Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Not a member yet
77 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Kerjasama Siswa Kelas X MIPA 2 SMA Negeri 2 Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 pada materi Usaha dan Energi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 sebanyak 31 siswa. Data hasil observasi, data hasil angket, dan wawancara kerjasama siswa dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penerapan model TGT dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan kerjasama siswa jika rata-rata keseluruhan aspek kerjasama mencapai ≥ 75%. Berdasarkan dari hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa: kerjasama siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 pada materi Usaha dan Energi mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournamen. Persentase rata-rata kemampuan kerjasama siswa pada pra siklus, Siklus I dan Siklus II berturut-turut berdasarkan indikator kerjasama meningkat dari 37 % pada prasiklus menjadi 64 % pada Siklus I dan menjadi 83% pada Siklus II. Kata kunci: Team Games Tournamen, Kerjasama, Usaha dan Energ
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Gerak Parabola dan Fluida Berbasis Mobile Learning untuk Pelaksanaan PPL di SMA
Penelitian bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis mobile learning yang layak digunakan oleh mahasiswa PPL dengan pokok bahasan Gerak Parabola dan Fluida serta mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan perangkat pembelajaran tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian R & D dengan desain ADDIE, aplikasi yang dikembangkan diujicobakan kepada siswa kelas X, dan XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian lembar validasi kepada ahli materi, ahli media, guru fisika, dan peer reviewer untuk menilai kelayakan produk serta angket respon siswa untuk memberi masukan produk yang dikembangkan. Pengadaan test , pengisian angket, observasi di kelas, dan wawancara untuk mengetahui hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukan bahwa perangkat pembelajaran mobile learning terpasang di Play Store (FISIKA ASYIK) layak digunakan untuk pembelajaran Gerak Parabola dan Fluida. Sebagai media pembelajaran dengan pokok bahasan Gerak Parabola kelas X dan Fluida kelas XI yang terpasang pada Play Store, dan mampu membatu siswa untuk mencapai KKM dengan persentase sebesar 60,7% pada materi Gerak Parabola di SMAN 4 Yogyakarta, 39,3% di SMA N 1 Sewon, 30,1 % pada materi Fluida statis di SMA N 4 Yogyakarta dan 35,5% pada materi Fluida Dinamis di SMA N 1 Depok. Kata Kunci : Mobile Learning, Gerak Parabola-Fluida, PP
Remediasi Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) pada Materi Usaha dan Energi Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa melalui remediasi pembelajaran Fisika menggunakan model Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) pada materi Usaha dan Energi kelas X SMA Negeri 5 Surakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Surakarta semester genap Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test group. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test. Validasi data menggunakan teknik validasi instrumen yang terdiri dari tingkat kesukaran, daya pembeda, uji validitas, uji reliabilitas, dan efektivitas distraktor. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remediasi pembelajaran Fisika menggunakan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018. Siswa yang mencapai KKM pada saat pre-test sebesar 3,125 %. Setelah dilakukan pembelajaran remediasi dengan model pembelajaran SAVI, siswa yang mencapai KKM pada saat post-test meningkat menjadi 90,625 %.Kata kunci : remediasi, SAVI, kognitif, Usaha dan Energ
Pengembangan modul pembelajaran mata kuliah Fisika Atom dan Inti pada pokok bahasan Reaksi Inti untuk mahasiswa S-1 Pendidikan Fisika
Fisika Atom dan Inti adalah salah satu mata kuliah wajib pada program studi S-1 Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dalam kegiatan pembelajaran mata kuliah tersebut, penulis mengamati bahwa mahasiswa kurang memiliki motivasi untuk belajar secara mandiri. Sebagai salah satu alternatif solusi masalah ini telah dikembangkan suatu modul pembelajaran pada pokok bahasan Reaksi Inti dalam bahasa Indonesia yang disajikan dengan ringkas, menarik dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yang terdiri atas tahap-tahap Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Untuk mengetahui kelayakan modul, dilakukan validasi oleh dua orang dosen ahli materi, dan uji coba modul oleh pengguna sebanyak 10 orang mahasiswa. Persepsi para ahli digali melalui angket dan dianalisis secara deskripstif menggunakan persentase tingkat kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan menurut ahli materi rata-rata sebesar 85,42%, sedangkan dari respon pengguna diperoleh tingkat kelayakan rata-rata sebesar 88,33 %. Dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar mandiri.Kata kunci: modul pembelajaran, Fisika Atom dan Inti, Reaksi Inti
Pengembangan Modul Fisika Dasar Berbasis Scientific Untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill (HOTS)
Tujuan penelitian yaitu: (1) mengembangkan dan menghasilkan modul fisika dasar berbasis scientific, (2) meningkatkan higher order thinking skill (HOTS) setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika dasar berbasis scientific. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D). pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan tahapan Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh validator ahli, dosen, dan peer review. Uji validitas yang dilakukan adalah validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian direvisi dan diimplementasikan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA dalam mata kuliah fisika dasar. Higher order thinking skill (HOTS) mahasiswa dianalisis dengan uji prasyarat untuk mengetahui normalitas dan homogenitas data. higher order thinking skill (HOTS) dianalisis dengan uji parametrik dengan uji t test menggunakan software SPSS. Hasil dari Penelitian ini yaitu: (1) kelayakan pengembangan modul fisika dasar berbasis scientific dikategorikan baik; (2) higher order thinking skill (HOTS) mahasiswa meningkat; (3) dari empat Aspek higher order thinking skill (HOTS) kemampuan logika dan penalaran mengalami peningkatan tinggi diikuti kemampuan analisis, kemampuan evaluasi, dan kemampuan kreasi. Kata Kunci: Modul, Scientific, HOTS, ADDIE
Pengaruh model pembelajaran blended learning berbantuan google classroom terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari self esteem dan kecerdasan intelektual
terhadap hasil kemampuan berpikir kritis ditinjau dari self esteem dan kecerdasan intelektual. Serta mendeskripsikan sumbangan variabel self esteem dan kecerdasan intelektual terhadap hasil kemampuan berpikir kritis. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 SMA Negeri 1 Srandakan. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tes. Kuisioner digunakan untuk mengetahui gaya belajar dan self esteem. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Sedangkan data kecerdasan intelektual diperoleh dari data sekolah. Sebelum instrumen digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas oleh ahli dan uji coba ke peserta didik. Setelah data diperoleh dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas menggunakan SPSS 23. Pengujian hipotesis menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA) perhitungan menggunakan Microsoft excel dan SPSS 23. Diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,2295 sedangkan Ftabel untuk taraf signifikan 0,05 adalah 3,24. Karena Fhitung kurang dari Ftabel sehingga tidak ada pengaruh gaya belajar terhadap hasil kemampuan berpikir kritis ditinjau dari self esteem dan kecerdasan intelektual. Terdapat sumbangan kedua variabel kovariat dengan nilai R2y(1,2) sebesar 0,22 untuk kecerdasan intelektual memberikan sumbangan efektif sebesar 0,2% dan self esteem memberikan sumbangan efektif sebesar 0,01%.Kata kunci : blended learning, google classroom, gaya belajar, self esteem, kemampuan berpikir kritis
Remediasi Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) pada Materi Usaha dan Energi Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa melalui remediasi pembelajaran Fisika menggunakan model Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) pada materi Usaha dan Energi kelas X SMA Negeri 5 Surakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Surakarta semester genap Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test group. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test. Validasi data menggunakan teknik validasi instrumen yang terdiri dari tingkat kesukaran, daya pembeda, uji validitas, uji reliabilitas, dan efektivitas distraktor. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remediasi pembelajaran Fisika menggunakan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018. Siswa yang mencapai KKM pada saat pre-test sebesar 3,125 %. Setelah dilakukan pembelajaran remediasi dengan model pembelajaran SAVI, siswa yang mencapai KKM pada saat post-test meningkat menjadi 90,625 %.Kata kunci : remediasi, SAVI, kognitif, Usaha dan Energ