629 research outputs found

    Pengaruh penambahan labu kuning (Curcubita moschata) terhadap pH, waktu leleh, dan sensoris es krim

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning terhadap pH, waktu leleh dan sensoris es krim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 6  perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan berupa penambahan puree labu kuning dengan persentase yaitu, P1 penambahan labu kuning sebanyak 10% + 90% susu, P2 penambahan labu kuning sebanyak 20% + 80% susu, P3 penambahan labu kuning sebanyak 30% + 70% susu, P4 penambahan labu kuning sebanyak 40% + 60% susu, dan P5 penambahan labu kuning sebanyak 50% + 50% susu. Parameter yang diukur yaitu pH, waktu leleh, dan uji sensoris (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan. tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH tetapi memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap waktu leleh. Pengujian secara sensoris perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap warna dan cita rasa. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penambahan 40% labu kuning memberikan hasil terbaik pada waktu leleh dan kualitas sensoris untuk variabel warna dan cita rasa. Kata Kunci: Es krim, labu kuning, organoleptik, pH, waktu lele

    Pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah (hylocereus polyrhizus) terhadap daya ikat air, susut masak, pH dan organoleptik sosis daging ayam

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan organoleptik produk sosis ayam dengan penambahan tepung kulit buah naga merah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari daging ayam, tepung kulit buah naga merah, tepung tapioka dan bahan-bahan lainnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sebagai perlakuan penambahan tepung buah naga merah 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Variabel yang diteliti sifat fisik terdiri dari pH, daya ikat air, susut masak dan untuk uji organoleptik terdiri dari warna, aroma, tekstur, dan citarasa. Analisis data menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui perlakuan mana yang berbeda nyata secara statistik dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukan bahwa sosis ayam dengan penambahan tepung kulit buah naga merah memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, warna, dan tekstur dan memberikan pengaruh yang nyata terhadap Daya ikat air, pH, susut masak, warna, aroma, tekstur dan cita rasa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan untuk semua variabel maka disimpulkan bahwa penambahan tepung kulit buah naga merah pada sosis ayam sampai dengan 4% menghasilkan sifat fisik yang baik dan sangat disukai panelis. Kata Kunci : Daging ayam, Sosis, Tepung kulit buah naga mera

    Sifat fisik dan organoleptik es krim dengan penambahan Sari kopi arabika (Coffea arabica)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan sari kopi arabika (coffea arabica) terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, untuk uji organoleptik menggunakan skala hedonik dengan 35 panelis tidak terlatih sebagai ulangan. Sebagai perlakuan yaitu P0 = Tanpa penambahan sari kopi arabika P1 = Penambahan sari kopi arabika 5% P2 = Penambahan sari kopi arabika 10% P3 = Penambahan sari kopi arabika 15% dan P4 = Penambahan sari kopi arabika 20%. Variabel yang diukur adalah sifat fisik overrun, pH, titik leleh dan organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan cita rasa). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian terhadap, pH dan titik leleh, warna, aroma dan cita rasa memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) sementara untuk overrun dan tekstur es krim tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan sari kopi arabika pada es krim sampai level 20% memberikan hasil yang baik terhadap sifat fisik overrun, titik leleh, pH, dan organoleptik warna, aroma, tekstur dan cita rasa yang baik dan disukai oleh panelis.. Kata kunci: Es krim, Sari Kopi Arabika, Sifat Fisik, Organolepti

    Reproductive outcomes of Ongole crossbred cows in the Mapanget District of Manado, North Sulawesi Province

    Get PDF
    The livestock sector is actually an important contributor to the improvement of the Indonesian economy because it is a source of income for millions of farmers throughout the country. However, in various regions in Indonesia, including in Mapanget District, Manado City, North Sulawesi Province, because traditional livestock practices are still dominant, there are limitations to increase livestock production. Efforts to increase production can be made through intensive observation of the reproductive appearance of traditional locally raised heifers. This study aims to evaluate the reproductive performance of Ongole-crossbreed cow in the Mapanget District The research methodology employed a survey approach, collecting both primary and secondary data. Primary data were obtained directly through interviews with farmers (respondents) using structured questionnaires, while secondary data were sourced from various relevant institutions, including the Animal Husbandry Office, the Sub-District Office, and the Statistics Office. The findings indicate that the reproductive performance of Ongole crossbreed cows in the villages of Bengkol, Buha, and West Mapanget, within the Mapanget District, is favorable. Key reproductive metrics include an average age at puberty of 21 to 24.8 months, a service per conception rate of approximately two, a calving interval of 11.5 to 13.4 months, and an age at first calving ranging from 30 to 33.6 months

    Performa produksi dan reproduksi induk babi di PT. Golden Mulia Farm Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa produksi dan reproduksi induk babi. Penelitian ini dilaksanakan  selama empat bulan dan menggunakan 10 ekor induk babi yang baru pertama kali beranak (umur 6 - 8 bulan) dan 104 ekor anak babi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh merupakan data primer yang berasal dari pengamatan langsung di lapang (di kandang) dan wawancara dengan pemilik peternakan. Variabel yang diukur pada penelitan ini yaitu performa produksi yang terdiri atas: litter size, bobot lahir, dan bobot sapih. Performa reproduksi induk babi, yang terdiri atas: umur kawin, service per conception (S/C), dan lama kebuntingan. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang diolah dengan Program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan performa produksi induk babi di PT Golden Mulia Farm adalah sebagai berikut: litter size  10,40 ± 2,46 ekor, bobot lahir 1,56 ± 0,157 kg/ekor dan bobot sapih  6,28 ± 0,74 kg/ekor. Performa reproduksi induk babi adalah sebagai berikut:  umur kawin 7.25 ± 0,79 bulan, service per conception (S/C) yaitu: 2.1 ± 0.88, dan lama kebuntingan yaitu adalah 114,9 ± 1.45 hari. Dengan demikian, performa produksi induk babi berdasarkan variabel litter size, bobot lahir dan bobot sapih dikategorikan baik.  Begitu pula tentang performa reproduksi induk babi berdasarkan variabel umur kawin dan lama kebuntingan dikategorikan baik.  Berdasarkan parameter Service per conception (S/C) yang tinggi.  Nilai S/C tinggi menunjukkan nilai kesuburan yang rendah, maka dikategorikan kurang baik. Kata kunci: performa produksi, reproduksi, ternak bab

    Analisis kelayakan finansial usaha peternakan babi di kecamatan kalawat kabupaten minahasa utara (studi kasus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha peternakan babi di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kuwil Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan pertimbangan bahwa memiliki jumlah populasi pada Tahun 2021 sebanyak 2.102 ekor ternak babi dengan pemeliharaan secara intensif dengan tujuan untuk memudahkan peternak dalam mengontrol dan memberikan pakan. Berdasarkan penelitian bahwa hasil analisis Net B/C Ratio sebesar 1,2  dan NPV sebesar Rp5.352.834.670, IRR sebesar 21,3% > tingkat suku bunga bank yang berlaku Kata kunci : peternakan babi, kelayakan finansial, biaya

    Efektivitas penggunaan probiotik terhadap kualitas telur burung puyuh (coturnix-coturnix japonica)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan probiotik terhadap kualitas telur. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh petelur umur 42 hari sebanyak 160 ekor puyuh betina, cara pengukurannya menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap unit kandang berisi 8 ekor puyuh. Perlakuan yang digunakan adalah R0: air minum tanpa probiotik; R1: penambahan probiotik 0,5 % (5 ml) dalam air minum; R2: penambahan probiotik 1 % (10 ml) dalam air minum;  R3: penambahan probiotik 1,5 % (15 ml) dalam air minum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of variance (ANOVA), jika mendapatkan hasil yang signifikan maka dilanjutakan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Variabel yang diamati adalah 1indeks putih telur, 2indeks kuning telur,3haugt unit,4presentase bobot kerabang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan probiotik taraf 0,5 sampai 1,5 persen dalam air minum memberikan pengaruh yang berbeda  terhadap kualitas indeks putih, indeks kuning dan haugt unit. Sedangkan pada bobot kerabang pemberian probiotik pada taraf 0,5 sampai 1,5 persen dalam air minum memberikan pengaruh yang sama. Penambahan  probiotik taraf 0,5 sampai 1,5% dalam air minum memberikan pengaruh peningkatan kualitas indeks putih,indeks kuning dan haugt unit. Sedangkan pada persentase bobot kerabang tidak mengalami perubahan kualitas. Kata kunci : Puyuh, Kualitas telur, Probioti

    Pengembangan ternak babi yang berpotensi menghasilkan biogas dalam menunjang energi terbarukan

    Get PDF
    Abstrak Pengembangan peternakan babi sangat diminati petani atau pengusaha di Sulawesi Utara. Pendapatan yang diperoleh dari usaha ternak babi yang mendorong pengusaha untuk mengembangkan usaha ternak babi. Selain itu, pengembangan ternak babi dilakukan mengingat melimpahnya potensi sumberdaya alam yang pemanfaatannya belum maksimal. Hal ini yang menyebabkan peternak termotivasi dalam meningkatkan populasi ternak babi. Konsekuensinya kotoran ternak babi juga ikut mengalami peningkatan sehingga berdampak terhadap lingkungan. Disisi lain peningkatan populasi memiliki potensi dalam menghasilkan biogas. Permasalahannya sejauhmana limbah ternak babi dalam menghasilkan biogas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis potensi biogas peternakan babi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan studi kasus terhadap peternakan babi di Desa Tempok. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui analisis potensi produksi biogas. Analisis potensi produksi biogas menggunakan rumus, potensi produksi Biogas = BK x Laju Produksi (m3/kg BK) (BK = Berat Kering; Laju Produksi = 0.30 m3/ kg BK pada suhu 250). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternakan babi dikembangkan peternak di pemukiman dan limbahnya belum diinternalkan. Jumlah pemilikan ternak babi sebanyak 35 ekor yang terdiri dari induk 7 ekor, pejantan 2 ekor, grower 10 ekor, dan starter 16 ekor. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peternakan babi memberikan potensi produksi biogas sehingga dapat mensubstitusi bahan bakar. Saran yang disampaikan bahwa perlu introduksi teknologi biogas terhadap peternak atau pengusaha ternak babi di Sulawesi Utara.   Kata kunci: ternak babi, limbah, biogas, potens

    Morfologi tanaman sorgum Suri 4 – legum Tarramba yang ditanam tumpang sari dengan jarak tanam dan jenis pupuk yang berbeda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak tanam dan jenis pupuk terhadap morfologi tanaman sorgum Suri 4 dan legum Tarramba (leucaena leucocephala cv tarramba) yang ditanam tumpang sari. Penelitian ini menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak lengkap (RAL), faktor A adalah jarak tanam : 50 x 50 cm (J1), 75 x 75 cm (J2), 100 x 100 cm (J3) dan Faktor B adalah Pupuk: tanpa pupuk (P1), pupuk anorganik (P2), pupuk organik (P3) dengan 3 ulangan. Hasil analisis keragaman menunjukkan jarak tanam, pupuk, interaksi antara jarak tanam dan pupuk memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman dan diameter batang sorgum Suri 4 dan legum Tarramba. Uji beda nyata jujur (BNJ) menunjukkan perlakuan J3P3 menghasilkan tinggi tanaman sorgum Suri 4 (203,7 cm) yang sangat nyata lebih tinggi dari perlakuan J1P2 (155,3 cm). Perlakuan J3P3 menghasilkan diameter batang sorgum Suri 4 (22,67 mm) yang sangat nyata lebih tinggi dari perlakuan J1P1 sebesar 16,40 mm. Perlakuan J3P3 menghasilkan tinggi tanaman legum Tarramba 237,0 cm yang sangat nyata lebih tinggi dari perlakuan J1P1 (191,7 cm). Perlakuan J3P3 menghasilkan diameter batang legum Tarramba (14,167 mm) yang sangat nyata lebih tinggi dari perlakuan J1P1 (8,167 mm). Disimpulkan bahwa kombinasi jarak tanam 100 x 100 cm dengan pupuk organik dapat meningkatkan rata – rata tanaman sorgum Suri 4 dengan tinggi tanaman 203,7 cm, diameter batang 22,67 mm serta hasil rata – rata tanaman legum Tarramba dengan tinggi tanaman 237,0 cm dan diameter batang 14,167 mm. Kata kunci:  Sorgum Suri 4, legum Tarramba, jarak tanam, pupuk, tumpangsari

    Strategi meningkatkan pertumbuhan Sorgum Suri 4 dengan jarak tanam berbeda sebagai solusi alih fungsi lahan pertanian

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jarak tanam terbaik bagi tanaman sorgum Suri 4 sebagai solusi alih lahan pertanian di Desa Silian guna memaksimalkan hasil sekaligus memberikan solusi praktis atas keterbatasan lahan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang terdiri dari JT1: jarak tanam 100 cm x 100 cm, JT2: jarak tanam 75 cm x 75 cm dan JT3: jarak tanam 50 cm x 50 cm, masing-masing perlakuan terdiri dari 7 ulangan. Variabel yang diukur yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan tanaman sorgum yang terukur melalui tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun.  Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa jarak tanam 100 cm x 100 cm menghasilkan pertumbuhan yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam 75 cm x 75 cm dan 50 cm x 50 cm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu strategi penanaman dapat dilakukan melalui jarak tanam 100 cm x 100 cm sorgum varietas Suri 4 yang memberikan pertumbuhan tertinggi. Kata kunci: sorgum, jarak tanam, pertumbuhan, alih fungsi laha

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇