Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri 7 Ketapang
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 7 Ketapang. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA materi zat aditif dan adiktif. Adapun jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIIA. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Hasil analisis penilaian tiap siklus, persentase daya serap klasikal mengalami peningkatan dari siklus I adalah 76,00%, pada siklus II menjadi 80,00%, dan pada siklus III menjadi 86,00. Hasil dari pelaksanaan tindakan menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning baik digunakan dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar IP
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Ekspresif Melalui Bercerita Dengan Media Boneka Tangan Pada Kelompok B
Pengembangan kemampuan berbahasa ekspresif khususnya anak kelompok B TK Dharma Wanita Gandusari masih kurang, maka perlu adanya inovasi dan kreasi dalam pembelajaran. Pandemi yang membawa dampak disegala aspek terutama pada aspek pendidikan. Sehingga muncul kasus anak sulit mengekspresikan informasi kedalam bahasanya sendiri. Rumusan yang timbul dari permasalahan ini adalah bagaimana meningkatkan kemampun bahasa ekspresif anak melalui kegiatan bercerita dengan media boneka tangan pada siswa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan anak dalam berbahasa ekspresif pada kelompok B TK Dharma Wanita Gandusari melalui metode bercerita dengan media boneka tangan. Kesimpulan dari observasi pada proses pelaksanaan praktek pembelajaran diketahui bahwa pada siklus satu prosentasenya 58,3%, kemudian pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 75%, dan pada siklus 3 mengalami peningkatan menjadi 90% terlihat dari 3 anak mendapat bintang 4 dan 2 anak mendapat 3 bintang. Melalui kemampuan berbahasa anak dapat berkomunikasi untuk memperoleh pengalaman sosialnya dengan lingkungan dimana anak berada.Kata Kunci: Peningkatan, Berbahasa, Ekspresi, Berbicara, Boneka Tanga
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Di Kelas VII A
Penelitian ini berdasarkan penilaian harian kalor dan perpindahannya. Tujuan penelitian meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII A SMPS Tunas Agro Subur Kencana dengan model pembelajaran Problem Based Learnig (PBL). Model pembelajaran PBL memiliki 5 tahap yaitu orientasi masalah, organisasi belajar, penyelidikan individual / kelompok, pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah, analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah. Media pembelajaran yang digunakan E-modul dan Canva for Edu. Metode penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Materi yang diajarkan yaitu Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Suhu dan Wujud. Subjek penelitian 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik 36,3 % dan 78 %.Kata Kunci: Problem Based learning, Metode, Hasil belaja
Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning di SMP Islam Sudirman Juwangi
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning. Subjeknya adalah siswa kelas VIIA SMP Islam Sudirman Juwangi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan non tes, dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, dan lembar test akhir setiap siklus.Teknik lembar observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I sampai siklus III. Persentase ketuntasan belajar Siklus I 64,28 %, Siklus II 78,57% dan siklus III 85,71%. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata kunci : Aktivitas, Hasil belajar, Problem Based Learnin
Efektivitas Pembelajaran IPA Melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Siswa Kelas VII
Berdasarkan observasi di MTsN 2 Ketapang dalam pembelajaran, guru belum mengoptimalkan pembelajaran inovatif sehingga daya serap dan aktivitas siswa rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA melalui penerapan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperimen melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest Design dengan sampel sebanyak 17 orang. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi dan angket. Selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif. (1) 82,35% dari 17 siswa (pretest) mengalami ketuntasan. (2) Persentase penilaian aktivitas siswa 85%. (3) Persentase jawaban positif siswa 81%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan model PBL efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA kelas VII.Kata Kunci : Efektivitas, Pembelajaran IPA, PB
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting Menggunakan Pola pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan motorik halus melalui kegiatan menggunting pada anak usia dini di kelompok B TKIT Wihdatul Ummah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B TKIT Wihdatul Ummah yang berjumlah 10 anak. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan menggunting dapat mengembangkan motorik halus pada anak kelompok B semester 1 TKIT Wihdatul Ummah sebesar 24.5%.Kata Kunci: Kegiatan Menggunting, Pengembangan Motorik Halu
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Eksperimen Pencampuran Warna di TK Sakinah Bojo Baru
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan kognitif anak melaluieksperimen pencampuran warna di TK Sakinah Bojo Baru. Masalah dalam penelitianini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui eksperimenpencampuran warna di TK Sakinah Bojo Baru? Pendekatan dalam penelitian iniadalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PenelitianTindakan Kelas. Peningkatan kemampuan kognitif dianalisis secara deskriptifkualitatif pada siklus I dan siklus II yaitu mengenal warna dasar dan warna sekunderyang dihasilkan melalui eksperimen pencampuran warna menunjukkan bahwakemampuan kognitif anak berkembang dengan optimal. Hal ini membuktikan bahwakemampuan kognitif anak dapat ditingkatkan melalui eksperimen pencampuran warna.Kata kunci: Kemampuan kognitif, eksperimen pencampuran warn
Peningkatan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik tentang materi Sistem Reproduksi Manusia menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 di SMPN 1 Mentaya Hulu, dengan jumlah peserta didik 10 orang. Pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I, siklus II dan siklus III, dengan persentase ketuntasan 60% dengan rata-rata 70 pada siklus I, menjadi 70% dengan rata-rata 78 pada siklus II, serta menjadi 90% dengan rata-rata 84 pada siklus III. Sehingga dapat disimpulkan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Sistem Reproduksi Manusia di Kelas IX di SMPN 1 Mentaya Hulu.Kata Kunci : Model Problem Based Learning (PBL), hasil belajar IP
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VII SMP
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi abad 21 telah mengubah karakteristik pesertadidik sehingga memerlukan orientasi dan cara pembelajaran yang inovatif. Pada kenyataan di Lapangan pembelajaran di SMP Kristen Lentera Ambarawa masih didominasi oleh guru, peserta didik masih pasif dan hasil belajar peserta didik juga masih rendah, yakni 50% peserta didik masih belum mencapai KKM. Rekomendasi kurikulum 2013 adalah penerapan yang melibataktifkan siswa. Model Problem Based Learning dalam penelitian ini adalah salah satu model yang melibataktifkan peserta didik. Penelitian ini dirangkai dengan Praktik Pengalaman Lapangan dengan 3 set implementasi pembelajaran PBL. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas peserta didik dan tes hasil belajar pada materi objek IPA dan pengamatannya. Hasil penelitian ditemukan aktivitas set 1, 2, 3 mengalami peningkatan aktivitas set 1 adalah 23,07 %, set 2 adalah 48 %, dan set 3 adalah 60 % peserta didik mulai aktif. Ketercapaian KKM hasil belajar peserta didik set 1 adalah 30,77%, set 2 adalah 41,67 %, dan set 3 adalah 60%.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII di SMP Kristen Lentera Ambarawa.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Peningkatan, Hasil Belajar,Aktivitas Belajar, IP
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Bermain Menggunakan Benda-Benda Yang Ada Dilingkungan Sekitar
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui bermain menggunakan benda di lingkungan sekitar di TK Dharma Wanita Plosokidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah kelompok B TK Dharma Wanita Plosokidul. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak pada siklus I sebesar 30% meningkat menjadi 90% pada siklus II.Kata Kunci: Perkembangan kognitif, bermain, benda-benda yang ada dilingkungan sekita