STAIN Kudus Repository
Not a member yet
7166 research outputs found
Sort by
Peran Guru IPS dalam Menerapkan Pendidikan Multikultural Melalui Model Pembelajaran Kontekstual pada Siswa Kelas VIII di SMPN 2 Pecangaan Jepara
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan peran guru IPS dalam menerapkan pendidikan multikultural melalui model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Pecangaan Jepara, (2) Untuk menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat peran guru IPS dalam menerapkan pendidikan multikultural melalui model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas 8 di SMPN 2 Pecangaan Jepara, (3) Untuk menganalisis hasil peran guru IPS dalam menerapkan pendidikan multikultural melalui model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Pecangaan Jepara.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala kurikulum, guru IPS, dan siswa di SMPN 2 Pecangaan Jepara. Tahap pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa (1) peran guru IPS dalam menerapkan pendidikan multikultural melalui model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Pecangaan Jepara dengan cara mengkaitkan materi dengan kehidupan nyata melalui tayangan gambar maupun video yang berkaitan dengan perbedaan agama, budaya, dan suku bangsa, adapun langkah-langkah yang dilakukan guru dalam penerapan model pembelajaran kontekstual meliputi beberapa tahapan diantaranya kontruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya. (2) Faktor pendukung peran guru IPS dalam menerapkan pendidikan multikultural melalui model pembelajaran kontekstual meliputi adanya kerjasama antar guru, kondisi lingkungan sekolah, sarana terpenuhi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah berasal dari siswa yang banyak tingkah seperti sibuk asik bermain sendiri dan kurang aktif dalam pembelajaran. (3) Hasil peran guru IPS dalam menerapkan pendidikan multikultural melalui model pembelajaran kontekstual tentunya siswa menjadi lebih paham dan mengerti tertarik dengan materi dan tidak mudah bosan dalam proses pembelajaran. Selain itu nilainya menjadi lebih baik dari yang sebelumnya dibawah KKM ada peningkatan diatas KKM hal itu dapat dikatakan berhasil. Siswa juga mampu bersikap demokratis saling menghargai, menghormati dengan temannya meskipun dengan latar belakang yang berbeda dan siswa mampu menerapkan nilai demokratis, toleransi, nilai kerjasama, sehingga tercipta suasana pembelajaran di lingkungan sekolah yang rukun damai tanpa adanya konflik maupun pertentangan dikarenakan perbedaan
Makna Simbolik Tradisi Ulih-ulihan Sebagai Perekat Tali Silaturrahim Menurut Masyarakat Nalumsari Jepara
Masyarakat Desa Nalumsari masih melestarikan tradisi, salah satunya adalah tradisi ulih-ulihan. Tradsi ulih-ulihan ini merupakan tradisi pindah rumah dari rumah lama menuju rumah baru dengan membawa perelengkapan yang dijadikan sebagai syarat dalam tradisi uih-ulihan. Perlengkapan tersebut meliputi caping, cangkul, pisau arit, dunak atau ember berisikan beras, sapu lidi dan ekrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi ulih-ulihan, mengetahui makna simbolik tradisi ulih-ulihan dan juga mengetahui peran masyarakat dalam membangun tali silaturrahim melalui media tradisi ulih-ulihan yang ada di Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. jenis penelitian ini menggunakan field research, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Subyek penelitian adalah kepala Desa Nalumsari, tokoh agama, sesepuh Desa Nalumsari dan beberapa masyarakat yang telah melakukan tradisi ulih-ulihan.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) tradisi ulih-ulihan ini merupakan tradisi pindah rumah yang dilaksanakan di desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara dengan cara membawa perlengkapan rumah tangga serta makanan. 2) Caping, cangkul, pisau arit, dunak/ember berisikan beras, sapu lidi, ekrak serta ingkung memiliki makna simbolik. 3) Tradisi ulih-ulihan sebagai media untuk mempererat tali silaturrahim dengan cara mengundang keluarga, saudara serta tetangga untuk berpartisipasi dalam tradisi ulih-ulihan
Implementasi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui implementasi SISKOHAT pada Kantor Kemenag Kudus. (2) Untuk mengetahui manfaat SISKOHAT pada Kantor Kemenag Kudus. (3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam aplikasi SISKOHAT.
Penelitian dilaksanakan dengan memakai jenis penelitian human instrument dengan pendekatan kualitatif. Arti human instrument ialah memilih seseorang sebagai informan mengenai sumber data, pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, tafsir data serta membuat kesimpulan atas temuannya. Adapun metode yang dipakai untuk mengumpulkan data ini melalui penggunaan teknik pengamatan atau observasi, interview atau wawancara serta dokumen yang didapatkan dari sumber yang mempunyai relevansi terhadap permasalahan penelitian. Data ini diperoleh melalui interview dengan para pegawai seksi Penyelenggara Haji Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus.
Hasil penelitian ini adalah Implementasi SISKOHAT pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus adalah penerapan menu SISKOHAT yang ada pada Kemenag Kudus mulai dari proses pendaftaran, database dokumen haji, akuntansi BPIH, informasi dan sistem informasi kesehatan haji yang dapat dilakukaan oleh operator SISKOHAT dalam membantu segala keperluan dan kebutuhan para calon dan Jemaah haji. Manfaat dari hadirnya SISKOHAT pada Kemenag ini mempunyai berbagai manfaat bagi Jemaah dan juga pegawai seksi PHU yang sebagai operator SISKOHAT. Manfaatnya antara lain: pendaftaran haji dibuka setiap haji kerja, pengelolaan data menjadi terstruktur dan terjamin keaslian dan keamanannya, mempermudah layanan informasi yang terkait dengan perhajian dan transparansi dalam pembayaran biaya haji. Faktor pendukung SISKOHAT pada Kemenag Kudus meliputi: pembaharuan sistem yang dilakukan secara berkala, terintegrasinya SISKOHAT dengan pihak lain, adanya perangkat cadangan dan kekompakkan pegawai dalam berkerja dalam melayani tamu-tamu Allah. Faktor penghambat dalam SISKOHAT antara lain: penyimpanan data SISKOHAT yang menggunakan konsep terpusat, banyaknya yang mengakses SISKOHAT menjadikan sistem lemot dan kurangnya SDM dalam bidang ilmu informasi yang berbasis teknologi dan komputerisasi
Analisis Penerapan Pembelajaran Daring Terhadap Respon Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Qur’an Hadits di MA Nurul Ilmi Jepara
Pelaksanaan pembelajaran daring di Indonesia dan diseluruh dunia secara total mulai dilaksanakan pada tahun 2020. Pemicu pelaksanaan pembelajaran ini adalah adanya permasalahan global berupa covid 19. Analisis penerapan pembelajaran daring terhadap respon belajar siswa diangaap penting karena siswa adalah salah satu komponen dalam pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Pembelajaran daring akan memeberikan dampak terhadap respon belajar siswa baik positi atau negatif, diharapkan memberikan respon posif pada masalah kegiatan belajar siswa, sehingga bisa mencapai tujuan yang di inginkan. Berdasarkan hal itu penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan 1. Bagaimana model pembelajaran daring terhadap respon siswa pada mata pelajaran Qur'an Hadis di MA Nurul Ilmi Jepara. 2. Bagaimana kendala penerapan pembelajaran daring terhadap respon siswa pada mata pelajaran Qur'an Hadis di MA Nurul Ilmi Jepara.
Penelitian ini menerapkan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (Verification).
Hasil yang peneliti peroleh menjelaskan bahwasanya (1) Model pembelajaran daring terhadap respon siswa dalam mata pelajaran Qur'an Hadis di MA Nurul Ilmi Jepara yaitu pembeljaran daring dengan mempergunakan model pembelajaran daring visual. (2) Kendala penerapan pembelajaran daring terhadap respon siswa dalam mata pelajaran Qur'an Hadis di MA Nurul Ilmi Jepara yaitu sarana prasarana yang kurang mendukung, sinyal yang tidak mendukung, belum mampu memahami materi yang dijelaskan pada pembelajaran online. Adapun kendala yang dialami guru yaitu, sulitnya mengontrol siswa, dan sulitnya berkomunikasi karena susah jaringan
Manajemen Dakwah Persatuan Remaja Islam Masjid Wali Al-Ma’mur Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Remaja Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Manajemen Dakwah pada Persatuan Remaja Islam Masjid Wali Al-Ma’mur dalam meningkatkan pemahaman agama pada remaja desa Jepang dan mengetahui apa saja faktor penghambat maupun pendukung dalam melakukan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan alat uji keabsahan data yaitu Triangulasi. Dalam teknik analisis data peneliti menggunakan tiga tahap yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Peneliti memperoleh data wawancara dengan Pengurus Masjid, Pengurus PRISMA dan Masyarakat sekitar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen dakwah yang diterapkan oleh Persatuan Remaja Islam Masjid Wali Al-Ma’mur sangat berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman keagamaan pada remaja melalui berbagai kegiatan yang berhubungan dengan agama yaitu Kegiatan Selapanan, Pengajian Rutin, Peringatan Hari Besar Islam, Tradisi Rebo Wekasan, Shalat Tarawih, dan Buka Bersama. Penerapan fungsi manajemen juga sesuai dengan yang dilakukan dalam mengelola kegiatan keagamaan meliputi Perencanaan Dakwah, Pengirganisasian Dakwah, Penggerakkan Dakwah, dan Pengawasan Dakwah. Dalam meningkatkan pemahaman keagamaan terdapat beberapa faktor penghambat yaitu kesibukan yang dimilki anggota PRISMA sehingga hal ini menyebabkan kurangnya SDM dalam menjalankan kegiatan. Yang Kedua yaitu sulitnya mengajak masyarakat untuk datang langsung ke masjid. Yang Terakhir yaitu sarana dan prasaran
Peran Fatayat NU Dalam Pemberdayaan Perempuan Di Bidang Sosial Keagamaan Di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus
Penelitian ini di latar belakangi oleh perlunya organisasi perempuan yang terfokus memperjuangkan hak perempuan dan meningkatkan sumber daya perempuan. Adanya organisasi Fatayat NU Kecamatan Undaan sebagai bentuk perhatian NU serta sebagai wadah untuk para kaum perempuan muda di Kecamatan Undaan dalam meningkatkan keberagamaan dan juga sebagai pemberdayaan perempuan di masyarakat. Fatayat NU memilki peran penting bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya para anggota Fatayat NU sendiri. Dan bertujuan untuk mengetahui secara langsung bagaimana peran Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan di bidang sosial keagamaan. Dengan demikian, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pemberdayaan perempuan dalam Fatayat NU di bidang sosial keagamaan di Kecamtan Undaan Kabupaten Kudus untuk mengetahui: 1) Peran Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan di bidang sosial keagamaan di Kecamatan Undaan. 2) Faktor pendukung dan penghambat kaum perempuan dalam mengikuti organisasi Fatayat NU Kecamatan Undaan. Penelitian ini berjenis field research atau penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana penelitian ini berisi tentang gambaran keadaan dan suatu fenomena yang telah terjadi, yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Data yang didapatkan diambil dari wawancara, observasi, dan juga dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh penjelasan bahwa Fatayat NU berperan dalam pemberdayaan perempuan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam bidang sosial keagamaan seperti: kegiatan khataman Al-Qur’an, santunan yatama, tahlilan, yasinan, Albarzanji, bantuan korban bencana alam, dan whorkshop sehingga mampu meningkatkan kemandirian kaum perempuan, menggali potensi dan meningkatkan kualitas diri, membangkitkan kesadaran tentang kesetaraan dan keadilan gender bahwa perempuan tidak hanya identik dengan pekerjaan domestik saja namun juga dapat berkontribusi pada masyarakat, serta meningkatkan kedudukan dan peran perempuan dalam masyarakat.
Dalam pelaksanaannya tertunya juga terdapat faktor pendukung dan penghambat para kaum perempuan dalam mengikuti Fatayat NU. Faktor pendukung: adanya partisipasi, dukungan suami atau keluarga, pikiran terbuka (open minded), dan juga usia yang masih produktif dan melek teknologi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah terbatasnya ruang lingkup gerak perempuan, mengasuh anak, hamil, dan bekerja. Namun, hal tersebut masih bisa di musyawarahkan dan diambil jalan tenga
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menemukan dan mendeskripsikan secara mendalam Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara, meliputi: 1) Konsep kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara; 2) Karakteristik Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara; dan 3) Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan Studi Kasus. Lokasi penelitian berada di SMK Nurul Islam desa Geneng kecamatan Batealit kabupaten Jepara. Subyek penelitian dalam penelitian ini, yaitu: Kepala Sekolah SMK Nurul Islam Jepara. Sedangkan informannnya yaitu pendidik dan tenaga kependidikan SMK Nurul Islam Jepara. Sumber dalam data penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, wawancara dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersifat induktif. Sedangkan untuk uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep kepemimpinan kepala sekolah SMK Nurul Islam Jepara dalam peningkatan mutu pendidik pada masa pandemi COVID-19, yaitu suatu aktivitas kepemimpinan yang dirumuskan, disusun dari pemahaman konsep dan teori tentang kepemimpinan, serta diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah dengan menyusun dan mengembangkan program untuk peningkatan mutu pendidik dalam pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara; 2) Karakteristik Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara yaitu: a) Santun; b) Mandiri; c) Adaptif; d) Religius; dan e). Terampil. Yang semua dikumpulkan dalam akronim SMART; dan 3) Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidik pada Masa Pandemi COVID-19 di SMK Nurul Islam Jepara, yaitu: a) memastikan sekolah bebas dari COVID-19; b) berkomunikasi aktif kepada warga sekolah terkait kebijakan dan perubahannya selama pandemi; c) melakasanakan pelatihan terhadap guru dan siswa dalam transformasi ilmu teknologi dalam PBM selama pandemi COVID-19; d) menerapkan kebijakan penggunakan Aplikasi Eseme sebagai bagian blended learning; e) menerapkan alokasi dana untuk menunjang pembelajaran dan memutus penyebaran COVID-19; f) memberi motivasi kepada Tenaga Pendidik dan civitas sekolah di tengah pandemi COVID-19; dan g) Workshop peningkatan mutu pendidik
Tahlil musykilat ta'lim maharah al kalam lil shafi al hadi 'asyar madrasah al tsanawiyah al islamiyah miftahul hudaa dempet damak fi al 'am al dirasiy 2021/2022 m
Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan dalam pengajaran bahasa Arab kepada non-penutur asli. Tujuan utama pendidikan bahasa asing adalah kemampuan berbicara. Karena bahasa merupakan salah satu alat komunikasi, pergaulan dan masyarakat manusia. Madrasah Aliyah Miftahul Huda merupakan salah satu sekolah yang mengajarkan bahasa Arab dan telah memasuki keterampilan berbicara dengan segala permasalahan pembelajaran didalamnya, dan tentunya perlu ditangani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran maharah kalam di kelas sebelas MA Miftahul Huda Dempet, Faktor-faktor Kesuliatan siswa dalam pembelajaran Maharah kalam dan Upaya untuk mengatasi kesulitan pembelajaran maharah kalam pada kelas sebelas MA Miftahul Huda Dempet Tahun Pelajaran 2021/2022 M.
Penelitian termasuk penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif sebagai metode untuk mengetahui fenomena dan menganalisis data yang ada. Penelitian ini juga menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menguji keabsahan data dengan melaksanakan validasi data melalui tehnik trianggulasi data dan sumber data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Proses pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara dalam bahasa Arab di Kelas XI MA Miftahul Huda Dempet Tahun Ajaran 2021/2022. Meliputi beberapa kegiatan yaitu: pendahuluan, kegiatan inti, penutup. Didalam pembelajaran peserta didik lebih banyak berperan, sedangkan guru menentukan topik yang akan dipercakapkan, peranan guru hanya mengatur jalannya pembelajaran, agar sesuai tujuan yang ditetapkan. Dalam pembelajaran terkadang Guru menggunakan media pembelajaran berupa power poin dan aulio visual. 2) adapun factor-faktor Kesulitan siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara diantaranya (a) Faktor linguistic meliputi tata bunyi, kosa kata dan tata kalimat (b) Faktor non lingustik meliputi sosial budaya, minat dan motivasi. 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi Factor-faktor Kesulitan siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara adalah memberi pre-test dan post test, memotivasi siswa dengan membuat permainan dan selalu memberi pekerjaan ruma
Masyakil astikhdam al tilighram kawasilah al atishal lita'lim al lughah al 'arabiyah 'alaa al iintirnit lithulaab al madrasah al tsanawiyah al islamiyah al hukumiyah quds 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika penggunaan aplikasi telegram sebagai media komunikasi pembelajaran bahasa arab secara online terhadap peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 01 Kudus serta untuk mengetahui solusi dalam menghadapi problematika penggunaan aplikasi telegram sebagai media komunikasi pembelajaran bahasa Arab secara online terhadap peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 01 Kudus.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab menggunakan aplikasi telegram secara online di Madrasah Aliyah Negeri 01 Kudus diantaranya adalah akses dan fasilitas internet yang terbatas , permasalahan kouta internet dan jaringan internet di beberapa tempat. Problematika lain adalah karena sulitnya mengelola pembelajaran secara online dengan baik dan sulitnya peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
Sedangkan solusi problematika tersebut guru diharapkan untuk menyiapkan materi pembelajaran semenarik mungkin , mengikuti workshop terkait pengenalan aplikasi pembelajaran yang digunakan, untuk peserta didik yang mempunyai masalah terhadap jaringan internet dapat ditangani dengan saling berbagi koneksi dari anggota keluarga lainnya, dan kurangnya pengawasan dari orang tua , sehingga guru harus melakukan komunikasi kepada wali murid untuk menghimbau perkembangan belajar peserta didik ketika pembelajaran daring di ruma
Strategi Public Relations Radio On TV Masjid Agung Jawa Tengah
Humas memiliki peran yang sangat penting dalam membangun citra positif sehingga mampu mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi, perlu adanya rencana strategis yang disusun dalam setiap kegiatan kehumasan supaya dapat berjalan secara efektif. Humas Masjid Agung Jawa Tengah menaungi media dakwah berupa Radio dan TV yang memiliki beberapa program acara, salah satunya Radio On TV. Program Radio On TV memiliki keunikan dengan mengusung konsep visualisasi radio dimana program acara radio tidak hanya berupa audio saja, tetapi menjadi audio visual yang dapat dilihat. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menjelaskan strategi public relations apa saja yang digunakan oleh Humas Masjid Agung Jawa Tengah dalam mengelola program acara Radio On TV.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data berupa kata-kata atau tulisan berdasarkan dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi peneliti. Analisis dalam kajian ini menggunakan konsep perencanaan strategi public relations oleh Ronald D. Smith yang dikenal dengan the nine step of strategic public relations. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa Humas Masjid Agung Jawa Tengah sudah menerapkan konsep perencanaan strategi public relations yang terdiri dari empat tahap, yaitu fase riset formatif, fase strategi, fase taktik dan fase evaluasi. Namun, ada beberapa langkah dalam fase tersebut yang belum dilakukan oleh Humas Masjid Agung Jawa Tengah