Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    339 research outputs found

    ANALISIS TANDA PADA POSTER KAMPANYE ANTI DISKRIMINASI \u27GUERRILLA GIRLS\u27 DI BIDANG SENI , SOSIAL, POLITIK DI AMERIKA SERIKAT

    No full text
    AbstractThis article studied about a group of artists named " Guerilla Girls" . Their initial mission is seek for balanced honors of artworks which made by women artists as equivalent to men artists. Their campaign idea continues to every social gap aspects which happened to women. This article described the meaning of signs which appears in verbal and visual form messages in their campaigan posters, analyzed with Roland Barthen\u27s semiotics approach. The conclusion shows that form the verbal and visual forms of the posters, they are not just about women rights but also for wider importance , to honor minority rights and public awareness about social problems which still happen in United States of America AbstrakTulisan ini mengetengahkan tentang sebuah kelompok seniman yang menamakan dirinya " Guerilla Girls" . Misi awal mereka adalah menuntut kesamaan penghargaan terhadap karya seni yang dihasilkan oleh para seniman perempuan sama sepereti halnya seniman laki-laki. Ide kampanye mereka kemudian berlanjut juga ke semua aspek kesenjangan sosial yang dirasakan oleh kaum perempuan. tulisan ini mendeskripsikan makna tanda yang muncul pada pesan verbal dan visual yang terdapat pada poster kampanye mereka, dikupas dengan pendekatan semiotika Roland Barthens. Hasilnya menunjukkan bahwa ditinjau dari bentuk pesan verbal dan visualnya karya-karya poster tersebut bukan sekedar berisi tentang pemenuhan hak-hak kaum perempuan namun juga untuk kepentingan yang lebih luas yakni penghargaan terhadap hak-hak minoritas dan  penyadaran publik akan permasalahan sosial yang masih terjadi di Ameriak Serika

    VISUAL CULTURE POLITIK: STUDI KASUS ISSUE GENDER DAN ETNISITAS KAMPANYE PADA MEDIA BALIHO KHOFIFAH INDRAPARAWANGSA DAN MOEDJIONO SEBAGAI CAGUB DAN CAWAGUB JAWA TIMUR PERIODE 2008-2013

    No full text
    AbstractVisual aspect or imagery and language is considering cultural dimension, and observed contextual issue inside society. Changing behaviour toward women leadership in political are not caused of the higher intellegences and higher political aawareness, but triggered by the failure of political party with its internal conflicts.It is about time for gender discourse to socialized to set woman as a human being who has an equal position to men AbstrakAspek visual atau pencitraan dan bahasa amat mempeehatikan dimensi budaya , serta memperhatikan konteks isu yang berkembang di masyarakat. Perubahan sikap terhadap kepemimpinan perempuan dalam politik tidak hanya dipcu oleh semakin cerdas dan tingginya kesadaran politik semata, tetapi juga dipicu kegagalan partai politik karena seringnya konflik yang terjadi dalam parpol. Sudah saatnya wacana tentang gender perlu disosialisasikan untuk menempatkan perempuan sebagai manusia yang sama kedudukannya dengan kaum laki-laki

    VISUAL POLLUTION IN THE CONTEX OF CONFLICTING DESIGN REQUIREMENTS

    No full text
    AbstrakPopulasi Sosial dalam Kaitannya dengan Pertentangan Persyaratan Desain. Semua jenis desain ( desain grafis, produk dan interior) dirahkan untuk mempertimbangkan beberapa persyaratan tertentu yang diikuti dengan penggunaan metode berfikir secara logis guna memenuhi suatu proses desain. apabila dalam mendesain sesuatu, persyaratan-persyaratn tersebut sudah dipertimbangkan dengan baik dan proses desain secara logis telah digunakan, maka lengkaplah desain itu sendiri. Idealnya , tidak terjadi pertentangan di antara desain yang dibuat karena semuanya sudah berlandaskan kepada pengguanan metode proses desainyang logis. Namun pada kenyataannya, keberadaan yang diharapkan saling menunjang dari masing-masing desain telah menimbulkan adanya pertentangan dalam hal pemenuhan persyaratan dan juga logika. Pertentangan tersebut dapat kita jumpai pada saat terjadi polusi pemandangan ( visual pollution) di suatu lokasi. Tulisan ini akan membahas pengaruh dari pemandangan yang diakibatkan oleh keberadaan papan reklame, rambu-rambu di jalan, poster, rumah/gedung, kendaran yang bergerak, desain grafis di luar toko, desain kemasan, coretan-coretan dan lain-lain dalam konteks pertentangan dalam hal persyaratan dan berpikir logika. AbstractVisual Pollution In the Context of Conflicting Design Requirements. All designs ( graphic, product, and interior design)are directed to consider certain requirements which are followed by logical thinking to fulfill a design process. Once the requirements of each design have been well considered and the logical design process has been fulfilled, the design is complete. Ideally . all design are not supposed to be in conflict with each other because aeach one is based on logical design process. In reality, however the mutual existence of these designs has produced conflicting requirements and thereby conflicting logics. This conflict can be seen in visual pollution. This paper will examine the impct of visual pollution caused by billboard, street signs, posters, houses/buildings, automobiles, shopfront graphic design, packaging design, grafitti etc, in the contex of conflicting logic/requirements

    MENELUSURI SEJARAH & KARYA SENI JAKARTA BIENNALE

    No full text
    AbstractHistorically and culturally , Southeast Asia is a place where great civilizations and ancient, influential religions meet , throught trades, migration, and colonization. History of art form in Southeast Asia is a part of the cultural life in our daily activities, the organizing of such events as The Jakarta Biennale, has therefore been called for and it simultaneously shows Jakarta\u27s sparkle in the process of art and cultural development. There are two main differences between the history Jakarta Biennale before and today. First, that the Jakarta Biennale today is international nature. Second, it is held in conjuction with an assrtment of activities from a variety of art disciplines, within a bigger framework. History of Jakarta Biennnale endeavors to hold activities and events are not merely held to enhance public appreaciation, but also make art as a part of public life AbstrakSecara historis dan kultural, Asia Tenggara merupakan tempat bertemunya peradaban besar dan agama-agama tertua yang berpengaruh melalui perdagangan , migrasi dan kolonialisasi. Sejarah seni di Asia Tenggara adalah bagian dari kebudayaan yang berangkat dari keseharian manusia, penyelengaraan kegiatan Jakarta Biennale mampu menunjukkan gemerlap kota Jakarta sebagai bagian dari proses berkesenian dan pengembangan kebudayaan secara umum. Terdapat dua perbedaan utama dari perkembangan Pameran Jakarta Biennale sebelumnya dengan pameran kali ini. Pertama, pameran Jakarta Biennale  ibi bersifat internasional . Kedua, pameran ini telah mempertemukan sejumlah kegiatan dari berbagai disiplin seni menjadi satu kesatuan bingkai yang lebih besar. Sejarah kegiatan Pameran Jakarta Biennale tidak hanya untuk mendorong aktifitas apresiasi masyarakat terhadap seni semata, akan tetapi juga berusaha menjadi bagian dari kehidupan masyarakat itu sendiri

    RAGAM HIAS MASJID DALAM KAJIAN ESTETIKA

    No full text
    AbstractThe Mosque Decoration  According to the Study of Aesthetic. Aethetics is a consequence experiment where beauty can be expresed through the words of a sarmon, but can also be expresed through other media ladens that conveys the message of the congregation. The objects n this case are a mosque contruct and the decoration, which are responded by two ways, cognitive and practical. No matter what or how the point of view is, if a person is related to an aesthetic objects, Then it will be surely contempalte  on the quality aspect. This artikel raises the issue on the function as will as the rule of decoration as one of the aesthetical elements og mosque in the mark, Mantingan, Kudus and Semarang, Central of Java. AbstrakRagam Hias Masjid dalam Kajian Estetika. Estetika merupakan pengalaman yang secara sadar dihayati sehingga keindahan dapat diungkapkan baik melalui kata-kata berupa khotbah tetapi bisa juga melalui media2 lainnya yang sarat dengan pesan-pesan yang ingin disampiakan kepada para jamaah. Objek dalam hal ini adalah bentuk bangunan masjid dan ragam hiasnya di tanggapi dengan dua cara , yakni secara kognitif dan praktis. Apapu atau bagaimanapun sudut pandangnya bila seseorang terkait pada objek yang estetik tentu akan menkontemplasikannnya pada segi-segi kualitas . Tulisan ini mengangkat fungsi maupun fungsi maupun peranan ragam hias sebagai salah satu unsur estetika pada mesjid di Demak , Mantingan, Kudus, dan Semarang di Jawa Tenga

    DUNIA MAYA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ALTERNATIF: STUDI KASUS FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VIRTUAL

    No full text
    AbstractThe development and innovation of new information technology are making the Facebook as a phenomenon in virtual world which offer easier ways to access human needs to interact and to socialize with each other.Facebook becomes a virtual communication media, which means unreal or almost become real, where connection among user thrgough features in Facebook becomes almost real condition that provide the ulfillment of needs and attrack the user.The presence and popularity of Facebook as social networking sites in urban community become the acknowledgement of communication transformation system in society. Facebook confirms urban society position as anonym society public space. Facebook becomes a communication culture phenomenon in urban society. A phenomenon invites many pros and contra from its positive and negative impacts,The using of Facebook can effect the accumulation of social capitalusing, and the improvement of technology and gadget innovation become tool and real approve of new pattern in human social relation. AbstrakPerkembangan, penciptaan , dan penemuan teknologi informasi baru, melahirkan fenomena Facebook sebagai salah satu situs di dunia maya yang menawarkan segala kemudahan untuk menjembatani kebutuhan manusia agar dapat tetap berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Facebook menjadi media komuniaksi virtual yang bermakna tidak nyata atau hampir menyerupai , sehingga hubungan yang terjalin antar pengguna melalui fitur-fitur tersebut merupakan kondisi yang mendukung pemenuhan kebutuhan dan menimbulakna keterikatan dan candu bagi penggunanya.Kehadiran dan kepopuelran Facebook sebagai situs jejaring sosial dan sistem komunikasi dalam masyarakat. Facebook menegaskan posisi masyarakat urban sebagai masyarakat anonim, di mana seseorang dikenali dan diakui keberadaannya melalui akun di dunia maya, dalm bentuk ruang publik free society. FAcebook telah menjadi fenomenabudaya komunikasi di masyarakat perkotaan. Sebuah fenomena yang menimbulkan pro dan kontra, dan dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Penggunaan Facebook dapat emmpengaruhi akumulasi penggunaan kapital sosial, sehingga perkemabnagan teknologi dan inovasi gadget menjadi alat dan bukti nyata dalam membentuk pola-pola baru dalam hubungan sosial manusi

    PROBLEM KEINDAHAN DALAM SENI: TELAAH BUKU ARTHUR C .DANTO \u27 THE ABUSE OF BEAUTY\u27 , 2003

    No full text
    AbstractThis paper is about Arthur C. Danto\u27s book. The Abuse of Beauty, Aesthetics and the Concepts of Art , 2003. Danto started to discuss about beauty in art, by analyzing the work of Andy Warhol, Brillo Box ( 1964), he invited us to answer the question, is there still beauty in art? How to explain the aesthetics of that work ? Once , beauty is part of the definition of art. But by looking at the avant grade art, do we still say about beauty , in Immanuel Kant\u27s sense in Englightenment era? Avant garde art is intractable, he said. Avant garde art says something about new category of aesthetics such as repulsion , object, horror, disgust, etc. He proposed , instead of beauty , art should be understood in three ways: art as transformative power. Art as the way to understand culture and as a work that embodied meaning. Finally, he proposed sumblimity in art that seems to go beyond beauty. AbstrakTulisan ini merupakan telaah bukunya Arthur C. Danto The Abuse of Beauty Aesthetics and The Concept of Art, 2003\u27, yaitu mengenai penyimpangan keindahan ,estetika dan konsep seni tahun 2003. Danto memulai mendiskusikan keindahan dalam seni dengan membahas karya Andy Warhol yang berjudul Brillo Box ( 1964), ia melontarkan pertanyaan , apakah masih ada keindahan dalam sebuah karya seni? Bagaimana menjelaskan proses terjadinya  estetika, keindahan adalah bagian dari definisi seni. Tapi dengan melihat seni avant grade, apakah kita masih dapat mengatakan tentang keindahan . Bagi Immanuel Kant pengertian di era Pencerahan? Avant grade meripakan seni sulit ditangani katanya. Apa yang dipinggirkan Kant telah menjadi \u27katagori estetik baru\u27 dalam seni kontemporer, seperti yang menjijikan, rendah menakutkan dan yang memuakkkan. Seni harus dipahami dalam tiga segi , yaitu seni sebagai kekuatan transformatif , seni sebagai cara untuk memahami budaya dan sebagai sebuah karya yang mengandung makna. Akhirnya Danto mengemukakan bahwa seni itu sublime

    FIGUR WANITA BERTANGAN BANYAK SEBAGAI REPRESENTASI VISUAL WANITA INDONESIA PADA MAJALAH FEMINA

    No full text
    AbstractMulti-handed Woman Figure as Visual Representation of Indonesian WOman in Femina Magazine. Magazine is one of the printed mass media that published in a scheduled time and focused in a spesific segmented target. Through visual and verbal text, printed mass media conveying ideologist discourse to the readers. Elements of design including image that appear in a magazine function as visual language structure\u27s developer. Multi-handed woman figure as a model image that appear several times in Femina magazine becoming visual representation of practical feminist ideology that has compromised to patriarchic ideology which affecting Indoensian woman\u27s life. A manipulated photographic model image is conveying a relation betweenbody and woman\u27s image that has affected by root of Indoensian culture. The superwoman figure is finally becoming idealistic figure of Indonesian women for Femina\u27s readers AbstrakFigur Wanita Bertangan Banyak sebagai representasi Visual Wanita Indonesia pada Majalah Femina . Majalah merupakan salah satu media cetak yang terbit dalam waktu tertentu dan ditujukan untuk target sasaran tertentu. memalui teks visual dan verbal, media massa cetak menyampaikan wacana ideologis tertentu kepada pembacanya. Elemen-elemen desain termasuk image yang hadir di majalah menjadi pembentuk struktur bahasa visual yang berperan dalam penyampaian  wacana tersebut. Image model berupa figur wanita bertangan banyak yang secara berulang kali muncul pada majalah Femina selama 37 tahun terbitnya merupakan wujud representasi secara visual ideologi feminisme praktis yang berkompromi terhadap pengaruh ideologi patriarkis pada kehidupan wanita di Indonesia. Model yang dimanipulasi secara fotografis menampilkan relasi anatara tubuh dengan citra wanita, yang dipengaruhi oleh akar budaya Indonesia. Sosok superwoman ini pada akhirnya menjadi reprentasi ideal figur wanita Indonesia  bagi pembaca majalah Femin

    SIMBOL SOEHARTO SEBAGAI PEMASARAN POLITIK PKS DALAM IKLAN TELEVISI: IKLAN POLITIK PKS TENTANG SOEHARTO SEBAGAI GURU BANGSA

    No full text
    AbstrakTinjauan Historis Perkembangan Kerajinan Tangan Anyaman Bambu Halus di Tasikmalaya. Dengan asumsi, bahwa belum ada hasil penelitian yang mengungkapkan sejarah kerajinan tangan anyaman bambu halus di Tasikmalaya yang dipublikasikan, maka saya angkat penelitian saya tentang topik tersebut yang saya lakukan tahun 1973. Tulisan ini merupakan cuplikan dari tesis yang saya buat saat menyelesaikan tesis  studi di Departemen Sni Rupa FTP ITB Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hostoris dengan penelusuran data melalui wawancara, survai, dan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan bawha pencipta anyaman bambu halus di Tasikmalaya adalah seorang petani perajin Martadinata ( Haji Soleh) pada tahun 1890. Tahun 1901 Pemerintah Hindia Belanda , mengangkat Martadinata sebagai guru untuk menyebarkan jenis kerajinan tangan ini ke Jawa Tengah ( Ngawi, Nganjuk) dan Sulawesi ( Makasar) . Penyebarannya di Tasikmalaya sendiri baru setelah tahun 1904, setelah pemerintah Hindia Belanda memberlakukan etischepoliiek. Proyek bamboo processing yang diselengarakan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tahun 1962, untuk mengembangkan anyaman bambu halus, tidak berhasil karena kurangnya sosialisasi. setelah mengalami pasang surut , dewasa ini anyaman bambu halus merupakan salah satu produk unggulan Tasikmalaya.AbstrakIklan politik bertujuan meraup massa dengan berbagai cara. etis atau tidak etis, bukanlah faktor utama dalam kampanye tersebut. Semua tokoh yang ditampilkan oleh iklan politik PKS, hanya oeharto saja yang belum mengantongi \u27sertifikat\u27 pahlawan nasional . Keberanian PKS merupakan bukti nyata dari apa yang selama ini terjadi pada tokoh-tokoh yang diusung ddalam iklan tersebut, khusunya Soeharto AbtractPolitical advertisement was made to get mass support in many ways. Whether it is ethical or unethical, it is not the main factor of the campaign. From public figures whhich publicizd by PKS politic advertisement, only Soeharto which did not certified as national hero. PKS\u27s confidence is an evidence what lies actually about figures presented in the advertisement, especially Soeharto

    KARAKTER KARTUN PADA KEMASAN MAKANAN RINGAN

    No full text
    AbstractCartoon Character on Snacks\u27 Packaging. Snacks\u27 packaging in the market nowdays use cartoon character as an image element for the packaging. The cartoon character chosen in the snacks\u27 packaging for 5-12 year olds tend to adopt familiar character from to the children,  because they are relatively open to familiar characters . the cartoon character is developed fraom a fable character that has goog spesfic characteristics such as a stong, brave, smart and visually attarctive. Colour are also are prime colours such as a red, yellow and blue. A snack\u27s packaging for colours and a character that is acceptable and familiar to the children. As a parents, the snack\u27s packaging has to reflectand represent a healty snack dor the children AbstrakKarakter Kartun Pada Kemasan Makanan Ringan. Kemasan makanan ringan yang dijual saat ini banyak menggunakan karakter kartun sebagai unsur image pada kemasan. Pemilihan karakter kartun pada kemasan makanan ringan untuk anak-anak usia 5-12 tahun cenderung mengambil bentuk atau tokoh yang dekat dengan anak-anak. Hal ini sesuai dengan pendekatan psikologi anak yang lebih meudah menerima sosok yang sudah akrab dan tidak asing bagi mereka. karakter kartun ini sering kali merupakan pemgembangan dari tokoh-tokoh hewan yang  mempunyai sifat--sifat baik seperti kuat, gagah,berani tenagkas ,cerdas dan menarik untuk divisualisasikan. warna-warna yang digunakn juga disesuaikan dengan sifat dan karakter yang mudah tertangkap oleh mata mereka seperti kuning, dan biru. Desaih suatu kemasan makanan ringan untuk anak-anak akan lebih berhasil apabila menggunakan warna -warna primer dan karakter yang disukai oleh anak-anak . Sedangkan bagi orang tua kemasan makanan ringan tersebut harus pula mencerminkan makanan sehat untuk anak-anaknya

    175

    full texts

    339

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇