ucs.sulsellib.net
Not a member yet
    125479 research outputs found

    KONSEPTUALISASI PENJARA LAMA MAROS SEBAGAI DARK HERITAGE SITE

    No full text
    HERADIANI. Koseptualisasi Penjara Lama Maros Sebagai Dark Heritage Site (Dibimbing oleh Erni Erawati dan Nur Ihsan D).Penjara Lama Maros merupakan tinggalan penjara zaman kolonial Belanda bernama Behearder Huis van Bewaring terletak di Maros Sulawesi Selatan, penjara ini telah ada sejak tahun 1800an. Namun, saat ini penjara tersebut tidak lagi digunakan karena para tahanan sudah dipindahkan ke tempat yang baru berada di Kecamatan Mandai pada tahun 1986. Setelah semua tahanan dipindahkan, penjara ini beralihfungsi menjadi mess untuk para pegawai Kementrian Hukum dan HAM dan sekarang merupakan bangunan kosong tidak terawat. Padahal penjara lama merupakan bangunan yang memiliki kriteria sebagai cagar budaya yang disebutkan dalam Undang-undang Republik Nomor 11 Tahun 2010. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan usulan konsep pemanfaatan Penjara Lama Maros Behearder Huis van Bewaring sebagai Dark Heritage berwawasan pelestarian. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang dilakukan yaitu pengumpulan data, pengolahan data, hingga sampai pada penjelasan mengenai hasil penelitian (eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penjara Lama Maros merupakan salah satu sumber budaya yang memiliki nilai penting sejarah, nilai penting ilmu pengetahuan, nilai penting kebudayaan, dan nilai penting pendidikan. Adapun hasill akhir dari penelitian ini untuk memberikan usulan konsep pemanfaatan Penjara Lama Maros sebagai Dark Heritage dan dijadikan sebagai wisata minat khusus yaitu wisata Dark Heritage dengan konsep menceritakan kehidupan dalam penjara dilihat dari perkembangan sistem kepenjaraan dan sistem pemasyarakatan yang berlangsung di Indonesia.Kata Kunci : Penjara Lama Maros, Pemanfaatan, Dark Heritage, Nilai Penting, Konsep.?ABSTRACTHERADIANI. Conceptualization of the Old Maros Prison as a Dark Heritage Site (Supervised by Erni Erawati and Nur Ihsan D).The Old Maros Prison is a prison during the Dutch colonial era named Behearder Huis van Bewaring located in Maros, South Sulawesi, this prison has been around since the 1800s. However, at present, the prison is no longer used because the prisoners have been moved to a new place in Mandai Regency in 1986. After all the prisoners were transferred, the prison was converted into a Mess for employees of the Ministry of Law and Human Rights and now is an empty, unkempt building. Although the old prison is a building that has the criteria as a cultural heritage as stated in the Republic of Indonesia Law Number 11 of 2010. This study aims to offer a proposed concept for the utilization on the Maros Old Prison of Behearder Huis van Bewaring as a dark heritage with a conservation perspective. To achieve the aim, the method that carried out in this research were the data collection, data processing, until the explanation of the results of research (explanation). The result showed that the Maros Old Prison is one of the cultural sources that has important historical value, science value, cultural value, and important value of education. The final result of this study was to provide a proposed concept for the usage of Maros Old Prison as a dark heritage and become as a special interest tour, namely dark heritage tourism with the concept of telling life in prison seen from the development of the prison system and the correctional system that takes place in Indonesia.Keywords: Maros Old Prison, Utilization, Dark Heritage, Important Values, Concept.xx, 85 hlm., 29 cm

    THE PORTRAYAL OF WOMAN IN MRS. DALLOWAY BYVIRGINIA WOOLF

    No full text
    x, 58 hlm., 29 cm

    No full text
    vii, 66 hlm., 29 cm

    Hubungan stres kerja dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut pada aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten pangkep

    No full text
    Menurut Health and Safety Executive (HSE) menyatakan bahwa stres dan depresi terkait pekerjaan pada tahun 2017/2018 adalah 595.000 kasus dengan tingkat prevalensi 1.800 per 100.000 pekerja.Untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut pada ASN di kabupaten pangkep

    PENGGUNAAN AKRONIM PADA POSTER PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DI INDONESIA DI GOOGLE

    No full text
    xiv, 70 hlm., 29 cm

    BALIHO DAN POSTER KAMPANYE PILKADA KABUPATEN BULUKUMBA 2020: ANALISIS SEMIOTIKA C. S. PEIRCE

    No full text
    Andi Safrul. Baliho dan Poster Kampanye Pilkada di Kabupaten Bulukumba Tahun 2020: Analisis Semiotika C. S. Peirce (dibimbing oleh Gusnawaty dan Muhlis Hadrawi)Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tanda yang terkandung pada gambar baliho dan poster pilkada di Kabupaten Bulukumba tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori semiotika Charles Sanders Peirce sebagai perspektif kajian. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh langsung melalui observasi, dokumentasi foto, dan sumber-sumber di internet yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data yang terkait dengan penelitian, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk tanda baliho dan poster kampanye seluruh kandidat pilkada Kabupaten Bulukumba 2020 berupa ikon, indeks, dan simbol. Bentuk tanda ikon yaitu gambar para kandidat, gambar perahu pinisi dan tagline. Indeks yaitu background warna partai pendukung kandidat, logo partai politik dan warna pakaian. Simbol yaitu tagline para kandidat. Makna dibalik tanda ikon, indeks, dan simbol. Makna tanda ikon adalah 1) nasionalis, 2) formal, 3) religius, 4) intelek 5) ketegasan, 6) keramahan dan 7) Identitas Bugis-Makassar. Makna indeks adalah 1) keberanian dan 2) percaya diri. Makna simbol adalah 1) harapan, 2) kemanusiaan dan 3) komitmen.Kata kunci : baliho, ikon, indeks, simbol, makna, poster, kampanye.xiiiABSTRACTAndi Safrul. Billboards and Posters for Election Campaigns in Bulukumba Regency in 2020: Semiotic Analysis of C. S. Peirce (supervised by Gusnawaty and Muhlis Hadawi)The purpose of this study is to describe the shape and meaning of the signs contained in billboards and election posters in Bulukumba Regency in 2020. This study uses a qualitative method with the semiotic theory of Charles Sanders Peirce as a study perspective. Sources of data in this study were obtained directly through observation, photo documentation, and sources on the internet related to research. Data analysis techniques were carried out by collecting data related to research, data reduction, data presentation and drawing conclusions.The results of this study show the form of billboards and campaign posters for all candidates for the 2020 Bulukumba Regency election in the form of icons, indexes, and symbols. The shape of the icon sign is the image of the candidates, the image of the pinisi boat and the tagline. The index is the background color of the party supporting the candidate, the logo of the political party and the color of the clothes. The symbol is the tagline of the candidates. The meaning behind icon signs, indexes, and symbols. The meaning of the icon sign is 1) nationalist, 2) formal, 3) religious, 4) intellectual 5) assertiveness, 6) friendliness and 7) Bugis-Makassar identity. The meaning of the index is 1) courage and 2) confidence. The meaning of the symbol is 1) hope, 2) humanity and 3) commitment.Keywords: billboards, icons, index, symbols, meaning, posters, campaigns

    0

    full texts

    125,479

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ucs.sulsellib.net
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇