Jurnal Profesi Kependidikan
Not a member yet
197 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Kegiatan Berpikir Simbolik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Al Ittihad Aek Nabara
Penelitian ini dilatar belakangi beberapa anak dikelas hanya 8 yang bisa menyebutkan lambang bilangan yang sesuai dengan jumlahnya, sementara 12 anak belum sesuai dengan jumlahnya, anak belum dapat membilang benda 1-10 dengan baik, anak juga belum mengenal simbol-simbol huruf vokal dan konsonan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak dalam berpikir simbolik. Subjek penelitian dilaksanaka di TK. Al-Ittihad Aek Nabara di Kelompok B yang berjumlah 15 Anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 10 anak perempuan, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Yang setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan teknik analisis data secara kualitatif dan deskriptif. Pengumpulan data melalui lembar observasi dan interprestasi, catatan harian dan hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan berpikir simbolik, anak dapat menyebutkan lambang bilangan dengan baik, anak dapat menghitung jumlah benda. Hasil analisa data penilaian pada Siklus I RPPH I sebesar 63,5% setelah diadakan perbaikan pada RPPH III meningkat menjadi 71%. Hasil ini belum dikatakn mencapai tingkat ketuntasan. Kemudian dilanjutkan dengan siklus II dengan hasil pada RPPH I 77% hingga RPPH III mencapai 81% sehingga pelaksanaan perbaikan ini mencapai tingkat ketuntasan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran melalui kegiatan berpikir simbolik dapat meningkatkan kemampuan Kognitif Anak TK. Al-Ittihad Aek Nabara.Kata kunci: Kemampuan Kognitif, Kegiatan Berpikir Simboli
Kegiatan Mewarnai Dengan Metode Pemberian Tugas untuk Meningkatkan Kemampuan Fisik Motorik Halus Di TK Al Hidayah Bakti III Pelem
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan anak kelompok A TK Al Hidayah Bakti III Pelem dalam kegiatan mewarnai yang hasilnya belum maksimal. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai dengan metode pemberian tugas. Kegiatan mewarnai akan mengajak anak bagaimana mengarahkan kebiasaan anak mewarnai dengan spontan menjadi kebiasaan menuangkan warna yang mempunyai nilai pendidikan. Teknik yang digunakan adalah pemberian tugas, yang dapat dilakukan secara kelompok, berpasangan ataupun individual sehingga hasil pemberian tugas dapat berupa suatu hasil karya kelompok, sepasang atau seorang anak. Di samping menilai hasilnya, guru juga harus menilai prosesnya melalui observasi langsung. Penelitian dilakukan dengan metode pemberian tugas dengan subyek penelitian yakni anak kelompok A TK Al Hidayah Bakti III Pelem yang berjumlah 10 peserta didik dengan pembagian 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik analisis data dengan mengadakan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mewarnai dengan metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan fisik motorik anak pada anak kelompok A TK Al Hidayah Bakti III Pelem.Kata Kunci : Mewarnai, Pemberian Tugas, Fisik Motorik Halu
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Membuat Minuman Jus Buah
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan anak menggunakan kekuatan tangannya dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas sehingga guru berupaya menggunakan kegiatan membuat minuman jus buah pada anak kelompok B1 TK Islam Darul Falah 4 Samarinda Penelitian ini menggunakan dengan alat ukur lembar observasi terhadap kemampuan siswa dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode kegiatan membuat minuman jus buah dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam aspek kelenturan dan kekuatan.Kata Kunci : Motorik Halus, Membuat Minuman, Jus Bua
Meningkatkan Kedisiplinan Anak Melalui Kegitan Project Based Learning Sederhana di Kelompok B TK Harapan Itah
Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kedisiplinan Anak melalui Kegiatan Project Based Learning Sederhana Di Kelompok B TK Harapan Itah. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kedisiplinan anak melalui Projct Based Learning sederhana di kelompok B TK Harapan Itah Desa Tewang Tampang. Pendekatan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan anak melalui kegiatan Project Based Learning ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan focus penelitian pada kedisiplinan anak dan kegiatan Project Based Learning sederhana. Subjek penelitian sebanyak tujuh orang anak didik yang telah diketahui melalui survey awal dengan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan hasil penilaian pembelajaran untuk setiap aspek perkembangan anak. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian pada siklus 1 dengan kegiatan membuat terong goreng krispy dan siklus II dengan kegiatan membuat boneka sendok karakter menunjukkan kedisiplinan anak masih berada pada kategori mulai berkembang dan berkembang sesuai harapan dan pada siklus III dengan melakukan kegiatan eksperimen air pelangi, kedisiplinan anak menunjukkan peningkatan dengan kategori berkembang sesuai harapan bagi yang tadinya berada pada kategori mulai berkembang dan berkembang sangat baik bagi anak yang sebelumnya berada pada kategori berkembang sesuai harapan. Dengan demikian kegiatan Project Based Learning sederhana efektif digunakan dalam meningkatkan kedisiplinan anak di Kelompok B TK Harapan Itah.Kata Kunci : Kedisiplinan, Projek Based Learning sederhan
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Melalui Metode Bermain Kartu Angka Pada Anak
Berbagai cara melalui permainan berhitung di lakukan dengan menggunakan media kartu angka, untuk itu kegiatan diberikan melalui menghitung benda – benda di sekitar anak yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini di lakukan dengan cara mengumpulkan informasi melalui observasi 2 siklus. Pada siklus I hasil yang diperoleh baru mencapai 43,7% dari jumlah peserta didik. Hasil penelitan perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan hasil kegiatan mengalami peningkatan. Presentase keberhasilan kemampuan mengenal angka pada anak di akhir siklus II mencapai 90%. Hasil penelitian menunjukkan media kartu angka dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak.Kata Kunci : Berpikir Simbolik, Metode Bermain, Kartu Angk
Pengembangan Karakter Entrepreneur Anak Melalui Market Day Pada Siswa Kelompok B Tk Islam Integral Qurrota A’yun
Pengembangan karakter entrepreneur melalui market day mempunyai peranan yang sangat penting, karena dengan kegiatan tersebut dapat mengembangkan segala potensikemampuan anak yang mencakup enam aspek perkembangan anak Jiwa Enterpreneur sebaiknya di munculkan pada anak usia dini, karena pada usia ini adalah pembentukan karakter. Anak akan terlatih bersikap Menanamkan sikap jujur, disiplin, mandiri, bekerja keras (menunjukkan upaya sungguh-sungguh dan demokratis. jujur, bertanggung jawab, mandiri, pantang menyerah dan tidak takut resiko yang akan dihadapinya dikemudian hari. Penelitian Tindakan Kelas ini dengan tema pekerjaan yang terjadi di TK Islam Integral Qurrota A’yun Sumenep dengan jumlah peserta didik 25 anak pada kelompok B. Dari Pra Siklus yang rata-rata anak mendapatkan kriteria belum berkembang sebanyak 60%, pada siklus I rata-rata yang mendapatkan kriteria mulai berkembang sebanyak 60%, dan pada siklus ke II rata-rata anak yang mendapatkan kriteria Berkembang Sangat Baik sebanyak 80%. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan pengembangan jiwa entrepreneur melalui Market Day pada anak kelompok B. Dengan demikian kegiatan pengembangan karakter entrepreneur dapat diterapkan untuk menstimulus pada anak kelompok B.Kata Kunci: Entrepreneur, Market Day, Anak Usia Din
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Anak Melalui Metode Bernyanyi dan Kegiatan Bermain Playdough di Kelompok A PAUD YPJ Kuala Kencana
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Pendidikan di jenjang PAUD dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan yang bertujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut. Pemberian rangsangan / stimulasi pada anak usia dini dapat mengasah kecerdasan mereka. Bahkan stimulasi yang tepat dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Stimulasi dapat diberikan dengan mempertimbangkan tipe kecerdasan dan gaya belajar anak. Pada kegiatan kali ini peneliti mencoba untuk memfasilitasi anak untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal dalam kegiatan belajar kelompok A di kelas TKA1 di PAUD YPJ Kuala Kencana. Dari hasil observasi di PAUD YPJ Kuala Kencana, khususnya di kelas TKA1, terdapat 60% siswa kesulitan untuk mengenal huruf vokal (anak sulit mengingat lambang huruf). Anak-anak yang ada di kelas tersebut memiliki gaya belajar yang berbeda. Penerapan metode bernyanyi dan bermain playdough diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal. Dari 6 anak yang mengikuti kegiatan mengenal huruf vokal melalui metode bernyanyi dan bermain playdough, terdapat 5 anak yang berhasil mencapai perkembangan yang maksimal dalam mengenal huruf vokal. Dari hasil tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui metode bernyanyi dan bermain playdough berhasil. Oleh karena itu, metode bernyanyi dan bermain playdough bisa menjadi salah satu kegiatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan anak yang memiliki gaya belajar yang berbeda dalam mengenal huruf vokal.Kata Kunci : Mengenal Huruf Vokal, bermain playdough, metode bernyany
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Sains dalam Mencampur Warna Melalui Penerapan Metode Eksperimen Di Kelompok B TK Anglia
Penelitian ini dilatar belakangi pada aspek perkembangan kognitif melalui kegiatanmencampur warna pada praktek sains pelangi , dan menempel warna yang berurutan masih belum berkembang secara maksimal sepertinya peserta didik masih mengalami kesulitan dalam proses mencampur warna. Pengenalan warna merupakan aktivitas yang mudah di buat dan menyenangkan, melalui berbagai media. Proses pengenalan warna merupakan salah satu strategi yang tepat di gunakan di taman kanak – kanak, sebab dengan aktivitas pengenalan warna ini yang di implementasikan melalui pemanfaatan dengan berbagai media diantaranya tisu,kertas lipat,. .Kegiatan ini dilakukan bersama- sama , akan meningkatkan interaksi dan komunikasi serta pendekatan antara peserta didik , guru, dan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif sains dalam kegiatan mencampur warna melalui penerapan metode eksperimen pada anak kelompok B di TK Anglia Bandung tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 13 orang anak pada. Data penelitian tentang kemampuan kognitif sains dikumpulkan dengan metode observasi dengan instrumen berupa lembar format observasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis statistik kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif sains dalam mencampur warna dengan metode eksperimen pada siklus I sebesar 40,85% yang berada pada kategori sangat rendah ternyata mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 91,07% tergolong pada kategori sangat tinggi. Terjadi peningkatan sebesar 40%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan dengan praktik langsung dalam percobaan praktek eksperimen mencampur warna pelangi dari tisue dan menyusun miniatur pelangi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak di TK Anglia mencapai keberhasilan dalam belajarnya.Kata kunci : Kegiatan Kognitif Sains mencampur warna Anak Usia Din
Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Permainan Memancing Kartu Huruf Pada Anak Kelompok B TK Muslimat NU Podo Kedungwuni Kabupaten Pekalongan
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam membaca setelah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan permainan memancing kartu kata. Subjeknya adalah anak kelompok B TK Muslimat NU Podo Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, yang berjumlah 17 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki–laki dan 6 siswa perempuan. Variabel penelitian terbagi dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Tahapan penelitian terbagi dalam pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan metode bermain dengan permainan memancing Kartu Kata dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa.Kata Kunci : Membaca, Memancing, Kartu Kata
Pendidikan Anak Dalam Keluarga Di Masa Pandemi Covid-19
Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama dalam proses perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini mengenai pelaksanaan tugas yang diberikan oleh guru pada masa pandemi virus covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif guna memperoleh informasi yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini pada masa pandemi covid-19, bagaimana pendidikan yang diterapkan oleh keluarga pada masa pandemi covid-19. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memberikan pendampingan kepada anak dengan cara membantu anak mengerjakan tugas, belajar dari lingkungan sekitar dan memberikan pengetahuan mengenai covid-19. Orang tua telah berhasil menciptakan suasana belajar yang nyaman yaitu dengan memberikan fasilitas belajar yang memadai, melakukan pendampingan dalam penyelesaian tugas, dan memberikan rewards.Kata Kunci : Pendidikan Anak, Keluarga, Pandemi Covid-1