Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Penggunaan Website Untuk Meningkatkan Literasi Media Petani Kelapa Sawit Di Desa Kiap Jaya Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau
Kiab Jaya village has the main potential, namely oil palm, where oil palm is an agricultural sector that can provide a sizeable contribution. Palm oil farmers are one of the farmer groups incorporated in the Village Unit Cooperatives (KUD), this makes KUD to continue to produce new innovations that are able to bring the farmer groups to continue to develop, especially in supporting community welfare. Website as an information system that can provide accurate information, it can be utilized by KUD to become a media that supports the role of KUD, bringing farmer groups to be able to operate in a successful way by means of technology literacy so that farmer groups will continue to get information the latest and increase the literacy of oil palm farmers. Therefore, the purpose of this community service activity is to create a KUD Website named Koperasi Kiap Mandiri, which later will contain information about cooperatives and information about oil palm plantations, by involving the students as well as agents of change. The method of the activity is in the form of website creation training for Kukerta Students, website management training for cooperative administrators in managing websites, training in using websites for participants (cooperative members), and website launching. This activity begins with a time span from April to September 2019. The results of this activity are the formation of the cooperative website Kiap Jaya Mandiri, website module with ISBN: 978-623-7512-49-3, the formation of website managers and increased knowledge and skills about the technical use of the website , searching for information about oil palm science and technology through websites and sharing information through media websites, so as to increase media literacy in oil palm farmers.Desa Kiab Jaya memiliki potensi utama yaitu kelapa sawit, dimana kelapa sawit merupakan sektor pertanian yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar. Petani kelapa sawit merupakan salah satu kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD), hal ini membuat KUD untuk terus menghasilkan inovasi baru yang mampu membawa kelompok tani terus berkembang terutama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Website sebagai salah satu sistem informasi yang dapat memberikan informasi yang akurat, hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh KUD untuk menjadi media yang mendukung peran KUD, membawa kelompok tani agar mampu beroperasi dengan cara yang sukses yaitu dengan cara melek teknologi sehingga para kelompok tani akan terus mendapatkan informasi yang terbaru dan meningkatkan literasi petani kelapa sawit. Oleh karena tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membuat sebuah Website KUD yang diberi nama Koperasi Kiyap Mandiri yang nantinya website tersebut berisi informasi mengenai koperasi serta informasi seputar perkebunan kelapa sawit, dengan melibatkan mahasiswa kukerta sebagai agent of change. Metode dari kegiatan adalah dalam bentuk pelatihan pembuatan website kepada Mahasiswa Kukerta, pelatihan managemen website kepada pengurus koperasi dalam mengelola website, pelatihan penggunaan website kepada peserta (anggota koperasi), dan launching website. Kegiatan ini dimulai dengan rentang waktu April hingga September 2019. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya website koperasi Kiyap Jaya Mandiri, modul website dengan ISBN: 978-623-7512-49-3, terbentuknya pengelola website dan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan tentang teknis penggunaan website, pencarian informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi kelapa sawit melalui website dan berbagi informasi melalui media website, sehingga dapat meningkatkan literasi media petani kelapa sawit
Pelatihan dan Pendampingan E-Learning Berbasis Edmodo untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Era Revolusi Industri 4.0
This community service activity aims to provide training and mentoring to teachers in SMP Muhammadiyah 1 Malang related to edmodo-based e-learning. After participating in training and mentoring activities, teachers are expected to be able to master edmodo-based e-learning. Community service activities carried out in SMP Muhammadiyah 1 Malang City which addressed Jl. Brigadier Slamet Riadi No.134, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Malang City, East Java 65119. The method of implementing the activity consisted of focus group discussions, training and mentoring. The result of this community service activity is to improve the professional competence of teachers in the industrial revolution era 4.0.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru di SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang terkait e-learning berbasis edmodo. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan diharapkan guru mampu menguasai e-learning berbasis edmodo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang yang beralamatkan Jl. Brigjend Slamet Riadi No.134, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari focus group discussion, pelatihan, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kompetensi profesional guru di era revolusi industri 4.0
Gadget Addiction Pada Anak Di KB Nurul Ulum Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk
Gadget addiction is a form of over dependency on cellphone usage. Increasing the number of gadget addictions, children will be at risk of impaired concentration and hyperactivity because gadget addiction affects excessive release of the hormone dopamine. Besides that, children under 5 years old tend to be less sociable and lazy to do activities. They will choose to play gadgets rather than playing outside the home with peers. The aims of this counseling is expected to guardians of students know and understand about gadget addiction in children. The method used in the form of lectures and questions and answers. Based on the results of the pre-test, 8 participants (13,8%) said they did not know about the definition, 5 participants (8,6%) said they did not know the cause, 16 participants (27,6%) did not know the characteristics and 24 participants (41,4%) do not yet know how about to prevent children who are addicted to gadgets. The post-test results, 58 participants (100%) said they knew about the definition, 52 participants (91,4%) said they knew the causes, characteristics and efforts to prevent children who experience addiction to gadgets. therefore, it is expected that parents can prevent and overcome gadget addiction in children by directing the use of these gadgets for positive activities and the assistance of parents.Gadget Addiction adalah suatu bentuk ketergantungan penggunaan ponsel secara berlebihan. Meningkatnya angka kecanduan gadget, anak akan beresiko mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas karena kecanduan gadget mempengaruhi pelepasan hormon dopamin yang berlebihan. Selain itu, pada anak usia di bawah 5 tahun cenderung kurang bersosialisasi dan malas beraktivitas. Mereka akan memilih bermain gadget dibandingkan bermain di luar rumah bersama teman sebaya. Tujuan penyuluhan ini adalah diharapkan wali murid mengetahui dan memahami tentang gadget addiction pada anak. Metode yang digunakan berupa ceramah dan tanya jawab. Berdasarkan hasil pre test, 8 wali murid (13,8%) menyatakan belum tahu tentang pengertian kecanduan gadget, 5 wali murid (8,6%) menyatakan belum tahu penyebab kecanduan gadget, 16 wali murid (27,6%) belum tahu ciri anak yang mengalami kecanduan gadget dan 24 wali murid (41,4%) belum tahu upaya pencegahan anak yang mengalami kecanduan gadget. Hasil post test, 58 wali murid (100%) menyatakan tahu tentang pengertian, 52 wali murid (91,4%) menyatakan tahu penyebab, ciri dan upaya pencegahan anak yang mengalami kecanduan gadget. Oleh karena itu, diharapkan orang tua dapat mencegah dan mengatasi kecanduan gadget pada anak dengan cara mengarahkan penggunaan gadget tersebut untuk kegiatan yang positif serta adanya pendampingan dari orang tua
Pelatihan Career Awarness: Self Knowledge, Educational And Occupational Exploration, And Career Planning Pada Anak-Anak Kelompok Belajar Singajaya Malang
Career awareness is an important thing to grow during elementary school children, before entering the middle school level through a career guidance program. The objective of Career awareness training is to increase student career awareness that includes aspects of self-understanding, education exploration and employment, and career planning. The training was held in Singajaya Learning Group, 27 students. Successful training is identified from changes in understanding, behaviour and actions demonstrated both before and after training. The results of the training provided significant changes for the trainees. Advice from the results of the training that the teachers or turor need to give a career guidance program for early career awareness can be achieved and able to provide a way of success for the future of children.Kesadaran karier merupakan hal yang penting untuk ditumbuhkan pada masa anak-anak Sekolah Dasar, sebelum memasuki jenjang Sekolah Menengah melalui program bimbingan karir. Tujuan kegiatan pelatihan career awareness yakni meningkatkan kesadaran karier siswa yang meliputi aspek pemahaman diri, eksplorasi pendidikan dan pekerjaan, dan perencanaan karier. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Kelompok Belajar Singajaya, sebanyak 27 siswa. Keberhasilan pelatihan diidentifikasi dari perubahan pemahaman, perilaku dan tindakan yang ditunjukkan baik sebelum dan setelah pelatihan. Hasilnya pelatihan yang diberikan memberikan perubahan yang signifikan bagi peserta pelatihan. Saran dari hasil pelatihan yakni guru atau turor perlu memberikan program bimbingan karier agar kesadaran karier sejak dini dapat tercapai dan mampu memberikan jalan kesuksesan bagi masa depan anak-anak
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program “Berkah Produktif Dari Sampah” Di Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri
This activity aims to improve the welfare of the society through the “productive blessings from waste” program in Titik Village, Semen District, Kediri Regency. The method of implementing this service is carried out starting from a survey of waste conditions, socialization of waste processing methods, waste craft training and waste craft marketing training. As a result, the survey found a lack of public awareness of waste, socialization was held to increase knowledge accompanied by training in sorting and making handicrafts according to types of waste, training people to marketing these products. In conclusion, an increasing number of residents are willing to sort waste. PKM partners are able to process various types of waste into economical products and having sale value. The emergence of the enthusiasm of the residents shows that the future of waste craft marketing practices can improve society welfare.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program “berkah produktif dari sampah” di Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan mulai dari survei kondisi sampah, sosialisasi cara pengolahan sampah, pelatihan kerajinan sampah dan pelatihan pemasaran kerajinan sampah. Hasilnya, survei menemukan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah, diadakan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan yang disertai pelatihan dalam pemilahan dan pembuatan kerajinan sesuai jenis sampah, melatih masyarakat untuk memasarkan produk tersebut. Disimpulkan, bertambahnya jumlah warga yang bersedia memilah sampah. Mitra PKM mampu mengolah berbagai jenis sampah menjadi produk yang ekonomis dan bernilai jual. Munculnya antusiasme warga menunjukkan masa depan praktik pemasaran kerajinan sampah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
POCITA: Mengenalkan Cita-Cita dan Lingkungan Sejak Dini
The current phenomenon that happens is the lack of children\u27s knowledge about their ideals, which in this modern times, it should be easy for them to obtain those information. This activity must be done so that children can plan their future better. The team conducted a number of methods starting from finding out how far the children knew their ideals, then proceeding to explain the ideals to the child, then seeing the development of the child about knowledge of dreams, after that the team reassured the ideals of each child, and the last to plant trees and depend on the ideals they have written. As a result, the children understood more about what the team had explained about their ideals and found that they could understand it better than before. There are children who initially have an unnatural ideal before and they turned to have a reasonable ideal right after.Fenomena yang terjadi saat ini adalah kurangnya wawasan anak tentang cita-cita di masa modern yang seharusnya mudah untuk mendapatkan informasi. Kegiatan ini harus dilakukan agar anak dapat merencanakan masa depannya dengan lebih baik lagi. Tim melakukan beberapa metode dimulai dari mencari tahu seberapa jauh anak mengenal cita-cita, lalu dilanjutkan dengan menjelaskan cita-cita kepada anak, kemudian melihat perkembangan anak tentang pengetahuan cita-cita, setelah itu tim memastikan kembali cita-cita masing-masing anak, dan yang terakhir menanam pohon serta menggantungkan cita- cita yang telah mereka tulis. Hasilnya anak-anak lebih mengerti tentang apa yang telah dijelaskan oleh tim mengenai cita-cita dan ternyata mereka dapat lebih paham dan mengerti dibanding sebelumnya. Ada anak yang pada awalnya memiliki sebuah cita-cita yang tidak wajar menjadi ke sebuah profesi yang wajar
Pendampingan Kesehatan Aplikasi Case-Based Learning (CBL) dalam Peningkatan Efikasi Diri Pencegahan Perilaku Berisiko HIV Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Di Kota Bandung
Strategies in reducing HIV risk can be done by strengthening knowledge and self-efficacy to avoid various HIV risk behaviors. The effort of the prevention is to apply the case-based learning (CBL) method of HIV cases. This activity was carried out for 21 students who came from several colleges in Bandung. The health mentoring was held in two days, each day for 4 hours by implementing HIV/AIDS cases as a trigger for increasing knowledge and self-efficacy in preventing HIV risk behavior. The results after conducting CBL showed there was an increase in the level of HIV knowledge by 19,1%. Students who had HIV knowledge in the good category at first as much as 71,4% and increased to 90,5% after mentoring. In addition, there was a significant increase in the level of self-efficacy. Where at the beginning of health mentoring, students who had high self-efficacy were 28,6% and increased to 80,9% after CBL. The application of CBL can increase HIV knowledge more comprehensively so that it has an impact on increasing the self-efficacy of preventing HIV risk behavior.Strategi dalam menurunkan risiko HIV dapat dilakukan dengan penguatan pengetahuan dan efikasi diri untuk menghindari berbagai perilaku berisiko HIV. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan pendampingan kesehatan dengan metode case-based learning (CBL) kasus HIV. Pendampingan kesehatan ini melibatkan 20 orang mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Bandung. Kegiatan dilaksanakan sebanyak dua pertemuan, masing-masing selama 4 jam dengan menerapkan kasus HIV/AIDS sebagai pemicu pembelajaran. Hasil menunjukkan terdapat perubahan tingkat pengetahuan HIV sebesar 19,1% yaitu mahasiswa dengan pengetahuan baik pada awalnya sebanyak 71,4% dan meningkat menjadi 90,5% setelah pendampingan. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan pada tingkat efikasi diri, dimana pada awal pendampingan kesehatan, mahasiswa yang memiliki efikasi diri tinggi sebesar 28,6% dan meningkat menjadi 80,9%. Penerapan case-based learning HIV dapat meningkatkan pengetahuan HIV yang lebih komprehensif sehingga berdampak terhadap peningkatan efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV pada mahasiswa
Peningkatan Kualitas SDM Melalui Pelatihan Bahasa Asing Untuk Kampung Biru Arema Malang, Jawa Timur
Kampung Biru Arema is one of thematic tourist villages in the city of Malang which provides economic benefits to the residents. The potential development of Kampung Biru is also supported by its strategic location. However, people have difficulty in communicating with foreign tourists due to their limited English speaking competence. Related to this problem, the community service is aimed at improving the quality of human resources by providing foreign language training (English and Chinese). The training was given for two months (June - July 2019). The results showed an improvement in the trainees’ skills and confidence in communicating in English. In addition, the team also have completed writing a booklet that can be used as a reference whenever the residents have difficulties in communication practices with foreign tourists visiting Kampung Biru Arema Malang.Kampung Biru Arema sebagai salah satu kampung wisata tematik di kota Malang memberi manfaat ekonomi kepada warga. Potensi pengembangan Kampung Biru juga didukung oleh letak yang strategis. Akan tetapi, masyarakat mempunyai kesulitan untuk berkomunikasi dengan wisatawan asing. Terkait dengan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian di kampung biru arema bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat dengan memberi pelatihan bahasa asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin). Pelatihan diberikan selama dua bulan, yaitu bualan Juni dan Juli 2019. Hasil menunjukkan adanya peningkatan ketrampilan dan kepercayaan diri peserta pelatihan dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Selain itu, tim pengabdian juga berhasil menyusun buku saku yang dapat digunakan sebagai pegangan ketika menghadapi kesulitan dalam praktek komunikasi dengan wisatawan asing yang berkunjung ke Kampung Biru Arema Malang
Pengenalan Budidaya Tanaman Tomat Melalui Metode Hidroponik Di Desa Parentas Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya
The development of plant cultivation technology is now developing rapidly. One of the technologies being developed is the technology of cultivating landless or by using a hydroponic system. Many types of hydroponics, one of which is the method of drip irrigation with planting media in the form of husk charcoal. The purpose of this activity is to introduce renewable technology to the cultivation of tomato plants to the community, so that public knowledge will increase. This activity was carried out in Parentas Village, Cigalontang District, Tasikmalaya District, with a survey method and socialization of the introduction of tomato cultivation technology through the Hydroponic system to the public. This program succeeded in informing the villagers about the cultivation techniques of tomato plants using Hydroponic technology with satisfactory results. The response of the extension participants who were enthusiastic and felt interested in the technology encouraged the participants to be willing to cultivate tomato plants with Hydroponic technology and work together to be able to produce tomato products with the technology in a sustainable manner.Perkembangan teknologi budidaya tanaman saat ini sudah berkembang dengan cepat. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah teknologi budidaya tanaman tanpa tanah atau dengan menggunakan system hidroponik. Banyak jenis hidroponik yang salah satunya adalah metode irigasi tetes dengan media tanam berupa arang sekam. Tujuan dilakukanya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi terbarukan budidaya tanaman tomat ke masyarakat, sehingga pengetahuan masyarakat akan meningkat. Kegiatan ini dilakukan di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, dengan metode survey dan sosialisasi pengenalan teknologi budidaya tomat melalui sistem Hidroponik kepada masyarakat. Program ini berhasil menginformasikan kepada masyarakat desa mengenai teknik budidaya tanaman tomat menggunakan teknologi Hidroponik dengan hasil yang memuaskan. Respon peserta penyuluhan yang antusian dan merasa tertarik dengan teknologi tersebut mendorong peserta untuk bersedia untuk melakukan budidaya tanaman tomat dengan teknologi Hidroponik serta bekerja sama untuk dapat menghasilkan produk tomat dengan teknologi tersebut secara berkelanjutan
Teknologi Pembuatan Garam Bersistem Elektrik Pada Kelompok Garam Meugah Raya
This Stimulus Community Partnership Program (PKMS) aims to make an electric salt cooker that can be used by salt farmers efficiently. The process of making salt by the Meugah Raya Salt Group still uses the traditional method of evaporating seawater in plastered plots with sunlight without using any technological tools. Although raw materials are abundant, salinity and dissolved pollutants are very diverse. Moreover, the equipments used were still conventional and relies on firewood as a salt cooking fuel so that the capital needed to cook salt is large enough. To solve the current problem, through this program, it created an electrical system salt cooker named "Electrical Salt Machine". Meanwhile, the method employed started at the socialization and site survey, the finalization and design of tools, preparation of tools and materials, manufacturing tools, testing tools, evaluating and refining tools, simulating the use of tools to partners and assisting partners and monitoring. The results showed that the process of making salt by using this tool was able to save time at cooking salt. Furthermore, it was more efficient since it had no longer of using firewood so that it saved costs.Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini bertujuan untuk membuat sebuah alat pemasak garam elektrik yang dapat digunakan oleh petani garam secara efisien. Pembuatan garam oleh Kelompok Garam Meugah Raya masih menggunakan cara yang tradisional yaitu menguapkan air laut di dalam petak pegaraman dengan tenaga sinar matahari tanpa sentuhan teknologi apapun. Meskipun bahan baku berlimpah, salinitas dan polutan terlarut sangat beragam. Apalagi peralatan yang digunakan masih konvensional dan mengandalkan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak garam sehingga modal yang dibutuhkan untuk memasak garam cukup besar. Untuk mengatasi masalah saat ini, melalui program ini, diciptakanlah sebuah alat pemasak garam bersistem elektrik bernama "Electrical Salt Machine". Sementara itu, metode yang digunakan dimulai pada sosialisasi dan survei lokasi, perancangan dan desain alat, persiapan alat dan bahan, pembuatan alat, pengujian alat, evaluasi dan penyempurnaan alat, simulasi penggunaan alat untuk mitra dan pendampingan mitra serta monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan garam dengan menggunakan alat ini mampu menghemat waktu dalam memasak garam. Selain itu, lebih efisien karena tidak lagi menggunakan kayu bakar sehingga menghemat biaya