ucs.sulsellib.net
Not a member yet
    125479 research outputs found

    THE ILLOCUTIONARY ACTS USED IN THE NEW YORK TIMES INDONESIA HAS A PAPUA PROBLEM BY EKA KURNIAWAN: A PRAGMATICS STUDY

    No full text
    FITRI RAMADHANI. 2021. The Illocutionary Acts Used in The New York Times Indonesia Has a Papua Problem by Eka Kurniawan : A Pragmatics Study, supervised by Sukmawaty and Marleiny Radjuni.The purpose of the study was to identify the types of illocutionary acts used in the opinion column of The New York Times Indonesia Has a Papua Problem written by Eka Kurniawan and to analyze the function of illocutionary acts used in the opinion column of The New York Times Indonesia Has a Papua Problem by Eka. Kurniawan.The method used in this study is a qualitative descriptive design. The data used in this study is the opinion of Eka Kurniawan entitled Indonesia Has a Papua Problem published by The New York Times on September 26, 2019.The results showed that there were three types of illocutionary acts out of five types according to Searle's theory, namely assertive, directive, and expressive with the most informing utterances. While two of them, commissive and declaration were not found in this study. Meanwhile, the function/intention of the speech act in the opinion written by Eka Kurniawan contains the meaning of affirmation as well as criticism of the Indonesian government in dealing with the Papua issue.Keywords: Illocutionary Acts, Papua, Opinion, The New York TimesxvABSTRAKFITRI RAMADHANI. 2021. The Illocutionary Acts Used in The New York Times Indonesia Has a Papua Problem by Eka Kurniawan : A Pragmatics Study, dibimbing oleh Sukmawaty dan Marleiny Radjuni.Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasikan tipe-tipe tindak ilokusi yang digunakan dalam kolom opini The New York Times Indonesia Has a Papua Problem yang ditulis oleh Eka Kurniawan dan menganalisis fungsi tindak ilokusi yang digunakan dalam kolom opini The New York Times Indonesia Has a Papua Problem oleh Eka Kurniawan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskripstif kualititatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah opini dari Eka Kurniawan berjudul Indonesia Has a Papua Problem yang dipublikasikan oleh The New York Times pada 26 September 2019.Hasil penelitian menunjukkan ada tiga tipe tindak ilokusi dari lima tipe menurut teori Searle, yaitu assertive, directive, and expressive dengan tuturan informing yang paling banyak. Sedangkan dua di antaranya, commisive dan declaration tidak ditemukan dalam penelitian ini. Sementara itu, fungsi/maksud tindak tutur dalam opini yang ditulis Eka Kurniawan ini mengandung makna penegasan juga kritik terhadap pemerintahan Indonesia dalam menangani isu Papua.Kata kunci: Illocutionary Acts, Papua, Opinion, The New York Timesxv, 51 halaman, 29 cm

    Implementasi Metode TOPSIS pada Sistem Pendukung Keputusan Diagnosa Gejala Awal Penyakit DISPEPSIA Android

    No full text
    Penyakit lambung merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap remeh, karena jika dibiarkan terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang lain muncul dan bisa juga menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Kesadaran akan kesehatan masyarakat yang masih rendah, kebiasan hidup yang selalu ingin hidup praktis, perilaku dan pola pikir yang mengarah bergaya hidup tidak sehat, pengetahuan masyarakat yang sedikit dari gejala awal dari suatu penyakit merupakan faktor-faktor penyebab penyakit menjadi parah ketika penderita ditangani oleh tenaga paramedis. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sistem diagnosa yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengetahui gejala awal penyakit dispepsia. Desain penelitian yang digunakan pada Sistem Pendukung Keputusan diagnosa gejala awal penyakit dispepsia ini adalah UML yang didesain secara terstruktur yang terdiri dari rancangan model use case diagram, activity diagram, sequence diagram dan class diagram. Metode yang digunakan adalah TOPSIS. Aplikasi didesain menggunakan Android Studio dalam bahasa pemrograman java. Dalam penelitian ini pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan kepustakaan. Proses diagnosa gejala penyakit dilakukan dengan menggunakan perhitungan metode TOPSIS, dimana metode ini bekerja untuk memproses semua nilai gejala penyakit yang diderita oleh pasien. Hasil perbandingan diagnosa atau hasil perbandingan yang diperoleh dari dokter dan sistem yang diuji oleh 8 pasien sebesar 87,5%..xviii, 134 hlm.; 29 cm

    Gambaran Dukungan Suami pada Istri yang Menopause di Kelurahan Antang RW 06 Kecamatan Manggala Kota Makassar Tahun 2021

    No full text
    xiv, 148 hlm.; 28 cm

    Tradisi Matanggauk di Kabupaten Tolitoli

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang Tradisi matanggauk di Kabupaten Tolitoli (Studi Sejarah dan Budaya Islam). Sub masalah dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah eksistensi tradisi matanggauk di Kabupaten Tolitoli? 2) Bagaimanakah prosesi tradisi matanggauk di Kabupaten Tolitoli? 3) Bagaimanakah nilai-nilai Islam dalam tradisi matanggauk di Kabupaten Tolitoli?.Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Dengan perolehan data melalui telaah kepustakaan dan tinjauan lapangan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menggunakan beberapa pendekatan historis, sosiologi agama dan antropologi.Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, penulis menjelaskan bahwa: tradisi matanggauk merupakan tradisi penobatan raja, yang dilakukan oleh masyarakat adat di Kabupaten Tolitoli. Tradisi matanggauk berawal dari cerita "Tau Totolri" yaitu 3 manusia kayangan yang menjelma ke bumi melalui olrisan bulran, bumbung lanjat dan uwe saka. Pemimpin atau gaukan pertama diKabupaten Tolitoli adalah to manurung (manusia setengah dewa). Dalam pelaksanaan tradisi matanggauk ada beberapa hal yang dilakukan seperti musyawarah, monoeng (menggantung), manambu/manimba (mengambil air), sosombug (pingitan). Adapun ritual dalam tradisi matanggauk yaitu manambat (penyajian), mappatanggauk (penobatan), salmaratan. Adapun beberapa nilai-nilai Islam yang terkandung dalam tradisi matanggauk yaitu: musyawarah, puasa, syahadat serta nilai ukhuwah Islamiyah (silaturahmi).Bagi pemerintah serta masyarakat Tolitoli, agar tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan serta tetap memperkaya khasanah kebudayaan lokal, dengan berlandaskan kepada ajaran agama Islam. Agar tidak ada unsur-unsur kemusyrikan serta hal-hal menyimpang dalam tradisi matanggauk.x, 79 hlm.: ilus.; 29cm

    Warisan Peradaban Dinasti Mamluk di Mesir 1250-1517 M ( Studi Sejarah dan Peradaban Islam)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk m,engungkap warisan peradaban Dinasti Mamluk di Mesir 1250-1517 M (Studi sejarah dan peradaban Islam). Adapun permasalahan yang diteliti dalam peneltian ini difokuskan pada beberapa hal yaitu : 1. Bagaimanakah sejarah penditian Dinasti Mamluk di Mesir ? 2. Bagaimanakah bentuk kemajuan peradaban Islam Dinasti Mamluk 3. Bagaimanakah faktor-faktor penyebab kemajuan Dinasti Mamluk ?xvii, 58 hlm.: ilus.; 27cm

    No full text
    xii, 65 halaman, 29 cm

    0

    full texts

    125,479

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ucs.sulsellib.net
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇