MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Not a member yet
    208 research outputs found

    Kajian Mutu Ikan Kayu Bubuk Yang Dikemas Plastik Dengan Nitrogen Dan Tanpa Nitrogen

    Get PDF
    Fish is one of the food items that become famous of the capture fisheries sector such as Skipjack fish. However, fish is categorized as perishable food therefore efforts are needed to inhibit the spoilage process by preserving and processing the fish. One of traditional Japanese fish product is Katsuo-bushi or smoked fish which processed by low temperature smoking in many hours.The purpose of this study is to study the quality and shelf life of katsuo-bushi flakes (hana-katsuo) that is packed in plastic with nitrogen and without nitrogen The methods used were organoleptic test, water content and Total Place Count (TPC), and the storage period for 0 day, 7 days and 14 days. The results showed that the organoleptic test for appearance, smell and texture with an average value of 7 which complies Indonesia national standard (SNI). Based on the water content showed that hanakatsuo which packed with plastic in nitrogen and without nitrogen have increased water content at a shelf life of 0, 7 and 14 days with the highest value with a value of 13.15%, the product still complies the SNI standards. Furthermore, the results of TPC showed that hana-katsuo which is packed in plastic with nitrogen does not complies the SNI, whereas hana-katsuo which is packed in plastic without nitrogen on day 0 is too little to count while on day 7 and 14 it does not comply the SNI.Ikan adalah salah satu bahan pangan yang banyak dicari orang sehingga ikan menjadi primadona sektor Perikanan tangkap yang diantaranya adalah ikan  Cakalang. Diperlukan adanya upaya untuk menghambat proses pembusukan dengan cara pengawetan dan pengolahan. Pengasapan ikan merupakan penggabungan dari proses penggaraman,pengeringan, dan pemberian asap untuk mencegah kerusakan ikan. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui dan mempelajari mutu dan masa simpan ikan  kayu bubuk yang dikemas dengan nitrogen dan tanpa.nitrogen.Metode yang dilakukan untuk uji organoleptik, uji kadar air (AOAC, 2005) dan Angka Lempeng Total (ALT) dengan perlakuan penyimpanan 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian uji organoleptik kenampakan, baud an tekstur dengan nilai rata-rata 7 memenuhi standar SNI. Berdasarkanhasil uji kadar air ikan kayu bubuk yang dikemas plastik dengan nitrogen dan tanpa nitogen mengalami kenaikan kadar air pada masa simpan 0, 7 dan 14 hari dengan nilai tertinggi dengan nilai 13,15 %, produk masih memenuhi standar SNI.Berdasarkan hasil penelitian ALT ikan kayu bubuk yang dikemas plastik dengan nitrogen tidak memenuhi SNI, sedangkan ikan kayu bubuk yang dikemas plastik tanpa nitrogen pada hari ke 0 terlalu sedikit untuk dihitung sedangkan pada hari ke 7 dan 14 tidak memenuhi SNI

    Variasi Sekuens Gen COI untuk DNA Barcoding Ikan Tuna

    Get PDF
    DNA barcoding has been used for species identification of fishes, especially for fish product authentication. In tuna fish food products authentication, DNA barcoding is needed due to its requirement of small amount of samples for species identification. The COI gene, located in mitochondria of animal cells, is established as standard marker for animal DNA barcoding. This research aimed to study the variation in COI gene of tuna fish species in three groups, such as Bluefin tuna (five species), Yellowfin tuna (three species), and other tuna species (five species). The variation comparison showed that this gene can differentiate 11 out of 13 tuna species. The Thunnus orientalis and T. thynnus has 100% similarity over COI gene (identical). Therefore, another marker gene is required to differentiate this two species. Variation in COI gene has the ability to differentiate all species in the genus Thunnus with other genus (Auxis, Euthynnus, and Katsuwonus) by 29 nucleotide sites. Bluefin tuna group has one site unique to two other groups. Yellowfin tuna group did not have site for differentiation. Other tuna species has 33 nucleotide sites for differentiation with two other groups

    Pengembangan Diversifikasi Produk Turunan Ikan Fufu Asap Cair

    Get PDF
    Komoditi Cakalang fufu (ikan asap) Sulawesi Utara dapat dikatakan sebagai exotic indogenous food, namun masih diperhadapkan dengan beberapa permasalahan, antara lain; penampilan produk masih terbatas, produk belum dikemas karena dirasa sulit, sehingga mudah dihinggapi lalat, mudah terkontaminasi bakteri, menyebabkan produk cepat menjadi busuk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu hasil perikanan ialah dengan dilakukannya sosialisasi, diseminasi dan praktik tentang bagaimana cara memproduksi Cakalang fufu asap cair yang mudah dikemas sehingga dapat lebih awet. Berhimpon dkk (2014, 2015, 2016) melalui penelitian MP3EI, meneliti teknolologi tepat guna pengolahan dan pengemasan produk ikan fufu asap cair yang dapat dikemas dan mempunyai daya awet sampai dengan tiga bulan pada suhu ruang. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer teknologi tepat guna tersebut untuk mengolah produk cakalang fufu untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti: Burger cakalang, pampis cakalang, Sandwich cakalang, Nasi Jaha pampis, Lumpia cakalang, dan Macao pampis. Dengan demikian produk akhir mempunyai nilai tambah, dan mitra pengolah ikan fufu akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Produk olahan akan mempunyai pasar lebih luas termasuk pasar on line, dapat dijual sebagai souvenir, sehingga menunjang parawisata kota Manado. Metode yang dipakai, adalah penyuluhan dan pendampingan, penjelasan materi disertai praktek pengolahan. Kegiatan dilakukan pada kelompok pengolah ikan Sederhana Dua. Luaran dari kegiatan ini adalah Teknologi Tepat Guna (TTG), artikel pada jurnal ber ISSN atau prosiding nasional, artikel pada media masa cetak atau on line, desain produk industri, dan merek dagang oleh mitra

    Penerapan Diversifikasi Produk Perikanan di Desa Darunu, Kabupaten Minahasa Utara

    Get PDF
    Community Partnership Program (PKM) is an activity to empower community members as a form of partnership among academia, the community and the government. The program aims to improve the skills, production and welfare of the community. The program's target partners are located in the village of Darunu, Wori District, North Minahasa Regency. Geographically located on the coast with potential for marine fisheries that have the potential to be developed. The village is categorized as a fishing community, where around 30% are classified as poor families and have a small business as fish sellers of fish processors. The specific target of activities is to produce superior diversified products in terms of taste, sanitation and hygiene, as well as to provide business continuity for diversification of fish meatball products, dragon legs, and fish nuggets. The issue that has to be solved is that how to utilize  fishery products  during abundant harvests. The methods applied in this program are 1) Training of how to produce fish products using good manufacturing practices;  2) Mentoring and evaluation on the way the partners handling fish product

    Kajian Mutu Bakso Ikan Tuna yang Disubtitusi Tepung Karagenan

    Get PDF
    Fishball is a fish product that knows for their distinctive taste and chewy texture. The quality of fishball greatly affects the attractiveness of consumers to consume it, regarding the taste and aroma. The ingredients of fishball that have properties as an emulsifying is  carrageenan. The purpose of this study was to determine the quality of tuna fishballs substituted with carrageenan flour with different concentrations and storage times. The treatment design used was RAL (completely randomized design) which consisted of 4 different concentration treatments of added carrageenan, for 0%, 1%, 2% and 3% with 2 days of storage and 2 times repetition. The quality parameters were organoleptic test, water content, pH and TPC (Total Plate Count). The results showed that the addition of carrageenan affected the water content and pH of fishballs. Tuna fishballs with the addition of a concentration of 2% are the best products with an average value of organoleptic values: 6.58; water content: 71.63; pH: 5.46; and TPC: 2.6 × 10 4. Water content in fishballl is not met SNI quality requirements. Total bacteria (TPC) in fishballs met SNI quality requirements.Keywords: tuna fishballs, carrageena

    Ekstraksi Kolagen Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp) DENGAN ASAM KLORIDA

    Get PDF
    Previously, commercial collagen are obtained from mammals and poultry. However, there is a huge concern about Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE, “mad cow diseaseâ€) and avian influenza from the consumers, that is why many researcher are trying to explore the utilization of marine animals as source of collagen. The aim of this study is to gathering information about extraction collagen from Tuna (Thunnus sp.) using 1% and 3% Chloride Acid. The result indicated that the rendement was 1,42 % and 5,65 %, moisture contents 7 % and 12 %, and acidity (pH) 4,30 % and 5,19 %. These results suggested that the using 3% chloride acid in the extraction process produced higher collagen. Sebelumnya, kolagen komersial diperoleh dari mamalia dan unggas. Namun demikian, terdapat kekhawatiran yang sangat besar terhadap Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE, “penyakit sapi gilaâ€) dan flu burung dari konsumen, oleh karena itu banyak peneliti yang mencoba untuk mengeksplorasi pemanfaatan hewan laut sebagai sumber kolagen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang ekstraksi kolagen dari ikan tuna (Thunnus sp.) Menggunakan Asam Klorida 1% dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen 1,42% dan 5,65%, kadar air 7% dan 12%, serta keasaman (pH) 4,30% dan 5,19%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan asam klorida 3% dalam proses ekstraksi menghasilkan kolagen yang lebih tinggi. Â

    Kualitas Organoleptik dan Isotermis Sorpsi Air (ISA) Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) Presto Asap Cair

    Get PDF
    Skipjack tuna is widely consumed by the people in North Sulawesi in many forms. One famous product is Cakalang Fufu or Smoked Skipjack. Conventional smoked skipjack fish processing has many shortcomings i.e.  longer processing time and the presence of tar residues and aromatic polycyclic hydrocarbon compounds (benzo(a)pyrene) which are harmful to human health. The use of liquid smoke is safer since the concentration of liquid smoke can be controlled. Additionally,  it is equipped with a cooking method to produce fish with soft fins and bones so that it can be directly consumed. The purpose of this study was to obtain the best formula in the process of making liquid smoked skipjack. Two concentrations of liquid smoke 0.8% and 1.2, three various cooking time using pressure cooker presto (60, 90 and 120 minutes), and  two ways of administering liquid smoke were used as treatments. Sensory hedonic test, duo-trio test, MSI test, moisture content, pH and phenol value were measured in this study.The results showed that  the best formula in this study was to soaked skipjack tuna in 1.2% liquid smoke, cooked with pressure cooker for 90 minutes and then heated at a temperature of 150°C for 30 minutes.  The Duo Trio Test results showed that skipjack tuna in 0,8% and 1.2% liquid smoke concentration either by soaked the fish in advance and cooked by pressure cooker, or cooked by pressure cooker in liquid smoke were tastier than conventional smoked fish samples.Moisture Sorption Isotherm (MSI) test results show that all skipjack tuna with liquid smoke, at RH> 60% will begin to absorb the water, so packaging is needed in this part. The MSI Oswin curve model accurately describes the actual curve with an MRD value of 7.5

    Peningkatan Mutu Ikan Asap di Desa Poigar Dua Kecamatan Sinosayang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara

    Get PDF
    Ikan asap merupakan produk olahan yang melalui proses penetrasi senyawa volatil pada ikan yang dihasilkan dari pembakaran kayu atau bahan pengasap lainnya, yang dapat menghasilkan produk dengan rasa, warna dan aroma spesifik serta umur simpan yang lama karena adanya aktifitas antibakteri yang dihasilkan dari asap yang ditimbulkan oleh bahan pengasap, serta akibat dari proses pengasapan itu sendiri. Desa Poigar Dua, Kecamatan Sinosayang, Kabupaten Minahasa Selatan, yang secara geografis terletak di pesisir pantai dengan potensi perikanan laut yang potensial untuk dikembangkan. Desa ini dikategorikan sebagai desa dengan mayoritas masyarakat sebagai nelayan yang sekitar 70%. Nelayan di desa ini terdiri dari nelayan penangkap dan pengolah hasil tangkapan. Dari kelompok pengolah hasil tangkapan, ada beberapa nelayan yang membentuk kelompok usaha kecil pengolah ikan asap, dengan jenis ikan olahan tergantung hasil tangkapan yang berlebih, salah satu diantaranya ikan jenis cakalang yang merupakan salah satu produk olahan yang digemari oleh masyarakat sekitar dan pemasaran sebagian tersebar pada pasaran lokal. Tujuan program ini yaitu meningkatkan produksi, pemasaran dan keuangan pada pengusaha kecil pengolah ikan asap di desa target agar terampil dan mandiri secara ekonomi. Target khusus kegiatan ini menghasilkan produk ikan asap yang unggul dari segi rasa, sanitasi dan higiene, daya awet dan penggunaan bahan baku kayu asap yang ramah lingkungan serta memberikan kelangsungan usaha dan manajemen yang tangguh. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan kelompok yang disepakati yaitu produksi, pemasaran dan keuangan; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan kelompok yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukung ke-3 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan

    Kadar Pigmen Total, Antosianin, dan Angka Lempeng Total Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis L) Asap yang Direndam Larutan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini. Untuk mendapatkan esktrak kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L) yang dikeringkan selama 4 dan 8 hari sebagai bahan pengawet. Hasil yang diperoleh dari ikan cakalang asap yang direndam dalam larutan kulit buah Manggis memiliki nilai Total Plate Count  tertinggi terdapat pada hari ke 10  waktu pengeringan 8 hari lama perendaman 15 menit dengan nilai 1,50 koloni/gram. Sedangkan Nilai terendah 0 hari dengan waktu pengeringan 4 hari lama perendaman 30 menit dengan nilai 2,6 koloni/gram. Data Hasil Pigmen Total kandungan tertinggi terdapat pada pengeringan hari ke 4 dengan nilai 68,67ï­g/g. sedangkan nilai terendah pengeringan 8 hari dengan nilai 19,95ï­g/g. Data hasil Antosianin waktu pengeringan 4 hari memperoleh kadar 191,12 mg/L sedangkan Antosianin waktu pengeringan 8 dengan kadar 62,37 mg/L

    Proksimat pada Tepung Buah Mangrove Sonneratia alba

    Get PDF
    This study aims to determine the proximate value of Sonneratia alba mangrove flour. The flour was made from young (d ≤ 3 cm) and old S. alba fruit. S. alba fruit were collected from Desa Wori, Kec.Wori, Kab. Minahasa Selatan, North Sulawesi. The measured parameters were moisture content by the oven method, the ash content by the dry ashing method, the protein content by the Kjeldahl method; fat content by the Soxhlet method and carbohydrate content were calculated by difference. The results showed that the proximate content of young S. alba fruit flour was 10.53% of moisture, 5.18% ash, 8.735 protein, 1.44% fat and 74.12% carbohydrate. The proximate content of old S. alba mangrove flour was moisture content 9.63%, ash 5.39%, protein 8.34%, fat 1.54% and carbohydrate 75.1%. Moiture and protein content of young S. alba mangrove flour is slightly higher compared to old S. alba mangrove flour. Meanwhile, ash, fat and carbohydrate content of old S. alba mangrove flour is slightly higher compared to young S. alba mangrove flour. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat pada tepung buah mangrove Sonneratia alba muda (d ≤ 3 cm) dan proksimat tepung buah mangrove S. alba tua (d ≥ 3cm) yang diambil di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara. Parameter yang dianalisa adalah kadar air dengan metode oven, kadar abu dengan metode pengabuan kering, kadar protein dengan metode kjeldahl meliputi tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi; kadar lemak dengan metode soxhlet dan kadar karbohidrat dihitung berdasarkan metode (by difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan proksimat pada tepung buah mangrove S. alba muda adalah kadar air 10,53%, abu 5,18%, protein 8,735, lemak 1,44% dan karbohidrat 74,12%. Kandungan proksimat pada tepung buah mangrove S. alba tua adalah kadar air 9,63%, abu 5,39%, protein 8,34%, lemak 1,54% dan karbohidrat 75,1%. Perbandingan kandungan proksimat tepung buah mangrove S. alba muda dan tua adalah sebagai berikut: kadar air dan protein pada tepung buah mangrove S. alba muda sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tepung buah mangrove S. alba tua. sedangkan kadar abu, lemak dan karbohidrat kandungan tepung buah mangrove S. alba tua sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tepung buah mangrove S. alba muda

    186

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇