STAIN Kudus Repository
Not a member yet
7166 research outputs found
Sort by
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Bidang Manufaktur dan Pertambangan pada Tahun 2019-2021
Pajak merupakan salah satu sumber pemasukan bagi suatu negara. Namun menurut pengusaha, pajak merupakan pengurang laba yang didapat. Ada beberapa perusahaan yang melakukan praktik tax avoidance untuk mengurangi jumlah pajak yang dibayarkan, dengan cara mencari celah dari peraturan perpajakan yang telah dibuat oleh suatu negara. Penelitian ini mempunyai maksud untuk sedikit membantu pemerintah dalam menangani praktik tax avoidance di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data secara sekunder, melalui website perusahaan terkait atau melalui website bursa efek indonesia. Menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan dewan komisaris independen. Serta variabel terikat yaitu tax avoidance.
Kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap tax avoidance. Kepemilikan manajerial tidak mempunyai pengaruh terhadap tax avoidance. Dewan komisaris independen tidak mempunyai pengaruh terhadap tax avoidance. Secara keseluruhan penelitian ini menghasilkan bahwa good corporate governance tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance
Pengaruh Pembelajaran Active Learning Dengan Penggunaan Media Pembelajaran Pop-Up Book Terhadap Sikap Toleransi Beragama Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4 di MI NU Baitul Mukminin Getas Pejaten Jati Kudus
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui seberapa tinggi sikap toleransi siswa mengikuti pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PPKn. 2) Untuk mengetahui seberapa tinggi sikap toleransi siswa mengikuti pembelajaran active learning dengan menggunakan media pop-up book pada mata pelajaran PPKn. 3) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran active learning dengan penggunaanmmedia pembelajaran pop-uppbook terhadapmsikap toleransi siswappada mata pelajaranpPPKn.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian jenis penelitian Quasi Eksperiment Design (tipe semi eksperimen) dengan pendekatan kuantitatif. Penulis melakukan eksperimen di MI NU Baitul Mukminin dengan lingkup kelas IV. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu dengan menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t (Independent Sample T-Test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pengaruh strategi pembelajaran active learning dengan pengunaan media pembelajaran pop-up book pada mata pelajaran PPKn termasuk dalam kategori sangat baik, hasil ini dapat dilihat dari hasil thitung sebesar 32,634. Artinya pembelajaran active learning dengan penggunaan media pembelajaran pop-up book sangat mempengaruhi sikap toleransi beragama pada mata pelajaran PPKn dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 85,25, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 66,07. Maka hipotesis yang peneliti ajukan benar-benar terdapat pengaru
Relevansi Etika Jawa Dengan Kemerosotan Moral Generasi Milenial (Studi Kasus Di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak)
Permasalahan etika apalagi etika jawa, pada saat ini generasi milenial menjadi sorotan para peneliti sebagai subjek dari permasalahan yang ada. Terutama di desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak banyak sekali kaum muda yang minim akan etika sehingga merusak moral mereka dalam kehidupan sehari-hari, seperti sering berkata kasar atau jorok, menyepelekan kewajiban yang diperintahkan Penciptanya dan suka mabuk-mabukan dalam khalayak ramai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi etika jawa terhadap kaum milenial, dimana pada saat ini perubahan etika yang dimiliki kaum milenial sudah sangat rendah dan perlu ada arahan dari orang tua.
Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui bagaimana bentuk kemerosotan moral pada generasi milenial yang ada di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. 2) Untuk mengetahui bagaimana relevansi etika jawa pada masyarakat Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. 3) Untuk mengetahui apa faktor yang mempengaruhi terjadinya kemerosotan moral pada generasi milenial di Desa Jetak Kematan Wedung Kabupaten Demak.
Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kyai dan masyarakat. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data.
Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, bentuk kemerosotan moral generasi milenial di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak yaitu sebagai berikut: Pertama, tidak punya rasa takut dan malu (Wedi, Isin). Kedua, tidak memiliki rasa hormat (Ngajeni). Ketiga, tidak memiliki sopan santun (Tata Krama). Kedua, Kemerosotan moral pada generasi milenial di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak sangat relevan dengan etika Jawa yang berlaku di Desa tersebut. Kemerosotan moral dikatakan relevan dengan penerapan etika Jawa disebabkan karena Desa Jetak sebagian warganya tidak menerapkan etika Jawa sehingga kemerosotan moral generasi milenial di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak ada hubungannya dengan Etika Jawa. Dalam relevansinya dengan kehidupan dimasa kini khususnya generasi milenial di Desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Melihat dari keadaan yang sudah berubah, kejawen (ajaran tata krama) semakin kehilangan jati dirinya. Pada dasarnya etika Jawa merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat jawa. Unsur-unsur yang terkandung dalam etika jawa apabila terlaksana dengan baik maka masyarakat akan rukun. Anak muda khususnya saat ini tidak lagi memiliki jiwa-jiwa orang Jawa, seperti kehilangan jatidiri seorang anak Jawa. Ketiga, terdapat dua faktor yang menyebabkan terjadinya kemerosotan pada generasi milenial di Desa Jetak yaitu faktor bercampurnya budaya barat dan budaya Jawa, dan faktor media sosia
Pelaksanaan Akad Wakalah Bil Ujrah terhadap Bisnis Jasa Titip Online dalam Akun Instagram @barakallahstyle
Bisnis jasa titip online merupakan suatu layanan yang menawarkan jasa untuk membelikan barang tertentu dan ditambahkan uang jasa atau biaya imbalan. Akun instagram @barakallahstyle menyediakan layanan jasa titip online di media sosial yang menggunakan sistem penerapan include fee (menggabungkan harga barang dengan tarif upah/fee) dan tidak menjelaskan berapa harga pokok barang dari toko. Hal ini menunjukkan tidak adanya transparasi terhadap berapa tarif upah/fee yang diambil oleh akun instgaram @barakallahstyle.
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana pelaksanaan akad wakalah bil ujrah terhadap bisnis jasa titip online dalam akun instagram @barakallahstyle, (2) bagaimana sistem penetapan upah pada akad bisnis jasa titip online dalam akun instagram @barakallahstyle, (3) bagaimana kendala yang dihadapi dan solusi pada pelaksanaan akad wakalah bil ujrah terhadap bisnis jasa titip online dalam akun instagram @barakallahstyle.
Penelitian ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) di akun instagram @barakallahstyle. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi guna melengkapi hasil penelitian ini. Hasil penelitian yang dapat penulis simpulkan adalah (1) Pelaksanaan akad wakalah bil ujrah terhadap bisnis jasa titip online dalam akun instagram @barakallahstyle terjadi ketika konsumen menitip belikan barang kepada penyedia jasa titip dengan upah/fee atas jasanya. Hal ini diperbolehkan karena bentuk dari jual beli jasa serta rukun dan syarat wakalah bil ujrah terpenuhi dengan baik. (2) Sistem penetapan upah yang digunakan sudah memenuhi sebagian besar unsur upah menurut Fatwa DSN-MUI No. 113/DSN-MUI/IX/2017 kecuali pada kejelasan upah karena kuantitas dan/atau kualitas ujrah harus jelas, baik berupa angka nominal, presentase tertentu, atau rumus yang disepakati dan diketahui oleh para pihak yang melakukan akad. Akun instagram @barakallahstyle menggabungkan harga pokok barang dengan upah/fee jasa titip menjadi satu kesatuan harga, sehingga menimbulkan unsur ketidakpastian terhadap harga pokok produk dan upah/fee yang diambil dari setiap barang. (3) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan jasa titip online oleh pemilik akun instagram @barakallahstyle adalah: a) resiko tertipu, b) ketersediaan barang, c) harga barang, d) peraturan pemerintah, e) menghadapi ulah pembeli. Sedangkan kendala yang dihadapi konsumen adalah: a) ukuran barang, b) barang yang diinginkan tidak ada, c) estimasi pengiriman barang. Sedangkan solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi, pemilik akun instagram @barakallahstyle akan mengomunikasikan kepada konsumen dan berdiskusi terkait solusi untuk menyelesaikan kendala tersebut
A Content Analysis of Moral Education Value in Secrets of Divine Love: A Journey into the Heart of Islam
Modernization and globalization era, more behaviors tend to lead to a moral crisis in society. The growth of moral illiteracy, loss of self-confidence, and frustration affects the younger generation as evidenced by the emergence of negative communities among teenagers. The purpose of this study is to describe the types of moral (akhlaq) education values along with finding the dominant moral values in the book Secrets of Divine Love: A Journey into the Heart of Islam.
This research is categorized in the type of library research and qualitative approuch. Therefore, the appropriate data collection technique in this research is the literature research technique and documentation technique which is carried out through a study or literature review. In analyzing the data, after the data is collected, the technique used by the researcher to analyze the data that has been obtained is the "Content Analysis” technique.
The results of data analysis prove that the book Secrets of Divine Love: A Journey into the Heart of Islam is a book in which there are moral (akhlaq) education values which is the work of A. Helwa. This book has a specialty among other books, namely that this book was made not only for Muslims, but all religions can read it without offending the reader. However, the discussion is more about the Qur'an and Sunnah and various inspiring stories so that they can be used as examples in behavior. Secrets of Divine Love has 12 chapters in total but only 6 chapters are taken in the discussion according to the material. The types of moral values found include religious, moral to others, and morals to oneself. The dominance of the discussion of moral (akhlaq) education values is more inclined to morality towards God, this is known through the types of moral (akhlaq) education values that have been found in chapter I
Strategi Komunikasi Politik Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jepara dan Upaya untuk Memperoleh Simpati Umat Muslim melalui Kegiatan Reses Tahun 2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi DPRD Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jepara dalam melaksanakan komunikasi politik dan upaya yang dilakukan fraksi PKB dalam memperoleh simpati umat muslim melalui kegiatan reses. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Setting penelitian berada di DPRD Fraksi PKB Kabupaten Jepara dan 3 daerah pilihan di jepara yaitu Donorojo, Mlonggo dan Mayong. Subyek penelitian ini adalah Fraksi PKB. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan literatur. Sumber data primer didapatkan melalui wawancara dengan ketua fraksi, sekretaris, anggota, tenaga ahli dan peserta reses. Sedangkan data sekunder didapatkan melalui buku, jurnal dan artikel.
Peneliti memperoleh dua poin penting yaitu; 1). Strategi komunikasi politik DPRD fraksi Partai kebangkitan bangsa (PKB) Kabupaten Jepara melalui dua metode yaitu melalui kegiatan reses dan Organisasi Garda Bangsa. Reses merupakan kegiatan rutin yang menjadi kewajiban anggota DPRD dengan mendatangi daerah pilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sedangkan Organisasi Garda Bangsa merupakan suatu organisasi yang berdiri dibawah naungan PKB, organisasi ini dijadikan sebagai sayap bagi PKB. Dari dua metode tersebut anggota atau peserta secara keseluruhan berasal dari warga Nadliyin. 2). Upaya memperoleh simpati umat muslim dalam kegiatan reses yaitu melalui pemberian kalender, snack, makan siang dan uang transport sebanyak Rp 50.000,00 kepada peserta reses. Dari kedua poin tersebut masih terjadi hambatan-hambatan seperti keterbatasan waktu dan tingkat pengetahuan masyarakat yang terbatas. Hambatan tersebut dapat diminimalisir dengan adanya kerjasama antara anggota DPRD dengan masyarakat
Implementasi Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Berbasis Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di MI Muhammadiyah Undaan Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Numbered Head Together pada mata pejaran Fiqih kelas Vdi MI Muhammadiyah Undaan Kudus. (2) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dalam implementasi model pembelajaran Numbered Head Together pada mata pelajaran Fiqih kelas V di MI MuhammadiyahUndaan Kudus. (3) Untuk menjelaskan faktor penghambat dan faktor pendukung pada pembelajaran fiqih dalam menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together di MI Muhammadiyah Undaan Kudus.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menyediakan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai dengan data primer yaitu kepala madrasah, guru pegampu mata pelajaran fiqih kelas V, siswa kelas V A, dan V B. Data sekunder berupa RPP, foto saat proses pembelajaran model Numbered Head Together pada kelas V, gambaran umum MI Muhammadiyah Undaan Kudus seperti sejarah berdirinya madrasah, profil madrasah, letak geografis visi misi dan tujuan madrasah. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahawa (1) implementasi model pembelajaran Numbered Head Together pada mata pejaran Fiqih kelas Vdi MI Muhammadiyah Undaan Kudus berjalan sesuai tujuan dapat di lihat saat proses pembelajaran. (2) Aktivitas belajar siswa menjadi lebih meningkat dengan menggunakan model Numbered Head Together (NHT), dapat dilihat dengan hal ini dapat dilihat dengan cara belajar siswa, pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 yang menggunakan metode yang berbeda. Dapat dilihat aktivitas siswa saat pembelajaran tidak hanya menulisa dan mendengarkan tetapi siswa aktif bertanya, menjawab pertanyaan, saling bekerja sama antara kelompok, dan saling membantu teman yangbelum paham materi. Hasil belajar juga meningkat setelah dilakukan evaluasi dengan menggunakan model NHT. (3) Faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran Numbered Head Together (NHT), faktor pendukung terdiri faktor internal seperti kemampuan guru, minat siswa, sarana dan prasarana. Faktor eksternal seperti faktor lingkungan keluarga dan faktor lingkungan masyarakat. Sedangkan faktor penghambat keterbatasan waktu, suasana yang kurang kondusif dan perangkat pembelajaran yang mini
Dampak Menonton Film Upin Ipin Pada Pembentukan Karakter Islami di TKIT Permata Bunda Desa Sumberjo Rembang
Penelitian bertujuan: 1. Mendeskripsikan tayangan film Upin Ipin seri Ramadhan dalam pembentukan karakter islami siswa TKIT Permata Bunda Sumberjo Rembang. 2. Mendeskripsikan program pembentukan karakter islami anak didik TKIT Permata Bunda Sumberjo Rembang. 3. Mendeskripsikan dampak menonton tayangan film Upin Ipin pada pembentukan karakter islami siswa TKIT Permata Bunda Sumberjo Rembang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan obsevasi, wawancara dan dokumentasi bersama kepala sekolah dan guru dari TKIT Permata Bunda Rembang. Uji keabsahan data penelitian yaitu menggunakan uji kredibilitas data dengan melakukan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Analisis data menggunakan Analisis deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Tayangan film Upin Ipin seri ramadhan ialah suatu tayangan film animasi yang berisi tentang keluarga yang melakukan ibadah puasa. Film ini dianggap memiliki nilai positif dalam Pembentukan karakter islami anak didik TKIT Permata Bunda Sumberjo Rembang. 2) Program pembentukan karakter islami anak didik TKIT Permata Bunda Rembang dilakukan dengan berbagai cara program sekolah melalui pembiasaan terdiri 9 jenis karakter, dengan metode kualitatif dan melalui berbagai media diantaranya menonton tayangan film Upin Ipin pada pembentukan karakter anak didik TKIT Permata Bunda Rembang . 3) Dampak menonton tayangan film Upin Ipin pada pembentukan islami anak didik TKIT Permata Bunda Rembang, yaitu a) anak didik dapat melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari; b)yang ditimbulkan setelah menonton film Upin Ipin siswa di TKIT Permata Bunda Sumberjo Rembang anak sangat antusias dalam menonton Upin Ipin dalam pembentukan karakter islami. Dampak positif : anak dapat melakuakan pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, lebih mendengarkan perkataan dari orang tua. Dampak negatif : Anak menirukan bahasa dari negara lain
Implementasi Program BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) Dalam Mengembangkan Keterampilan Membaca Dan Menulis Al-Qur’an Siswa Kelas VIII Di MTs NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an siswa kelas VIII di MTs NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan program Baca Tulis Al-Qur’an di MTs NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek utama penelitian ini adalah kepala Madrasah, guru pendamping BTQ sekaligus wali kelas VIII A dan VIII B, siswa kelas VIII A dan VIII B MTs NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Kemudian teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Bagaimana implementasi program Baca Tulis Al-Qur’an dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an siswa kelas VIII di MTs NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Proses dalam kegiatan baca tulis Al-Qur’an dimulai dari perencanaan program BTQ yaitu dengan mengadakan musyawarah, hasil musyawarah disampaikan kepada wali murid, tahap selanjutnya yaitu pembentukan kepengurusan, penjadwalan, teknis pelaksanaan dan evaluasi program. Pada pelaksanaannya menerapkan metode Qira’ati menggunakan teknik sorogan atau individual, klasikal-individual dan klasikal baca simak. Evaluasi dilakukan setiap selesai satu jilid. 2) Bagaiamana faktor pendukung dan penghambat penerapan program Baca Tulis Al-Qur’an di MTs NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Faktor yang mendukung program BTQ yaitu guru yang memiliki semangat tinggi untuk mengajar siswa, evaluasi hasil pembelajaran, faktor lingkungan, serta fasilitas yang memadai. Selain faktor pendukung terdapat faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu, masih ada siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an, masih ada siswa datang terlambat, evaluasi pembelajaran, siswa kurang disiplin (seperti siswa yang kurang disiplin dalam membawa jilid atau Al-Qur’an serta buku prestasi
Implementasi Modifikasi Metode Wahdah dalam Hafalan Al-Qur’an Santriwati di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus
Menghafal al-Qur’an merupakan suatu perbuatan yang sangat terpuji dan mulia. Menjadi penghafal al-Qur’an merupakan suatu hal yang sangat diidam-idamkan oleh banyak umat Islam. Menghafal al-Qur’an bukanlah perbuatan yang mudah tetapi menghafal al-Qur’an juga tidak terlalu sulit. Diperlukan adanya ketekunan dan kesungguhan dalam menghafal al-Qur’an. Banyak dari penghafal al-Qur’an yang salah dalam memilih metode dan strategi dalam menghafal al-Qur’an. Maka dari itu perlu adanya penerapan modifikasi metode wahdah dalam menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui secara mendalam mengenai Implementasi modifikasi metode wahdah dalam hafalan al-Qur’an santriwati di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus. 2) Untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi oleh para santri tahfidz dalam menerapkan modifikasi metode wahdah pada saat menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reseach). Teknik pengumpulan datanya yaitu melalui observasi (pengamatan), wawancara (interview), dan dokumentasi. Sedangkan analisis data ditempuh dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Dari hasil penelitian di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus ditemukan bahwa (1) Implementasi modifikasi metode wahdah dalam menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus, santri mampu memproduksi dan melafadzkan ayat-ayat tersebut secara alami tanpa melihat mushaf. (2) Kendala yang dialami oleh santri tahfidz dalam menerapkan modifikasi metode wahdah dalam menghafalkan al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nasuchiyyah Ngembalrejo Bae Kudus, yaitu susah ketika mengingat pada ayat-ayat yang memiliki kesamaan, membutuhkan waktu yang lama, sulit dalam menghafal (disebabkan karena rendahnya tingkat kecerdasan intelegensi, badan kurang sehat, kondisi di sekitar sedang gaduh sehingga sulit untuk berkonsentrasi), lupa, rasa malas, kurangnya kesadaran membagi waktu dan banyaknya kesibukan santri