Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    339 research outputs found

    PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK SENI PAHAT, SENI PATUNG SUKU ASMAT DI PAPUA SEBAGAI PRODUK KERAJINAN

    No full text
    AbstractAs tradition art, artistic of people sculpture and statue Asmat earn grouped in primitive culture/artefact - primitive art, this thing is because ofform of physical from material culture function and material culture is more majored, and also forming process is not addressed for aesthetic function; in the growth primitive art from people Asmat become appearance idea primitivism in the world of art. Art, craft and design masterpiece with theme primitive art/primitive culture from people Asmat many produced in so many forms like: furniture, mural, paintings and households appliances as effort so that culture of people materials Asmat don\u27t become extinct. Form of to many becoming new inspiration in the craft world, become attention of primitive art observer and consumer, and also producer/craft industrial.Keywords: primitive artefact/culture, primitivism, Asmat craft.AbstrakSebagai seni tradisi, seni patung dan seni pahat orang Asmat dapatdikelompokan kedalam primitive culture/artefact primitive art, hal inidisebabkan oleh bentuk fisik dari budaya material dan fungsi budaya material lebih diutamakan, serta proses pembentukan tidak ditujukan untuk fungsi estetis; dalam perkembangannya primitive art dari orang Asmat menjadi ide munculnya primitivism dalam dunia seni. Karya seni, karya kerajinan dan karya desain dengan tema primitive art/primitive culture dari orang Asmat banyak diproduksi dalam berbagai bentuk seperti: furnitur, mural, alat-alat rumah tangga dan lukisan-lukisan kulit pohon sebagai usaha aga

    LUKISAN KACA NAGASEPAHA, BULELENG -BALI

    No full text
    AbstractGlass painting is a kind of painting that is being drawn and painted from the back side of a glass plain, and it is done in a reverse way. The painters that did not have ample formal education, prefer to use glass as their material, because of the low price, and the result is much more fascinating. Glass painting is regarded as a folk art, for it is indeed made by ordinary people who want to express their religious affirmations, feelings, hopes and their aspirations, or even their disappointment and fears. Along with its growth, glass painting has had many kinds of development. Quality wise, many of them are inclining, but some are showing to decline. Glass painting found in Bali, shows various social constructs with its dynamics and development, either individually or socially.AbstrakLukisan kaca adalah jenis lukisan yang digambari dan diwarnai dari sisi belakang bidang kaca, clan ciikerjakan dalam keadaan terbalik. Para pelukis yang pada umumnya tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, memilih bahan kaca karena harganya yang murah dikategorikan dalam folk art karena memang lahir dari masyarakat kebanyakan yang ingin mengungkapkan rasa religiusitasnya, perasaan-perasaannya, hara­pan dan aspirasinya, atau juga kekecewaan dan kecemasannya. Dalam perjalanannya, seni lukis kaca telah melalui berbagai perkembangan, balk yang bersifat inklinatif maupun deklinatif. Lukisan kaca Bali, Buleleng-Nagasepaha mencerminkan berbagai konstruk sosial dengan dinamika clan perkembangannya, baik secara individual maupun ke­masyarakatan

    TAKSU DALAM KEBUDAYAAN BALI

    No full text
    AbstractThe Balinese society ( Hindu) adopts the principle or quality achievement to generate quality work called as taksu. As a base for the achievement of quality art, taksu is easier to be seen , felt, and explained in the media of dancing as the manifestation can be visually seen. His research applied the qualitaitaive method to obtain holistic point of view from those involved within.From the analysis taksu is basically a thinking base in the attempts of expressing values and utmost beauty meanings. The achievement on the understanding of taksu values is principle thing for artists ( undagi) giving affect in mainstaining harmony and unity between bhuwana agung and bhuwana alit in accordance with the final destination of Balinese people that is achieving the savety of universe and reaching moksa ( eternity)\ AbstrakMasyarakat Bali ( Hindu) mengenal adanya suatu pedoman mengenai pencapaian kualitas untuk menghasilkan suatu karya bermutu, disebut taksu. Taksu sebagai lenadasan pencapaina kualitas seni lebih mudah dilihat, dirasakan dan dijelaskan melalui bentuk tarian, karena perwujudannya tampak secara visual. Penelitian ini mempergunakan metoda penelitian kualitatif, tujuannya untuk memperoleh pandangan secara holistikl dari mereka yang diteliti.Temuan-temuan yang diperoleh , taksu pada dasarnya merupakan landasan berpikir dalam upaya mengungkapkan nilai0nilai dan makna keindahan yang tertinggiPencapaian pemahaman nilai-nilai taksu merupakan sesuatu yng sangat penting bagi seniman ( undagi) karena akan berdampak dalam upaya menjaga kualitas keharmonisan dan keserasian antara bhuwana agung dan bhuwana alit, sesuai tujuan akhir hidup orang Bali, yaitu mencapai kesejahteraan jagad dan mencapai moksa ( keabadian akhirat)

    REALITAS DESAIN DALAM KECAMUK PERADABAN: SUATU KAJIAN FILSAFAT ILMU

    No full text
    AbstractOur discussion and tracing concerning the reality problem of already lost signs of post-modern works, increasingly show us the essence of the human civilization are which also experiences changes in the reality aspect, science discourse, and contextual civilization itself As such, what is reality the position of art in the civilization itself? What is reality of art and design? Why has art lost its image or beauty? Then what is art itself? The answer to the rages of these basic questions is: \u27the end of art\u27. But whatever its form, it is clear that art permanently gives a fresh ahnosphare, offers unique solutions which can not be seized even by engineering or science.AbstrakPembicaraan dan pengembaraan kita pada persoalan realitas pertandaan yang sudah hilang pada karya-karya post-modern, membawa kita pada hakekat zaman yang sudah berubah. Pada tataran kontekstual realitas, diskursus sains, dan kontekstual civilization itu sendiri mulai bergeser ke pemaknaan-pemaknaan yang mulai keluar dari preskriptif stuktur. Seni dengan demikian posisinya dalam kehidupan seperti apa? Mengapa seni kehilangan citra dirinya? Lantas apa \u27seni\u27 itu sendiri?. Berbagai gejolak pertanyaan mendasar ini jawabannya yang pasti adalah \u27the end of art\u27. Namun apapun bentuknya, jelas secara permanen seni memberikan suasana segar, menawarkan solusi yang unik yang tidak bisa didapatkan bahkan oleh keahlian teknik maupun ilmu pengetahua

    PELESTARIAN ART DECO DI INDONESIA: SUATU DILEMA

    No full text
    AbstractArt Deco Architecture in Indonesia as an art that rejlects the spirit of its era can not be separated from the cultural context and mans seaty. The rich cultural heritage of Indonesia has always played an important role in the concept of Indonesimx identity- Throughout histonj identity has always been of paramount significance in man \u27s response to his need .for an essential foothold. A need which corresponds to the umue characterfstrcs of the physical envt-ronment and the socio cultural attributes of the Indonesian people.Abstrak.Arsitektur Art Deco di Indonesia mencerminkan semangat yang tidak dapat dipisahkan dari ikatan seni budaya serta daya kreativitas manusia. Warisan budaya yang sangat kaya di Indonesia selalu mempunyai peranan penting dalam menentukan konsep identitas nasional bangsa Indonesia. Sepanjang sejarah, identitas selalu menjadi unsur penting bagi seseorang dalam mencari tumpuan utama merespon kebutuhan. yang sesuai dengan sifat khas dari lingflungan fisik serfa perilaku sosial budaya yang dimilifd bangsa Indonesia.Katakund  Art deco, idenfitas, warisan buday

    MURAL SEBAGAI MEDIA EKSPRESI REMA}A DI KOTAKOTA BESAR

    No full text
    AbstrakMural is a street art  with its own style. Some muralists do riot create their works depending on what they will get from them but for their own satisfacfion. \u27This thesis tries to present a phenomenon of street painting by formulating problems info some parts according to the situation and condition faced such as the emergence of mural, !ts development until the assumption that mural is a brutal art. AbstmkMural adalah sebuah street art yang memiliki gaya tersendiri. Beberapa Muralis menciptakan karya tidak bergantung dengan apa yang akan dipero!eh dari karya itu, mereka berkarya untuk kepuasan mereka tersendiri.Tu!isan inimencoba mengefengahkan fenomena seni lukis ja!anan dengan merumuskan masalah menjadi beberapa bagian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, antara lain ada!ah awal munculnya mural, perkembangannya sampai pada anggapan bahwa mural adalah seni yang brutal

    KONSEP DALAM FOTOGRAFI: UPAYA PENCAPAINA MAKNA DALAM SEBUAH KOMUNIKASI VISUAL

    No full text
    AbstractThe art of photography is still considered as a new kind of art in Indonesia, and therefore is very much open for many discussions among profesional photographers as \u27well as photography enthusiasts. One of the topics that is often occured in a discussion is of the importantance of concept to create a photo. Indeed , its is not unlikely to find a photio that is lacking in concept, thus making it monotonous and meaningless. The problem lays in the photographer\u27s lack of understanding about concept and how it relates with a photo work. Therefore , this article tries to explain how important a good, well-planned concept in order for photo work to be meaingful to its audiences AbstrakSeni fotografi yang masih tergolong baru di Indonesia membuka ruang yang luas bagi diskusi baik antar fotografer maupun penikmat foto. Salah satunya yang sering diajukan sebagai topik pembicaraan adalah mengenai bagaimana sebuah konsep foto akan berpengaruh terhadap karya foto yang dihasilkan. Seringkali , memang , sebuah karya foto muncul tanpa ada konsep yang melatarbelakanginya. Akibatnya, karya foto itu terasa monoton dan kurang bermakna. INi tidak luput dari kurangnya poemahaman seorang fotografer mengenai kaitan antara konsep dengan karya foto. KArena itulah tulisan ini berusaha memaparkan pentingnya perencanaan konsep foto yang baik agar tercapai sebuah pemaknaan dari khalayak yang menikmati karya fotograf

    PERANAN LOGAM SEBAGAI MATERIAL PADA DESAIN PRODUK DAN DESAIN INTERIOR

    No full text
    AbstractAs you Imow metallic material\u27s is using for construction that \u27s way we are talking about metallic. We discript ametalic classified a ferro metalhs as ferro cast iron, steel cast iron also alloy steel and non ferro metallic as alluminium, coper, mgenfums, sincum, plumflum and other alloy of the other up there. Process production of it s are variatie many of processes likes conected methode can disenpfsd .jbr examples~ I hope the descrffz"tton above can opened mind .for the product designeer for kooking deeply to metallic materials. Therefore a proffesionality thing g and practice sI for material matters especially metalic materials are very importance and should be dedded for the future .AbstrakSeperti diketahui bahan logam digunakan Untuk konstruksi, dan apabila kita berbicara tentang logam. Kita akan membahas bahan yang bukan logam yang digolongkan sebagai logam ferro, seperti: ferro besi cor besi car baja dan bahan bukan ferro seperti alumunium, timah, argentums, sincum, plumbum dan jenis lain logam campuran. Proses p sangat ~ banyak cara seperfi cam penyambungan untuk contoh-contoh.Tulisan ini berupaya memberi gambaran kepada para desainer produk tentang penggunaan bahan logam. Penulis mengajak para sejawat untuk memanfaatkan dan memifdrkan bersama agar penguasaan serta pemanfaatan material logam secara tepat dapat difakukan secara mandiri  khususnya desainer produk dalam mengaplif:asikan desainnya.Kata kud :logam, baja, desain produk, desain interio

    AMBIVALENSI SIKAP BUDAYA PADA MASYARAKAT DI NEGARA BERKEMBANG: DALAM KONTEKS PENERAPAN \u27RAGAMHIAS\u27 TRADISI BUDAYA JAWA PADA ARSITEKTUR MODERN

    No full text
    AbstractAmbivalency of cultural attitude is an universal symptom, that occured in several nations of development countries, whose faced with difficult choise of two pardgigms. Either keep loyal to the old norms (traditional), or takeover a new ones (modern). This phenomenon usually done in transition period, characterized with changeover of values. A wisdom thoise it\u27s best not "to be or not to be", but take a "win-win solution".KAbstrakAmbivalensi sikap budaya adalah gejala umum yang dialami masyarakat atau bangsa yang sedang berada dipersimpangan dalam memilih \u27paradigma\u27. Tetap setia pada norma \u27lama\u27 (tradisi) sebagai warisan leluhur, atau beralih pada norma \u27baru\u27 (modern) yang menawarkan paradigma berbeda. Fenomena seperti ini biasa terjadi di negara berkembang, yang sedang mengalami proses pergeseran nilai. Pilihan yang bijak, biasanya bukan "memilih salah satu" tetapi "men- can i sinergi"

    ASPEK BUDAYA DESAIN GRAFIS

    No full text
    Abstract As a human creation, a grahic design is called cultural product due to its exixtence that has been created for fulfilling human\u27s need by its capacity to share information through the cultural communication process. Its appearance that loaded with sense of techniques, ethics, and aesthetics values, a graphic design not jus functioning only as a visula \u27message carrier\u27 but it has been created in a form of cerative-aesthetics to serve its high-end objectives.Whilst its embedded cultural values lies not just in the viusal appearence alone but also in variety of considerations pertaining its formal elements and the meaning of its contents as well.Included within are any creative objectives wirh historical, communicative, aesthetics, economic, social politics and psychological values AbstrakSebagai karya cipta manusia desain grafis dikatakan sebagai produk budaya karena sifat entitasnya yang diciptakan bagi pemenuhan kebutuhan manusia dalam kelompoknya yang slaing berbagi informasi melalui proses komunikasi budaya. Dalam penampilannya yang sarat dengan nuansa teknik, etika dan estetika, desain grafis tidak sekedar berfungsi sebagai \u27message carrier\u27 semata tetapi merupakan bentuk medium yang dikemas secara estetis-kretaif guna memenuhi tujuan akhir penampilannya.Sedangkan nilai budaya yang dikandungnya tidak sekedar tercermin dalam tampilan wujud visualnya saja tetapi juga dalam beragam perimbangan penciptaan unsur-unsur bentuk dan mkana pesan yang dikandungnya. termasuk di dalamnya adalah varians tujuan penciptaaan desain grafis yang memiliki nilai historis , komunikatif estetis, ekonomis , sosial, politis dan psikologis

    175

    full texts

    339

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇