13681 research outputs found
Sort by
Diskursus isu anti-kolonialisme dalamKonferensi asia afrika (1955)
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis diskursus tentang Anti-Kolonialisme dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 dan ingin mengetahuibagaimana proses dan hasil dari konferensi tersebut. Penelitian ini menggunakanmetode historis dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, danhistoriografi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teoriRealisme Politik yang dikemukakan oleh Hans J Morgenthau. Adapun sumberprimer yang digunakan dalam penelitian ini yakni sumber primer yang berkaitandengan KAA serta sumber arsip dari inventaris Mohammad Yamin, Abdul WahabSoerdjodiningrat, Djamal Marsudi, dan Roeslan Abdulgani. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa diskursus Anti-Kolonialisme yang berkembang dalamkonferensi ini tidak hanya mencerminkan penolakan terhadap Kolonialisme,namun juga menciptakan sebuah solidaritas antar negara-negara berkembang dalammenghadapi dominasi kekuatan global. Konferensi ini menghasilkan DasasilaBandung, sebuah pernyataan yang menegaskan prinsip-prinsip perdamaian,kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri, yang kemudian berfungsi sebagai dasarpanduan diplomasi internasional antar negara-negara Asia dan Afrika
The Influence of Chinese Culture Towards Female Masculinity In Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings Film (2021)
This research aims to find out the characterization of the main femalecharacter and how the character represents female masculinity in the film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Researcher analyzed the film through thescoop of Chinese culture, with the help of female masculinity theory by JudithHalberstam and Character and Characterization by M. Boggs and Petrie. To find theresearch findings, the researcher used a qualitative method with descriptiveanalysis. The Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings films dialogue text andpicture scene footage were used as the data. In the characterization analysis, it wasfound that Xialing has the characteristics of being independent, strong, calm,forgiving, caring and ambitious. The value of masculinity in Xialing is influencedby Chinese culture, she is characterized by the elements of power, courage, heroism,and leadership. In line with Judith Halberstam's theory of female masculinity(1998), which says that female masculinity refers to a woman's body that displaysmasculine performatives which can be seen from the way she behaves and herphysical appearance
Komunitas islam anti-speaker di gunung sindur, bogor:Perspektif sejarah sosial keagamaan (1970-2022)
Penelitian ini mengkaji sejarah sosial keagamaan kelompok Islam anti-speaker (IAS) di Gunung Sindur, Bogor. Kelompok IAS memiliki pemahamansendiri dalam hal proses modernisasi terutama yang berkaitan dengan penggunaanalat pengeras suara untuk ritual keagamaan lewat pendekatan sejarah sosial-keagamaan. Penelitian ini menemukan pemahaman dan penerimaan modernisasiyang berbeda pada Kelompok IAS dibanding kelompok muslim lainnya. KelompokIAS menolak penggunaan speaker untuk adzan dan iqomah di masjid. KelompokIslam anti-speaker muncul diperkirakan di Gunung Sindur pada dekade 80-an, lewatsantri-santri Mama Gentur, seorang ulama Cianjur yang banyak pengikutnya diGunung Sindur, Bogor. Meski masih bertahan kelompok Islam anti-speaker semakinsedikit jumlahnya.Arah penulisan sejarah dalam penelitian ini bersifat historis yang dilakukanmelalui observasi langsung ke lokasi penelitian dan wawancara. Penelitian inimenggunakan pendekatan antropologi yang berupaya memahami agama sebagaisalah satu daya untuk memahami agama dengan cara melihat wujud praktikkeagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat..Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa kelompok IAS terbentuk karenaajaran Mama Gentur, Cianjur yang disebarkan oleh santri-santrinya yang menyebarsampai Gunung Sindur dengan kitab rujukan yang di karang oleh cicitnya yaitu kitabTanb?? al-an?m. Juga Sikap komunitas IAS pada perubahan sosial yang ada adalahselalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau kemasyarakatan seperti gotongroyong dan bermusyawarah desa
Kiprah Muslimat NU Dalam Pemilu Tahun 1955
Penelitian ini membahas mengenai kiprah perjalanan politik MuslimatNU yang di awali dengan terbentuknya organisasi Muslimat NU dari tahun1938 sampai terjun ke ranah politik sebagai roda penggerak dari organisasiNahdhatul Ulama. Perjalanan politik yang diambil ialah pada peristiwaPemilihan Umum pertama di Indonesia yakni pada tahun 1955.Metode yang digunakan pada penelitian ini ia;ah metode Sejarahdengan menggunakan teori Peranan Sosial Adapun pendekatan yangdigunakan ialah pendekatan Ilmu Politik. Penelitian ini banyak menggunakansumber data primer dan sekunder, di antara sumber primer yang penulisgunakan banyak mengambil dari sumber arsip, dokumen, dan koran,diantaranya adalah laporan dokumentasi kegiatan muslimat selama masakampanye, hasil pemilu tahun 1955 yang bersumber dari KPU, dan buktidokumentasi terselenggaranya pemilu serta hasil rapat mengenai calonanggota dewan konstituante.Penulis menemukan bahwa pada perkembangan dinamika politikMuslimat NU untuk yang pertama kalinya dapat dikatakan berhasil,dikarenakan Muslimat NU yang notabenenya organisasi baru, dapatmengumpulkan banyak suara perempuan dan pencapaiannya yaitu NahdhatulUlama berhasil mendapatkan suara terbanyak pada posisi ketiga setelah PNIdan Masyumi.Pada penelitian ini juga penulis banyak membahas mengenaiperempuan karena tujuan Muslimat NU mengumpulkan suara perempuan diPemilu tahun 1955 yakni membuka wadah untuk perempuan seluas-luasnyauntuk mencapai tujuan bersama. Dimulai dari terbentuknya organisasiperempuan pertama yakni Poetri Mardika hingga terbentuknya kongresperempuan pertama yang dinamakan Kowani, kini Muslimat NU inginmeneruskan dan memperjuangkan hak perempuan, contohnya seperti UUperkawinan
Telaah bahasa kritis : Ideologi kesantunan status sosial dan kekuasaan di era digital tahun 2024
Buku ini mengeksplorasi bagaimana bahasa digunakan dalam dunia digital sebagai cerminan dan pembentuk ideologi, kesantunan, status sosial dan kekuasaan. Melalui pendekatan sosiolinguistik, wacana kritis, dan tata bahasa sistemik-fungsional, penulis menggali peran bahasa dalam membangun, mempertahankan, atau menantang struktur sosial. Fenomena seperti penggunaan bahasa gaul, akronim, dan norma komunikasi digital dianalisis untuk menunjukkan bagaimana interaksi di ruang maya dapat mereproduksi atau menggeser relasi kekuasaan dan status.Dalam era yang penuh dengan dinamika digital, buku ini juga membahas bagaimana kesantunan dan ideologi termanifestasi dalam percakapan sehari-hari, baik melalui media sosial maupun platform komunikasi lainnya. Penulis menekankan pentingnya memahami hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dominasi dan menciptakan ruang komunikasi yang lebih inklusif dan adil.Ditujukan bagi akadernisi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tertarik pada studi linguistik dan komunikasi digital, buku ini memberikan wawasan yang relevan dengan perubahan sosial di era modern.xi, 134 hlm, 25,1 x 17,8 c
A reader response study of trauma toward muslims stereotype in united 93 (2006) film
This thesis examines the film United 93 (2006) and how it portrays trauma toward Muslims and the victims of terrorism. The film depicts the tragic events of September 11, 2001, focusing on United Airlines Flight 93, which was hijackedby terrorists. Using film analysis and Louise Rosenblatt's reader response theory, the thesis explores how the film's representation of the hijackers as Muslimterrorists can reinforce negative stereotypes and contribute to the traumaexperienced by Muslims and non-Muslims communities. This thesis analyzes thefilm's portrayal of the victims of terrorism, highlighting their humanity, courage, and the chaos they endured. It also examines five user reviews from IMDb usingRosenblatt's theory of aesthetic and efferent reading. The analysis reveals aspectrum of emotional and cognitive responses, showing how viewers initiallyexperience fear and trauma in response to the film's depiction of Muslim terroristsbut gradually develop a more nuanced understanding through personal reflectionand real-life experiences. The findings suggest that while United 93 effectivelyhumanizes the victims of terrorism and showcases their bravery, it also has thepotential to reinforce harmful stereotypes about Muslims. The researchunderscores the importance of balanced media representations and the role ofpersonal engagement in overcoming biases. Ultimately, this thesis contributes tothe broader discourse on the representation of Muslims in post-9/11 media and theimpact of such portrayals on collective trauma and societal perceptions
Super easy vocabulary : belajar vocabulary super mudah dan lengkap tahun 2024
Secara garis besar, ada tiga materi utama yang diusung buku ini. Pertama, daftar kosata sesuai topik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari - hari. Buku ini berisi tentang 36 topik. Kedua, beberapa latihan yang dirancang khusus agar pembaca lebih mudah mengaplikasikan kosakata yang sudah dihafalkan. Ketiga, berbagai gambar yang menarik untuk mempermudah pembaca menghafalkan kosakata.i, 209 hlm, 18,5 x 12,6 c
Konflik komunal pada peristiwa ketapang di Jakarta pusat tahun 1998
Penelitian ini mengkaji konflik komunal pada Peristiwa Ketapang di Jakarta Pusat tahun 1998, yang merupakan bagian dari dinamika sosialpolitik di era transisi Reformasi. Ketapang merupakan daerah pemukiman yang relatif tua yang saat ini dikenal dengan nama Jalan K.H. Zainul Arifin. Konflik ini berawal dari ketegangan antara warga lokal dan kelompok preman penjaga tempat perjudian di wilayah Ketapang, yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan massal bermuatan SARA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana terjadinya konflik dan dampak dari Peristiwa Ketapang 1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan pendekatan sosiologis dan antropologis, penelitian ini menganalisis akar konflik melalui teori Segitiga Konflik ABC Johan Galtung, yang mencakup sikap, perilaku, dan kontradiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontradiksi utama adalah adanya perbedaan nilai sosial antara warga dan kelompok preman terkait perjudian, sementara sikap permusuhan dan perilaku kekerasan menjadi pemicu utama eskalasi konflik. Penelitian ini juga mengungkap dampak sosial, ekonomi, dan psikologis dari konflik tersebut, serta upaya penyelesaiannya yang melibatkan tokoh agama dan pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang konflik komunal di Indonesia dan memberikan wawasan bagi upaya resolusi konflik di masa depan