ucs.sulsellib.net
Not a member yet
    125479 research outputs found

    IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASIDALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DISMA NEGERI 1 KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARALITERATION PROGRAM IMPLEMENTATIONIN INDONESIAN LANGUAGE LEARNINGSMA NEGERI 1 KONAWE SELATAN PROVINCE SULAWESI TENGGARA

    No full text
    JEFRIANTO SYAHRIR. Implementation of the Literacy Program in Learning Indonesian Language at SMA Negeri 1 Konawe Selatan, Southeast Sulawesi Province (supervised by Tadjuddin Maknun and Munira Hasjim). This study aims (1) to explain the implementation of the literacy program in Indonesian language learning at SMA Negeri 1 Konawe Selatan, Southeast Sulawesi Province and (2) to explain the effectiveness and obstacles that occur in the literacy program at SMA Negeri 1 Konawe Selatan. This research is a descriptive qualitative research. This study provides an overall picture of the implementation, effectiveness, and barriers that occur in literacy programs. The results show that the literacy program has not been running optimally. The problems of the literacy program in Indonesian language learning that occur at SMA Negeri 1 Konawe Selatan include less relevant learning strategies, the availability of inadequate and inadequate facilities and infrastructure, lack of socialization from the school. to the local government, parents, and the students themselves. As well as the low interest in reading in students, as seen in the results of the questionnaire as many as 57% of students did not agree to set aside time for reading activities, 48% of students did not agree that reading activities were preferable to playing 57% of students answered agree that reading activities are only carried out after receiving an assignment. The next problem in literacy programs is the dominance of oral (oral) culture compared to reading and writing culture. This shows that literacy programs have not been effective in increasing reading and writing interest in students.Key words: literacy program, student ability, Indonesian languageABSTRAKJEFRIANTO SYAHRIR. Implementasi Program Literasi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara (dibimbing oleh Tadjuddin Maknun dan Munira Hasjim).Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan implementasi program literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara dan (2) menjelaskan efektifitas dan hambatan yang terjadi dalam program literasi di SMA Negeri 1 Konawe Selatan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Studi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang implementasi, efektivitas, dan hambatan yang terjadi dalam program literasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi belum berjalan dengan maksimal.Permasalahan program literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang terjadi di SMA Negeri 1 Konawe Selatan antara lain strategi pembelajaran yang kurang relevan, ketersediaan sarana dan prasarana yang kurang mendukung dan tidak memadai, kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah ke pemerintah setempat, orang tua murid, dan peserta didik itu sendiri.Serta rendahnya minat baca pada siswa, seperti terlihat pada hasil angket sebanyak 57% siswa tidak setuju menyisihkan waktunya untuk kegiatan membaca, 48% siswa tidak setuju kegiatan membaca lebih disukai daripada bermain, 57% siswa menjawab setuju bahwa kegiatan membaca hanya dilakukan setelah mendapat tugas. Masalah berikutnya dalam program literasi adalah dominasi budaya oral (lisan) dibandingkan budaya membaca dan menulis.Hal ini menunjukkan bahwa program literasi belum berjalan efektif untuk meningkatkan minat baca dan tulis pada siswa.Kata kunci: program literasi, kemampuan siswa, bahasa Indonesiaxii, 126 hlm., 29 cm

    No full text
    xviii, 269 hlm., 29 cm

    PEMERTAHANAN BAHASA MELAYU BETAWI DI SETU BABAKAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATANLanguage Maintenance of Malay-Betawi in Setu Babakan Jagakarsa, South Jakarta

    No full text
    TADJUDDIN NUR. Pemertahanan Bahasa Melayu Betawi di Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan (dibimbing oleh Lukman, Kaharuddin, dan Dafirah).Penelitian ini bertujuan menjelaskan sebab-sebab pemertahanan bahasa Melayu Betawi (BMB) dan menemukan adanya pengaruh sikap bahasa, faktor- faktor sosial, dan identitas budaya Betawi terhadap pemerintahan BMB di Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed method), yakni gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif dengan strategi campuran penguatan (concurrent embedded strategy). Lokasi penelitian di perkampungan budaya Betawi Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Populasi penelitian ini adalah orang Betawi yang tinggal di perkampungan budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan sebanyak 12.844 orang. Penyampelan menggunakan rumus Slovin dengan menentukan responden secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 319 orang. Data yang dianalisis adalah data kualitatif dan data kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMB di perkampungan budaya Betawi Setu Babakan masih bertahan. Hasil analisis data menunjukkan sebab- sebab pemertahanan BMB antara lain pengalihan bahasa ibu yang cukup kuat, loyalitas masyarakat Betawi yang cukup tinggi terhadap BMB, dan BMB yang masih digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini juga membuktikan adanya pengaruh sikap bahasa (kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa, dan norma bahasa), faktor-faktor sosial, dan identitas budaya Betawi terhadap pemertahanan BMB.Kata kunci: pemertahanan bahasa, budaya Melayu, sikap bahasa, faktor sosial, identitas budayaABSTRACTTADJUDDIN NUR. Language Maintenance of Malay-Betawi in Setu Babakan Jagakarsa, South Jakarta (supervised by Lukman, Kaharuddin and Dafirah).This study aims at elaborating the causes of Betawi Malay language (BMB), finding out the influence of language attitudes, social factors, and Betawi cultural identity on BMB maintenance in Setu Babakan Jagakarsa, South Jakarta. The research used a sociolinguistic approach. The method used was a mixed method, which was the combination of qualitative method and quantitative with the mixed strengthening strategy (Concurrent Embedded Strategy). The research location was in Betawi cultural village of Setu Babakan Jagakarsa, South Jakarta. The study populations were 12,844 Betawi people living in the Betawi cultural village of Setu Babakan, Jagakarsa, South Jakarta. Samples were selected using Slovin's formula by determining respondents by simple random sampling technique as many as 319 people. The data analysed were the qualitative data and quantitative data.The result indicates that BMB in the Betawi cultural village Setu Babakan still survives. The data analysis result shows the causes for maintenance of BMB, namely: the fairly strong diversion of the mother tongue, the high loyalty of Betawi people towards BMB, and BMB is still used in daily communication. This research also proves the influence of language attitudes (language loyalty, language pride, and language norm), social factors, and Betawi cultural identity on maintenance of BMB.Keywords: Language retention, Betawi Malay language, language attitude, social factors, cultural identityLi, 175 hlm., 29 cm

    ACADEMIC VOCABULARY LIST FOR UNDERGRADUATE STUDENTS IN WRITING UNDERGRADUATE THESES: A CORPUS-BASED ANALYSIS

    No full text
    xii, 55 hlm., 29 cm

    LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK PT SEMEN BOSOWA MAROS/LKKP TKM 2021

    No full text
    vii+50hlm;21x28c

    LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK PT PETROKIMIA GRESIK UNIT ASAM FOSFAT DEPARTEMEN PRODUKSI III B/LKKP TKM 2021

    No full text
    ix+112hlm;21x28c

    LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK PROSES COKLAT PADA CV KASIH DAN SAYANG/LKKP TIA 2021

    No full text
    vi+16hlm;21x28c

    LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK PT AFTA TEHNIK MANDIRI/LKKP TMIA 2021

    No full text
    ix+54hlm;21x28c

    Karaeng Matoaya I Malingkaang Dang Manyonri Karaeng Katangka Sultan Abdllah Founder Peradaban Islam Makassar Abad XVI-XVII

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karaeng Matoaya I Malingkaang Dang Manyonri Karang katangka Sultan Abdullah Founder Perdaaban Islam Makassar abad XVI-XVII. Hal ini dapat dilihat pada pertama kondisi Makassarmenganut kepercayaan Aninimisme berkaitan roh leluhur nenek moyang mereka dan dinanisme berkaitan benda, tempat yang dihuni oleh roh jahat, kedua strategi perjuangan Karang Matoaya I Malingkaang Daeng Manyonri Karaeng Katangka Sultan Abdullah dengan menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan sulawesi Sealtan. Dan menyebarkan agama Islam di daerah wilayah dari kerajaan Makassar berlanngsung secara damai dan menyebarkan agama Islam daerah bugis berrlangsung secara peperangan.ix, 63 hlm.: ilus.; 27cm

    0

    full texts

    125,479

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ucs.sulsellib.net
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇