Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
EKSTRAKSI FITUR FRAKTAL DAN MORFOLOGI SINYAL ELEKTROKARDIOGRAM DAN PEMANFAATANNYA DALAM KLASIFIKASI DEEP SLEEP
Detak jantung manusia dapat memberikan informasi yang berguna tentang aktivitas yang terjadi di dalam tubuh. Salah satu informasi yang dapat diperoleh dari rekaman detak jantung atau elektrokardiogram adalah tingkat keterlelapan tidur seseorang (sleep stages). Dari sinyal elektrokardiogram seseorang, tingkat keterlelapan tidurnya dapat dikenali dengan terlebih dahulu mengekstrak fitur yang merepresentasikan sinyal elektrokardiogram tersebut secara keseluruhan. Ekstraksi dilakukan agar dimensi data dapat tereduksi sehingga proses klasifikasi dapat lebih mudah dilakukan. Penelitian ini melakukan ekstraksi fitur fraktal dan morfologi dari sinyal elektrokardiogram yang diperoleh dari PhysioNet. Sebelum melakukan ekstraksi fitur morfologi dari sinyal elektrokardiogram, terlebih dahulu dilakukan “Wavelet Denoising†untuk menghilangkan noise yang terdapat pada sinyal.
Human heart rate can provide useful information about the activities that occur in the body. One of information which may be obtained from recording the heart rate or electrocardiogram is commonly called a person's level of deep sleep (sleep stages). From a person's electrocardiogram signal, the level of deep sleep recognizable by extracting features that represent the electrocardiogram signal as a whole. Extraction is done so that the dimension of the data can be reduced so that the classification process can be more easily done. This study aims to extract fractal features and morphology of the electrocardiogram signal obtained from PhysioNet. Prior to the extraction of morphological features of the electrocardiogram signal, first performed “Wavelet Denoising†to remove the noise contained in the signal
IMPLEMENTING MOBILE AGENT FOR LOCATION-BASED PRINTER SERVICES
Most devices in ubiquitous network environment have limited memory and processing power, thus they can’t provide all services even when in suitable locations. Mobile agent technology could be implemented to improve resource efficiency. The goal of this paper is to implement mobile agent technology for location-based printer service. The system consists of four parts: (1) mobile agent server, (2) location-based service server, (3) printer service, (4) client. It is observed that mobile agent offers many advantages for ubiquitous and mobile computing settings.
Perangkat dalam lingkungan ubiquitous memiliki memori dan daya proses yang terbatas, sehingga mereka tidak dapat menyediakan layanan secara utuh bahkan dalam lokasi yang tepat sekalipun.Teknologi mobile agent dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya. Tujuan dari paper ini adalah untuk melihat penerapan teknologi mobile agent pada lokasi berbasis layanan printer. Sistem ini terdiri dari empat bagian: (1) mobile agent server, (2) lokasi yang berbasiskan layanan server, (3) layanan printer, (4) klien. Hal ini menunjukkan bahwa mobile agent menawarkan banyak keuntungan untuk pengaturan komputasi ubiquitous dan mobile
MULTI OBJECTIVES FUZZY ANT COLONY OPTIMIZATION DESIGN OF SUPPLY PATH SEARCHING
One of problem faced in supply chain management is path searching. The best path depend not only on distance, but also other variables, such as: the quality of involved companies, quality of delivered product, and other value resulted by quality measurement. Commonly, the ant colony optimization could search the best path that has only one objective path. But it would be difficult to be adopted, because in the real case, the supply path has multi path and objectives (especially in palm oil based bioenergy supply). The objective of this paper is to improve the ant colony optimization for solving multi objectives based supply path problem by using fuzzy ant colony optimization. The developed multi objectives fuzzy ant colony optimization design was explained here, that it was used to search the best supply path.
Salah satu masalah yang dihadapi dalam Supply Chain Management adalah pencarian jalur. Jalur terbaik tidak hanya tergantung pada jarak, tetapi juga variabel lain, seperti: kualitas perusahaan yang terlibat, kualitas produk yang dikirimkan, dan nilai lain yang dipengaruhi oleh pengukuran kualitas. Umumnya, Ant Colony Optimization bisa mencari jalur terbaik yang hanya memiliki satu jalur objektif. Tapi akan sulit untuk diadopsi, karena dalam kasus nyata, jalur supply memiliki banyak jalur dan tujuan (khususnya pasokan minyak kelapa sawit berbasis bioenergi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan Ant Colony Optimization dalam menyelesaikan masalah jalur supply dengan menggunakan Fuzzy Ant Colony Optimization. Tujuan pengembangan Fuzzy Ant Colony Optimization dijelaskan disini, yaitu digunakan untuk mencari jalur supply terbaik
EXPERIMENTAL STUDY ON LIP AND SMILE DETECTION
This paper presents a lip and smile detection method based-on the normalized RGB chromaticity diagram. The method employs the popular Viola-Jones detection method to detect the face. To avoid the false positive, the eye detector is introduced in the detection stage. Only the face candidates with the detected eyes are considered as the face. Once the face is detected, the lip region is localized using the simple geometric rule. Further, the the red color thresholding based-on the normalized RGB chromaticity diagram is proposed to extract the lip. The projection technique is employed for detecting the smile state. From the experiment results, the proposed method achieves the lip detection rate of 97% and the smile detection rate of 94%.
Paper ini menyajikan medote pendeteksi bibir dan senyum berdasarkan diagram tingkat kromatis RGB ternormalisasi. Metode ini menggunakan metode Viola-Jones yang populer untuk mendeteksi wajah. Untuk menghindari kesalahan positif, detektor mata diperkenalkan pada tahapan deteksi. Hanya kandidat wajah dengan mata yang telah terdeteksi yang dianggap sebagai wajah. Setelah wajah dideteksi, bagian bibir ditempatkan dengan menggunakan aturan geometris sederhana. Selanjutnya, batasan warna merah berdasarkan pada diagram kromatisitas RGB ternormalisasi digunakan untuk mengekstrak bibir. Teknik proyeksi digunakan untuk mendeteksi keadaan tersenyum. Dari hasil percobaan, metode yang diusulkan mencapai 97% untuk tingkat deteksi bibir dan 94% untuk tingkat deteksi senyum
IMPLEMENTASI SISTEM KLASIFIKASI MOBIL PADA SISTEM PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS TERDISTRIBUSI BERBASISKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
Sistem Pengaturan Lampu Lalu Lintas Terdistribusi adalah sebuah sistem lampu lalu lintas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan kinerja pengaturan lampu lalu lintas yang cerdas dengan pengambilan data secara real-time. Sistem ini dapat melakukan penjadwalan dan pengaturan jaringan banyakpersimpangan secarareal-time yang tidak bisa dilakukan oleh sistem pengaturan lampu lalu lintas konvensional. Penerapan klasifikasi di dalam sistem ini digunakan untuk meningkatkan akurasi dari pengenalan mobil. Proses klasifikasi diimplementasikan menggunakan tiga algoritma Jaringan Syaraf Tiruan, yakni Backpropagation, FLVQ, dan FLVQ-PSO. Berdasarkan hasil ujicoba, dapat ditunjukkan bahwa algoritma Backpropagationmemiliki performa akurasi yang lebih baik dibandingkan dua algoritma JST yang lainnya.
Distributed Traffic Light Control System is a traffic light system intended to meet the need for setting the performance of intelligent traffic lights with real-time data capturing. The system can perform scheduling and network settings of multi-junction in real time that can not be done by a conventional traffic light settings system. Application of classification within this system is used to improve the accuracy of the car recognition. Classification process is implemented using three neural network algorithms, namely Backpropagation, FLVQ, and FLVQ-PSO. Based on the test results, it can be shown that the Backpropagation algorithm performs better accuracy than the other two algorithms
BUCKETING STRATEGIES FOR EFFICIENT TRIANGLE DETECTION IN CAM-SYSTEM BASED ON FACETED MODELS
Triangle’s checking in 3D faceted models is an essential step in gouging detection and elimination process. To check whether model surface intersects the tool, every triangle in the model has to be checked. Unfortunately, this process takes much time. Since the computer can’t see and doesn’t know which triangles located under the current tool position, then the triangles all over the surface model should be checked. To reduce the time, region checking at every position of tool has to be detected. Triangles that have to be checked are only in that region. The way of creating the region can be done by bucketing. Bucketing process will make some buckets as representation of regions and each bucket will be filled with triangles that lie in the corresponding region. There are several bucketing methods. This paper will explain all methods which have been implemented in the research.
Pengecekan segitiga dalam model 3 dimensi berfaset merupakan tahapan penting dalam deteksi gouging dan proses eliminasi. Untuk mengecek apakah permukaan model bersinggungan dengan alat, setiap segitiga pada model harus diperiksa. Akan tetapi, proses ini membutuhkan waktu yang lama. Segitiga-segitiga pada seluruh permukaan model harus diperiksa karena komputer tidak dapat melihat dan tidak mengetahui segitiga mana yang terletak di bawah posisi alat saat ini. Untuk mengurangi konsumsi waktu, pengecekan wilayah pada setiap posisi alat harus dapat dideteksi. Segitiga yang harus diperiksa adalah hanya yang berada pada wilayah tersebut. Cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan wilayah adalah dengan menggunakan bucketing. Proses bucketing akan membuat beberapa bucket sebagai representasi dari beberapa wilayah dan setiap bucket akan diisi dengan segittiga yang terletak pada wilayah terkait. Terdapat beberapa metode bucketing. Paper ini akan menjelaskan semua metode yang telah diimplementasikan di dalam riset
THE CONSTRUCTION OF INDONESIAN-ENGLISH CROSS LANGUAGE PLAGIARISM DETECTION SYSTEM USING FINGERPRINTING TECHNIQUE
Cross language plagiarism detection is an important task since it can protect person intellectual property right. Since English is the most popular international language, we proposed an Indonesian-English cross language plagiarism detection to handle such problem in Indonesian-English domain where the suspected plagiarism document is written in Indonesian and the source document is written in English. To minimize translation error, we build the system by translating the Indonesian document into English and then compare the translated document with the English document collection. The detection system consists of preprocess component, heuristic retrieval component, and detailed analysis component. The main technique used in retrieval process is fingerprinting which can extract lexical features from text which is suitable to be used to detect plagiarism done using literal translation method. In this paper, we also propose additional methods to be implemented in heuristic retrieval component to increase the performance of the system: phrase chunking, stop word removal, stemming, and synonym selection. We evaluated system’s performance and the effects of additional methods to system’s performance, provided several data test sets which represents a plagiarism type. From the experiments, we concluded that the system works on 83.33% of test cases. We also concluded that mainly all additional methods except the phrase chunking have good effects in enhancing the system accuracy.
Deteksi plagiarisme lintas bahasa merupakan hal yang penting untuk melindungi hak kekayaan intelektual. Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang paling populer, karenanya peneliti mengusulkan deteksi plagiarisme lintas bahasa Indonesia-Inggris untuk menangani masalah tersebut di mana domain dokumen yang diduga plagiat ditulis dalam bahasa Indonesia dan dokumen sumber ditulis dalam bahasa Inggris. Untuk meminimalkan kesalahan terjemahan, peneliti membangun sistem dengan menerjemahkan dokumen bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan kemudian membandingkan dokumen yang diterjemahkan dengan koleksi dokumen bahasa Inggris. Sistem pendeteksian ini terdiri dari komponen preprocess, komponen pencarian heuristik, dan komponen analisis detail. Teknik utama yang digunakan dalam temu kembali informasi adalah fingerprinting yang dapat mengekstrak fitur leksikal dari teks yang cocok digunakan untuk mendeteksi plagiarisme dengan menggunakan metode terjemahan harfiah. Dalam tulisan ini, peneliti juga mengusulkan metode-metode tambahan yang akan diimplementasikan dalam komponen pengambilan heuristik untuk meningkatkan kinerja system seperti chunking frase, penghilangan stop word, stemming, dan pemilihan sinonim. Peneliti mengevaluasi kinerja sistem dan efek dari metode tambahan untuk kinerja sistem, dengan menyediakan sekumpulan skenario tes beberapa data yang merepresentasikan plagiarisme. Dari pengujian diperoleh kesimpulan bahwa sistem bekerja pada 83,33% kasus uji. Peneliti juga menyimpulkan bahwa terutama semua metode tambahan kecuali chunking frase memiliki efek yang baik dalam meningkatkan akurasi sistem
DIAGNOSIS GANGGUAN SISTEM URINARI PADA ANJING DAN KUCING MENGGUNAKAN VFI 5
Sistem urinari hewan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem urinari bagian atas dan sistem urinari bagian bawah. Ginjal yang merupakan bagian dari sistem urinari memiliki 2 fungsi penting, yaitu filtrasi dan reabsorpsi. Dalam mendiagnosis penyakit yang diderita hewan pada sistem urinarinya terdapat beberapa kendala. Pada penelitian ini, dikembangkan model untuk mendiagnosis gangguan sistem urinari pada anjing dan kucing dengan menggunakan algoritma VFI 5 berdasarkan gejala klinis (terdapat 37 feature) dan pemeriksaan laboratorium (39 feature). Percobaan dilakukan baik pada feature gejala klinis dan juga pada feature pemeriksaan laboratorium. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa akurasi rata-rata sebesar 77,38% untuk percobaan dengan feature gejala klinis, dan 86,31% untuk percobaan dengan feature pemeriksaan laboratorium. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa dalam mendiagnosis penyakit dalam sistem urinari, pemeriksaan laboratorium masih sangat dibutuhkan dalam menentukan hasil diagnosis suatu penyakit
GRAMMATICAL EVOLUTION FOR FEATURE EXTRACTION IN LOCAL THRESHOLDING PROBLEM
The various lighting intensity in a document image causes diffculty to threshold the image. The conventional statistic approach is not robust to solve such a problem. There should be different threshold value for each part of the image. The threshold value of each image part can be looked as classifcation problem. In such a classifcation problem, it is needed to find the best features. This paper propose a new approach of how to use grammatical evolution to extract those features. In the proposed method, the goodness of each feature is calculated independently. The best features then used for classification task instead of original features. In our experiment, the usage of the new features produce a very good result, since there are only 5 miss-classification of 45 cases.
Variasi intensitas pencahayaan pada citra dokumen akan menyebabkan kesulitan dalam menentukan nilai threshold dari citra tersebut. Pendekatan statistik konvensional tidak cukup baik dalam memecahkan masalah ini. Dalam hal ini, diperlukan nilai threshold yang berbeda-beda untuk setiap bagian citra. Nilai threshold dari setiap bagian citra dapat dipandang sebagai masalah klasifikasi. Dalam permasalahan klasifikasi semacam ini, dibutuhkan pencarian fitur-fitur terbaik. Di sini diusulkan sebuah pendekatan baru untuk mengekstrak fitur-fitur tersebut dengan menggunakan grammatical evolution. Nilai kebaikan dari masing-masing fitur akan dihitung secara saling lepas. Dalam percobaan yang dilakukan, tampak bahwa penggunaan fitur-fitur baru tersebut menghasilkan hasil yang sangat baik. Hanya ditemukan 5 kesalahan pengklasifikasian dalam 45 kasus
BAIK– PROGRAMMING LANGUAGE BASED ON INDONESIAN LEXICAL PARSING FOR MULTITIER WEB DEVELOPMENT
Business software development with global team is increasing rapidly and the programming language as development tool takes the important role in the global web development. The real user friendly programming language should be written in local language for programmer who has native language is not in English. This paper presents our design of BAIK (Bahasa Anak Indonesia untuk Komputer)scripting language which syntax is modeled with Bahasa Indonesian for multitier web development. Researcher propose the implementation of Indonesian Parsing Engine and Binary Search Tree structure for memory allocation of variable and compose the language features that support basic Object Oriented Programming, Common Gateway Interface, HTML style manipulation and database connection. Our goal is to build real programming language from simple structure design for web development using Indonesian lexical words.
Pengembangan bisnis perangkat lunak dalam tim berskala global meningkat dengan cepat dan bahasa pemrograman berperan penting dalam pengembangan web secara global. Bahasa pemrograman yang benar-benar ramah terhadap pengguna harus ditulis dalam bahasa lokal programmer yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Paper ini menyajikan desain dari bahasa penulisan BAIK (Bahasa Anak Indonesia untuk Komputer), yang sintaksisnya dimodelkan dengan Bahasa Indonesia untuk pengembangan web multitier. Peneliti mengusulkan implementasi dari parsing engine Bahasa Indonesia dan struktur binary search tree untuk alokasi memori terhadap variabel, serta membuat fitur bahasa yang mendukung dasar pemrograman berbasis objek, common gateway interface, manipulasi gaya HTML, dan koneksi basis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan bahasa pemrograman yang sesungguhnya dan menggunakan desain struktur sederhana untuk pengembangan web dengan menggunakan kata-kata dari Bahasa Indonesia