Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Not a member yet
    1299 research outputs found

    Analisis Sistem Pengendalian Internal Dalam Pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pada Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan pada Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya  dengan tujuan untuk mengetahui apakah sistem pengendalian internal dalam pelaksanaan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah berjalan secara efektif atau belum. Program BOS merupakan upaya untuk meningkatkan akses masyarakat khususnya siswa dari keluarga kurang mampu terhadap pendidikan yang berkualitas dengan mengikuti program wajib belajar sembilan tahun.Untuk menjelaskan mekanisme penyaluran dana BOS yang terdiri dari alur pengiriman data jumlah siswa, alur alokasi dan seleksi, dan alur penyaluran dana BOS, penelitian ini menggunakan tiga analisis yaitu evaluasi struktur organisasi, flowchart yang memaparkan mekanisme penyaluran dana BOS dan selanjutnya internal control questionaires digunakan sebagai alat analisis untuk mengetahui tentang pengelolaan dana BOS.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal dalam pelaksanaan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi struktur organisasi, analisis flowchart, dan analisis internal control questionaires yang telah dijalankan secara efektif dan sesuai prosedur yang berlaku. Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Internal Control Questionaires (ICQ)

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT DAN PERILAKU WHISTLEBLOWING MAHASISWA AKUNTANSI (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang memengaruhi perilaku whistleblowing  mahasiswa akuntansi. Faktor yang diuji adalah  indikator dalam  Theory Planned of Behavior dan Teori Pertukaran Sosial. Secara  lebih khusus,  tujuan  penelitian ini  adalah menguji, (1) pengaruh sikap terhadap perilaku  pada niat, (2) pengaruh norma subjektif pada niat, (3) pengaruh  persepsi dukungan organisasi pada niat, (4) pengaruh niat pada perilaku whistleblowing (5) pengaruh sikap terhadap perilaku pada perilaku whistleblowing, dan (6) pengaruh  persepsi dukungan organisasi pada perilaku whistleblowing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner dan diukur menggunakan  skala likert. Populasi penelitian adalah mahasiswa akuntansi Strata 1 Universitas Tanjungpura. Pengambilan sampel menggunakan rumus  Slovin  diperoleh jumlah minimal sampel sebanyak 174 orang. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan  insidental sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah SmartPLS v2.m3.Hasil  dari  penelitian  ini menunjukkan sikap terhadap perilaku, norma subjektif, persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif pada niat mahasiswa akuntansi untuk melakukan whistleblowing. Begitu juga dengan sikap terhadap perilaku, persepsi dukungan organisasi dan niat berpengaruh positif terhadap perilaku whistleblowing.  Kata Kunci : Whistleblowing, Kecurangan, Theory Planned of Behavior dan Teori Pertukaran Sosia

    Penerapan SAK EMKM dalam Penyusunan Laporan Keuangan UMKM (Studi Kasus Warung Nasi Goreng Meletop di Mempawah)

    No full text
    PENERAPAN SAK EMKM DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM (STUDI KASUS WARUNG NASI GORENG MELETOP DI MEMPAWAH)By:SuyansyahB1031131121 ABSTRAK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan suatu usaha ekonomi yang berdiri sendiri yang umumnya dilakukan oleh perorangan atau sekelompok pembisinis maupun badan usaha. Dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di perlukan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi, tapi para pelaku usaha cenderung mengabaikan penyusunan laporan yang sesuai standar akuntansi lebih memilih membuat laporan keuangan menurut pemahaman sendiri. Permasalahan tersebut membuat Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) menyiapkan laporan sederhana yaitu Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) untuk para pelaku usaha industri guna untuk menilai serta mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemilik UMKM nasi goreng meletop hanya melakukan pencatatan laporan berupa pengeluaran dan pemasukan. Faktor yang menyebabkan SAK EMKM belum diterapkan adalah kurangnya pemahaman atau pengetahuan pemilik atas laporan SAK EMKM, tidak adanya penyuluhan atau seminar dari pihak pemerintah tentang laporan keuangan SAK EMKM, kurangnya minat pemilik usaha dalam melakukan pencatatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Kata Kunci: UMKM, Laporan Keuangan, SAK EMKM     Implementation of SAK EMKM in the preparation of MSME Financial Statements (Case case Warung fried rice meletop in Mempawah) ABSTRAK Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) is a stand-alone economic enterprise that is generally done by individuals or a group of pembisinis as well as business entities. In the development of Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) in need of financial statements in accordance with accounting standards, but business actors tend to ignore the preparation of reports appropriate accounting standards prefer to make financial statements according to their own understanding. These problems make the Indonesian Accounting Association (IAI) prepare a simple report that is Financial Accounting Standards Micro and Small Medium Enterprises (SAK EMKM) for industrial business actors to assess and develop Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs).This research was conducted by using qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study through interviews and library research. The results of the research show that the owner of SMEs fried rice meletop only do recording report in the form of expenditure and income. Factors causing SAK EMKM not yet implemented are lack of understanding or knowledge of the owner of SAK EMKM report, lack of counseling or seminar from the government about financial report of SAK EMKM, lack of interest of business owner in recording financial statements according to accounting standard. Keywords: MSME, Financial Report, SAK EMKM      DAFTAR PUSTAKA BadanPusatStatistik. (2015). ProfilBisnis Usaha Mikro Kecil danMenengah. Jakarta: BPS.Creswell, J.W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Damian, F. (2017). Penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan SAK EMKM pada pertenakan ikan lele (Studi kasus pada Lele Fajar). Pontianak. Universitas Tanjungpura.Departemen Pengembangan UMKM. (2016). Perkembangan Kredit UMKM dan MKM. Bank           Indonesia.Fahmi, I.Analisis Laporan Keuangan. Bandung: alfabeta.FakultasEkonomi&Bisnis. (2016). Pedoman Penulisan Karya Akhir. Pontianak: UniversitasTanjungpura.Hery. (2013). Teori Akuntansi Pengantar. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Hery. (2015). Analisis laporan Keuangan. Yogyakarta: PT. Buku Seru.Ikatan Akuntansi Indonesia. (2016). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menegah. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.Ilma, M.Z. (2017). Penerapan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Wooft Konveksi. Pontianak. Universitas Tanjungpura.Kamsir, (2012).Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Mahrani. (2017). Penyusunan Laporan Keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Studi Kasus pada UMKM Maknoer Cookies. Pontianak. Universitas Tanjungpura.Mudrajat & Kuncoro. (2013). Metode Riset dan Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga.Moussa, I. (2017). Pencatatan Keuangan Menurut Pemahaman Pelaku  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Surabaya. STIE PERBANAS.Nur, R.A.F. (2017). Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Studi Kasus pada Konveksi Goods Project Bandung. Pontianak. Universitas Tanjungpura.Primayudia, D. (2017). penyusunan Laporan Keuangan Usaha Ikan NIla di Keramba Sejahtera Berbasis SAK EMKM. Pontianak. Universitas Tanjungpura.Shonhadji, Nanang, Aghe A, Laely, Djuwito. (2017). Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan pada Usaha Kecil Menengah berdasarkan SAK EMKM di Surabaya. Surabaya. STIE PERBANAS.Sirait, P. (2014). Pelaporan dan Laporan Keuangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.Thesar, J. (2016). Penyusunan Laporan Keuangan Usaha Kecil Menegah (UKM) Konveksi Astra Berdasarkan SAK EMKM. Pontianak: Universitas Tanjungpura.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1995. Undang-Undang Usaha Kecil dan Menengah . Jakarta: Sinar Grafika.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. Undang-Undang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Jakarta: Sinar Grafika.Wibisono, D. (2013).Panduan Penyusunan Skripsi, Tesis & Disertasi. Yogyakarta: Andi.Ilma, M.Z. (2017). Penerapan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Wooft Konveksi. Pontianak. Universitas Tanjungpura.Zulharmansyah, R.I. (2016). Implementasi SAK TETAP Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) Toko Souvenir Khas Daerah Abdisyah. Pontianak: Universitas Tanjungpura.   

    ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI (STUDY KASUS PADA KPRI KIHAJAR DEWANTARA SUNGAI KAKAP)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan pada KPRI Kihajar Dewantara Sungai Kakap berdasarkan SAK ETAP dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Penelitian ini menggunakan metode berupa studi kasus yang bersifat deskriptif kualititatif. Penelitian ini di lakukan melalui observasi langsung ke lokasi penelitian, wawancara dengan pihak yang terkait dengan penelitian terhadap dokumen yang menjadi pembahasan dalam penelitian di KPRI Kihajar Dewantara Sungai Kakap. Data di peroleh dalam bentuk buku  profil perusahaan, laporan keuangan, dan wawancara terkait penerapan SAK ETAP pada KPRI Kihajar Dewantara Sungai Kakap. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan KPRI Kihajar Dewantara Sungai Kakap hanya terdiri dari neraca dan penjelasan laba rugi, hal ini  belum sesuai dengan aturan penyusunan laporan keuangan yang diatur oleh SAK ETAP yakni yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Faktor-faktor yang menyebabkan KPRI Kihajar Dewantara Sungai Kakap belum menerapkan SAK ETAP dalam penyajian laporan keuangannya adalah terbatasnya informasi mengenai SAK ETAP, karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai aturan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku bagi badan usaha koperasi. Kata kunci: Laporan Keuangan, SAK ETAP, dan KPRI Kihajar Dewantara Sungai Kaka

    ANALISIS POTENSI KONTRIBUSI PENERIMAAN PARKIR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PONTIANAK

    No full text
    ANALISIS POTENSI KONTRIBUSI PENERIMAAN PARKIR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PONTIANAKOleh:Ridho Adhen Ikhmal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan AkuntansiUniversitas Tanjungpura Pontianak  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran potensi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Pontianak. Gambaran potensi kontribusi retribusi parkir terhadapt Pendapatan Asli Daerah jika mengacu pada Perda Walikota Pontainak No. 4 tahun2012, dan potensi kontribusi retribusi parkir di jalan Gajahmada dan Sungai Jawi terhadap kontribusi parkir di Kota Pontinaka. besarnya tarif sewa per kamar dan tariff per jenis Spa yang berlaku di Gardenia Resort and Spa Pontianak, untuk mengetahui besarnya tarif sewa per kamar hotel dan tarif per jenis spa menggunakan perhitungan metode activity based costing system, dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara tarif yang ditetapkan Gardenia Resort and Spa Pontianak dengan tarif sewa tarif sewa per kamar dan tarif per jenis spa dengan menggunakan metode activity based costing system.Bagaimanakah gambaran potensi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota PontianakBerapa potensi kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah jika mengacu pada Perda Walikota Pontianak No 4 tahun 2012?Berapa potensi kontribusi retribusi parkir di Jalan Gajahmada dan Sungai Jawi terhadap kontribusi parkir di kota Pontianak? Metode Peneltian yang digunakan yaitu Penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dilakukan dalam wilayah yang luas mengingat hal yang dicari secara mendalam berada dalam wilayah kegiatan yang berkaitan dengan wilayah administrasi pengelolahan retribusi parkir selama tahun 2012 - 2015 Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisai(persen) antara target (rupiah) yang telah di tetapkan tiap tahun 2012 – 2015 dengan realisasi pajak parkir yang di terima (rupiah) diantaranya 101, 64% , 104,37%. 100,54%,  dan 43,00% . semua sudah melebihi target yang sudah di tentukan kecuali pada tahun 2015 yang tidak tercapai target tersebut dikarenakan adanya peningkatan 2.6 kali dari tahun sebelumnya, tetapi realisasi pajak parkir pada tahun 2015 tersebut mengalami penigkatan di tahun sebelumnya. Sedangkan pengaruh terhadap penerimaan retribusi parkir terhadap pendapatan asli daerah selama tahun 2012 – 2015 yaitu berturut – turut 0.8% , 0,7% 1.3% , dan 1.1%  yang mengalami peningkatan tiap tahunnya kecuali tahun 2015 yang mengalami penurunan sebesar 0.2 persen dari tahun 2014. Kemudian, realisasi retribusi pajak parkir perda walikota Pontianak no.4 tahun 2012 berdasarkan jumlah kendaraan selama tahun 2012 – 2015 yang mengalami peningkatan dari tahun 2012 – 2014 yaitu 7.27% , 7.73% , 39.87% sedangkan di tahun 2015 mengalami penurunan  12.04%. yang di mana dispenda masih ada kendala untuk mencapai target pajak parkir di karenan masih ada lahan parkir yang di pungut oleh parkir liar, sehingga kadang-kadang pemungutan liar ini tidak menyetorkan hasilnya kedapa dispenda khususnya bagian pendataan. Selannjutnya kontribusi penerimaan pajak parkir di Jalan Gajah Mada dan Sungai Jawi terhadap Realisasi Pajak Parkir di kota Pontianak didapati hasil untuk Jalan Gajah Mada pendapatan pajak parkir sebesar Rp. 85.680.000,00 atau (3,065%) sedangkan Sungai Jawi pendapatan pajak parkir sebesar Rp. 49.560.000,00 atau (1,772%), total penerimaan retribusi parkir di jalan gajah mada dan sungai jawi sebesar Rp. 135.240.000,00 atau (4,837%).Dari kesimpulan yang ada peneliti memberikan saran agar Memeriksa kembali antara target, potensi dan realisasi yang ada serta menghitung kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik, untuk menentukan target pajak yang lebih realistis, Memperluas basis penerimaan untuk meningkatkan penerimaan pajak parkir, Melakukan uji petik atau pemeriksaan kepada wajib pajak parkir, Melakukan pembinaan atau penyuluhan kepada wajib pajak parkir Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan, maka dapat diketahui tentang kontribusi pajak parkir pada PAD Kota Pontianak.  Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah, Retribusi Parkir, realisasi pajak parkir

    ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, IFRS, DAN OPINI AUDIT TERHADAP KECENDERUNGAN TERJADINYA KETERLAMBATAN AUDIT

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Ukuran Perusahaan, IFRS, dan Opini Audit terhadap audit delay. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013 sampai dengan 2015. Variabel independen yang digunakan adalah ukuran perusahaan, IFRS, dan opini audit. Variabel dependen yang digunakan adalah audit delay. Jumlah perusahaan perbankan yang dijadikan sample penelitian ini sebanyak 20 perusahaan dengan periode pengamatan selama 3 tahun. Berdasarkan metode penelitian purposive sampling, total sampel penelitian adalah 60 laporan keuangan. Pengujian hipotesis menggunakan teknik regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan IFRS, dan opini audit tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Kata kunci : Ukuran Perusahaan, IFRS, Opini Audit, Audit Delay.ABSTRACT This research purposes to check the effects of firm size, IFRS, and audit opinion on The Audit delay. This research used sample of banking industry which is listed in Indonesian Stock Exchange during 2013 to 2015 period. Independent variables were used firm size, IFRS, and audit opinion. Dependent variable was used audit delay. The number of banking industries that were became in his study were 20 companies with 3 year observation. Based on method purposive sampling, research sample total is 60 financial statements. Hypothesis in this research are tested by logistic regression. Result of this research indicates that firm size influences significantly on the audit delay. On the other hand, IFRS, and audit opinion don’t influence significantly audit delays. Keywords : firm Size, IFRS, audit opinion on The Audit delay

    ANALISIS PERENCANAAN PENGELOLAN KEUANGAN DESA DI DESA BULUH MERINDU (Studi Kasus Pada Desa Buluh Merindu Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perencanaan Keuangan Desa di Desa Buluh Merindu dan juga untuk mengetahui kesesuaian  antara Perencanaan  Keuangan Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.  Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis data dengan cara mengumpulkan, mereduksi dan menyajikan data sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Keabsahan data diperiksa dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini adalah Perencanaan  Keuangan desa di Desa Buluh Merindu dan kesesuian antara Perencanaan  Keungan Desa di Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa Menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007. Hasil analisis tersebut dibandingkan dengan hasil wawancara dengan Kepala Desa Buluh Merindu, Sekretaris Desa Buluh Merindu, Bendahara Desa Buluh Merindu, Kaur pembangunan Desa Buluh Merindu dan Ketua BPD Desa Buluh Merindu mengenai Perencanaan Keuangan Desa di Desa tersebut. Hasil analisis kesesuaian Perencanaan Keuangan Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007 menunjukkan bahwa masih banyak ketidaksesuaian antara Perencanaan Keuangan Desa di Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007. Kata Kunci: Perencanaan Keuangan Desa, Permendagri No. 37 Tahun 2007, dan APBDesa      ABSTRACT  This research  aims to understand financial planning village in the village Buluh Merindu and also determine conformity of financial planning village in village Buluh Merindu with the planning finance according to Affairs Regulation Number 37 years 2007 about Financial Management Guildelines. This research included in this typeof qualitative descriptive research using primary and secondary data collected by using observation, interviews, and documentation. In this study the authors analyze the data by collecting, reducing and precenting the data to find a conclusion. Validity of the data is checked by using a triangulation method. The results of this reseacrh is financial  planning village in the village Buluh Merindu and analysis conformity of financial planning village in the village Buluh Merindu with the planning village financial according to Affairs Regulatins Number 37 years 2007. The results of analysis then compared with the results of interviews with the heads Buluh Merindu village, the secretary Buluh Merindu Village, the treasurer Buluh Merindu Village, the kaur development Buluh Merindu Village and BPD Buluh Merindu on financial planning village in village Buluh Merindu. The results of the analysis conformity financial planning village Buluh Merindu with planning village finance according to Affairs Regulation Number 37 years 2007 show that there are many mismatch between financial planning village in the village Buluh Merindu with the planning Village finance according to Affairs Number 37 years 2007. Keyword: The Financial Planning Village, Affairs Regulation Number 37 Years 2007, and APBDesa    

    ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan seperti leverage, likuiditas, dan profitabilitas terhadap luas pengungkapan sukarela pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengungkapan sukarela menjadi pilihan bebas perusahaan dalam menyampaikan informasi di laporan keuangan terkait dengan aktivitas perusahaan itu sendiri. Sampel penelitian ini adalah laporan tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014 sebanyak 30 perusahaan dimana penelitian ini menggunakan metode purposive sampling atau pengambilan sampel secara sengaja dengan tujuan tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data diperoleh di ww.idx.co.id. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan computer program software SPSS versi 21 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela sehingga tidak sesuai dengan hipotesis, sedangkan profitabilitas mendukung hasil hipotesis.Kata kunci: pengungkapan sukarela, kinerja keuangan, leverage, likuiditas, profitabilitas

    PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 (Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi FEB Untan)

    No full text
    PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015(Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi FEB Untan)Oleh:Demia MarindaB41110114 ABSTRAKMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berlaku sejak akhir 2015. Tujuan dari pembentukan MEA ini adalah untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai pasar tunggal dan basis produksi yang dapat bersaing secara global, yang didukung dengan aliran barang, jasa, tenaga kerja, investasi dan modal yang bebas di antara ke sepuluh negara anggotanya. Ini berarti, seorang akuntan atau mahasiswa lulusan akuntansi mempunyai kesempatan untuk dapat bekerja di negara ASEAN lain. Hal ini menjadi tantangan karena seorang akuntan atau mahasiswa lulusan akuntansi harus mempunyai kompetensi dan soft skill agar dapat bersaing secara global.            Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura yang berjumlah 518 mahasiswa. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan diperoleh sampel sebanyak 86 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.            Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar Mahasiswa Akuntansi FEB Untan sudah mengetahui tentang MEA 2015 dan memahami implikasi dari pemberlakuan MEA, (2) Mahasiswa Akuntansi FEB Untan merasa perlu untuk meningkatkan kompetensi serta soft skill mereka dalam menghadapi MEA 2015.Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa Akuntansi, Masyarakat Ekonomi ASEAN, keilmuan akuntansi, soft skil

    Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Pada Toko Kue Bingke Khatulistiwa

    No full text
    ABSTRAKPenerapan Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Pada Toko Kue Bingke KhatulistiwaOleh Risky Ulandari Kemajuan teknologi telah mengubah secara dramatis sistem manajemen perusahaan. Perusahaan harus membuat sistem pengukuran yang baik dari metode tradisional. Pengukuran yang lebih baik digunakan yakni Balance Scorecard. Balance Scorecard mempunyai empat metode sebagai alat pengukuran, keuangan, pelanggan, bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.Objek penelitian ini adalah Toko Kue Bingke Khatulistiwa. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan data keuangan sebagai data utama. Hasil penelitian dengan menggunakan konsep balance scorecard menunjukkan bahwa kinerja keuangan Toko Kue Bingke Khatulistiwa lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kinerja kepuasan pelanggan Toko Kue Bingke Khatulistiwa, menunjukkan nilai kepuasan yang baik untuk kue yang ditawarkan, citra perusahaan, dan hubungan. Sedangkan untuk kinerja proses bisnis internal menunjukkan hasil yang baik pada proses inovasi, operasi, dan pelayanan purna jual. Kinerja Toko Kue Bingke Khatulistiwa secara keseluruhan bisa dianggap bagus. Manajemen yang baik adalah alasan Toko Kue Bingke Khatulistiwa mampu meningkatkan kinerjanya agar sesuai visi dan misi perusahaan.Kata kunci: Balanced scorecard, Pengukuran Kinerja Perusahaa

    54

    full texts

    1,299

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇