Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Not a member yet
    1299 research outputs found

    ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ARUS MASUK DAN KELUAR BARANG PADA PT. ALFAMART KOTA PONTIANAK

    No full text
    ABSTRAK ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ARUS MASUK DAN KELUAR BARANG PADA PT. ALFAMART KOTA PONTIANAK    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana arus masuk dan keluar barang pada PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner di PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada. Sampel dalam penelitian ini menggunkan sampling acak, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang meliputi 8 orang pegawai dan 22 orang konsumen yang melakukan pembelian barang pada PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penilaian dari struktur organisasi pada PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada memperhatikan adanya batas antara fungsi, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing unit organisasi. Penilaian dari flowchat dapat diketahui bahwa Pada proses barang masuk terdapat jumlah barang masuk yang sesuai dengan berkas pengecekan barang masuk akan dilakukan retur oleh bagian kasir dengan persetujuan dari Superviser area PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada Kota Pontianak. Sehingga dengan demikian Sistem pelayanan keluar barang pada PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada Kota Pontianak sudah berjalan efektif. Penilaian terhadap pengendalian intern adalah tanggapan responden dalam menilai sistem pengendalian internal arus masuk dan keluar barang pada PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada dengan nilai rata-rata penilaian responden sebesar 92,44 yang artinya adanya kesesuian antara jawaban responden dengan kenyataannya terlihat dari aktivitas yang dilakukan baik oleh pegawai PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada. Penilaian compaliance test dapat diketahui bahwa dokumen yang ada PT Alfamart Pontianak Cabang Gajahmada yang berhubungan dengan sistem barang masuk dan keluar sudah lengkap dan secara akurasi belum akurat yaitu jumlah dokumen atau berkas barang masuk dan keluar yang dicetak sesuai dengan jumlah barang masuk dan keluar yang telah diterima Kata Kunci:Sistem, Arus Masuk Dan Keluar Barang

    ANALISIS LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SEBAGAI MEKANISME PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA KANTOR KECAMATAN JAWAI

    No full text
     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Jawai dengan Instruksi Presiden Nomor  Tahun 1999, dan kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Jawai berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai mekanisme pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan daerah pada Kecamatan Jawai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dan deskriptif. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara guna mengetahui kesesuaian LAKIP dengan Instruksi Pesiden Nomor 7 Tahun 1999, serta evaluasi terhadap LAKIP Kecamatan Jawai guna mengetahui kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Jawai berdasarkan LAKIP sebagai mekanisme pertanggungjawaban.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LAKIP di Kecamatan Jawai telah sesuai dengan peraturan yang ada, salah satunya yaitu Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999. Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Jawai berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sangat baik dan secara langsung dapat mendukung mekanisme pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan daerah.Kata Kunci : Laporan Akuntabilitas, Kinerja, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999

    PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Studi Pada Perusahaan Indeks LQ45 di BEI Tahun 2013-2015)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh dari Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan, (2) Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai variabel moderator. Penelitian dilakukan pada perusahaan yang masuk dalam daftar Indeks LQ-45 selama periode 2013-2015 di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi moderasi (MRA). Sampel penelitian sebanyak 77 perusahaan memberikan hasil yang menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, sementara Ukuran Perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, CSR , Nilai Perusahaan, Ukuran Perusahaa

    THE IMPLEMENTATION OF PSAK NO. 45 NON-PROFIT ORGANIZATION ON YAYASAN GEGE MEIMEI INDONESIA (YGMI)

    No full text
    The purpose of this research to know the implementation of PSAK No. 45 non-profit organization in the preparation of financial statements on Yayasan Gege Meimei Indonesia (YGMI) and to know the factors that causing Yayasan Gege Meimei Indonesia (YGMI) do not implemented PSAK No. 45 in their financial statements. This research is qualitative research which is using descriptive method with qualitative approach. The data collection methods of this research are by interview, doing early observation and obtain information about the organization from documents, books or writing data sources.The discussion results of this research show that the staff of Yayasan Gege Meimei Indonesia (YGMI) in prepared financial statements is not a person from accounting sector that understand about non-profit organization’s financial statements and the educational background is not appropriate with the job positions. Besides that, Yayasan Gege Meimei Indonesia (YGMI) has their own standard for preparing financial statements. Keywords: Non-Profit Organization, PSAK No. 45, Financial Statements, Social Organizatio

    ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT J.CO DONUTS & COFFEE (Studi Kasus Pada J.CO Donuts & Coffee Cabang Singkawang)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang bagaimana Efektivitas Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT J.CO Donuts & Coffee Wilayah Kalimantan Barat Cabang Singkawang, dimana perusahaan dalam menentukan fungsi pengendalian persediaan belum efektif,akibat yang ditimbulkan persediaan setiap harinya seringkali tidak dilakukan tepat waktu, sehingga terkadang laporan yang diberikan tidak dapat dipertanggungjawabkan.Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam menentukan pemesanan dan pembelian bahan baku agar perusahaan tidak mengalami kekurangan dan kelebihan bahan baku. Penelitian ini dilaksanakan di PT J.CO Donuts & Coffee Wilayah Kalimantan Barat Cabang Singkawang, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan bagian terkait dan observasi langsung diperusahaan serta menggunakan studi kepustakaan. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dengan alas analisis Analisis Internal Control Quisioner (ICQ),Analisis Struktur Organisasi,Analisis Flowchart,dan Analisis Complience Test. Kata kunci: Pengendalian Persediaan,Bahan Baku,Efektivitas

    ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, IFRS, DAN OPINI AUDIT TERHADAP KECENDERUNGAN TERJADINYA KETERLAMBATAN AUDIT

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Ukuran Perusahaan, IFRS, dan Opini Audit terhadap audit delay. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013 sampai dengan 2015. Variabel independen yang digunakan adalah ukuran perusahaan, IFRS, dan opini audit. Variabel dependen yang digunakan adalah audit delay. Jumlah perusahaan perbankan yang dijadikan sample penelitian ini sebanyak 20 perusahaan dengan periode pengamatan selama 3 tahun. Berdasarkan metode penelitian purposive sampling, total sampel penelitian adalah 60 laporan keuangan. Pengujian hipotesis menggunakan teknik regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan IFRS, dan opini audit tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Kata kunci : Ukuran Perusahaan, IFRS, Opini Audit, Audit Delay.ABSTRACT This research purposes to check the effects of firm size, IFRS, and audit opinion on The Audit delay. This research used sample of banking industry which is listed in Indonesian Stock Exchange during 2013 to 2015 period. Independent variables were used firm size, IFRS, and audit opinion. Dependent variable was used audit delay. The number of banking industries that were became in his study were 20 companies with 3 year observation. Based on method purposive sampling, research sample total is 60 financial statements. Hypothesis in this research are tested by logistic regression. Result of this research indicates that firm size influences significantly on the audit delay. On the other hand, IFRS, and audit opinion don’t influence significantly audit delays. Keywords : firm Size, IFRS, audit opinion on The Audit delay.LATAR BELAKANG Perkembangan kegiatan di Bursa Efek Indonesia kini berkembang pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan yang go public, maka hal ini  akan berdampak pada peningkatan permintaan akan audit laporan keuangan yang efektif dan efisien. Laporan keuangan ini digunakan untuk kepentingan manajemen perusahaan dan juga digunakan oleh pemilik untuk menilai pengelolaan dana yang dilakukan oleh manajemen perusahaan, selain itu juga para investor, kreditor, pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak lain juga membutuhkan laporan keuangan ini sebagai dasar pengambilan suatu keputusan. Setiap perusahaan go public diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang telah diaudit oleh akuntan public yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Sebagimana yang dinyatakan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK: 2009), tentang Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, bahwa laporan keuangan harus memenuhi empat karakteristik kualitas yang membuat informasi laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar penggunanya. Keempat karakteristik tersebut antara lain dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan. Karakteristik informasi yang relevan harus mempunyai nilai predikif dan tepat waktu. Setiap perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangan pada periode tertentu selalu dinantikan oleh berbagai pihak. Laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan go public tersebut waktu pelaporannya tidak boleh melebihi dari ketentuan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM yaitu 90 hari atau pada akhir bulan ketiga setelah penutupan tahun buku. Hal ini sesuai dengan keputusan BAPEPAM No. 36/PM/2003 tentang kewajiban laporan berkala yang menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada Bapepam selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan. Sebelumnya ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam pasar modal yaitu dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang “Peraturan Pasar Modal” menyatakan bahwa semua perusahaan yang terdaftar dalam pasar modal wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat. Apabila perusahaan-perusahaan tersebut terlambat menyampaikan laporan sesuai dengan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam, maka dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Peraturan mengenai penyampaian laporan keuangan ini telah diperbaharui oleh Bapepam pada tahun 1996, lampiran keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-80/PM/1996 dan mulai berlaku pada tanggal 17 Januari 1996. Dalam pertauran baru ini disebutkan bahwa perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit selambat-lambatnya 120 hari terhitung sejak tanggal tutup buku perusahaan. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dari Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI: 2001) khususnya tentang standar pekerjaan lapangan mengatur prosedur dalam penyelesaian pekerjaan lapangan seperti perlunya pencatatan atas aktivitas yang akan dilakukan, pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern dan pengumpulan bukti-bukti kompeten yang diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Pemenuhan standar audit yang tidak sempurna oleh auditor berdampak pada lamnya penyelesaian laporan audit, namun di sisi lain juga dapat meningkatkan kualitas hasil auditnya. Ketepatan waktu penyusunan atau pelaporan suatu laporan keuangan perusahaan dapat berpengaruh pada nilai laporan keuangan tersebut. Karena laporan keuangan yang sudah diaudit yang di dalamnya memuat informasi laba yang dihasilkan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual kepemilikan yang dimiliki oleh investor. Artinya informasi laba dari laporan keuangan yang dipublikasikan akan menyebabkan kenaikan atau penurunan harga saham. GAAS (Generally Accepted Auditing Standars) khususnya pada bagian standar umum ketiga menyatakan bahwa audit harus dilaksanakan dengan penuh kecermatan dan ketelitian. Seiring dengan hal tersebut, standar pekerjaan lapangan juga harus dilaksankan dengan perencanaan yang matang dan mengumpulkan alat-alat bukti yang memadai. Adakalanya, dalam melaksanakan standar-standar tersebut ditemukan adanya penyimpangan. Penyimpangan inilah yang kadang menyebabkan lamanya suatu proses pengauditan dilakukan karena adanya unsur verifikasi yang digunakan untuk mengusut indikasi penyimpangan yang terjadi. Proses ini memungkinkan publikasi laporan keuangan yang diharapkan secepat mungkin menjadi terlambat. Oleh karena pentingnya publikasi laporan keuangan audit sebagai informasi yang sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis, rentang waktu penyelesaian audit laporan keuangan yang turut mempengaruhi manfaat informasi laporan keuangan audit yang dipublikasikan. Karena masih belum ada konsistensi dari penelitian terdahulu terhadap beberapa variabel yang mempengaruhi keterlambatan audit, maka “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, IFRS, dan Opini Audit Terhadap Kecenderungan Terjadinya Keterlambatan Audit”, menjadi judul dalam skripsi ini. LANDASAN TEORI 1. Keterlambatan Audit (Audit Delay) Keterlambatan Audit (Audit Delay) merupakan rentang waktu penyelesaian pelaksaan audit laporan keuangan tahunan berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan audit independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan. Ketepatan waktu penyusunan atau pelaporan suatu laporan keuangan perusahaan bisa perbengaruh pada nilai laporan keuangan tersebut. Manfaat dari laporan keuangan suatu perusahaan tergantung pada keakuratannya dan ketepatan waktunya. Informasi yang relevan akan bermanfaat bagi para pemakai apabila tersedia tepat waktu sebelum pemakai kehilangan kesempatan atau kemampuan untuk mempengaruhi keputusan yang diambil. Keterlambatan dalam informasi akan menimbulkan reaksi negatif dari pelaku pasar modal. Informasi laba yang dihasilkan perusahaan dijadikan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual kepemilikan yang dimiliki oleh investor. Proses dalam mencapai ketepatan waktu terutama dalam penyajian laporan auditor independen menjadi semakin tidak mudah mengingat semakin meningkatnya perkembangan perusahaan go public yang ada di Indonesia. Hambatan ini juga terlihat dalam Standar Pemeriksaan Akuntan Publik pada standar ketiga yang menyatkan bahwa audit harus dilaksankan dengan penuh kecermatan dan ketelitian serta pengumpulan alat bukti yang cukup memadai. Perusahaan yang sudah go public harus menyerahkan laporan keuangan tahunan disertai dengan opini auditor kepada Bapepam. Peraturan Bapepam tersebut diatur dalam undang-undang No.8 tahun 1995 tentang publikasi laporan keuangan tahunan auditan yang bersifat wajib dengan batas waktu 120 hari dari akhir tahun fiskal sampai tanggal diserahkannya laporan keuangan yang telah diaudit ke BAPEPAM. Namun, sejak 30 September 2003, peraturan ini diganti dengan peraturan baru dengan Nomor X.K.2 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan ke BAPEPAM menjadi 90 hari.   2. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan diartikan sebagai skala menentukan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditentukan berdasarkan ukuran seperti, jumlah kekayaan dan total penjualan perusahaan dalam satu periode penjualan, jumlah kepemilikan aset suatu perusahaan, dan lain-lain. Pada penelitian ini akan menggunakan total aset yang dimiliki oleh perusahaan sebagai suatu skala menentukan ukuran perusahaan. Keputusan dari ketua Bapepam No. KEP.11/PM/1997 menyatakan bahwa perusahaan kecil dan menengah berdasarkan asset atau kekayaan adalah badan hukum yang memiliki total asset tidak lebih dari seratus milyar, sedangkan perusahaan besar adalah badan hukum yang memiliki total asset diatas seratus milyar. Ukuran perusahaan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu sebagai berikut: Perusahaan besar atau large firm. Perusahaan besar adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 10 Milyar termasuk tanah dan bangunan. Memiliki penjualan lebih dari Rp 50 Milyar per tahun. Perusahaan menengah atau medium firm. Perusahaan menengah adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih Rp 1-10 Milyar termasuk tanah dan bangunan. Memiliki hasil penjualan lebih besar Rp 1 Milyar dan kurang dari Rp 50 Milyar per tahun. Perusahaan kecil atau small firm. Perusahaan kecil adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan dan memiliki hasil penjualan minimal Rp 1 Milyar per tahun.   3. Penerapan IFRS Globalisasi membawa pengaruh mendasar pada pergerakan informasi dan perpindahan modal. Dengan suatu gelombang globalisasi yang menggelora yang mengejutkan dunia, maka bisnis lintas belahan dunia terpengaruh oleh bagaimana kerasnya perusahaan berusaha. Secara pribahasa “akuntansi adalah bahasa bisnis”, selanjutnya entitas bisnis seluruh tidak akan dapat berbicara di dalam bahasa yang berbeda antara yang satu dengan lainnya pada saat menukar atau membagi hasil keuangan dari aktivitas bisnis internasionalnya dan juga pelaporan hasil bisnis. Secara historis, Negara di dunia telah memiliki standar akuntansi nasionalnya sendiri. Namun, dengan suatu dorongan untuk menjadi bagian dari pergerakan globalisasi, di mana bisnis lintas batas Negara menyadari kelihaian strategi bisnis untuk merangkul dunia sebagai tempat kerja dan pasarnya, dengan memiliki aturan (standar) akuntansi yang berbeda untuk tujuan pelaporan keuangan, hal ini tdak akan membantu mereka sama sekali. (Ankarath, dkk,2012) IFRS (International Financial Reporting Standards) menjawab tantangan bagaimana pelaporan keuangan harus dilakukan. Arus besar dunia sekarang ini sedang menuju kedalam satu standar pelaporan (Prihadi:2012). Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) merupakan seperangkat standar yang disebarluaskan oleh dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB), yaitu suatu badan penentu standar internasional di London. (Ankarath, dkk,2012) IFRS digunakan lebih dari 100 negara. Sebuah angka signifikan dari majalah Fortune bahwa 500 perusahaan telah menggunakan IFRS dan jumlah ini diharapkan meningkat dengan konversi lebih lanjut kepada IFRS oleh pemain global (seperti brazil, kanada dan india) dan konvergensi subtansial dari Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum local di Cina dan Jepang kepada IFRS. Di Amerika Serikat, sejak 2002 , usaha yang sedang berlangsung untuk melakukan konvergensi IFRS dan US GAAP. (Ankarath, 2012).   4. Opini Audit Auditor sebagai pihak yang independen di dalam pemeriksaan laporan keuangan suatu perusahaan, akan memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang diauditnya. Ada lima kemungkinan pernyataan pendapat auditor independen (Mulyadi, 2002) yaitu : a. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion) Laporan keuangan dianggap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha suatu organisasi, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia jika memenuhi kondisi berikut ini : Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia digunakan untuk menyusun laporan keuangan.Perubahan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dari periode ke periode telah cukup dijelaskan.Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan dan dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan, sesuai dengan akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. b. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan (Unqualified Opinion Report With Explanatory Language) Jika terdapat hal-hal yang memerlukan bahasa penjelasan, namun laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan klien, auditor dapat menambahkan laporan hasil auditnya dengan bahasa penjelas. Berbagai penyebab paling penting adanya tambahan bahasa penjelasan: Adanya ketidakpastian yang material.Adanya keraguan atas kelangsungan hidup perusahaan.Auditor setuju dengan penyimpangan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. c. Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion) Pendapat wajar dengan pengecualian akan diberikan oleh auditor jika dijumpai hal-hal sebagai berikut : Lingkup audit dibatasi oleh klien.Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting atau tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi-kondisi yang berada di luar kekuasaan klien maupun auditor.Laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tidak diterapkan secara konsisten. d. Pendapat tidak wajar (Disclaimer Opinion) Auditor akan memberikan pendapat tidak wajar jika laporan keuangan klien tidak disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas perusahaan klien. Jika laporan keuangan diberi pendapat tidak wajar, maka informasi yang disajikan oleh klien dalam laporan keuangan sama sekali tidak dapat dipercaya, sehingga tidak dapat dipakai oleh pemakai informasi untuk pengambilan keputusan. e. Pernyataan tidak memberikan pendapat (Adverse Opinion) Jika auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit, maka laporan audit ini disebut dengan laporan tanpa pendapat (no opinion report). Kondisi yang menyebabkan auditor tidak memberikan pendapat adalah: 1.    Pembatasan yang luar biasa sifatnya terhadap lingkup audit. 2. Auditor tidak independen dalam hubungannya dengan kliennya. Perbedaan antara pernyataan tidak memberikan pendapat dengan pendapat tidak wajar adalah pendapat tidak wajar diberikan dalam keadaan auditor mengetahui adanya ketidakwajaran laporan keuangan pendapat karena ia tidak cukup memperoleh bukti mengenai kewajaran laporan keuangan yang diaudit. Hipotesis Menurut Sugiyono (2009) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empiris. Berdasarkan uraian dan hasil temuan penelitian terdahulu, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H1 :      Ukuran Perusahaan mempunyai pengaruh terhadap Audit Delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2015. H2 :      IFRS mempunyai pengaruh terhadap Audit Delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2015. H3 :      Opini Audit mempunyai pengaruh terhadap Audit Delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun  2013-2015. H4 :      Ukuran Perusahaan, IFRS, dan Opini Auditor secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap Audit Delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2015. METODE PENELITIAN 1. Bentuk Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat pengaruh kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan serta pengaruh antara dua atau lebih gejala atau variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variable independen, yaitu ukuran perusahaan, IFRS, dan opini audit terhadap variabel dependen, yaitu audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dengan periode 2013-2015. 2. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengumpulan data penelitian yaitu dengan metode dokumenter yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasi dan menganalisis data sekunder berupa laporan auditor independen, laporan keuangan tahunan. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan yaitu dengan membaca, mempelajari literature dan  informasi lainnya yang terkait dengan lingkup pembahasan penelitian ini. Metode sampel yang diterapkan adalah metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. 3. Variabel Independen (X): a. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan dapat dinilai dari beberapa segi. Besar kecilnya ukuran perusahaan dapat didasarkan pada total nilai aset, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja dan sebagainya. Semakin besar nilai item-item tersebut maka semakin besar pula ukuran perusahaan itu. Pada penelitian ini, ukuran perusahaan diproksikan dengan menggunakan Ln total asset. Penggunaan natural log (Ln) dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengurangi fluktuasi data yang berlebih. Jika nilai total asset langsung dipakai begitu saja maka nilai variabel akan sangat besar, miliar bahkan triliun. Dengan menggunakan natural log, nilai miliar bahkan triliun tersebut disederhanakan, tanpa mengubah proporsi dari nilai asal yang sebenarnya. b. Penerapan IFRS Penerapan IFRS dalam penelitian ini ditentukan dengan ada tidaknya penyesuaian yang disebabkan oleh adanya revisi terhadap PSAK yang sudah diterapkan dan berpengaruh pada penerapan IFRS. Pengukurannya menggunakan variabel dummy. Di mana kategori 1 untuk perusahaan yang memiliki penerapan IFRS dan kategori 0 untuk perusahaan yang tidak memiliki penerapan IFRS. c. Opini Audit Opini audit yaitu opini yang terdapat dalam laporan audit yang merupakan pernyataan pendapat auditor terhadap kewajaran laporan keuangan berdasarkan atas audit yang dilaksanakan dengan menggunakan standar auditing dan atas temuan-temuannya Petronila (2007) dalam Dewi (2012). Ada empat jenis opini yang diberikan oleh auditor kepada perusahaan. Dalam penelitian ini opini auditor dibagi menjadi dua, yaitu opini selain wajar tanpa pengecualian (selain unqualified opinion) dan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). Variabel ini diukur dengan dummy yaitu untuk opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) diberi kode dummy 1 dan untuk opini selain wajar tanpa pengecualian (selain unqualified opinion) diberi kode 0. 4. Variabel Dependen (Y): Audit Delay Variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam penelitian ini akan menggunakan variabel dependen audit delay. Audit delay merupakan rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan keuanagn tahunan berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas laporan audit laporan keuangan tahunan perusahaan. Audit delay dihitung dari tanggal penutupan buku sampai tanggal auditor mengeluarkan laporan audit atas laporan keuangan. Hasil dan Pembahasan 1. Hasil Uji Simultan (Uji-F) Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Signifikansi model regresi pada penelitian ini diuji dengan melihat nilai signifikansi (sig.) yang ada di tabel 6. Selengkapnya mengenai hasil uji F penelitian dapat diihat sebagai berikut: Tabel 4.6 Hasil Uji Statistik F ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 7678,004 3 2559,335 8,547 ,000b Residual 16769,396 56 299,453     Total 24447,400 59       a. Dependent Variable: AuditDelay b. Predictors: (Constant), OA, IFRS, SIZE Sumber : Data olahan   Pada tabel 6 dapat diketahui bahwa variabel independen yaitu Ukuran Perusahaan (SIZE), IFRS, dan Opini Audit (OA) secara simultan atau bersama-sama mampu menjelaskan perubahan pada variabel dependen yaitu Audit Delay. Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung (8,547) dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 (α = 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh simultan yang signifikan antara SIZE, IFRS

    EVALUASI PROSES PEMBAYARAN KLAIM ASPAN OTO PADA PT. ASURANSI PURNA ARTHANUGRAHA CABANG PONTIANAK

    No full text
    Thesis entitled "Evaluation of the claims payment process Aspan OTO at PT. Purna Insurance Arthanugraha Pontianak Branch "featuring two problems that the Claim Payment Process Aspan How OTO at PT. Purna Insurance Artanugraha Pontianak Branch and Any Obstacles Encountered in Claims Payment Process Aspan OTO at PT. Purna Insurance Artanugraha Pontianak Branch. The purpose of this study was to determine the systems and procedures for the payment of claims Aspan OTO at PT. Purna Insurance Artanugraha Pontianak Branch as well as to determine any constraints that become an obstacle in the claim process Aspan OTO at PT. Purna Insurance Artanugraha Pontianak Branch. The method used is a Qualitative Method by means of Descriptive Analysis. The author is collecting data through interviews, documentary studies and questionnaires. The results of the formulation of the issue under study is presented in Chapter 4 is the analysis and discussion of the evaluation form and describe the claims payment procedures according to the results of interviews and questionnaires conducted. As well as sums and presented in chapter 5. Keywords: Aspan OTO, OTO Aspan Evaluation of Insurance Claims, Insurance Procedure

    THE INFLUENCE OF FRAMING AND OBEDIENCE PRESSURE ON THE PERCEPTION OF AUDIT JUDGMENT (CASE STUDY ON ACCOUNTING STUDENT OF UNIVERSITY OF TANJUNGPURA)

    No full text
    ABSTRACT This research is a causal comparative study which aims to determine: (1) The Influence of Framing on the Perception of Audit Judgment, (2) The Influence of Obedience Pressure on the Perception of  Audit Judgment and (3) The Simultaneous Influence of Framing and Obedience Pressure on The Perception of Audit Judgment.The population of this research is 50 accounting students of University of Tanjungpura. It uses purposive sampling using 50 students who have taken Audit 1 and Audit Practicum courses. Data were collected using the questionnaire method. The correlation test of pearson product moment is used to validate the data and cronbach alpha is used to test its reliability. The classical assumption test includes normality test, linearity test, multicollinearity test and heteroscedasticity test. The hypothesis test of this research uses the simple linear regression analysis and the multiple linear regression analysis.The results show that: (1) There is a significant influence of Framing on the Perception of Audit Judgment which can be seen through the value of r(x1y) (0,348), the value of r2(x1y) (0,121)—the significant value is less than the level of significant (0,013 0,050) and the equation of the regression line Y = 25,938 + 0,135X2; and (3) There is a significant simultaneous influence of Framing and Obedience Pressure on the Perception of Audit Judgment which can be seen through the value of Ry(x1x2) (0,380), the value of R2y(x1x2) (0,144), the value of F-count (3,967) bigger than F-table (3,18) —the significant value is less than the level of significant (0,026 < 0,050) and the equation of the regression line Y = 39,650 – 0,937X1 + 0,298X2.Keywords: Framing, Obedience Pressure, and The Perception of Audit Judgment

    Analisis Pelaporan Corporate Social Responsibility (CSR) Perbankan Syariah Dalam Perspektif Syariah Enterprise Theory Pada PT Bank Syariah Bukopin

    No full text
    ANALISIS PELAPORAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERBANKAN SYARIAH DALAM PERSPEKTIF SYARIAH ENTERPRISE THEORY PADA PT BANK SYARIAH BUKOPIN LEO SUSANTO AKUNTANSI ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR) pada perbankan syariah berdasarkan konsep shariah enterprise theory, dan kemudian ditandingkan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis bagaimana PT. Bank Syariah Bukopin melaporkan tanggung jawab sosial perusahaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus terhadap laporan tahunan BSB dan analisis didasarkan pada item-item pengungkapan tanggung jawab sosial berdasarkan syariah enterprise theory, serta ketentuan-ketentuan yang berlaku pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, khususnya PSAK No.1 tentang Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK No. 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaporan tanggung jawab sosial Bank Syariah Bukopin masih sangat terbatas, secara sukarela, serta masih jauh dari kesesesuaian terhadap konsep syariah enterprise theory, terutama pada masalah lingkungan. Selain itu, hasil penelitian ini juga mengungkapkan Bank Syariah Bukopin belum menerapkan konsep PSAK No. 101 secara keseluruhan pada Laporan Keuangan Tahun 2015 dengan dibuktikan belum adanya pengungkapan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat.   Kata kunci: Corporate Social Responsibility, PSAK No. 101, bank syariah, Shariah Enterprise Theory, Bank Syariah Bukopin

    IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK-ETAP) PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) GG COLLECTION

    No full text
    ABSTRAK GG Collection adalah Usaha Mikro yang menjual Accesoris dan Pakaian wanita. Laporan  Keuangan yang dicatat oleh Usaha ini sangat sederhana yaitu Penjualan dan Pendapatan serta laporan laba rugi yang tidak rutin dibuat setiap bulannya, dan laporan tersebut masih tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui penerapan SAK ETAP pada Usaha GG Collection dan untuk mengetahui kendala yang membuat usaha ini tidak bisa menyusun laporan keuangan. Berdasarkan permasalahan yang ada, Peneliti Merancangkan Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal dan Laporan Arus Kas. Hal ini untuk membantu pelaku bisnis dalam memahami penyajian laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) khususnya pengelola Usaha GG Collection. Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif berfokus pada penjelasan sistemasis tentang fakta yang diperoleh saat penelitian dilakukan. Yaitu menganalisis data yang ada dan melakukan wawancara dengan Pemilik GG Collection untuk mendapatkan informasi yang baik dan benar.   Kata Kunci : SAK ETAP, Penyusunan Laporan Keuangan, UK

    54

    full texts

    1,299

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇