Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
KECERDASAN SPASIAL SEBAGAI PENUNJANG PENGEMBANGAN KREATIVITAS MAHASISWA DESAIN GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN NIRMANA
AbstractNirmana plays an important role on how to organize and prepare the basicelements of a design. By studying Nirmana, students are expected to have anunderstanding, skills, and sensitivity regarding the governance of designelements in forming a harmonious and balanced composition. Sensitivity togovernance of design elements is closely related to spatial intelligence, theability to visualize ideas with regard to space and place. Spatial intelligence is anintelligence possessed by most graphic design student. Spatial intelligence needto be sharpened by the students so that they can understand the meaning andessence of Nirmana (Visual Literacy) subject, so the learning objectives can beachieved. To sharpen students\u27 spatial intelligence, the spatial intelligenceteaching strategy is needed. This paper describes the spatial intelligenceteaching strategy which can be applied to Nirmana (Visual Literacy) subject.The study in this paper uses a qualitative approach, aimed to explore the role ofspatial intelligence teaching strategy to the process of development of creativityof students in learning the Nirmana (Visual Literacy). The analysis process isdone through the collection of data that is measurable. AbstrakNirmana memegang peranan penting tentang bagaimana menata dan menyusun elemen dasar sebuah desain. Dengan mempelajari nirmana,mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman, keterampilan, dankepekaan mengenai tatakelola unsur-unsur desain dalam membentuk komposisi yang serasi dan seimbang. Kepekaan terhadap tatakelola unsur-unsur desain tersebut berkaitan erat dengan kecerdasan spasial, yaitu kemampuan memvisualisasi ide-ide yang berkenaan dengan ruang dan tempat. Kecerdasan spasial merupakan kecerdasan yang dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa desain grafis. Kecerdasan spasial perlu diasah oleh mahasiswa agar mereka dapat memahamimakna dan esensi mata kuliah nirmana, sehingga tujuan pembelajaran nirmana dapat tercapai dengan baik. Untuk mengasah kecerdasanspasial mahasiswa dibutuhkan strategi pengajaran kecerdasan spasial.Tulisan ini menjelasakan tentang strategi-strategi pengajarankecerdasan spasial yang dapat diterapkan pada mata kuliah nirmana.Studi dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuanuntuk mengeksplorasi peran strategi pengajaran kecerdasan spasialterhadap proses pengembangan kreativitas mahasiswa dalampembelajaran nirmana. Proses analisis dilakukan melalui pengumpulandata yang bersifat terukur
DOMAIN PERASAAN DALAM PENDIDIKAN DESAIN PRODUK (THE EMOTIONAL DOMAIN IN PRODUCT DESIGN EDUCATION)
AbstrakMemproduksi suatu benda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya mempertimbangkan keindahan bentuk semata, tetapi juga harus menyertakan unsur fungsi. Pengertian fungsi atau utilitas memiliki cakupan yang terkait dengan segi aspirasi , budaya sosial dan hubungan emosional. Saat ini benda produk lebih menggambarkan pertimbangan emosi dari pihak produsen terhadap konsumennya. Sehubungan dengan fenomena tersebut, maka pendidikan desain produk lebih menitikberatkan pada segi hubungan yang bersifat emosional. Orientasi pada apa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi acuan utama, seperti halnya yang dilakukan oleh perushaan Sony, Philips, Nokia dan lain-lain , yang mengutamakan strategi dan metodologi yang tepat agar bisa menarik konsumen untuk membelinya. AbstractConsumer products have to fulfill a variety of social needs, the do not only exist and merely perform tasks, but they also have to satisfy other functional requirements which include aspirations, cultural social and emotional needs. There is a current interest an the emotional relationships between product and its user. It is important if design eductaions empathise with a spesific user\u27s group in order that their design could create this emosional relathionshi
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPEKAAN ARTISTIK MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA UNESA ANGKATAN 2013 DENGAN CARA MELUKIS MENGGUNAKAN MEDIA CAT AIR DAN LILIN
AbstractArtistic abilities of students who have been enrolled in Arts Educations Department ofUNESA, in general are lack in realizing artistic aspect. This leads to problems inlearning and teaching of art. Various ways have been taken to increase the sensitivity totheir work. One way was to make the work as much as possible, but not a lot of resultsobtained. So far there are no standardized guidelines to help empower the improvementof the quality of the work in term of artistic achievement level. While it became aproblem in learning, there was an effort to find a simple effective way by which mixedmedia watercolor paint and wax. The results achieved showed an increasing of artisticquality in terms of partical value of art. However, there are other alternatives must besought to increase students ability to create, view, appreciate something that is artistic AbstrakKemampuan artistik mahasiswa yang masuk Pendidikan Seni Rupa UNESA mayoritas secara praktikum belum menguasai ketrampilan dalam mewujudkan artistik. Hal tersebut menjadikan problematika dalam belajar dan mengajar seni rupa. Berbagai banyak cara telah ditempuh untukmeningkatkan kepekaan mereka dalam berkarya. Salah satu cara dengan membuat karya sebanyak-banyaknya tetapi tidak banyak hasil yang didapatkan. Selama ini tidak ada panduan yang baku untuk membantu pemberdayaan peningkatan kualitas hasil karya pencapaian tingkat artistik.Ketika hal tersebut menjadi permasalahan dalam pembelajaran, maka ditemukan cara efektif sederhana yaitu dengan melukis mixed media cat air dan lilin. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan kualitas artistiknya ditinjau dari nilai praktikum seni lukis. Namun demikian masih harus dicari alternatif lain untuk peningkatan kemampuan mahasiswa dalammembuat, melihat, mengapresiasi sesuatu yang artistik
ORNAMEN BATIK PESISIRAN DAERAH SUNDA
AbstractBatik in the Sunda (West Java) consisted of batik, whichis influence by Pesisiran batik and Priangan batik / Inland / Keratonan. Pesisiran batik motifs influenced the culture of China, Europe, India, Persian, and Arabic culture. Usually, the color in Pesisiranbatik used right colors like blue, yellow, and green. All the color of Pesisiran batik are brighter than Priangan batik. Pesisiran batik motif more varied because it does not dependona specific rules than batik keratonan, so the motive more dynamic and expressive.AbstrakIndramayu memiliki keragaman seni tradisi, salah satunya adalah batik di daerah Sunda (Jawa Barat) terdiri dari batik yang dipengaruhi batik Pesisiran dan batik batik Priangan / Pedalaman / Keratonan. Motif batik Pesisiran dipengaruhi budaya Cina, Eropa, India, Persia, dan Arab. Biasanya, warnabatik Pesisiran menggunakan warna-warna cerah seperti biru, kuning, dan hijau. Seluruh warna batik Pesisiran lebih cerah jika dibandingkan dengan batik Priangan. Motif hias batik Pesisiran lebih bervariasi karena tidak tergantung pada aturan tertentu jika dibandingkan dengan batik Keratonan, sehingga motifnya lebih dinamis dan ekspresi
KAJIAN TEORI EMOTIONAL DESIGN
AbstractTechnological changes transform product design rapidly. This made productsbecome cheaper and produced in mass quantity. Very often we found productdesigned with similar style offered in the same price. On The other hand,functionality is more and more taken for granted in products, and users arelooking for fulfillment at an altogether different level of appreciation. Emotionaldesign is design that concerned with consumer\u27s emotional response.Emotional response becomes a unique point that make a difference from otherproduct within the same cata gory. This paper tries to provide the generaloverview about emotional design covering from historical point of view,expert\u27s theories and research method. From the study can be concluded thataesthetic and consumer\u27s factor are very essential in emotional design. AbstrakKemajuan teknologi yang ada saat ini membuat produk menjadi lebihmurah dan massal, dengan keberagaman variasi yang hampir serupa.Hal inilah yang membuat orang akhirnya bosan terhadap produk yangitu-itu saja dan akhirnya, konsumen mengalami perubahan sikap danpersepsi pada produk, yaitu mereka mencari produk yang memilikinilai emosi yang mengena kepada mereka. Pendekatan emotional designadalah desain dengan memperhatikan respon emosional konsumenpada perancangan produk, faktor emosi dijadikan nilai tambah yangmenjadi pembeda antara produk-produk yang memiliki fungsi sama.Paper ini mencoba memamparkan perkembangan teori emotional designmulai dari sejarah, teori-teori dari beberapa pakar emotional design, alatdan metode penelitiannya. Kesimpulan yang didapat dari studi iniadalah bahwa faktor estetika dan faktor orang sangat berpengaruhdalam menghasilkan desain yang dapat berbicara secara emosionalkepada penggunanya
ANALISA ASOSIASI WARNA KULTURAL DALAM TEKSTIL DAN KULINER TRADISIONAL DI PULAU JAWA
AbstractCultural association analysis on color is an approach to know color of the side of cultural. Unlike the others color studies, who see the color of the aspect of psychology, then this color research\u27s aimed to provide insight local colors basedon cultural. Johannes Itten\u27s theory of color used as a base thought in research this time.The theory will be reflected into the cultures of Indonesia, and this time represented by Java Island (5 big cities that have similar culture butdifferent colors identity). The scope of cultural colors that will be examined istextile product of traditional clothes, bride, apparel, culinary, and also artifacts,because these product are reflection of a culture is most closely in a society wherethe color user having the identity of its own. A method of research is a qualitativecovering collecting study data of literature, interview the experts color,historians and artists, visit cultural centers especially that associated withtextile and culinary product. The research result will be formed of morphologicalmatrix cultural over color. Matrix of analysis will result in argument and studyproposal, where students can use, cultivate, and maximize method of color invisual communication to achieve the contrast and balance. AbstrakAnalisa asosiasi kultural atas warna merupakan sebuah pendekatanuntuk mengenal warna dari sisi kultural/budaya. Tidak sepertipenelitian-penelitian warna sebelumnya, yang melihat warna dariaspek psikologi, maka penelitian warna kali ini bertujuan untukmemberikan wawasan warna-warna lokal berdasarkan kultural. Teori pakar warna Johannes Itten digunakan sebagai dasar pemikiran dalam penelitian kali ini. Teori tersebut akan direfleksikan ke dalam budaya Indonesia, yang kali ini diwakili oleh Jawa. Lingkup warna kultural yang akan diteliti adalah produk tekstil berupa pakaian adat, pakaianpengantin, dan lainnya, hal ini disebabkan karena produk tekstilmerupakan cerminan budaya yang paling dekat dalam masyarakat dimana penggunakan warna memiliki nilai identitas tersendiri. Metode penelitian kualitatif ini, meliputi pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara para ahli warna, sejarahwan dan budayawan,mengunjugi pusat-pusat kebudayaan terutama yang berhubungandengan produk tekstil. Hasil penelitian ini akan berupa morphologicalmatrix kultural atas warna. Matrix analisa ini akan menghasilkan studyargument dan proposal, dimana mahasiswa dapat menggunakan,mengolah, dan memaksimalkan kaedah warna dalam komunikasivisual untuk mencapai kontras dan balance
REVOLUSJPERADABAN: Dan Implikasinya pada Perkembangan Desain Bagi an Pertama - ( 1)
Abstract ·The first revo/u11on of mankmd civiltza11on was happened when primitive peoplechanged thetr way of lt(e from hunting wtld ammal to be a sheperd. The way of ltving has tomove from one place to another followmg the season. So the criteria of s\u271elter must flexibleand could be easy to demoltsh and mstallmg agam. 1ust say like a tend Thi? second revolu11onwent on smce they able to seedmg cereals On this way of living. they have to settle In a fixed area. So that the history of arch/lecture development begm to be pineere
MORFOLOGIS BANGUNAN ARSITEKTUR RUMAH GADANG DALAM KONTEKS KEBUDAYAAN MINANGKABAU
AbtractRumah Gadang or more correctly called Rumah Begonjong are the traditional home of Minangkabau. Morphology of Rumah Gadang is long house,rectangular in plant with the forming buffalo horn-like end. The design of this reseacrh is descriptive with morphology ( including form and interpretation) AbstrakRumah Gadang atau Rumah Bagonjong dalah rumah tradisional Minangkabau. Bentuk dan morfologi dari Rumah Gadang berupa rumah yang berbentuk persegi panjang dengan bentuk tanduk kerbau di atasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan morfologis yang mementingkan bentuk dan makna dari simbol atau tanda yang terkandung di dalamny
SKETSA SEBAGAI MEDIA PENUANGAN KREATIVITAS DESAINER
AbstrakKetertarikan untuk lebih mengenal dan mendalami proses desain telah mengalami peningkatan beberapa tahun belakangan ini . Ketertarikan ini disebabkan karena kita dewasa ini lebih tertarik kepada sesuatu yang lebih dalam , berarti, dobandingkan hanya kepada yang dangkal, dipermukaan saja. Ketertarikan yang dilatarbelakangi pemikiran yang berlandaskan asumsi bahwa untuk melakukan sesuatu dengan tepat seharusnyalah didahului oleh suatu perencanan yang matang. Proses mendesain secara umum adalah sebuah proses yang mendalam karena ia adalah proses yang merencanakan proses yang berada di depan sebelum proses proses lainnya berikutnya berjalan serta dikerjakan. AbstractCuriousation to know some process better and more serious has increased years after. such curiousity managed primary caused by our interest into something valuable apart from the invaluabe. The interest snadowed by assumtioned thinking that doing work well should iniated with planning the work well.Design process in general is a serious process for it well planned an initiated process before following process are set and conducted
REVOLUSI PERADABAN DAN IMPLIKASINYA PADA PERKEMBANGAN DESAIN
AbstrakRuang adalah kebutuhan hakiki manusia prasejarah yang hidup dari berburu memilih gua-gua sebagai tempat bernaung dan berlindung. Seiring perkembangan akal budi dan kemampuan menjinakkan hewan, terjadilan revolusi pertama dalam peradaban manusia . cara hidup pun berubah dari penggembala, revolusi kedua terjadi lagi dalam peradaban manusia. Hidup mengembala mulai ditinggalkan dan beralih menjadi peladang tetap. Semua perubahan cara hidup ini membawa dampak pada kemampuan membuat barang sebagai sarana penunjang kegiatan. Awal peradaban ini diduga telah berlangsung 15000 tahun yang laluAbstractThe first revolution of human civilization happened when primitive people changed their way of life from hunting wild animals to becoming a sheperd. As their way of living, they had to move from one place to another following the season. The criteria of shelter, therefore, should be flexible and easy to demolish and reinstall