STAIN Kudus Repository
Not a member yet
    7166 research outputs found

    Persepsi Santri Pondok Pesantren Nurul Huda Kajen Pati Terhadap Ṣhalawat (Perspektif Tafsir QS. Al-Aḥzâb Ayat 56)

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rasa keingintahuan penulis tentang persepsi dari santri di pondok pesantren Nurul Huda Kajen Pati terhadap kegiatan pembacaan Ṣhalawat sesuai dengan perintah membaca Ṣhalawat yang termakatub dalam Al-Qur’an surah Al-Aḥzâb ayat 56. Dalam fenomena yang terjadi di pesantren ini, yaitu sebuah kegiatan praktik pembacaan Ṣhalawat yang menjadi rutinitas wajib bagi semua santri. Menanggapi hal ini, cara santri dalam memahami ayat tersebut pasti setiap orang mempunyai penafsiran atau pemahaman makna yang berbeda-beda. Pemahaman tersebutlah yang mengakibatkan perilaku yang berbeda-beda pada setiap individu. Lantas bagaimana jika terjadi pada sebuah pondok pesantren yang mana sudah ditetapkan bacaan Ṣhalawat serta waktu pelaksanaannya. Apakah hal tersebut dapat mempengaruhi pemahaman setiap individunya. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui persepsi santri pondok pesantren Nurul Huda Kajen Pati terhadap QS. Al-Aḥzâb ayat 56. (2) Untuk mengetahui penerapan perintah membaca Ṣhalawat dalam QS. Al-Aḥzâb ayat 56 oleh santri pondok pesantren Nurul Huda Kajen Pati. (3) Untuk mengetahui manfaat dari penerapan membaca Ṣhalawat di pondok pesantren Nurul Huda Kajen Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data-data penelitian disajikan sesuai dengan sudut pandang subjek penelitian dan dengan jenis penelitian field research (penelitian lapangan). Kemudian bersifat deskriptif yang mana mendeskripsikan, menguraikan secara jelas fokus sasaran yang menjadi permasalahan dalam penelitian. Penelitian ini juga tergolong dalam ranah living Qur’an, karena kajiannya memberi perhatian pada respon,persepsi masyarakat tertentu terhadap teks Al-Qur’an. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yalni meliputi reduksi data, display data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Persepsi santri Pondok Pesantren Nurul Huda Kajen Pati terhadap QS. Al-Aḥzâb ayat 56 tentang Ṣhalawat, bahwa ayat tersebut merupakan suatu perintah yang nyata dan jelas adanya dari Allah untuk kita para hamba-Nya untuk senantiasa membaca Ṣhalawat atas Nabi Muhammad Ṣholallâhu ‘alaihi Wasallam. Karena dengan berṣhalawat merupakan salah satu bukti nyata cinta kita terhadap Allah dan Nabi Muhammad Ṣholallâhu ‘alaihi Wasallam. Melalui ayat ini para santri meyakini adanya pengaruh positif terhadap diri sendiri, karena banyak sekali hikmah dan manfaat ketika kita benar-benar melaksanakannya. (2) Implementasi Ṣhalawat sendiri bagi para santri Pondok Pesantren Nurul Huda Kajen Pati yakni dengan cara memahami makna ayat QS. Al-Aḥzâb ayat 56 dan mengaplikasikannya serta mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, lalu menerapkan terhadap kehidupan sehari-hari. Menjadikan para santri memiliki pribadi yang berakhlakul karimah, dapat menjadi kunci dipermudahkannya menuntut ilmu dan menyelesaikan berbagai masalah. (3) Para santri percaya bahwa dibalik ketekunan mereka dalam berṣhalawat mendatangkan manfaat yang luar biasa banyaknya. Beberapa manfaat yang dirasakan oleh para santri antara lain: (a) membuat hati menjadi terasa lebih tenang dan tentram, (b) para santri merasa mudah faham dengan pelajaran yang diberi ustadz/ustadzah, (c) menjadi pribadi yang lebih berakhlakul karimah, (d) merasa mudah terkabulkannya do’a-do’a dan harapan, dan (e) mempertajam ingatan

    Pengembangan Laboratorium Manajemen Zakat Wakaf Berbasis Aplikasi Android

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan laboratorium Manajemen Zakat Wakaf berbasis aplikasi android, serta mendeskripsikan pengembangan laboratorium Manajemen Zakat Wakaf berbasis aplikasi android, dan mendeskripsikan uji kelayakan dari pengguna laboratorium Manajemen Zakat Wakaf berbasis aplikasi android. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan Research and Development (R & D). Sumber data primer dan sekunder, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui angket, dan dokumentasi yang diperoleh dari beberapa informan yang terkait seperti: uji validasi materi dan media oleh Kepala Pimpinan Yatim Mandiri Cabang Sragen dan PT Bank Mandiri Persero. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) analisis terhadap kebutuhan, Aplikasi E-ZISWAF yang diinginkan dosen dan mahasiwa adalah Aplikasi E-ZISWAF yang bisa didonwload dengan smartphone, akses perolehan dengan playstore, kapasitas rendah, cara masuk ke aplikasi secara langsung, tampilan aplikasi yang menarik, bentuk ikon menu yang mudah dipahami, logo aplikasi yang bagus, warna tampilan yang sesuai, pilihan menu literasi , program kemanusiaan, penunaian, report. Oleh karena itu, Aplikasi E-ZISWAF sangat bermanfaat pada pada Laboratorium Manajemen Zakat Wakaf. Hal-hal tersebut dapat membuat mahasiswa berlatih menjadi seorang amil. 2) Selama tahap pengembangan, peneliti melakukan berbagai tahap dalam mengembangkan produk yang sebelum pernah gagal diuji oleh validator. Peneliti membuat aplikasi yang kedua divalidasi oleh validator ahli yang layak dipakai dan menjadi salah satu acuan dalam suatu pengembangan Aplikasi E-ZISWAF dapat membantu mahasiswa berlatih menjadi seorang amil dan dapat menunaikan ZISWAF dengan mudah. Penelitian dan pengembangan Aplikasi E-ZISWAF menggunakan jenis R&D (Research and Development) dengan model penelitian Sekuensial Linier. Penelitian dan pengembangan Aplikasi E-ZISWAF dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi: analisis permasalahan, desaign, penulisan dan pengujian. 3)Penilaian dan saran perbaikan ahli terhadap prototipe Aplikasi E-ZISWAF, dapat disimpulkan bahwa aspek instalasi Aplikasi E-ZISWAF dinilai sangat layak oleh ahli dan mendapatkan nilai sebanyak 87,5. Aspek tampilan menu memperoleh nilai sebanyak 90 dengan kategori sangat layak. Selain itu, aspek substansi aplikasi memperoleh nilai sangat layak, yaitu 82,5. Dengan rata-rata keseluruhan 86,67, dinyatakan bahwa Aplikasi E-ZISWAF layak digunakan

    Implementasi Hadis Puasa Sunnah Syawal (Kajian Ma’anil Hadis)

    No full text
    Puasa sunnah dalam Islam merupakan salah satu bagian dari ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Saw yang salah satu tujuannya adalah untuk mengharap ridho dan kasih sayang dari Allah Swt. Puasa sunnah memiliki beberapa macam, salah satu diantaranya adalah puasa sunnah syawal. Puasa syawal merupakan puasa yang dikerjakan pada bulan syawal. Dalam lingkup masyarakat sangat antusias dalam menjalankan puasa sunnah syawal yang seolah menjadi sebuah tradisi yang berkembang yang mana pengamalannya disandarkan kepada sabda Nabi yang memiliki kandungan keutamaan yang berlipat ganda sebagaimana puasa selama setahun penuh. Sedangkan problem yang terjadi di masyarakat adalah kurangnya pengetahuan dalam memahami kandungan makna keutamaan dan cara pelaksaannya. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengungkap kandungan makna dan tata cara pelaksanaanya, dengan judul penelitian: Implementasi Hadis Puasa Sunnah Syawal (Kajian Ma’anil Hadis). Penelitian ini memiliki tujuan yang digunakan untuk mengetahui: Pertama, Model penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang mana data yang diambil bersumber dari kepustakaan seperti kitab hadis, buku, jurnal, thesis, maupun literatur yang lainnya, yang ditujukan untuk mencari data-data, teori, konsep dan sebagainya yang relevan dengan tujuan pencapaian hasil penelitian. Sedangkan pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan linguistik yakni merupakan sudut pandang atau starting view yang digunakan untuk membahas, menganalisa hadis puasa sunnah syawal untuk memperoleh kesimpulan atau pemahaman terhadap fenomena-fenomena yang muncul dengan tepat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hadis puasa sunnah syawal ini berkualitas sahih. Dari segi sanadnya diketahui bahwa sanadnya bersambung (muttasil) dan seluruh perawinya dinyatakan tsiqah. Adapun dari segi kualitas matannya mengacu pada parameter kesahihan matan yang ditawarkan oleh al-Khatib al-Baghdadi tidak ditemukan adanya ‘illat ataupun syadz didalamnya., melainkan perlu adanya melihat konteksnya baik syarah maupun riwayat lain dalam segi keutamaannya. Adapun pengamalannya (implementasi) berkaitan dengan hukum bagi seseorang yang melakukan puasa sunnah syawal menurut mayoritas atau jumhur ulama fiqih (fuqaha’) mengatakan sunnah. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi Rahimahullah dalam kitabnya al-Minhaj syarah Sahih Muslim boleh dilaksanakan secara berurutan maupun secara terpisah. Sehingga dengan adanya berbagai pendapat ulama tersebut kita dapat menjalankan amalan ibadah dengan benar dan sungguh-sungguh sebagai pijakan tanpa adanya keraguan

    Peran Kiai dalam Bimbingan dan Konseling dari Keluarga “èlèk” menjadi Keluarga Samawa di Undaan Kudus

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil temuan tentang peran kiai dalam bimbingan dan konseling dari keluarga “èlèk” menjadi keluarga samawa di Undaan Kudus. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kiai dalam bimbingan dan konseling terhadap keluarga yang mengalami “èlèk” di Undaan Kudus termasuk bagaimana proses bimbingan dan konseling dengan menggunakan media. Peran kiai dalam bimbingan dan konseling terhadap keluarga yang mengalami “èlèk” merupakan salah satu bagian tugas seorang kiai sebagai tokoh perubahan dalam kehidupan keluarga serta lingkungan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini peneliti secara langsung menggali informasi di lokasi penelitian yaitu dilingkungan kiai dan keluarga yang pernah mengalami “èlèk” di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi berupa catatan dan dan foto-foto data terkait yang kemudian disajikan dalam pembahasan penelitian dengan bentuk naratif deskriptif. Dalam pengambilan data lapangan peneliti menggunakan purposive dengan menentukan jumlah sampling informan sebanyak tiga jenis yaitu: (1) Pemerintah setempat (2) Kiai (3) Pasangan yang pernah mengalami “èlèk”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran kiai dalam bimbingan dan konseling terhadap keluarga “èlèk” dengan cara memberi bimbingan selain itu juga menggunakan media yang berupa air yang dibacakan do'a dan sholawat nabi oleh kiai itu sendiri. (2) dalam mewujudkan keluraga samawa (sakinah mawadah warahmah) setelah mengalami “èlèk” mengadakan bancakan atau mbangun nikah keduanya memiliki tujuan untuk keharmonisan rumah tangga dan keselamatan rumah tangga

    Layanan Bimbingan Konseling Islam Melalui Pendekatan Dzikir Dalam Meningkatkan Efikasi Diri Pada Eks Pengguna Napza di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Demak

    No full text
    Penelitian ini memilki tiga tujuan pokok. Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui layanan bimbingan konseling Islam melalui pendekatan dzikir dalam meningkatkan efikasi diri pada eks pengguna napza. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari layanan bimbingan konseling Islam melalui pendekatan dzikir dalam meningkatkan efikasi diri pada eks pengguna napza. 3) Untuk mengetahui hasil layanan bimbingan konseling Islam melalui pendekatan dzikir dalam meningkatkan efikasi diri pada eks pengguna napza di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Demak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Sumber datanya adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data di peroleh dari proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jumlah informan adapun informanya yaitu pembimbing rohani dan klien eks pengguna NAPZA. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa: 1) Layanan bimbingan konseling Islam melalui pendekatan dzikir dapat diterapkan sebagai upaya dalam membantu klien untuk kembali fitrah dan mendorong klien untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ketentuan agama Islam serta membantu klien untuk meningkatkan efikasi diri untuk tidak mengkonsumsi narkoba kembali. 2) Faktor pendukung dan faktor penghambat terhadap layanan bimbingan konseling Islam melalui pendekatan dzikir dalam meningkatkan efikasi diri pada eks pengguna napza berasal dari keinginan dirinya yang kuat untuk sembuh, adanya dukungan dari keluarga, teman serta adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya kondisi awal klien napza, kurangnya dukungan dari keluarga, klien napza pada saat awal belum bisa membaca huruf hijayah, serta faktor penghambat lain yaitu pelaksanaan dzikir antara pasien ODGJ dengan klien napza dilakukan secara bersama-sama. 3) Hasil dari layanan bimbingan konseling Islam melalui pendekatan dzikir dapat memberikan peningkatan efikasi diri pada klien eks pengguna napza di Panti Rehabilitasi Sosial Maunatul Mubarok Dema

    Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/Puu-Xvii/2019 Tentang Eksekusi Objek Jaminan Fidusia

    No full text
    Kata fidusia merupakan akar kata fides artinya amanah. berdasarkan dari arti dan makna kata itu, maka hubungan hukum yang terjadi antara debitur (pemberi fidusia) dengan pihak kreditur (penerima fidusia) adalah sebuah relasi yang dibangun atas dasar kepercayaan. Debitur berkeyakinan bahwa kreditur ingin memenuhi kewajiban hak milik atas suatu barang yang telah diserah terimakan sebagai jaminan setelah dapat melunasi hutangnya, sedangkan seorang kreditur berkeyakinan bahwa debitur tidak akan mungkin untuk menyalahgunakan agunan yang ada dalam genggamannya. Rumusan masalah yang ada didalam penelitian ini yaitu berterkaitan dengan Bagaimana Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, Bagaimana Pertimbangan Hukum dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, yang akan menjadi objek didalam sebuah penelitian ini adalah Putusan MK No 18/PUU-XVII/2019 yang menjelaskan tentang eksekusi objek jaminan fidusia. Penelitian didalam skripsi yang penulis kaji menggunakan penelitian kepustakaan atau lebih dikenal dengan (library research) dengan cara melalui pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan apa yang terjadi saat ini terkait dengan pelaksanaan jaminan fidusia, dengan tujuan untuk memahami situasi saat ini dan upaya apa yang dilakukan untuk mengatasinya. Dengan memperoleh sumber data primer cara mendapatkannya dengan cara langsung dan sumber data sekunder cara mendapatkannya berupa laporan-laporan dan lain-lain dalam hal ini literatur, buku-buku, tulisan-tulisan dan penelitian-penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwasannya terkait dengan Putusan Mahkamah Konstitusi No 18/PUU-XVII/2019 masih sampai kapanpun memberikan titel eksekutorial yang mana dapat digunakan untuk mengeksekusi objek jaminan fidusia serta pertimbangan hukum mengenai kewenangan eksklusif pihak kreditur akan senantiasa melekat selama tidak terjadi permasalahan mengenai kepastian dalam waktu penentuan wanprestasi

    Istiqāmah Dalam Tafsir Al-Azhar Dan Relevansinya Dengan Konsep Moderasi Beragama

    No full text
    Istiqāmah merupakan sikap yang teguh pendirian untuk selalu berada dalam ketaatan. Sikap ini juga dipahami sebagai suatu amal perbuatan yang dilakukan secara tekun dan konsisten. Dari sinilah muncul pemahaman bahwa istiqāmah hanyalah sebuah rutinitas atau bentuk pengulangan dari amal. Namun dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan penafsiran berbeda dari yang lainnya. Pada beberapa ayat yang dijadikan fokus penelitian, istiqāmah memiliki makna yang mengandung konsep wasat{iyah. Suatu ajaran moderat dalam Islam yang merupakan jalan menuju moderasi beragama. Al-Qur`an menyebutkan kata istiqāmah dalam beberapa ayat yang berkaitan dengan judul yakni Q.S Hud [11]: 112, Q.S Fus{s{ilat [41]: 30 dan Q.S Al-Ah{qāf [46]: 13. Dari ayat-ayat itulah, penelitian ini akan menjawab permasalahan 1) bagaimana penafsiran istiqāmah dalam Tafsir Al-Azhar. 2) bagaimana relevansi penafsiran istiqāmah dalam Tafsir Al-Azhar dengan konsep moderasi beragama. Penelitian ini tergolong penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan data primer kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan data sekunder berupa buku, artikel, jurnal yang berkaitan dengan pembahasan. Data-data yang diperoleh kemudian diolah dengan metode deskriptif analitis. Adapun jenis metode tafsir yang digunakan adalah metode tafsir maud{ū’i atau tematik yakni metode yang bertujuan untuk memperoleh makna terkait tema pembahasan. Berdasarkan ayat-ayat yang dikaji, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istiqāmah menurut Buya Hamka adalah sikap yang tidak ragu-ragu atau mantap karena berada di jalan yang lurus dan pertengahan yakni tidak melebihkan ataupun mengurangi sebagai bukti keimanan kepada Allah swt baik dalam keyakinan maupun amal perbuatan sehingga menjadi panutan bagi yang lainnya. Adapun relevansi dari penafsiran tersebut terhadap moderasi beragama tercermin pada nilai-nilai yang dikembangkan dari aspek-aspek wasat{iyah yaitu sikap yang jelas dan mantap, mengambil jalan tengah, keseimbangan, keadilan dan berada di jalan yang lurus. Dengan umat Islam menerapkan nilai-nilai tersebut tentu akan mendorong untuk bersikap inklusif dan toleran terhadap umat agama lain. Sebagai mayoritas penduduk Indonesia, umat Islam harus mampu memberikan contoh dalam menyikapi keragaman, melalui pengamalan nilai dan praktik dari moderasi beragama maka kemaslahatan Bangsa Indonesia tentu dapat diwujudkan

    Pemberdayaan Masyarakat Islam Melalui Kerajinan Anyaman Bambu Sebagai Wujud Peningkatan Kesejahteraan Umat (Stidi Kasus Desa Jepang Mejobo Kudus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuanuntuk pertam, mengetahui pemberdayaan masyarakat Islam melalui kerajinan anyaman banbu dan meningkatkan kesejahteraan umat di desa Jepang Mejobo Kudus. Kedua, mengetahui faktor pendukung dan penghambat kerajinan anyaman di Desa Jepang Mejobo Kudus. Penelitian ini mengunakanjenis penlitian surve lapangan dan studi kasus dengan metode kualitatif. Teknik pengambilan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah informasi dalam penelitian ini banyak 6 yaitu sesepuh desa, kepaladesa, pengrajin anyaman 3 dan aktivis pemberdaya.Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukan bahwa: pertama kerajinan anyaman bambu sebagai salahsatu mata pencaharian dengan diatur menejemen guna memberdayakan masyarakat Desa jepang Mejebo Kudus. Kedua faktor pendukung sebagai wujud gotong royong maupun kebersamaan, semakin terbukanya lapangan kerja bagi pihak yang mau belajar dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Faktor penghambatnya meliputi rendahnya minat bakat dari anak muda yang engan belajar anyaman, anggapan generasi muda anyaman bambu bersifat jadul

    Pengaruh Bimbingan Keagamaan Terhadap Kecerdasan Emosional Santri Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren An-Nur Putri Sumber Hadipolo Jekulo Kudus

    No full text
    Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana bimbingan keagamaan di Pondok Pesantren An-Nur Putri Sumber Hadipolo Jekulo Kudus (2) untuk mengetahui bagaimana kecerdasan emosional santri tahfidzul Qur’an Pondok Pesantren An-Nur Putri (3) untuk menganalisis seberapa besar pengaruh bimbingan keagamaan terhadap kecerdasan emosional santri tahfidzul qur’an di Pondok Pesantren An-Nur Putri. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan Lokasi Pondok Pesantren An-Nur Putri Sumber Hadipolo Jekulo Kudus dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sebyek yang dijadikan responden adalah Santri Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren An-Nur Putri yang berjumlah 40 santri dengan populasi santri 40 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket (kuisioner), observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan regresi linier sederhana yang diolah dengan menggunakan bantuan aplikasi program IBM SPSS Statistics for Windows. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Bimbingan Keagamaan di Pondok Pesantren An-Nur Putri dalam kategori cukup yaitu sebesar 137,88 yang berada pada interval (129-138). 2) kecerdasan emosional santri tahfidzul Qur’an dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 103,88 yang berada pada interval (103-110). 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan keagamaan (X) dengan kecerdasan emosional santri tahfidzul Qur’an (Y) dengan hubungan antara dua variabel termasuk dalam kategori cukup dengan nilai korelasi sebesar 0,334. Kontribusi pengaruh bimbingan keagamaan terhadap kecerdasan emosional santri tahfidzul qur’an yaitu 33% dan sisanya 67% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini

    Implementasi Wakaf Uang Sebagai Instrumen Ekonomi Mandiri Melalui Kelompok Usaha Masyarakat Pesantren Indonesia (KUMPI) di Bank Wakaf Mikro Assa Berkah Sejahtera Mejobo Kudus

    No full text
    Wakaf Uang merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemaslahatan umat muslim sehingga dapat memberikan daya guna dengan cara memanfaatkan dana wakaf. Dalam memanfaatkan wakaf uang agar dapat mensejahterakan masyarakat perlu adanya lembaga yang menjadi perantara dalam menyalurkan dana wakaf kepada masyarakat. Di kabupaten Kudus terdapat satu lembaga pengelolaan dana wakaf yaitu Bank Wakaf Mikro Assa Berkah Sejahtera yang mana lembaga ini merupakan bukti nyata kepada masyarakat sekitar dalam uapaya pemanfaatan wakaf uang untuk kesejahteraan masyarakat. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan dua sumber yaitu sumber data primer dan sumber data skunder. Terdapat 2 subyek data primer yang terdapat di Bank Wakaf Mikro Assa berkah Sejahtera yaitu manajer dan staff dan terdapat 3 subyek nasabah yang tergabung dalam Kelompok Usaha Masyarakat Sekitar Pesantren (KUMPI). Data yang dikumpulkan merupakan data dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan juga verifikasi data atau kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulan yaitu pertama pengelolaan wakaf produktif pada Bank Wakaf Mikro Assa Berkah Sejahtera yaitu dengan cara menyediakan pembiayaan yang berakad Qardul Hasan dan nasabah dapat meminjam dana tersebut dengan cara membentuk kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren (KUMPI). Kedua, Implementasi Manajemen Wakaf Uang sebagai Instrumen Ekonomi Mandiri melalui Kumpi adalah dengan memberikan pinjaman dana minimal Rp. 1.000.000 dan maksimal Rp. 3.000.000 kepada nasabah agar dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun usaha atau tambahan modal usaha. Tiga, Faktor pendorong serta penghambat Implementasi wakaf uang sebagai instrumen ekonomi mandiri melalui KUMPI adalah terdapat pembiayaan yang tanpa bunga dan kendalanya adalah sistem tanggung rentang yang belum maksimal

    0

    full texts

    7,166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STAIN Kudus Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇