Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Not a member yet
1299 research outputs found
Sort by
Prosedur Penyusunan Serta Pertanggung Jawaban Anggaran Dan Kinerja Keuangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2014 – 2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur Penyusunan APBD serta Pertanggungjawabannya dengan menggunakan Peraturan Daerah Kota Pontianak serta menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Pontianak dengan menggunakan Analisis Rasio Keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2014 – 2015. Analisis yang digunakan untuk menganalisis Kinerja Keuangan Daerah adalah dengan menghitung Rasio Kemandirian, Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal, Rasio Efektivitas, Rasio Efesiensi, dan Rasio Keserasian Belanja. Sedangkan analisis yang digunakan untuk menganalisis Kemampuan Keuangan Daerah adalah dengan menghitung Share dan Growth, Peta Kemampuan Keuangan Daerah, dan Indeks Kemampuan Keuangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan tingkat kemandirian daerah Kota Pontianak berada pada kriteria konsultatif. Tingkat Derajat Desentralisasi Fiskla Pemerintah Daerah Kota Pontianak sedang, namun tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kota Pontianak terbilang cukup efektif dan tingkat efesiensi pengelolaan keuangan daerah Kota Pontianak terbilang sangat efesien. Rasio Keserasian Belanja menunjukkan keseimbangan antarbelanja telah seimbang. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis Kemampuan Keuangan Daerag Kota Pontianak adalah paling ideal. Dilihat dari hasil perhitungan Share dan Growth, Indeks Kemampuan Keuangan Kota Pontianak berada pada kuadaran I. Dilihat dari hasil perhitungan Indeks Kemampuan Keuangan Kota Pontianak, Kemampuan Keuangan Kota Pontianak tergolong tinggi. Kata Kunci : Analisis, Rasio Keuangan APBD, Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah
ANALISIS SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN PAJAK PBB PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PONTIANAK
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi, mendeskripsikan, mengetahui, mengevaluasi hambatan, dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari dijalankannya sistem informasi pembayaran pajak PBB. Dimana DISPENDA Kota Pontianak menetapkan SIS MIOP sebagai jantungnya sistem operasional yang berhubungan langsung dengan Dirjen Pajak. Objek penelitian ialah Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak. Hasil penelitian ini ialah DISPENDA Kota Pontianak memiliki dua sistem dalam memberikan informasi yaitu sistem SIPKD dan TPPBB. Pelaksanaan dari kedua sistem tersebut dikatakan baik, efektif dan efisien karena telah memenuhi unsur-unsur yang terkandung di dalam suatu sistem. Kedua sistem ini sangat dibutuhkan dalam sistem informasi pembayaran pajak. Sistem SIPKD dan TPPBB memiliki fungsi yang sama yaitu untuk pengecekan data tunggakan WP, tetapi penggunaan SIPKD lebih digunakan oleh karyawan di DISPENDA, sedangkan TPPBB digunakan oleh Bank Kal-Bar yang berpusat di DISPENDA Kota Pontianak. Akan tetapi baik pihak bank maupun karyawan DISPENDA, harus memegang kedua sistem tersebut agar data yang masuk valid. Hambatan yang terjadi adalah pelimpahan data dari KPP Pratama dalam bentuk Microsoft Excel sehingga banyak terjadi kesalahan input dalam tunggakan WP. Kelebihan dari sistem ini adalah aman, efektif dalam pelayanan, efisien untuk WP, dan menambah kemudahan bagi karyawan maupun WP. Belum ditemukan kekurangan pada sistem ini selain hambatan yang muncul dalam proses sistemnya. Kata Kunci : Sistem Informasi Pembayaran PBB Melalui SIS MIO
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PROSEDUR PENGGAJIAN PADA SMP GEMBALA BAIK PONTIANAK
ABSTRACT The purpose of this research are to know how the application of the internal control system of payroll system at Gembala Baik Junior High School Pontianak whether it is effective or not and also to know what are the factors that influence the effectiveness of the implication of the payroll procedure internal control system at Gembala Baik Junior High School Pontianak. This analysis use a descriptive qualitative method, and also used four analysis tools such as organizational structure, flowchart of payroll procedures, internal control questionnaires (ICQ), and compliance test on payroll procedures of Gembala Baik Junior High School Pontianak. Based on research that has been done, it can be concluded that the implementation of the internal control system of payroll procedures have been effective. It is influenced by several factors are an employee who has to understand the systems and procedures adopted, bind up with a good coordination between divisions, and there is a good relationship between the school and the foundation. Keywords: Systems, Procedure, Payroll, Internal Control
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN TARIF BILLING PADA PLATINUM E-SPORT ARENA PONTIANAK
ABSTRAK Dalam perhitungan biaya sewa internet kebanyakan Warnet masih menggunakan sistem biaya tradisional. Padahal perhitungan biaya sewa internet sangat penting, karena berkaitan dengan penentuan harga pokok jasa sewa internet, yang pada akhirnya akan mempengaruhi penentuan harga jual atau tarif sewa internet. Alternatif yang dapat digunakan untuk menghitung biaya produk atau jasa adalah dengan menggunakan Activity-Based Costing system(ABCS). Untuk mengatasi distorsi pada akuntansi tradisional Activity-Based Costing system (ABCS) merupakan suatu sistem kalkulasi biaya yang pertama kali menelusuri biaya semua aktivitas dan kemudian keproduk yang dinilai dapat mengukur secara cermat biaya-biaya yang keluar dari setiap aktivitas. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini yaitu dengan menggunakan jenis penelitian deskriftif dengan menggambarkan atau melukiskan suatu fenomena dengan jalan mendeskripsikan objek penelitian yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP yang memberikan hasil lebih kecil. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk lebih rinci dengan menggunakan driver . Kata kunci :ABC, Cost driver, Aktivita
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011 – 2015
Seiring dengan semakin pesatnya persaingan di dunia bisnis, memiliki modal yang besar saja tidak menjamin perusahaan dapat bersaing di dunia bisnis. Untuk unggul dalam persaingan, bisnis mulai memperkenalkan pengetahuan dalam komponennya. Dalam sistem manajemen yang berbasis pada pengetahuan, modal yang konvensional seperti sumber daya alam, sumber daya keuangan dan aktiva fisik lainnya menjadi kurang penting jika dibandingkan dengan modal yang berbasis pada pengetahuan dan tekonologi seperti Human capital. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital beserta komponennya (human capital efficiency, structural capital efficiency dan capital employed efficiency) baik secara simultan maupun parsial terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Sampel dari penelitian ini adalah 25 perusahan di sektor perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2011 – 2015. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa, secara simultan intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Pengujian secara parsial menunjukan bahwa structural capital efficiency (SCE), dan capital employed efficiency (CEE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan human capital efficiency (HCE) tidak berpengaruh terhadap ROA. Kata Kunci : Intellectual Capital (IC), Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), Capital Employed Efficiency (CEE), Return On Asset (ROA
Pengaruh Asimetri Informasi dan Ukuran Perusahaan tehadap Praktik Manajemen Laba (Studi Kasus pada Perusahaan yang Melakukan Right Issue periode 2010-2015)
Istilah manajemen laba muncul sebagai konsekuensi langsung dari upaya-upaya manajer atau pembuat laporan keuangan untuk melakukan manajemen informasi akuntansi, khususnya laba (earnings), demi kepentingan pribadi dan/atau perusahaan. Manajemen laba itu sendiri tidak dapat diartikan sebagai suatu upaya negatif yang merugikan karena tidak selamanya manajemen laba berorientasi pada manipulasi laba. Secara teoritis ada banyak cara atau metode yang dapat ditempuh oleh manajer (pembuat laporan keuangan) untuk mempengaruhi laba yang dilaporkan (reported earnings). Dalam penelitian ini, manajemen laba diukur dengan cara menghitung discretionary accruals. Asimetri informasi diukur dengan menggunakan bid-ask spread dan ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan total aktiva. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan right issue yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel diperoleh dengan tehnik purposive sampling dan diperoleh sampel akhir sebanyak 50 perusahaan non keuangan yang melakukan right issue tahun 2010 – 2015. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan metode analisis linier berganda dalam penelitian ini, maka didapat kesimpulan secara parsial bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap manajemen laba, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap manajemen laba. Serta pengujian secara simultan didapat kesimpulan bahwa asimetri informasi dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap manajemen laba pada perusahaan yang melakukan right issue yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 - 2015. Kata kunci: Manajemen laba, asimetri informasi, ukuran perusahaan. ABSTRAC
PENGARUH KONDISI KEUANGAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, REPUTASI KAP DAN PROPORSI KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KEMUNGKINAN PEMBERIAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014)
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan, reputasi KAP dan proporsi komisaris independen terhadap kemungkinan pemberian opini audit going concern. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2014. Total sampel penelitian adalah 37 perusahaan yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan analisis data menggunakan teknik analisis Regresi Logistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan pemberian opini audit going concern. Kondisi keuangan memiliki nilai signifikan sebesar 0,026 berada dibawah 0,05. Sedangkan, pertumbuhan perusahaan, reputasi KAP, dan proporsi komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan pemberian opini audit going concern. Kata Kunci : Opini audit going concern, kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan, reputasi KAP dan proporsi komisaris independen. Abstract : The aim of this research is to analyze the influence of financial condition, company’s growth, accounting firm reputation and proportion of independent commissioner towards the possibility of going concern audit opinion. The samples used for this research are mining companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2014. The total samples are 37 companies selected by purposive sampling. The data used for this research are secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange (BEI) and analyzed using logistic regression analysis. This research shows that financial condition does not have significant influence towards the possibility of going concern audit opinion. The financial condition has significant value of 0.026 below 0.05. Meanwhile, the company's growth, accounting firm reputation, and proportion of independent commissioner do not have significant influence towards the possibility of going concern audit opinion. Keywords : going concern audit opinion, financial condition, company’s growth, accounting firm reputation and proportion of independent commissioner.
Penerapan Sistem Activity Based Costing Dalam Menentukan Tarif Kamar Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
PENERAPAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENENTUKAN TARIF KAMAR HOTEL ORCHARDZ GAJAH MADA PONTIANAK Muhammad ImanAbdurrohmanFajri ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi tentang bagaimana menggunakan metode sistem Activity Based Costing untuk menentukan tarif kamar hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak pada masing-masing kelas kamar. Diharapkan dapat dijadikan acuan oleh pihak manajemen Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak, juga sebagai pembanding tarif kamar hotel yang telah di tetapkan selama ini menggunakan metode Akuntansi Tradisional, serta menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menentukan tarif kamar hotel kedepannya agar mampu bersaing di pasar perhotelan Pontianak, dengan tarif kamar yang terjangkau tanpa harus mengurangi keuntungan, dimana tujuan perusahaan adalah mendapatkan laba setinggi-tingginya. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu analisis tarif sewa kamar hotel saat ini, kemudian menetapkan metode biaya berdasarkan sistem Activity Based Costing, kemudian membandingkan tarif sewa kamar hotel berdasarkan Activity Based Costing dengan realisasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif sewa kamar hotel dengan menggunakan sistem Activity Based Costing, apabila dibandingkan dengan tarif yang digunakan oleh pihak manajemen hotel maka sistem Activity Based Costing memberikan hasil yang lebih kecil untuk Kelas Executive, Deluxe, Superior, dan Standard, sedangkan Premiere Suite memberikan hasil yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead ke masing-masing produk. Pada sistem Activity Based Costing, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga sistem Activity Based Costing mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitasnya. Kata Kunci: Activity Based Costing, Penerapan Metode Sistem Activity Based Costing Pada Penentuan Tarif Kamar Hote
Analisis Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kualitas Integrated Reporting yang diterapkan oleh Perusahaan Manufaktur yang terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2016
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor karakteristik Good Corporate Governance dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi kualitas Integrated Reporting pada laporan tahunan perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia. Faktor karakteristik Good Corporate Governance yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam hal ukuran Dewan Komisaris, proporsi Komisaris Independen, dan ukuran Komite Audit. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang telah menerapkan Integrated Reporting dalam laporan tahunan periode tahun 2014-2016. Total sampel penelitian adalah 15 perusahaan yang ditentukan melalui purposive sampling. Penelitian ini menganalisis pada laporan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor proporsi Komisaris Independen dan ukuran Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas Integrated Reporting perusahaan manufaktur di Indonesia, sedangkan ukuran Dewan Komisaris tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas Integrated Reporting perusahaan manufaktur di Indonesia. Kata kunci: Integrated Reporting (IR), Laporan Tahunan, Karakteristik Mekanisme Pengawasan dalam Good Corporate Governance, Dewan Komisaris, Komite Audit
ANALISIS PENERAPAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA (PERFORMANCE BASED BUDGETING ) PADA KANTOR SEKRETARIAT KORPRI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Penerapan anggaran berbasis kinerja bertujuan untuk menggantikan sistem anggaran tradisional yang dimaksud agar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran, setiap organisasi publik tidak hanya mempertanggungjawabkan inputnya saja. Anggaran kinerja merupakan system yang mencakup kegiatan penyusunan program dan tolok ukur (indicator) kinerja sebagai instrument untuk mencapai tujuan dan sasaran program dengan lebih menekankan pada analisa rangkaian kegiatan yang dihubungkan dengan tujuan dan pengukuran value for money. Untuk menganalisis penerapan anggaran berbasis kinerja pada Kantor Sekretariat Korpri provinsi Kalimantan Barat, penulis melihat penerapan anggaran berbasis kinerja yang berdasarkan pada aspek penganggaran berbasis kinerja yang diterapkan Kantor Sekretariat Korpri Provinsi Kalimantan Barat, menggunakan kuisioner dengan penilaian value for money dan akuntabilitas serta melakukan wawancara dan studi dokumentasi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan anggaran berbasis kinerja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan penerapan anggaran berbasis kinerja yang dilakukan oleh Kantor Sekretariat Korpri Provinsi Kalimantan Barat belum maksimal tetapi berjalan dengan cukup baik, ini dapat dilihat dari pencapaian kinerja yang disesuaikan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, dan target yang telah ditetapkan. Kantor Sekretariat Korpri Provinsi Kalimantan Barat dalam penyusunan anggaran kinerjanya terdapat beberapa kelemahan, yaitu kelemahan data kinerja, keterbatasan sumber daya manusia, yang menjadi kendala dalam penerapan anggaran berbasis kinerja. Kata kunci: Anggaran Berbasis kinerja, Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja, Laporan Kinerja, Aspek – aspek Penganggaran Berbasis Kinerja, Faktor – faktor yang Mempengaruhi Anggaran Berbasis Kinerja, Laporan Kinerja