Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

opac-caknur.fah.uinjkt.ac.id
Not a member yet
    13681 research outputs found

    Perayaan hari kartini oleh keoetamaan isteri medan 1939-1941

    No full text
    Kajian pada skripsi ini membahas tentang perayaan Hari Kartini oleh organisasi Keoetamaan Isteri di Medan tahun 1939-1941. Dalam rentang tahun tiga tahun tersebut, Keoetamaan Isteri merayakan hari lahir R.A. Kartini dengan cara yang berbeda-beda. Selain merayakan dalam bentuk resepsi, Keoetamaan Isteri juga selalu mengangkat R.A. Kartini sebagai tema dalam majalahnya yang terbit pada bulan April. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan teori mobilisasi sumberdaya. Teori ini digunakan untuk menganalisis keberhasilan Keoetamaan Isteri dalam mengadakan perayaan R.A. Kartini baik oleh organisasi itu sendiri maupun dengan mengajak beberapa organisasi dan perguruan perempuan yang ada di Medan. Penelitian ini menemukan bahwa dalam rentang 1939 hingga 1941 organisasi Keoetamaan Isteri merayakan peringatan R.A. Kartini secara berbeda-beda. Pada tahun 1939, Keoetamaan Isteri mengadakan perayaan sendiri dengan mengundang organisasi dan perguruan perempuan yang ada di Medan, sambil berjanji akan mengajak untuk berkolaborasi dengan organisasi lain di tahun berikutnya. Pada tahun 1940, Keoetamaan Isteri menjadi anggota dari Komite Perayaan R.A. Kartini bersama dengan sebelas organisasi lain di Medan. Adapun di tahun 1941, perayaaan dilaksanakan oleh Perikatan Perayaan Poeteri Indonesia (PPII) yang terdiri dari sembilan organisasi perempuan dengan perwakilan Keoetamaan Isteri bertugas sebagai bendahara. Perbedaannya dengan komite perayaan, PPII tidak hanya untuk merayakan Hari Kartini tapi juga untuk peringatan Hari Ibu dan yang lain. Dalam rentang tiga tahun tersebut, Keoetamaan Isteri juga rutin menerbitkan majalah Keoetamaan Isteri dengan artikel-artikel tentang R.A. Kartiniix,64 hl

    Perilaku pencarian informasi siswa kelas vii dalam implementasi pembelajaran di smpn 115 jakarta

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencarian informasi yang dilaksanakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 115 Jakarta dalam implementasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah siswa kelas tujuh SMPN 115 Jakarta yaitu sebanyak 354 siswa. Sampel diambil menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel berjumlah 80 orang. Kuesioner disebar ke siswa kelas tujuh SMPN 115 Jakarta yang sedang berada di kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling di mana peneliti memilih sampel dari siapa saja yang kebetulan ada. Penelitian ini menggunakan model perilaku pencarian informasi menurut Kuhlthau. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tahapan yang paling sering digunakan pada perilaku pencarian informasi siswa kelas VII menurut teori Khulthau di SMPN 115 Jakarta adalah tahapan exploration yaitu pada angka 84%, lalu di tingkat presentase sedang ada di tahapan initiation yaitu pada angka 67%, dan tingkat presentase paling rendah ada di tahapan search closure yaitu pada angka 45%. Sehingga perilaku pencarian informasi siswa kelas VII di SMP Negeri 115 Jakarta dalam implementasi pembelajaran, hampir semua siswa melakukan tahapan exploration sesuai dengan model teori Kuhlthau.Xvi, 135 hlm, ilu

    Budi utomo dan ide pembentukan milisi bumiputera di jawa, 1915-1920

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai Budi Utomo terkait ide pembentukan milisi Bumiputera di Jawa, selama periode 1915 hingga 1920. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Budi Utomo merespons kebijakan militer tersebut. Peneliti menggunakan metode historis, dengan menggunakan pendekatan komunikasi politik dan teori evaluasi kebijakan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Budi Utomo mempertimbangkan manfaat sosial, dan nilai dari pembentukan milisi Bumiputera. Budi utomo menekankan bahwa hasil penilaiannya menunjukkan, bahwa milisi Bumiputera memiliki manfaat yang signifikan, seperti mendorong kedisiplinan, meningkatkan ketahanan fisik, dan perbaikan tata krama masyarakat Jawa. Keberadaan milisi juga memiliki peran penting dalam pertahanan negara dari ancaman asing, yang menguatkan semangat dan kebanggaan nasional. Budi Utomo secara konsisten mendukung pembentukan milisi bumiputera di Jawa, antara tahun 1915 hingga 1920, atas dasar penilaian manfaat militer yang berkontribusi pada kemajuan bangsa. Untuk pengembangan penelitian selanjutnya, dapat dikaji sikap kelompok lain dalam Volksraad selain Budi Utomo dalam menyikapi kebijakan milisi Bumiputera.Xii, 113 hlm, ilu

    Strategi partai syarikat islam indonesia dalam meraih suara pemilih pada pemilu tahun 1955 dan 1971 di jawa barat

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai Strategi Partai Partai Syarikat Islam Indonesia dalam meraih suara pada pada pemilu 1955 dan 1971 di Jawa Barat. Ketertarikan penulis membahas hal ini ialah Syarikat Islam yang lahir di Laweyan, Solo, Jawa Tengah, akan tetapi memiliki lumbung suara terbanyak partainya di Jawa Barat pada pemilu tahun 1955 dan 1971. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hal tersebut terjadi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Historis yakni Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi dengan pendekatan politik dan teori Komunikasi Politik yang dikembangkan oleh Maswadi Rauf. Pada Pemilu 1955 PSII menempati urutan kelima dalam meraih suara terbanyak di Indonesia, kemudian pada saat pemilu 1971 PSII kembali di urutan kelima dalam perolehan suara di Indonesia. Dalam dua pemilu tersebut PSII memiliki lumbung suara terbanyak partainya di daerah Jawa Barat. Dalam penelitian ini memfokuskan pada bagaimana upaya PSII dalam meraih suara pemilih sehingga memiliki lumbung suara terbanyak partainya di Jawa Barat pada pemilu 1955 dan 1971. Dalam hasil temuan penulis menemukan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut, dalam Surat kabar Merdeka ditemukan hasil Kongres PSII ke-XXX tahun 1955 salah satu hasil keputusannya adalah mengenai Program pemilu 1955, salah satu programnya tentang agraria atau pengelolaan tanah, PSII berusaha merubah UU agraria warisan kolonial agar setiap masyarakat Indonesia memiliki tanah secara merata dan adil, kemudian dengan penemuan dokumen mikrofis tentang program usaha-usaha kemasyarakatan yang dilakukan SI di Jawa Barat untuk dapat memberikan hal positif terhadap masyarakat setempat, salah satunya di bidang keagamaan dengan dakwah yang disebarkan lewat masjid-masjid daerah Jawa Barat salah satunya di daerah Bandung, dan juga dengan pengaruh tokoh-tokoh elit partai yang dapat memberikan pengaruh identitas di setiap wilayah yang ada di Jawa Barat salah seperti Kartosoerjo, Arudji Kartawinata dan lain-lain.xi, 113 hlm, ilu

    The deconstruction on the main character in enola holmes 2 film

    No full text
    Enola Holmes 2 (2022) a sequel of the film Enola Holmes (2020) directed by Harry Bradbeer. This research aims to depict the characteristics of the main female character in the film Enola Holmes 2 and uncover how is the complexity of Enola Holmes as a female character in patriarchal society. In this research, the reseracher applied a qualitative research method with a descriptive analysis technique in analyzing the data. The instrument of the research is the researcher as the subject of research by watching, collecting, identifying, being able to understand and analyzing data obtained from Enola Holmes 2 film. To support the analysis, the researcher used the Deconstruction theory by Jacques Derrida as the main theory, also the theory of Character and Characterization by Dennis W. Petrie and Joseph M. Boggs. The analysis reveals there are three characteristics of Enola Holmes in this film those are independent, brave, and intelligent. But after conducting a more detailed deconstructive analysis of Enola Holmes' characteristics, it was revealed that there is a complexity in her portrayal as a female detective within a patriarchal society. Enola Holmes is depicted as being constrained by the societal norms of the Victorian era, which prevent her from fully embodying her genuine identity as an independent, courageous and intelligent female detective. As the result, the film Enola Holmes 2 portrays the character of Enola Holmes, who remains entrenched in the 19th-century setting. Through deconstructive reading and the application of deconstruction theory in analysis, the film reveals Enola Holmes with unstereotypical female characteristics during her time, and she also has to negociate with the social structure of that time to achieve her goal as a female detective in Victorian era.Viii, 52 hlm, ilu

    Representation of 1960s masculinity in america through the main male character in elvis (2022) film

    No full text
    This study examines the representation of masculinity in the mid-twentieth century in America as depicted by the main male character in the film Elvis (2022) by Baz Luhrmann. This study uses a descriptive qualitative method. The aims of this study are first to identify the characterization of the main male character in Elvis (2022) film and, secondly, to analyze and discuss the 1960s masculinity values in Elvis (2022) film. To reveal this, this study uses character and characterization theory by Petrie & Boggs and the concept of seven areas of masculinity by Janet Saltzman Chafetz. The results of this study reveal that the masculinity of the main male character describes seven areas of masculinity: 1) physical, 2) functional, 3) sexual aggressive, 4) emotional, 5) intelligence, 6) interpersonal, and 7) other personal characteristics. From the seven result areas found, it reveals that the main male character fulfills the masculine figure. Furthermore, it was found that the main male character in this film represents masculinity in the 1960s in America.viii, 51 hlm., ilus

    Transformasi tradisi khotbah jumat di kecamatan cilandak jakarta selatan dari bahasa arab ke bahasa lokal tahun 1952-2022

    No full text
    Setiap masyarakat di tiap belahan dunia memiliki kebudayaan yang hidup, berkembang dan dilestarikan. Seperti halnya makhluk hidup kebudayaan bisa lahir dan berkembang serta mati termakan waktu. Contoh dari perkembangan budaya dalam hal keagamaan ialah salah satunya penggunaan Bahasa Lokal dalam berkhotbah di kegiatan ibadah Sholat Jumat. Perdebatan sudah pernah terjadi terkait ketentuan mengenai hal penggunaan bahasa dalam penyampaian khotbah Jumat oleh khatib di kalangan para kaum agamis di Indonesia. Mulanya ketika agama Islam masuk dan tersebar di Indonesia khatib berkhotbah menggunakan bahasa Arab, namun akibat adanya perkembangan serta perubahan dalam kehidupan kebudayaan, bahasa pengantar dalam penyampaian khotbah pun mengalami perubahan dengan menggunakan bahasa lokal atau umumnya bahasa Indonesia hal ini pun terjadi di Kecamatan Cilandak. Peristiwa perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana proses transformasi bahasa dalam khotbah Jumat di Kecamatan Cilandak. Persoalan tersebut menarik untuk dikaji karena hal tersebut merupakan sebuah peristiwa dalam sejarah keagamaan Islam di Indonesia dan menimbulkan perdebatan pada masanya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan metode penelitian sejarah, dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan teori pribumisasi Islam serta dengan dukungan sumber-sumber wawancara para tokoh yang terlibat dengan peristiwa tersebut. Hasil yang ditemukan dalam penelitian dari proses perubahan bahasa dalam khotbah Jumat dari Bahasa Arab ke Bahasa Lokal di Kecamatan Cilandak ialah disebabkan pertama, pergantian generasi dari golongan tua yang bersifat Islam konservatif ke generasi golongan muda yang lebih bersifat Islam moderat. Kedua, permintaan masyarakat kepada para tokoh pengurus masjid untuk merubah bahasa khotbah menjadi bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat. Ketiga, hasil kesepakatan dari musyawarah para tokoh agama setempat untuk merubah bahasa khotbah Jumat.ix, 83 hlm., ilus

    Psikologi feminin : perjalanan, pergulatan, perdebatan dan pencarian tahun 2023

    No full text
    Buku ini membahas topik meliputi frigiditas, masalah cita-cita monogami, konflik keibuan, ketidakpercayaan antarjenis kelamin, masokisme feminin, dan kebutuhan neurotik akan cinta.301 hlm, 20 x 14 c

    Siti hajar : ibu bangsa arab tahun 2023

    No full text
    Buku ini memberikan gambaran tentang Hajar, tak hanya parasnya yang rupawan, tetapi juga akhlaknya yang mulia, baik sebagai istri maupun sebagai ibu.vi, 361 hlm, 20 x 13,1 c

    Rihlah ibnu batutah : catatan perjalanan sang musafir abad pertengahan tahun 2023

    No full text
    Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Lawati at-Tanji bin Batutah, atau yang kita kenal dengan Ibnu Batutah, memulai perjalanannya ketika berusia 20 tahun pada 1325. Alasan utamanya untuk bepergian adalah menunaikan ibadah haji, atau ziarah ke Mekkah, seperti yang ingin dilakukan oleh semua Muslim yang shaleh. Dari Tangier, Maroko, menuju Mekkah dan kembali lagi ke Maroko melalui rute yang berbeda, perjalanannya berlangsung selama 29 tahun. Menempuh jarak sekitar 120.000 km, ia mengunjungi setara dengan 44 negara modern yang sebagian besar berada di bawah pemerintahan Muslim atau "Dar al-Islam". Menjelang akhir hidup Ibnu Batutah, Sultan Maroko-setelah mendengar menariknya pengembaraan itu-bersikeras memohon supaya sang musafir mau mendiktekan kisah perjalanannya kepada sekretaris utama kesultanan. Dan berkat usaha tersebut, hari ini kita dapat membaca kisah perjalanan seorang musafir abad ke-14 mengelilingi dunia melalui sebuah buku. Buku ini adalah karya klasik yang sangat berharga dan menarik yang menambah pemahaman kita tentang kondisi negeri-negeri Abad Pertengahan. Karya monumental ini menyajikan catatan deskriptif tentang masyarakat Muslim pada kuartal kedua abad ke-14. Dalam narasi sejarahnya, penulis menyebutkan begitu banyak orang yang ia temui, serta menceritakan bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Muslim di negeri-negeri yang ia singgahi. "Dalam buku perjalanannya ini, Ibnu Batutah menceritakan para wali, orang-orang saleh, cendekiawan, penguasa Muslim, dan kehidupan umat Islam di negeri-negeri yang ia kunjungi." -Amazon "Sebuah kisah yang mengasyikkan tentang ziarah ke Mekkah tahun 1326, memberikan detail yang jelas tentang Maroko, Rusia, India, China, dan tempat-tempat lainnya." -History in Review "Ibnu Batutah, seorang musafir Arab Maroko abad ke-14, tidak hanya mengunjungi China dan Asia Timur tetapi juga India, Maladewa, Indonesia, Sahara, Mali dan Niger, serta Spanyol yang sedang diduduki Islam."vi, 417 hlm, 23,1 x 15 c

    0

    full texts

    13,681

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac-caknur.fah.uinjkt.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇