MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
EKSTRAKSI KARAGINAN RUMPUT LAUT MERAH (Kappaphycus alvarezii) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN DALAM LARUTAN BASA
Semi-refined carrageenan are a type of carrageeanan product that have a low level of purity because it still contains a small amount of selulose within the carageenan. The purpose of this study is to find out the effect of the concentration of both NaOH and KOH towards rendemen, and the physical and chemical charactheristic of semi refined carrageenan made from kappaphycus alvarezii seaweed, and also to minimize the use of chemical product on SRC production process. The method used in this study is steaming method. The results are the rendemen from NaOH is 10% and KOH 14%. This proves that the concentration of alkali affects the amount of rendemen. The higher the amount of alkali used, the higher the amount of rendemen obtained. Water content obtained from the NaOH samples are 3,75%; while those from the KOH samples are 5%. The ash content of semi-refined carrageenan obtain from NaOH samples are 55,42% and KOH are 55,27%. For the pH level on semi-refined carrageenan obtain from the NaOH samples are 8,06; and KOH are 8,69. The alkali concentration greatly affects the amount of rendemen that is obtained because a higher concentration of alkali during the alkalization process will result in higher pH level, therefore the extration ability of alkali are increased
KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL RUMPUT LAUT SEGAR (Turbinaria sp., Gracilaria sp., dan Halimeda macroloba)
Rumput laut atau dikenal dengan nama seaweed merupakan salah satu organisme laut yang berpotensi sebagai sumber bioaktif, pangan dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air dan kandungan senyawa bioaktif seperti, alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, tanin dan saponin pada tiga jenis rumput laut segar Turbinaria sp., Gracilaria sp., dan Halimeda macroloba. Rumput laut yang dijadikan sampel didapatkan dari daerah Minahasa Utara (pulau Nain). Ekstraksi senyawa bioaktif dilakukan dengan metode maserasi (perendaman) dengan pelarut teknis (etanol), dan perbandingan (1:2 b/v), selama 48 jam pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air pada ketiga jenis rumput laut ini bervariasi yaitu 75,6% untuk Turbinaria sp. 90,6% untuk Gracilaria sp. dan 72,7% untuk Halimeda macroloba. Dari penelitian ini juga menunjukkan ketiga jenis rumput laut mengandung senyawa bioaktif seperti; alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, saponin dan tanin. Dari hasil penelitian pada ketiga jenis rumput laut tersebut dapat disimpulkan bahwa tiga jenis rumput laut tersebut dapat digunakan sebagai pangan fungsional, obat-obatan dan industri makanan karena memiliki senyawa bioaktif
PROTEIN GELS: A MINI REVIEW
The use of gelatin as food additive for gelling properties was discussed in this review. Three products (i.e. gel dessert, yoghurt, and surimi) were selected as the main focus of this mini review since they characterized 3 different protein gelation system. The mechanism of gelatin gelation in water system was described by gel dessert, the gelation of casein in dairy product was presented by yoghurt, and the gelation of sarcoplasmic protein in meat system was exemplify by surimi. Overall, the mechanism of gelation mainly contributed by the networking of protein-protein which is strengthen by the intermolecular bond and intramolecular bond
MUTU MIKROBIOLOGI DAN KIMIA DARI PRODUK PASTA (intermediet product) PENYEDAP RASA ALAMI YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG DAN SUHU DINGIN
Produk pasta (intermediet product) penyedap rasa alami merupakan bahan dasar bumbu dari sebagian kecil produk pasta penyedap rasa ikan Cakalang untuk menjadi pasta semi preserve. Tujuan penelitian ini untuk menghitung dan menganalisis Angka Lempeng Total (ALT) serta kadar air dan pH. Metode yang digunakan pasta sampel suhu ruang diambil pada 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 hari, sedangkan suhu ruang diambil pada 0, 2, 4, 6, 8, 10, 15, 20, 25, dan 30 hari. Hasil menunjukkan bahwa pasta penyedap alami yang disimpan pada suhu ruang masih layak hingga 5 hari (8,9 x 103 CFU/g) tetapi tidak untuk 6 hari (1,2 x104 CFU/g) karena sudah melebihi SNI, dan pada suhu dingin masih layak hingga 30 hari (6,5 x 103 CFU/g). Kadar air pada suhu ruang memiliki nilai signifikan yaitu 63,5-74,5%, sedangkan pada suhu dingin tidak signifikan yaitu 58,0-70,5%. Analisis pH pada suhu ruang tidak signifikan yaitu 5,40-5,62 dan pada suhu dingin signifikan yaitu 5,43-5,66
PENGUJIAN TPC, KADAR AIR DAN PH PADA IKAN KAYU CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) YANG DI SIMPAN PADA SUHU RUANG
Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, bahan makanan ini memiliki kelebihan yaitu mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, disamping itu nilai biologisnya mencapai 90% dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah dicerna, selain itu harganya jauh lebih murah dibandingkan sumber protein lainnya (Adawyah, 2007). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kajian mutu ikan kayu (Katsuobushi) secara kimia dan mikrobiologi pada penyimpanan suhu kamar. Ikan kayu dapat juga mengalami proses kerusakan namun, bila dibandingkan dengan produk lain kerusakan yang terjadi lebih lambat, Seperti diketahui bersama, bahwa kadar air produk yang rendah dapat menghambat aktivitas mikroba yang menyebabkan proses kerusakan (Berhimpon, dkk. 2017) sehingga penelitian ini untuk menganalisis kualitas mutu ikan kayu cakalang (Katsuwonus pelamis L) pada penyimpanan suhu kamar.Hasil menunjukkan bahwa Nilai ALT (Angka Lempeng Total) ikan kayu yang disimpan selama 7 hari pada penyimpanan suhu ruang masih dalam keadaan baik dan layak digunakan sesuai dengan standar Nasional Indonesia SNI 2691.1:2009. Kadar air merupakan salah satu penentu kualitas dari produk ikan kayu dimana semakin tinggi nilai kadar air pada produk ikan kayu bakteri cemaran pada ikan kayu semakin meningkat
HILIRISASI TEKNIK HANDLING IKAN MAS HIDUP SISTEM KERING KEPADA MASYARAKAT PERIKANAN DI PEDESAAN
Penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi teknik handling ikan mas hidup system kering kepada masyarakat perikanan di pedesaan telah dilakukan Teknik pemingsanan yang diaplikasikan ialah dengan suhu 8°C dan 8°C + 0,02 % minyak cengkeh. Dilanjutkan dengan penyimpanan dilakukan pada media sekam padi dingin dengan suhu 10-15°C. Pekerjaan selanjutnya ialah penyadaran ikan. Ikan disadarkan pada air habitat dilengkapi dengan aerator kapasitas 3 volt dan kemudian dilanjutkan dengan menghitung tingkat mortalitas ikan
TINGKAT KESUKAAN PANELIS TERHADAP PENYEDAP RASA ALAMI HASIL SAMPING PERIKANAN DENGAN EDIBLE COATING DARI KARAGENAN
 Product of fish procecing industry called “juice water†contain a lot amino acid compound. The aim of this study was analyze sonsory characteristic of natural condiment made from†juice water†by product of fishery industry , coated with karagenan edible. The method of this study of natural condimenent coated karagenan coating where assessed by trained panelis using by sensory attributes (odor, colour apparance and taste).The result indicate potencial of natural condiment for seasoning development.This research aims to be able to produce natural flavor that made from raw material of liquid waste of stew and coating with edible coating of carrageenan. A natural flavor enhancer, as a food additive, needs to be done a hedonic organoleptic analysis to see the panelist's preference for natural flavorings. The results of a hedonic organoleptic test show that taste and odor are preferred over the texture and appearance of the natural flavorings
PROFIL ASAM LEMAK MINYAK SAWIT SETELAH PROSES PENGGORENGAN IKAN
The fatty acid profile of palm oil is presented in this work. The palm oil (control) was rich in palmitic acid (39.01%) and oleic acid (44.50%). The results indicated that fish frying process for about 60 minutes was given little differences fatty acid profiles compared to control palm oil. The major fatty acid in the palm oil after frying fish was palmitic acid (41. 13%) and oleic acid (42.62), and developed the existenceof palmitoleic acid (0.28%), which is not found in control palm oil
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN DI KELURAHAN TONGKEINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO
Tujuan program kemitraan masyarakat adalah untuk mengatasi pengangguran dengan cara meningkatkan jumlah partisipan wanita dalam pengadaan pola makan yang berbasis B2SA meningkatkan jumlah pengolah ikan yang bersifat sumber daya lokal, dan Meningkatkan motivasi, partisipasi, dan aktivitas masyarakat dalam program P2KP. Target khusus adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan dari kelompok ibu-ibu dalam teknik diversifikasi produk olahan ikan, dapat dikembangkan menjadi suatu usaha RT, yang dapat mendatangkan nilai tambah keluarga dan pemenuhan protein bagi anak-anak dan ibu hamil. Metode yang diterapkan pada program ini yaitu :penyuluhan tentang pentingnya diversifikasi produk olahan ikan, pelatihan dan pendampingan tentang penyediaan makanan berbasis B2SA dan P2KP yaitu pembuatan nugget dan kaki naga ikan. Serta mengevaluasi penerimaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan yaitu kaki naga dan nugget ikan melalui lembar penilaian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Produk kaki naga dan nugget ikan dapat menciptakan rasa yang enak walaupun dibuat dari ikan yang sebenarnya sebagian besar masyarakat kurang menyukai ikan tersebut. Hanya 5% panelis yang dapat menentukan ikan sebagai bahan baku kaki naga dan nugget ikan. ini menunjukkan bahwa kaki naga dan nugget ikan dapat menciptakan rasa yang baru dan enak, sehingga hasil menunjukkan bahwa 100% panelis ingin membuat produk olahan tersebut di rumah masing-masing dan mau memilih produk ini sebagai bisnis yang baru
ANALISA MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK PRODUK TENGGIRI BEKU(Scomberomorus commersonii)
Mackerel fish is sea fishs species which are pelagic marine fish groupwhich has a distinctive taste so favored by the people. frozen mackerel is a fishs that is easily damaged. Thus the fishs need to be handling it well. Fishskeep the temperature will affect the quality of the fishs. during storage in the storage and distribution processing. can affect product quality. To decrease the quality of frozen mackerel fishs products need to note the changes that occur either through physical, chemical and biological. It explains research to analyze the quality of fishs products frozen mackerel observe  aspects of Microbiology testing and Appearance. Based on the results of microbiological and organoleptic frozen mackerel fish, it can be conclude that test for microbiological test total plate count (TPC) is below the standard value in accordance with ISO 4110, 2014. for Uju E, coli is negative, Salmonella Test is Begatif, Vibrio Colera test is also negative and Appearance Test Values above 7 quality fish so the test results of Microbiology and poduct organoleptic frozen mackerel safe for consumption as the above test result