran limbah pertanian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan waktu pemanasan dan konsentrasi asam optimum serta mewujudkan prinsip green chemistry. Dalam penelitian ini digunakan campuran limbah pertanian ampas tebu, limbah daun nanas dan limbah tanaman jagung dengan perbandingan 1:1:1. Proses sintesis melalui tahap hidrolisis pentosan, dehidrasi, dan siklodehidrasi untuk membentuk furfural dengan menggunakan alat refluks termodifkasi. Identifikasi furfural menggunakan uji warna dengan anilin asetat, uji indeks bias, spektrofotometer UV-Vis, dan IR, serta GC. Analisis pemenuhan prinsip green chemistry menggunakan daftar ceck 12 prinsip green chemstry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Waktu pemanasan dan konsentrasi asam sulfat optimum pada pembuatan furfural dari campuran limbah pertanian adalah 5 jam dan konsentrasi asam sulfat 10% (1,876 M) dengan rendemen sebesar 5,58%. Metode sintesis furfural yang dikembangkan dapat memenuhi 11 dari 12 prinsip green chemistry yang telah ditetapkan.ABSTRACTThe study of developing furfural synthesis method from compost heap mixture had been done to determine optimum condition for this process and to reach out the green chemistry principles. In this research, the compost heap mixture is from three kinds of compost heap (bagasse, pineapple leaf, waste of corn plant) with same amount (1:1:1). The steps of furfural production process are hydrolysis of pentose by sulfuric acid, dehydration, and cyclodehydration to form furfural. It was produced by using a modification reflux apparatus. Identify of furfural product by using qualitative analysis color test with aniline acetate, refractive index test, UV-Vis, IR spectrophotometer, and GC. Green chemistry principles are analyzed by using check list of 12 principles of green chemistry. Based on this research was obtained that the optimum concentration of sulfuric acid is 10% (1,876M) with 5 hours heating process and 5,58% yield. Furfural synthesis methods had been developed in this study and reach out only 11 of the 12 principles of green chemistry set.
ADSORPSI ION LOGAM Zn (II) DAN Cu(II) PADA KITOSAN NANO BEAD DARI CANGKANG UDANG WINDU(Penaus monodon) (AdsorptionZn(II) and Cu(II) Ions on Chitosan Nanobeads From Shrimp Waste (Penaus monodon)
ABSTRAKTelah dibuat dua macam adsorben kitosan serbuk dan kitosan bead dari cangkang udang windu (Penaus monodon) sebagai bahan dasar, untuk adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II). Beberapa parameter adsorpsi seperti pH, laju adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi dipelajari. Model kinetika adsorpsi orde satu dan orde 2 digunakan sebagai dasar untuk mengestimasi laju adsorpsi, sedangkan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich digunakan untuk menetapkan kapasitas adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II) pada kitosan serbuk dan kitosan bead mempunyai pH optimum yang sama. Laju adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II) pada kitosan bead secara signifikan lebih cepat dibanding pada kitosan serbuk. Modifikasi adsorben dengan proses swelling dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi ion logam Zn(II) dan Cu(II) pada kitosan.ABSTRACTTwo typies of adsorbent have been made, i.e: chitosan and chitosan bead using shell of shrimp (Penaus monodon ) as raw materials, for Zn(II) and Cu(II) metal ions adsorption. Adsorption parameters such as, pH, the adsorption rate, and the capacity of adsorption were determined. The adsorption kinetic 1st and 2nd order models were applied in the estimation of the adsorption rate, whereas the isotherm adsorption Langmuir and Freundlich model were employed for determination of the capacity of adsorption.The results showed that adsorption of Zn(II) and Cu(II) metal ions on chitosan and chitosan bead have the same of optimum pH. The adsorption rate of Zn(II) and Cu(II) metal ions on chitosan bead significant faster than on chitosan. Modification with swelling process enhanced the adsorption capacity Zn(II) and Cu(II) on chitosan.
ANALISIS SISTEM PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TERPADU BERWAWASAN LINGKUNGAN: STUDI KASUS DI PT. KAWASAN INDUSTRI MEDAN (Analysis System of Integrated Industrial Estate Ecodevelopment Case Study: At PT. Medan Industrial Estate)
ABSTRAKTujuan utama penelitian adalah menganalisis kinerja pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan. Cakupan aspek penelitian disinkronkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan sekaligus dijadikan sebagai batasan kajian, yakni mempersekutukan aspek ekonomi, ekologi dan sosial. Data diperoleh dengan menggunakan metode survei melalui observasi, wawancara mendalam, dan pendapat pakar. Metodologi penelitian menggunakan metode survei dengan menggunakan perpaduan antara hard system (analisis sistem dinamis) dan soft system (analisis prospektif). Dari hasil uji statistik chi square (α = 0,01) diperoleh bahwa kelompok masyarakat yang bekerja di dalam PT. KIM mempunyai hubungan yang sangat signifikan dengan kelompok masyarakat yang bekerja di luat PT. KIM terhadap tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan faktor usia. Berdasarkan hasil analisis kualitas limbah cair unit IPAL PT. KIM terdapat 5 parameter yang masih berada diatas nilai baku mutu KepMenLHNo.51/1997, yaitu: BOD, COD, TSS, klorida dan amoniak. Tingkat efisiensi pengolahan limbah cair unit IPAL PT. KIM rata-rata 53,07%. Hasil analisis ketergantungan antar faktor dengan menggunakan Analisis Prospektif diperoleh sebanyak 5 faktor strategis masa depan yang mempengaruhi pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan, yaitu: jumlah industri, permintaan lahan, kebijakan pemerintah, model pengembangan, dan iklim investasi yang kondusif. Pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan dapat dilakukan dengan strategi moderat dengan kebijakan mencakup jumlah industri bertambah secara bertahap dengan meningkatnya permintaan lahan serta kebijakan pemerintah yang memfasilitasi peningkatan modal pengembangan dan didukung oleh iklim investasi yang kondusif.ABSTRACTThe main purpose of the research is to study environmental aspect of industrial estate development. The scope of the research aspects is synchronized with sustainable development concepts, namely: economic, ecological, and social aspects. Data are collected through survey method that represents observation, in depth interview, and expert judgment. The research are using hard system methodology (dynamic system) as well as soft system methodology (participatory prospective analysis). The result of chi square statistic test (α = 0,01) showed that community group working in Medan Industrial Estate (Kawasan Industri Medan) is very significant compared to those working outside of Kawasan Industri Medan, including income, education, and age levels. The results of quality analysis of waste water observed that 5 parameters higher than the standard of waste water, namely: biological oxygen demand, chemical oxygen demand, total suspended solid, chloride and ammonia. The efficiency level of Medan Industrial Estate waste water treatment unit is about 53,07% on average. The result of the interdependency analysis of the influenced factors using participatory prospective analysis generates 5 future strategic factors affecting the integrated industrial estate development, namely: amount of industries, land demand, government policy, development funds, and conducive invesment atmosphere. Environmental purposes for integrated industrial estate development would be using moderat strategy with the following policies: supporting government policy, land vailability in line with its demand, increasing land demand and controlled procedures to implement government regulationsABSTRAKTujuan utama penelitian adalah menganalisis kinerja pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan. Cakupan aspek penelitian disinkronkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan sekaligus dijadikan sebagai batasan kajian, yakni mempersekutukan aspek ekonomi, ekologi dan sosial. Data diperoleh dengan menggunakan metode survei melalui observasi, wawancara mendalam, dan pendapat pakar. Metodologi penelitian menggunakan metode survei dengan menggunakan perpaduan antara hard system (analisis sistem dinamis) dan soft system (analisis prospektif). Dari hasil uji statistik chi square (α = 0,01) diperoleh bahwa kelompok masyarakat yang bekerja di dalam PT. KIM mempunyai hubungan yang sangat signifikan dengan kelompok masyarakat yang bekerja di luat PT. KIM terhadap tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan faktor usia. Berdasarkan hasil analisis kualitas limbah cair unit IPAL PT. KIM terdapat 5 parameter yang masih berada diatas nilai baku mutu KepMenLHNo.51/1997, yaitu: BOD, COD, TSS, klorida dan amoniak. Tingkat efisiensi pengolahan limbah cair unit IPAL PT. KIM rata-rata 53,07%. Hasil analisis ketergantungan antar faktor dengan menggunakan Analisis Prospektif diperoleh sebanyak 5 faktor strategis masa depan yang mempengaruhi pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan, yaitu: jumlah industri, permintaan lahan, kebijakan pemerintah, model pengembangan, dan iklim investasi yang kondusif. Pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan dapat dilakukan dengan strategi moderat dengan kebijakan mencakup jumlah industri bertambah secara bertahap dengan meningkatnya permintaan lahan serta kebijakan pemerintah yang memfasilitasi peningkatan modal pengembangan dan didukung oleh iklim investasi yang kondusif. ABSTRACTThe main purpose of the research is to study environmental aspect of industrial estate development. The scope of the research aspects is synchronized with sustainable development concepts, namely: economic, ecological, and social aspects. Data are collected through survey method that represents observation, in depth interview, and expert judgment. The research are using hard system methodology (dynamic system) as well as soft system methodology (participatory prospective analysis). The result of chi square statistic test (α = 0,01) showed that community group working in Medan Industrial Estate (Kawasan Industri Medan) is very significant compared to those working outside of Kawasan Industri Medan, including income, education, and age levels. The results of quality analysis of waste water observed that 5 parameters higher than the standard of waste water, namely: biological oxygen demand, chemical oxygen demand, total suspended solid, chloride and ammonia. The efficiency level of Medan Industrial Estate waste water treatment unit is about 53,07% on average. The result of the interdependency analysis of the influenced factors using participatory prospective analysis generates 5 future strategic factors affecting the integrated industrial estate development, namely: amount of industries, land demand, government policy, development funds, and conducive invesment atmosphere. Environmental purposes for integrated industrial estate development would be using moderat strategy with the following policies: supporting government policy, land vailability in line with its demand, increasing land demand and controlled procedures to implement government regulation
INKORPORASI TITANIA PADA MATRIKS SILIKA DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS FOTOKATALITIK TITANIA PADA DEGRADASI METIL ORANYE (Incorporation of Titania into Silica Matrix and Its Effect Toward the Photocatalytic Activity of Titania on the Degradation)
oai:journal.ugm.ac.id:article/18431ABSTRAKTelah dilakukan preparasi dan karakterisasi nanokristal titania terinkorporasi silika (nanokomposit titania-silika) disertai dengan pengujian aktivitas fotokatalitiknya untuk degradasi metil oranye. Preparasi dilakukan melalui proses sol-gel pada suhu kamar diikuti dengan perlakuan termal pada temperatur 500 o C. Pengaruh penambahan silika terhadap karakter nanokomposit yang terbentuk telah dikaji dalam penelitian ini. Karakterisasi dilakukan dengan metode difraksi sinar-X, spektrometri inframerah, spektrometri fluoresensi sinar-X serta spektrometri uv-vis difusi reflaktansi. Proses degradasi dilakukan dengan sistem batch di dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV 40 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan matriks silika menyebabkan pembentukan ikatan cross-linking Si-O-Ti dan oxygen vacancies dalam titania. Inkorporasi titania pada matriks silika dapat meningkatkan stabilitas dan energi celah pita serta sifat fotokatalisis titania bebas.ABSTRACTPreparation and characterisation of nanocrystalline silica-incorporated titania (titania-silica nanocomposite) have been carried out followed by its photocatalytic activity test for degradation of methyl orange. The preparation was conducted via sol-gel processing followed by thermal treatment at a temperature of 500oC. Effect of the silica addition on the nanocomposite’s character were studied. Characterization was performed by x-ray diffraction method, infrared spectrometry, X-ray fluorescence spectrometry, and diffuse reflectance UV-visible spectrometry. The photoactivity test of nanocomposites was carried out in a closed reactor equipped with UV light. Results showed that the addition of silica promotes the formation of Si-O-Ti cross-linking bonds and oxygen vacancies in titania. Incorporation of titania into silica matrix enhanced the stability , increased the band gap energy and increased the photocatalytic activity of free titani
ANALISIS DAN PREDIKSI BEBAN PENCEMARAN LIMBAH CAIR PABRIK PENGALENGAN IKAN (Analysis and Prediction of Liquid Waste Pollutant Level in Fish Canning Plant)
ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui kadar parameter pencemaran serta beban pencemaran limbah cair pabrik pengalengan ikan sardin. Manfaatnya adalah sebagai saran pertimbangan kepada industri untuk mengelola limbah cair secara profesional, menjamin kelestarian dan peruntukkan badan air penerima limbah cair, serta bahan informasi ilmiah kepada pengambil kebijakan (terutama pejabat daerah) dalam pengelolaan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan adalah neraca masa, dengan parameter pengamatan yaitu: debit limbah cair maksimum (DM) dan debit limbah cair sebenarnya (DA), serta beban pencemaran maksimum (BPM) dan beban pencemaran sebenarnya (BPA) dari parameter pH, TSS, BOD, COD, dan minyak/lemak sesuai Kepmen LH. No. 06 Tahun 2007. Berdasarkan hasil pengukuran, tercatat debit air limbah aktual (Dp) = 10,0 liter/detik, debit air limbah sebenarnya (DA) = 2.880 m 3, serta debit air limbah maksimum (DM) = 720 m 3, (jadi DA > DM). Dari hasil analisis laboratorium, kadar parameter indikator pencemaran limbah cair pabrik ikan kaleng, masing-masing: pH = 6,5; TSS = 250 mg/l; BOD 5 = 95,0 mg/l; COD = 105 mg/l; dan minyak/lemak = 0,5 mg/l. Berdasarkan hasil perhitungan, ternyata beban pencemaran sebenarnya dari masing-masing parameter (BPA-TSS, BOD 5 , dan COD) lebih besar dari beban pencemaran maksimum (BPM), kecuali lemak di mana BPA MWD. Based on the laboratory analytical result, wastewater pollution indicator parameters are, respectively, pH=6.5; TSS=250 mg/l; BOD5=95.0 mg/l; COD=105 mg/l; and oil/fat = 0.5 mg/l. Based on the measuring result, the substantive pollution load, respectively, higher than maximum pollution load (SPL>MPL), except fat parameter, while SPL less than MPL. We can conclude that wastewater pollution load produced by canning industries, exceeded the allowed limit of wastewater quality for fisheries industries (Kepmen LH No. 06 Year 2007), and also resulted pollution (changing the utilization) in the waste-revenue water cana
PEMODELAN KONDUKTIVITAS ION DALAM STRUKTUR Li2Sc3(PO4)3 (Modeling Ionic Conductivity in Li2Sc3(PO4)3 Structure)
ABSTRAKFasa Li2Sc3(PO4)3 merupakan material konduktor superionik yang dapat diaplikasikan sebagai baterai yang dapat diisi ulang (rechargeable). Ion Li+ dalam struktur Li2Sc3(PO4) dapat mengalami migrasi dari posisi terisi ke posisi kosong. Penelitian ini telah memodelkan migrasi ion Li+ dalam struktur Li2Sc3(PO4) dengan menggunakan metode bond valence sum (BVS). Metode ini dapat memprediksi bilangan oksidasi suatu atom berdasarkan jarak dengan atom-atom tetangga. Source code berbasis BVS yang digunakan adalah JUMPITER yang mensimulasi efek gaya listrik eksternal yang bertindak pada ion litium sehingga nilai BVS litium dapat dipetakan terhadap jarak. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konduksi ion Li+ dapat terjadi pada arah [010], [101], dan [120]. Namun, lintasan konduksi ion Li+ lebih mudah terjadi pada arah [120] atau bidang ab dengan nilai maksimum BVS adalah 0,982.ABSTRACTg-phase of Li2Sc3(PO4)3 is a lithium super ionic conductor which can be applied as a rechargeable lithium battery. Lithium ions of g-Li2Sc3(PO4)3 can migrate from occupied site to vacant site. In this research, simulation of Li+ ions migration in the structure of g-Li2Sc3(PO4)3 carried out using bond valence sum (BVS) to predict the oxidation state of Li+ion based on the distance of the ion to neighboring atoms. BVS-based code used JUMPITER to simulate the effect of external electrical force acting on the lithium ions to produce the lithium BVS value which can be mapped to the distance. The simulation results shows that Li+ ion conduction can be occurred on [010], [101], and [120] directions. However, the Li ion conduction pathway occur more easily in the direction of [120] or ab plane with the BVS maximum value is 0.982
UTILIZATION OF FLY ASH WASTE AS REINFORCEMENT OF ALUMUNIUM MATRIX COMPOSITE PRODUCED USING POWDER MERALLURGY (Pemanfaatan Limbah Abu terbang sebagai Penguat Alumunium Metal Matrix Composite Dibuat dengan Cara Metaalurgi Serbuk)
ABSTRAKPada penelitian ini telah dilakukan pembuatan aluminium matrix composite (AMC) dari serbuk aluminium sebagai matrik dan limbah abu terbang sebagai penguat. Sejumlah abu terbang yaitu 2,5; 5; 7,5 dan 10% berat ditambahkan pada bubuk aluminium. Campuran abu terbang dan serbuk aluminium dikompaksi secara aksial dengan tekanan 100 MPa dan dilanjutkan dengan proses sintering tanpa tekanan dengan lingkungan gas argon pada berbagai temperatur yaitu 500˚, 525˚, 500˚, 575˚ dan 600˚C. Pengujian kekuatan bending menggunakan metode four point bending, kekerasan menggunakan metode Vickers, laju keausan menggunakan metode pin on disk dan porositas menggunakan metode Archimedes serta struktur mikro diamati menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan bending dan kekerasan meningkat, laju keausan dan porositas menurun seiring dengan bertambahnya abu terbang pada AMC sampai 7,5% berat, namun bila kandungan abu terbang lebih dari 7,5% berat sifat AMC menunjukkan kebalikannya. Porositas, kekuatan bending, laju keausan dan kekerasan terbaik yaitu pada AMC dengan 7,5% berat abu terbang berturut-turut sebesar 5,4%, 68,5 MPa, 0,0571 mg/(MPa.m) and 62,6 VHN. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan bending, kekerasan dan ketahanan aus AMC lebih baik dibanding aluminium murni.ABSTRACTAluminum matrix composite (AMC) has been prepared from aluminum fine powder as a matrix and fly ash waste as reinforcement. In this research the amount of fly ash as much as 2.5, 5, 7.5 and 10 wt% was added to the aluminum fine powder. The mixture was compacted using uniaxial with a pressure of 100 MPa and it was pressureless sintered in argon atmosphere at various temperature of 500°, 525°, 550°,575° and 600ºC. Bending strength of AMC was determined using four point bending, hardness was tested using Vickers method, wear rate was tested using pin on disk method, porosity was tested using Archimedes method and the micro structure was observed using SEM. The result shows that fly ash can be used as reinforcement of AMC. The bending strength and Vickers hardness of AMC increase, wear rate and porosity of AMC decrease with increasing the fly ash content up to 7.5 wt%, while fly ash higher than 7.5 wt% causes a decrease. Porosity, bending strength, wear rate and hardness of AMC are 5.4%, 68.5 MPa, 0.0571 mg/(MPa.m) and 62.6 VHN, respectively. It show that bending strength, hardness and wear resistance of AMC are higher than pure aluminumABSTRAKPada penelitian ini telah dilakukan pembuatan aluminium matrix composite (AMC) dari serbuk aluminium sebagai matrik dan limbah abu terbang sebagai penguat. Sejumlah abu terbang yaitu 2,5; 5; 7,5 dan 10% berat ditambahkan pada bubuk aluminium. Campuran abu terbang dan serbuk aluminium dikompaksi secara aksial dengan tekanan 100 MPa dan dilanjutkan dengan proses sintering tanpa tekanan dengan lingkungan gas argon pada berbagai temperatur yaitu 500˚, 525˚, 500˚, 575˚ dan 600˚C. Pengujian kekuatan bending menggunakan metode four point bending, kekerasan menggunakan metode Vickers, laju keausan menggunakan metode pin on disk dan porositas menggunakan metode Archimedes serta struktur mikro diamati menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan bending dan kekerasan meningkat, laju keausan dan porositas menurun seiring dengan bertambahnya abu terbang pada AMC sampai 7,5% berat, namun bila kandungan abu terbang lebih dari 7,5% berat sifat AMC menunjukkan kebalikannya. Porositas, kekuatan bending, laju keausan dan kekerasan terbaik yaitu pada AMC dengan 7,5% berat abu terbang berturut-turut sebesar 5,4%, 68,5 MPa, 0,0571 mg/(MPa.m) and 62,6 VHN. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan bending, kekerasan dan ketahanan aus AMC lebih baik dibanding aluminium murni. ABSTRACTAluminum matrix composite (AMC) has been prepared from aluminum fine powder as a matrix and fly ash waste as reinforcement. In this research the amount of fly ash as much as 2.5, 5, 7.5 and 10 wt% was added to the aluminum fine powder. The mixture was compacted using uniaxial with a pressure of 100 MPa and it was pressureless sintered in argon atmosphere at various temperature of 500°, 525°, 550°,575° and 600ºC. Bending strength of AMC was determined using four point bending, hardness was tested using Vickers method, wear rate was tested using pin on disk method, porosity was tested using Archimedes method and the micro structure was observed using SEM. The result shows that fly ash can be used as reinforcement of AMC. The bending strength and Vickers hardness of AMC increase, wear rate and porosity of AMC decrease with increasing the fly ash content up to 7.5 wt%, while fly ash higher than 7.5 wt% causes a decrease. Porosity, bending strength, wear rate and hardness of AMC are 5.4%, 68.5 MPa, 0.0571 mg/(MPa.m) and 62.6 VHN, respectively. It show that bending strength, hardness and wear resistance of AMC are higher than pure aluminu
DAMPAK LINGKUNGAN PEMANFAATAN ALUR SUNGAI DI KALI BOYONG, KALI KUNING DAN KALI GENDOL (Environmental Impact of Utulization River Courses in Boyong River, Kuning River and Gendol River)
ABSTRAKPenelitian ini merupakan sebagian dari hasil studi Program Doktor (S3) pada lokasi penelitian di Kali Boyong, Kali Kuning dan Kali Gendol yang merupakan sungai yang secara periodik merupakan jalur limpahan material sedimen yang berasal dari aktivitas Gunungapi Merapi. Sehingga muncul permasalahan: (a) dampak erupsi terhadap fungsi alur sungai sebagai tempat menyimpan, mengalirkan dan memanfaatkan air pada wilayah yang padat penduduk dan (b) pemanfaatan alur sungai untuk kegiatan penambangan sirtu dan pertanian, sehingga perlu dikembangkan model pengelolaan lingkungan alur yang dapat meminimalkan dampak yang terjadi, sehingga fungsi alur sungai tetap optimal. Metodologi yang digunakan adalah metoda survei dengan cara melakukan pengamatan lingkungan dan pengukuran profil penampang sungai, pengambilan sampel material sedimen yang kemudian dianalisis di laboratorium mengenai diameter butir, berat jenis dan warna, wawancara kepada masyarakat penambang di sekitar wilayah penelitian pada setiap penggal sungai, pengambilan gambar dengan menggunakan foto-digital dan pengumpulan data sekunder. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif pada setiap sungai dan antar sungai dengan pendekatan ekologis dan spasial. Berdasarkan kajian hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (a) Mendasarkan pada pendekatan ekologis subDas antara hulu-tengah-hilir dan antar subDas kondisi geometrik dari faktor-faktor fisik maupun biotik relatif sama antara Kali Boyong dan Kali Gendol/ Opak sedangkan untuk Kali Kuning agak berbeda karena merupakan “lokasi antara” perpindahan waktu aktivitas Gunungapi Merapi; dan (b) Pemanfaatan alur sungai oleh masyarakat sekitar lokasi maupun usaha pemerintah daerah menimbulkan gangguan kelancaran penyimpanan dan penyaluran air sungai pada alurnya dari hulu ke hilir, kegiatan tersebut adalah penambangan material sedimen pasir dan batu serta pemanfaatan lembah alur sungai untuk kegiatan pertanian, kedua hal tersebut menimbulkan dampak negatif yang menghambat pengaliran air sungai dari hulu ke hilir akan tetapi juga mendapatkan dampak positif dari kedua kegiatan tersebut paling tidak untuk tambahan PAD dan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. ABSTRACTThis study is a part of the Doctoral Program (S3), the location is in Boyong, Kuning and Gendol River, where periodically are used to transport the sediment material from Merapi volcano.The problems of study are: (a) there will be impact of the Merapi eruption to the fuction of the river channels or courses in storage and delivery for the water in the river, (b) the usage of river channels/courses from or sediment material minings, and water and land usages by the people for agriculture so that needed to developed a model to manage the river channel in an active volcano to keep the function of the channel optimal. The methodology are field surveying and laboratory analysis by measuring, observation, taking sediment samples, interviewing respondents in the surrounding area and taking field photoes from the profiling sections of the river. Data are used to analyze the result by using ecology and spatial approach. The result and evaluation conclusions are: (a) by using ecological and spatial approach the physical and the biological factors are seems to be similar at Boyong River and Gendol/Opak River compared to Kuning River this was due to an interrivercourse area, and (b) the usage of river channel by surroundings people and government makes negative impacts of the water storage and flow of water to downstream, but the mining activity of sand and boulders and agriculture will produce positive impacts to the government and surroundings peopleABSTRAKPenelitian ini merupakan sebagian dari hasil studi Program Doktor (S3) pada lokasi penelitian di Kali Boyong, Kali Kuning dan Kali Gendol yang merupakan sungai yang secara periodik merupakan jalur limpahan material sedimen yang berasal dari aktivitas Gunungapi Merapi. Sehingga muncul permasalahan: (a) dampak erupsi terhadap fungsi alur sungai sebagai tempat menyimpan, mengalirkan dan memanfaatkan air pada wilayah yang padat penduduk dan (b) pemanfaatan alur sungai untuk kegiatan penambangan sirtu dan pertanian, sehingga perlu dikembangkan model pengelolaan lingkungan alur yang dapat meminimalkan dampak yang terjadi, sehingga fungsi alur sungai tetap optimal. Metodologi yang digunakan adalah metoda survei dengan cara melakukan pengamatan lingkungan dan pengukuran profil penampang sungai, pengambilan sampel material sedimen yang kemudian dianalisis di laboratorium mengenai diameter butir, berat jenis dan warna, wawancara kepada masyarakat penambang di sekitar wilayah penelitian pada setiap penggal sungai, pengambilan gambar dengan menggunakan foto-digital dan pengumpulan data sekunder. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif pada setiap sungai dan antar sungai dengan pendekatan ekologis dan spasial. Berdasarkan kajian hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (a) Mendasarkan pada pendekatan ekologis subDas antara hulu-tengah-hilir dan antar subDas kondisi geometrik dari faktor-faktor fisik maupun biotik relatif sama antara Kali Boyong dan Kali Gendol/ Opak sedangkan untuk Kali Kuning agak berbeda karena merupakan “lokasi antara” perpindahan waktu aktivitas Gunungapi Merapi; dan (b) Pemanfaatan alur sungai oleh masyarakat sekitar lokasi maupun usaha pemerintah daerah menimbulkan gangguan kelancaran penyimpanan dan penyaluran air sungai pada alurnya dari hulu ke hilir, kegiatan tersebut adalah penambangan material sedimen pasir dan batu serta pemanfaatan lembah alur sungai untuk kegiatan pertanian, kedua hal tersebut menimbulkan dampak negatif yang menghambat pengaliran air sungai dari hulu ke hilir akan tetapi juga mendapatkan dampak positif dari kedua kegiatan tersebut paling tidak untuk tambahan PAD dan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. ABSTRACTThis study is a part of the Doctoral Program (S3), the location is in Boyong, Kuning and Gendol River, where periodically are used to transport the sediment material from Merapi volcano.The problems of study are: (a) there will be impact of the Merapi eruption to the fuction of the river channels or courses in storage and delivery for the water in the river, (b) the usage of river channels/courses from or sediment material minings, and water and land usages by the people for agriculture so that needed to developed a model to manage the river channel in an active volcano to keep the function of the channel optimal. The methodology are field surveying and laboratory analysis by measuring, observation, taking sediment samples, interviewing respondents in the surrounding area and taking field photoes from the profiling sections of the river. Data are used to analyze the result by using ecology and spatial approach. The result and evaluation conclusions are: (a) by using ecological and spatial approach the physical and the biological factors are seems to be similar at Boyong River and Gendol/Opak River compared to Kuning River this was due to an interrivercourse area, and (b) the usage of river channel by surroundings people and government makes negative impacts of the water storage and flow of water to downstream, but the mining activity of sand and boulders and agriculture will produce positive impacts to the government and surroundings peopl
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK LIMBAH BIJI KARET SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF (Synthesis of Biodiesel From Waste of Rubber Seed Oil as Alternative Energy Sources)
ABSTRAKBiji karet hanya ditemukan sebagai limbah padat dan belum termanfaatkan sepenuhnya. Minyak limbah biji karet yang digunakan dalam penelitian ini mengandung asam lemak bebas yang tinggi, yaitu 97,77% dan mempunyai bilangan asam yang tinggi pula yaitu setara dengan 6,2 mg KOH g minyak, sehingga perlu dilakukan esterifikasi untuk menurunkan kandungan asam lemak bebasnya menjadi ester. Metanol (20% volume minyak) direaksikan dengan minyak limbah biji karet dengan katalis asam sulfat 98% (0,5% volume minyak) menjadi ester. Dalam operasi reaksi transesterifikasi, digunakan variasi optimasi katalis yaitu pada 0,5% sampai 1,5% KOH dengan suhu operasi 60 o C dalam perbandingan metanol dengan minyak 1:3 (volume), dan dengan kecepatan pengadukan yang sama, didapatkan konsentrasi metil ester yang baik pada katalis 0,75%. Uji fisis minyak limbah biji karet hasil reaksi transesterifikasi adalah Specific Gravity 0,9000, Density 919,5, Korosi Lempeng Tembaga 1b, CCR 1,361% W, Kadar Air 0,22%, Viscosity 11,53mm 2 /s, dan Flash Point 182,5 o C. Hasil uji fisis menunjukkan belum semua parameter metil ester atau biodiesel memenuhi standar biodiesel. Hasil uji Performance unjuk kerja menunjukkan biodiesel yang dicampur solar dengan perbandingan volume 20:80 memberikan hasil emisi gas buang paling bersih dan waktu pembakaran yang paling lama.ABSTRACTWaste of rubber seeds is found only as a solid waste and has not fully exploited. Waste of rubber seed oil used in the research contains high free fatty acids, about 97.77% and higher acidity number, namely 6.2 mg KOH / g oil, so it needs esterification to reduce the free fatty acid content to be changed into ester. Methanol (20% volume of oil) reacted with waste of rubber seed oil to become methyl ester with sulfuric acid 98% (0,5% volume of oil) as a catalyst. In the operations of transesterification variations of the optimization of catalyst 0.5% until 1.5% KOH was used with operating temperature of 60o C in methanol to oil ratio of 1:3 (volume). In the process of transesterification used stirring speed equal to speed of producing the higher concentration product of methyl ester or biodiesel. The product of biodiesel with higher concentration was found by reaction of transesterification with catalyst of KOH 0.75% and operating temperature of 60o C. The physical test of methyl ester or biodiesel from the transesterification reaction showed the Specific Gravity 0,9000; Density 919,5; Corrosion of copper 1b; CCR 1,361%W; water content 0,22%; viscosity 11,53 mm2/s; and Flash Point 182,5o C; respectively. Only some parameters of biodiesel product fulfilled the standards. Performance test of the biodiesel product showed that mixture of biodiesel and diesel in the ratio 20:80 produced the results of cleanest exhaust gas emissions and longest time of its burnin