Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

opac-caknur.fah.uinjkt.ac.id
Not a member yet
    13681 research outputs found

    Hegemonic Masculinity in The Power of the Dog (2021) Movie

    No full text
    This research aims to find out how the character of Phil Burbank, as the main character, constructs the hegemony of masculinity in The Power of the Dog (2021) movie. The researcher used a qualitative descriptive analysis method and applied R.W. Connell's theory of masculinity hegemony to analyze the data. The results showed that Phil Burbank's character is portrayed as dominant, aggressive and resilient, but it turns out that he hides his vulnerability. His sexuality is the source of his vulnerability, therefore he hides it by emphasizing his dominance and aggression. Phil Burbank attempts to construct his hegemonic masculinity through power, aggression, technical competence and suppressing his sexuality. The incongruity of his sexuality with what is expected by the prevailing norms makes Phil's hegemonic masculinity vulnerable and threatened with failure, so he is forced to suppress his sexuality. In conclusion, The Power of the Dog movie is an excellent depiction of Phil Burbank's attempts to establish and maintain his hegemonic masculinity, showing the profound impact of societal expectations on personal identity. The suppression of his sexuality is a poignant example of the destructive nature of these rigid norms, demonstrating the internal conflict that arises from a life dictated by hegemonic masculinity.x, 71 hl

    Menerjemahkan : mengurai makna, menguntai kata tahun 2024

    No full text
    Buku ini memuat prinsip-prinsip dasar penerjemahan yang perlu diketahui bagi yang berminat mengenal seluk-beluk penerjemahan.xiv, 114 hlm, 21 x 14,1 c

    Kamus lengkap bahasa arab : arab - indonesia, indonesia - arab terlengkap, terupdate mudah digunakan untuk pelajar, mahasiswa, dan umum tahun 2024

    No full text
    Buku ini membantu anda dalam belajar memahami bahasa arab secara lebih mendalam. Kunci utama dalam belajar bahasa adalah penguasaan kosakata.iv, 594 hlm, 24 x 15,8 c

    Fonologi : karakteristik linguistik bahasa arab tahun 2024

    No full text
    Buku ini menggali secara mendalam tentang sistem fonologi dalam bahasa Arab yang ditujukan bagi para mahasiswa, peneliti, dan pemerhati bahasa Arab yang tertarik untuk mempelajari dan memahami aspek fonetik dan fonologi dari bahasa ini. Dalam buku ini, penulis mengungkapkan pentingnya mempelajari fonologi dalam memahami bahasa Arab secara menyeluruh. Ia menjelaskan konsep-konsep dasar dalam fonologi, termasuk bunyi, fonem, alofon, dan variasi bunyi. Penulis juga menggali keterkaitan antara fonologi dan tata bahasa Arab, serta bagaimana fonologi mempengaruhi pengucapan, intonasi, dan akuisisi bahasa Arab oleh pembelajar. Selain itu, buku ini membahas sistem fonetik bahasa Arab dengan rinci, termasuk bunyi vokal dan konsonan, penempatan dan karakteristik fonem-fonem khusus, serta proses fonologis yang terjadi dalam bahasa Arab, seperti asimilasi, reduplikasi, dan sandi. Penulis juga menghadirkan contoh-contoh kontras bunyi dalam bahasa Arab, memperlihatkan perbedaan pengucapan yang dapat memengaruhi makna kata-kata. Ia mengajarkan pembaca bagaimana mengidentifikasi dan menghasilkan bunyi-bunyi yang khas dalam bahasa Arab, serta memberikan strategi untuk mengatasi kesulitan pengucapan yang sering dihadapi oleh pembelajar asing.vi, 57 hlm, 22,9 x 15,4 c

    Upaya pemerintah garut dalam memberantas wabah pes tahun 1930-1939

    No full text
    Wabah pes yang melanda Garut pada periode 1930-an merupakan salah satubencana kesehatan yang tidak hanya menelan banyak korban tetapi jugamengganggu stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Garutmerupakan daerah di wilayah Priangan Timur yang banyak menelan korbanjiwa serta resistensi yang tinggi terhadap penerapan kebijakan pemerintah.Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi tersebut pemerintah Garutmengambil berbagai langkah untuk memberantas wabah pes. Penelitianbertujuan untuk mengkaji upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah Garutdalam memberantas wabah pes pada tahun 1930-1939. Penelitian inimenggunakan metode historis dengan pendekatan sosiologi kesehatan sertateori Derajat Kesehatan Masyarakat. Hasil dari penelitian menunjukkanbahwa pemerintah Garut menerapkan berbagai upaya seperti isolasi dankarantina, pelayanan kesehatan seperti tusukan limpa dan vaksinasi, sertakampanye kesehatan masyarakat seperti penyebaran brosur dan perbaikanrumah. Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat terbukti sangatmempengaruhi efektivitas upaya-upaya tersebut. Selain itu, keterbatasanfasilitas pelayanan kesehatan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatanmenjadi tantangan dalam proses penanggulangan wabah di Garut. Oleh karenaitu, perlu adanya strategi agar kebijakan berjalan dengan efektif dan wabahpes mengalami penurunan

    Translation strategy and accuracy of idiomatic expression in Wednesday series (2022)

    No full text

    Analisis Teknik Penerjemahan pada Terjemahan Kitab Al-Muntakhabat fi Al-Mahfuzat Jilid I Karya Ustadz Umar Abdul Jabbar

    No full text

    Politik Zakat: sejarah dan peran FOZ dalam kontestasi pengelolaan zakat di Indonesia Kontemporer

    No full text
    Tesis ini membahas peran Forum Zakat (FOZ) dalam kontestasi pengelolaan zakat di Indonesia. Dinamika pengelolaan zakat di Indonesia diwarnai iklim kontestasi antara pengelolaan zakat oleh negara dan civil society. Kontestasi ini terjadi dari awal masyarakat Islam terbentuk di fase awal penyebaran Islam, periode kolonialisme, fase kemerdekaan, fase paska reformasi, bahkan hingga saat ini. Forum Zakat (FOZ) yang lahir pada tahun 1997 sejak awal menjadi lokomotif pengelolaan zakat berbasis civil society. Dalam perjalanan kelembagaan-nya FOZ berperan sebagai aktor penting dalam kontestasi pengelolaan zakat di Indonesia. Metode penelitian ini kualitatif dengan objek studi FOZ. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, diskusi terbatas dan penelusuran dokumen. Penelitian ini menunjukan bahwa peran FOZ tak bisa terbantahkan, ia sebagai asosiasi yang merefresentaskan kumpulan masyarakat sipil dalam pengelolaan zakat. FOZ juga secara konsisten mengawal tata kelola zakat dan menumbuhkan kemampuan organisasi pengelola zakat yang menjadi anggotanya. FOZ sebagai pilar civil society yang merepresentasikan asosiasi gerakan masyarakat Muslim dalam pengelolaan zakat telah berfungsi menjadi free public sphere tempat masyarakat, khususnya anggota FOZ, berserikat untuk mengekpresikan gagasannya. Tanpa adanya FOZ sebagai wadah, akan sulit mengorganisir diri dan melakukan advokasi dan koreksi terhadap tata kelola zakat. FOZ berperan menjadi aktor utama kontestasi pengelolaan zakat mewakili civil society. Penelitian ini memperkuat temuan Amelia Fauzia yang menyatakan terjadi kontestasi antara negara dan civil society dalam praktik pengelolaan zakat di Indonesia. Ketika peran negara semakin kuat, maka civil society melemah. Penelitian ini juga mendukung pandangan J. B. Alterman dan Shireen Hunter yang menyatakan filantropi Islam, termasuk zakat. penting adanya sehingga tidak pernah bisa dilepaskan dari urusan negara. Namun demikian, negara perlu memberikan ruang bagi aktivitas filantropi non pemerintah yang justru akan menjadi penyeimbang peran untuk bisa menjadikan zakat sebagai fungsi peningkatan kesejahteran masyarakat terwujud dengan baik.xi, 79 hl

    The Influence of Social Context on Language Style in Barbie (2023) Film

    No full text
    This research aims to investigate the types of language styles used in Barbie film and investigate more deeply social context contributions to the language style choice in Barbie film. The method of the research uses qualitative descriptive analysis. The data collection techniques of this research are watching, understanding, collecting, and sorting. The data analysis techniques used are classifying, interpreting, and concluding the results. In this study, the researcher used the theory of five language styles proposed by Martin Joos, including frozen, formal, consultative, casual, and intimate. Furthermore, the researcher also employs Janet Holmes' social factors concept namely participant, setting, topic, and function. The result of this study is there are four language styles used in the Barbie film, which are formal, consultative, casual, and intimate. Meanwhile, the frozen-style feature is not used in the Barbie film. Moreover, the social factors that influence the use of language styles do not work individually but work together, sometimes one of the social factors is not too influential on the use of language styles. In addition, the gender factor also affects the production of the participant's language style. The researcher concludes that social factors have a strong influence on someone's language style in conveying a message that works simultaneously and intertwines with each other. Additionally, the inherent gender of the participant affects women tend to use intimate styles in their communication to show intimacy and men tend to use formal or casual styles to show their status.ix, 41 hl

    Intervensi VOC dalam Konflik di Kesultanan Cirebon (1681-1699)

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang praktik politik yang dilakukan oleh Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada saat sudah berhasil menanamkan pengaruhnya di Kesultanan Cirebon melalui pelbagai Perjanjian antara tahun 1681-1699. Metode sejarah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode historis, dimulai dari heuristik yakni pengumpulan sumber-sumber Kesultanan Cirebon dan VOC, kritik ekstern dan intern, interpretasi, dan historiografi sebagai akhir dari penelitian ini. Adapun teori yang digunakan adalah teori konflik dan resolusi konflik dari Pickering. Ditemukan bahwa pendekatan VOC (Belanda) terhadap beberapa Kesultanan di Nusantara tidak secara langsung menunjukkan ambisi dan agresivitasnya. Pendekatan moril dan materil menjadikan beberapa Kesultanan atau Kerajaan merasa hidup aman dan terpenuhi kebutuhannya, sehingga beberapa di antara mereka bekerjasama dengan VOC, demikian juga dengan Kesultanan Cirebon. Kerjasama dengan VOC ke depannya akan terlihat dampakny abagi Kesultanan Cirebon. Beberapa permasalahan di Kesultanan Cirebon yang terjadi antara tahun 1681- 1699 selalu menghadirkan VOC sebagai juru penengahnya, maka lahirlah era Perjanjian, seperti: Perjanjian tahun 1681, 1685, 1688, dan 1699. Perjanjian-Perjanjian itu menjadikan VOC lebih leluasa untuk melakukan aktivitas kegiatannya di wilayah Cirebon. Hal ini merupakan celah bagi VOC untuk mengeruk kekayaan alam dari wilayah Cirebon seperti rempah-rempah, beras, dan udang yang bisa meningkatkan perekonomian dan eksistensinya selama di Cirebon. Sedangkan Kesultanan Cirebon pada akhirnya terbagi menjadi tiga kekuasaan kecil, yaitu: Kesultanan Kasepuhan, Kesultanan Kanoman, dan Panembahan Keprabonan.xii, 73 hl

    0

    full texts

    13,681

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac-caknur.fah.uinjkt.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇