Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
FASHION CAMPAIGN LIMBAH TEKSTIL DALAM FOTOGRAFI ILUSTRASI
Industri fashion berkembang secara signifikan, terutama selama 20 tahun terakhir.Meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam berbusana membuat peningkatandalam produksi pakaian yang menimbulkan industri fast fashion. Fast fashionadalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan desain pakaian yang cepatdan mengikuti trend. Fast fashion sangat mengikuti trend pakaian diproduksisecara massal dan cepat akibat maraknya fast fashion menyebabkan produksidan konsumsi berlebih, sehingga menimbulkan tumpukan limbah tekstil yangdapat menyebabkan emisi berbahaya ke udara, air, dan tanah. Limbah fashionmerupakan limbah terbesar urutan kedua setelah sampah plastik. Sebanyak92 juta sampah industri tekstil berakhir di tempat pembuangan sampah setiaptahun. Pewarna kain dibuang ke sungai tanpa pengolahan sebanyak 40.000-50.000 ton per tahun. Tingginya dampak Industri fashion pada lingkungansehingga menjadi latar belakang dalam pembuatan karya. Perkembanganmode juga dipengaruhi oleh media promosi terutama pada foto. Foto dianggapsebagai media yang dapat merepresentasikan dan mempromosikan dengan baik. Fotografi sangat berpengaruh pada perkembangan trend fashion. Penulismenggunakan Fotografi Ilustrasi dengan tujuan mengampanyekan dampaklimbah tekstil kepada masyarakat dan menghasilkan sebuah pergerakan. Metodepenelitian yang dipilih secara kualitatif meliputi observasi, menganalisis visualdan studi data dan studi literatur yang sudah ada. Observasi yang dilakukanpenulis berupa wawancara dan acuan pada buku yang membahas mengenailimbah fashion. Pada pembuatan foto menggunakan artificial lighting sebagaisumber cahaya yang digunakan. Hasil pada penelitian foto dengan tujuanCampaign limbah tekstil dapat diilustrasikan dan dibuat agar dapat mengajakmasyarakat dan penggiat fashion memperhatikan dampak lingkungan limbahtekstil
PENERAPAN BATIK NITIK PADA MEDIA ALTERNATIF
AbstractNitik Batik is one of the well-known batik motifs that developed in the Yogyakarta Region, precisely in the Trimulya, Kembangsongo, Blawong - Bantul districts. It has a characteristic nitik pattern from the unique canting shape which ends in 4 (four) splits with a geometric pattern. The nitik motif is thought to be from the pattern of Patola cloth - India. The detailed manufacture of Nitik batik and a long manufacturing process make the price of Nitik batik expensive. Monotonous colors and motifs make it unpopular among young people, for that effort and innovation are needed in its application. One of the efforts to maintain Nitik batik, it is necessary to innovate its application to alternative media with patterns and colors that contain the symbolic meaning of \u27ban batik nitik motif\u27 and make \u27development of the nitik batik motif\u27 one of the ‘icons’ of Yogyakarta batik. This research method is a descriptive qualitative approach, the result of which is the application of the development of the Nitik batik motif as an innovation in alternative media. The results of the research are in the form of innovative development of the Nitik batik motif with its application to alternative media, as an effort to preserve it and be recognized as the batik icon of Nitik Yogyakarta for present and future generations. Keywords: Nitik batik, colors and motifs, innovation, alternative media AbstrakBatik nitik adalah salah satu motif dikenal batik yang berkembang di Wilayah Yogyakarta, tepatnya diwilayah Trimulya, Kembangsongo, Blawong – Kabupaten Bantul. Mempunyai ciri khas pola nitik dari bentuk canting uniknya yang ujungnya membelah 4 (empat) dengan pola geometrisnya. Motif nitik diduga dari pola kain Patola – India. Pembuatannya batik tulis nitik yang detil dan proses pembuatan yang lama menjadikan harga batik nitik menjadi mahal. Warna dan motifnya yang monoton menjadikan tidak popular dikalangan kaum muda, untuk itu diperlukan usaha dan inovasi dalam penerapannya. Salah satu usaha untuk mempertahankan batik nitik, diperlukan inovasi penerapannya pada media alternatif dengan pola dan warna yang mengandung makna simbolis ‘motif batik nitik larangan’ serta menjadikan ‘pengembangan motif batik nitik’ menjadi salah satu ‘Ikon’ batik Yogyakarta. Metode penelitian ini dengan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif, yang hasil akhirnya penerapan pengembangan motif batik nitik sebagai inovavasi pada media alternatif. Hasil penelitian berupa inovasi pengembangan motif batik nitik dengan penerapannya pada media alternatif, sebagai usaha untuk melestarikannya serta dikenali sebagai Ikon batik nitik Yogyakarta bagi generasi sekarang dan di masa mendatang. Kata kunci: batik nitik, warna dan motif, inovasi, media alternati
REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM IKLAN TELEVISI SIRUP MARJAN ‘PURBASARI DAN LUTUNG KASARUNG’ 2020
Iklan sirup marjan telah melakukan salah satu upaya untuk mengangkat kearifkan lokal menjadi sebuah kreativitas, yang mendekonstruksi cerita rakyat sebagai daya tarik emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya yang direpresentasikan di dalam iklan, serta bagaimana sisi kreativitas ini bisa menjadi salah satu hal yang menarik untuk dijadikan sebuah ide. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi literatur. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif yang ditopang oleh teori John Fiske. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya representasi budaya yang terkandung dalam iklan tersebut. Melalui kode-kode televisi John Fiske, dapat disimpulkan bahwa adanya nilai luhur budaya bangsa yakni seperti kebaikan, kebersamaan, serta kebijaksanaan yang pantas untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan melalui aspek penampilan, lingkungan, dialog, dan karakter
PERANCANGAN MOTIF KAIN DAN POLA MASKER NON MEDIS BERBASIS NILAI ESTETIKA DAN FUNGSIONAL
Merebaknya virus corona di berbagai penjuru dunia telah membuat para pemimpin negara mengambil langkah strategis untuk mencegah penyebaran dan jatuhnya korban jiwa lebih luas lagi. Berbagai langkah telah diterapkan mulai dari social distancing hingga pemakaian masker. Karena permintaan yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat, masker sekali pakai sempat menjadi salah satu produk langka yang dicari oleh banyak orang. Oleh karena keterbatasan dan melambungnya harga masker sekali pakai, masker kain menjadi pilihan bagi banyak orang karena sifatnya yang reusable dan harga yang lebih terjangkau. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan dan menciptakan masker kain non-medis yang mempunyai standar fungsional yang optimal dan memiliki nilai estetika yang baik. Pembuatan prototipe masker akan dilakukan untuk diuji coba ke responden untuk menilai apakah bentuk masker sudah melindungi wajah secara optimal serta memiliki motif yang menarik minat orang untuk mengenakan masker pada kesehariannya
RAGAM HIAS DAN WARNA TRADISI MINANGKABAU PADA DESAIN INTERIOR RESTORAN PADANG DI JAKARTA
AbstractRestaurants with Indonesian cuisine commonly exist in Jakarta, one of them is Padang restaurant that comes from Minangkabau culture and tradition in West Sumatra. Padang restaurant visited by various consumers, including Jakarta residents, local and international travelers. To be recognized by consumers and prospective consumers, Padang restaurants have a unique characteristic in their design. This research focused on three restaurants as research objects which are Sederhana Padang Restaurant, Pagi Sore Restaurant, and Padang Merdeka Restaurant. The research was conducted to understand how Minangkabau ornaments and colors can be applied in Padang restaurants in Jakarta. The research method is qualitative descriptive. Data was collected through field research and photo documentation. Analysis was conducted by triangulated data from observation with visual data and references about Minangkabau tradition, including (1) architectural facade design, (2) applied ornaments in the interior, (3) applied colors in the interior. The result concluded that not all restaurants applied Minangkabau ornaments and colors in the restaurant’s interior. The architectural facade had a unique and interesting form to attract consumers to come to the restaurant. Minangkabau ornaments, motives, and colors in restaurants were not shown explicitly but conveyed through the adaptation process by modern architectural and interior style inlined with restaurant’s concept so every restaurant had a different approach applying Minangkabau’s culture in the interior design. Keyword: padang restaurant, interior design, restaurant interior, Minangkabau cuisine AbstrakRestoran dengan menu makanan selera nusantara banyak ditemui di kota Jakarta, salah satu di antaranya adalah restoran dengan menu masakan Padang yang berasal dari tradisi budaya Minangkabau, di Sumatra Barat. Restoran Padang dikunjungi oleh konsumen yang beragam, termasuk penduduk Jakarta, wisatawan nusantara dan mancanegara. Agar mudah dikenali oleh konsumen dan calon konsumennya, Restoran Padang memiliki karakteristik tertentu pada desainnya. Penelitian ini terbatas pada tiga restoran yang menjadi objek penelitian, yaitu Restoran Padang Sederhana, Restoran Pagi Sore dan Padang Merdeka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan ragam hias dan warna tradisi Minangkabau pada interior Restoran Padang di Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi lapangan dan dokumentasi foto. Analisis dilakukan pada data hasil observasi secara triangulasi terhadap data visual dan kepustakaan terkait tradisi budaya Minangkabau, meliputi (1) desain fasad bangunan, (2) penerapan ragam hias dalam interior, (3) penerapan warna dalam interior. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa tidak semua restoran menerapkan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di dalam interior restorannya. Fasad arsitektur yang memiliki bentuk unik dan menarik dapat dikenali dan menarik minat masyarakat untuk datang ke restoran tersebut. Penerapan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di restoran tidak ditampilkan secara eksplisit, namun telah mengalami proses adaptasi dengan gaya arsitektural dan interior modern sesuai dengan konsep restoran tersebut sehingga setiap restoran memiliki perbedaan dalam penerapan budaya Minangkabau dalam desain interiornya. Kata Kunci: restoran padang, desain interior, interior restoran, kuliner Minangkaba
TINJAUAN ERGONOMI WASTAFEL PORTABEL DI PASAR TEBET TIMUR, JAKARTA SELATAN
Sejak pandemi Covid-19 merebak, banyak instansi yang menempatkanwastafel portabel di ruang terbuka agar pengunjung dapat mencuci tangansebelum dan sesudah memasuki suatu area untuk mencegah penyebaran virusmelalui sentuhan. Pasar Tebet Timur di Jakarta Selatan adalah tempat jual-beliyang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Akibat sibuknya aktivitasyang terjadi di pasar ini, kekhawatiran tentang penyebaran virus tidak dapatdiabaikan. Oleh karena itu, Pasar Tebet Timur memerlukan wastafel portabelyang layak dari sisi ergonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifuntuk mengkaji kondisi wastafel yang sekarang ada. Data-data yang sudahdikumpulkan kemudian diproses dan dianalisis menggunakan task analysisdan gap analysis. Hasil penelitian memberikan beberapa usulan untukmemperbaiki ergonomi wastafel portabel di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan
PERAN SEMIOTIK DALAM CYBERCULTURE FOTOGRAFI PADA MASYARAKAT MASA KINI
Pada masa kini, fotografi telah menjadi budaya pada masyarakat luas.Seiring perkembangan teknologi yang global dan membentuk sebuahbudaya komunikasi visual yang baru membuat perubahan budaya tersebutsemakin kentara. Melalui jaringan media sosial, masyarakat semakin pandaimengekspresikan dirinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdeskriptif dengan observasi. Kegiatan analisis dimulai dari pengumpulan data,penggolongan data, dan analisis data. Dapat disimpulkan bahwa cyberculturefotografi pada masyarakat masa kini adalah selfie (swafoto) sebagai upayamembangun eksistensi diri. fotografi smartphone yang menjadi pilihan selainkamera, dan media fotografi sebagai bentuk semiotika konvesional
PEMANFAATAN FOTOGRAFI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN JEJAK PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA
AbstractAdvances in technology today have implications for the variety of media used to support the needs of the community. One of them is photography. Indonesia is a multicultural country including religion in it. So, how can Indonesia become the largest Muslim country when Indonesia was colonized for centuries by non-Muslims. The purpose of this study is to prove traces of Islamic civilization can be seen through documentary evidence in the form of photos, by utilizing the art of photography as a form of modern visual art that utilizes art and technology. This research was conducted through descriptive qualitative method. By observing an object to be analyzed. The results of the research itself prove the existence of documentation that can be evidence of the existence of Islam in Indonesia. In conclusion, photography is able to provide views to the public about the differences that exist in each image produced. Both in the form of patterns, colors, shapes, etc. And this proves that Islam was present and united in the archipelago long before the invaders came to the archipelago. In fact, Islam has entered and merged into the culture of the local community.AbstrakKemajuan teknologi saat ini berimplikasi terhadap ragamnya media yang digunakan dalam menunjang kebutuhan masyarakat. Salah satunya fotografi. Negara Indonesia merupakan Negara multikultural termasuk agama didalamnya. Lantas, bagaimanakah Indonesia bisa menjadi Negara muslim terbesar sedangakan Indonesia dijajah selama berabad-abad oleh orang-orang non muslim. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan jejak peradaban islam dapat dilihat melalui bukti dokumentasi berupa foto, dengan memanfaat seni fotografi sebagai wujud seni visual modern yang memanfaatkan seni dan teknologi. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif deskriptif. Dengan mengamti sebuah objek untuk dianalisis. Hasil dari pneleitian sendiri membuktikan adanya dokumentasi yang dapat menjadi bukti keberadaan islam di Indonesia. Kesimpulannya, Fotografi mampu memberikan pandangan kepada masyarakaat tentang perbedaan yang ada pada setiap gambar yang dihasilakan. Baik berupa corak, warna bentuk dll. Dan Hal tersebut membuktikan bahwa, Islam telah hadir dan menyatu di Nusantara jauh sebelum penjajah mendatangi Nusnatara. Bahkan, islam telah masuk dan bergabung kedalam kebudyaan masyarakat setempat
Tinjauan Abjection dalam Penciptaan Ulang Produk: Sebuah Perspektif menuju Periode Antroposen
Produk industri yang kerap kita konsumsi sebagai perabot rumah tangga dan benda keseharian memiliki beragam fungsi guna dalam aktivitas manusia. Usia pakai produk industri yang tidak panjang membuat beragam produk itu berkontribusi dalam peningkatan kuantitas sampah rumah tangga, meskipun dari segi kualitas material memiliki durabilitas yang sangat lama, terutama pada benda yang menggunakan bahan dasar plastik, metal, dan bahan lain yang tidak dapat diurai secara alami. Berkaitan dengan dimulainya periode watu geologis baru, Antroposen, penciptaan produk yang dihasilkan dari benda-benda bekas, sampah dan limbah rumah tangga dengan mengangkat konsep daur ulang dianggap mampu mengatasi berbagai permasalah tersebut. Hal ini menjadi tren yang banyak digunakan dalam menghasilkan produk yang berorientasi terhadap kampanye pola hidup zero waste. Penelitian ini membahas bagaimana konsep penciptaan berbasis material daur ulang dapat diterima secara luas. Untuk itu studi kasus dibandingkan dan ditelusuri dengan membongkar ulang konsepsi abjection yang muncul pada produk yang telah habis masa pakainya melalui studi komparatif dan analisis pada studi literatur. Pada tahapan selanjutnya, studi kasus juga digunakan untuk membantu mengkonstruksi ulang fungsi yang masih terdapat pada material penyusun komponen sebuah produk. Pola yang ditangkap dapat dijadikan acuan bagi pengembangan produk daur ulang di masa depan
VISUALISASI WANITA PLUS SIZE DALAM ESTETIKA FOTOGRAFI
Citra tubuh adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnyaserta bagaimana seseorang itu memberikan penilaian terhadap ukuran dan bentuktubuhnya. Di Indonesia, citra tubuh cenderung mengarah ke kurus sehingga wanitaplus size adalah bagian minoritas. Plus size adalah ukuran diatas standar pakaian biasaatau mempunyai berat badan berlebih. Hal ini membuat wanita plus size mendapatstigma yang kurang baik sehingga memberikan dampak yaitu rasa malu dan tidakpercaya diri. Penulis ingin menampilkan wanita plus size yang nyaman dengantubuh mereka dan tidak merasa malu dengan mengenakan wardrobe busana renang.Pemotretan dilakukan di studio yang dibuat dengan suasana pantai atau kolam renangdengan menggunakan properti yang mendukung. Warna-warna yang digunakanadalah warna cerah. Tujuan dari karya ini adalah mematahkan stigma masyarakat yangcenderung negatif terhadap wanita plus size. Metode yang digunakan adalah metodestudi pustaka dan observasi yang mendukung pengembangan karya foto dan teori-teoriharus bersumber dari literatur, jurnal dan artikel yang dapat dipertanggungjawabkan.Hasil penelitian dari karya tugas akhir ini yaitu 5 karya foto wanita plus size denganaktivitas di pantai atau kolam renang yang percaya diri dan nyaman dengan tubuhmereka dengan pendekatan estetika fotografi