Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pemanfaatan e-Dictionary Berbasis Android pada Vocabulary for Beginner dalam Meningkatkan Kualitas Pengajaran di Mosaic English Training Center Kampoeng Inggris Pare

    Get PDF
    Vocabulary is an important part of learning English. There are many numbers of words and phrases that are studied by each individual In the English word learning system and meaning in Indonesian. Therefore, many English language experts present detailed descriptions of of vocabulary form in English, both English-Indonesian and Indonesian-English, which can be understood easily by the English user environment. In learning vocabulary, of course there is a level that studies several types of vocabulary, one of the vocabulary learners is beginners. In this case, instructors and learners in Mosaic English Training Center need to be introduced to e-dictionary in learning vocabulary. Instructors often use dictionaries or dictionary manuals so it needs a more modern application, e-vocabulary dictionary is needed in learning vocab in the Mosaic English Training Center. The purpose of this program is to improve the ability of the instructors and the quality of teaching so it can be applied to the teaching and learning process and facilitate learners in learning vocabulary in the Mosaic English English Training Center.Vocabulary merupakan salah satu bagian penting dari pembelajaran bahasa inggris. Pada sistem pembelajaran kata dalam Bahasa Inggris dan makna dalam Bahasa Indonesia terdapat banyak jumlah kata dan frase yang dipelajari oleh masing-masing individu. Oleh karena itu, banyak ahli Bahasa Inggris yang mengemukakan deskripsi rinci tentang bentuk Vocabulary dalam Bahasa Inggris baik English-Indonesia dan Indonesia-Inggris, yang setidaknya dapat dengan mudah dipahami oleh lingkungan pengguna Bahasa Inggris. Untuk mempelajari vocabulary tentunya ada level yang mempelajari beberapa macam vocabulary, salah satu pembelajar vocabulary adalah beginners. Hal ini, para instruktur dan learners di Mosaic English Training Center perlu diperkenalkan pada e-dictionary untuk mempelajari vocabulary. Para instruktur sering kali menggunakan kamus atau dictionary manual sehingga diperlukan aplikasi yang lebih modern yakni e-vocabulary dictionary dalam belajar vocab di Mosaic English Trainng Center. Tujuan diadakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengajar dan kualitas pengajaran sehingga dapat diaplikasikan pada proses belajar mengajar dan memudahkan pembelajar atau learners dalam mempelajari vocabulary di Mosaic English English Training Center

    Pelatihan Bahasa Inggris Business Letter Writing untuk Meningkatkan Daya Saing Pelaku UMKM dalam Pemasaran Produk Di Bisnis Global

    Get PDF
    Community service to support the needs of entrepreneurs for Small and Medium in Yogyakarta was begun with conducting workshop for members of IPEMI Yogyakarta and PERWIRA Yogyakarta. IPEMI is the Association of Indonesian Muslim Entrepreneurs while PERWIRA is the Indonesian Women\u27s Entrepreneur Association, both of them are committed to supporting entrepreneurs of Small and Medium Enterprises, especially those in Yogyakarta. By conducting business letter training for Small and Medium actors, members of IPEMI Yogyakarta and PERWIRA Yogyakarta, it can be an effective step to prepare Small and Medium Yogyakarta in MEA. In this training discussed some things about the business letter, including an introduction to what is meant by a business letter, parts of the business letter as well as examples of business letters that are close and will even be used by Small and Medium Enreprises’ doers in the trade sector. The delivery of material applied lecturing methods and interactive dialogue. In this workshop, the participants were also asked to practice compiling one business letter by paying attention to the instructor\u27s explanation and examples written in the module. The business letter writing training went well and successfully to the Small and Medium Enterprises’ doers who are currently required to use e-commerce which is mostly communication is done in written English. Further, the enterpreneurs of Small and Medium Enterprises now currently gain the knowledge and ability to use and response business letters appropriately.Pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung kebutuhan para pengusaha UMKM di Yogyakarta ini dimulai dengan melakukan pelatihan kepada IPEMI Yogyakarta dan PERWIRA Yogyakarta. IPEMI adalah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia sedangkan PERWIRA adalah Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia yang keduanya berkomitmen untuk mendukung para pelaku usaha UMKM terutama yang berada di Yogyakarta. Dengan melakukan pelatihan business letter kepada para pelaku UMKM anggota IPEMI Yogyakarta dan PERWIRA Yogyakarta dapat menjadi sebuah langkah efektif untuk mempersiapkan UMKM Yogyakarta dalam MEA. Pada pelatihan ini membahas mengenai beberapa hal mengenai business letter antara lain pengenalan apa yang dimaksud dengan business letter, bagian-bagian dari business letter serta contoh-contoh business letter yang dekat dan bahkan akan mereka gunakan sebagai pelaku UMKM di sektor perdagangan. Penyampaian materi menggunakan metode ceramah dan dialog interaktif. Pada pelatihan ini para peserta juga diminta untuk mempraktekkan menyusun salah satu business letter dengan memperhatikan penjelasan instruktur dan contoh yang terdapat di modul.Pelatihan business letter writing berlangsung dengan baik dan sukses kepada para pelaku UMKM yang saat ini dituntut untuk menggunakan e-commerce yang sebagian besar komunikasi dilakukan secara tertulis sehingga mereka saat ini telah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan business letter secara tepat

    Pelatihan Pembuatan Jamu Mix dan Jahe Wangi Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Di Desa Badal Pandean

    Get PDF
    Kelompok ibu rumah tangga di Desa Badal Pandean, Kabupaten Kediri telah memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat untuk menanam TOGA. Disisi lain, TOGA yang ditanam belum dimanfaatkan sebagai produk ekonomis, sehingga dibutuhkan pelatihan pemanfaatan TOGA sebagai produk yang ekonomis, seperti jamu mix dan jahe wangi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini antara lain penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan jamu mix dan jahe wangi serta pendampingan pemasaran produk jamu mix dan jahe wangi. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini antara lain 100% kelompok ibu rumah tangga di Desa Badal Pandean telah mengetahui cara pembuatan jamu mix dan jahe wangi serta dapat membuat produk jamu mix dan jahe wangi dengan baik dan layak untuk dipasarkan. Disamping itu kelompok ibu rumah tangga di Desa Badal Pandean telah berhasil menjual produk jamu mix dan jahe wangi dalam acara Bazar yang diselenggarakan Desa Badal Pandean, Kabupaten KediriThe housewife group in Pandal Badal Village, Kediri Regency has used the house yard as a place to plant TOGA. On the other hand, the planted TOGA has not been used as an economic product, so training in the use of TOGA as an economical product is needed, such as herbal mix and fragrant ginger. The methods used in this activity included counseling and training on how to make mixed herbs and fragrant ginger as well as marketing assistance for mixed herbal and fragrant ginger products. The results obtained after this activity include 100% of the group of housewives in Badal Pandean Village who know how to make mixed herbs and fragrant ginger and can make good mix and fragrant herbal products and marketable. Besides that, the group of housewives in the Badal Pandean Village has managed to sell mixed herbal and fragrant ginger products in the Bazar event organized by Badal Pandean Village, Kediri Regency

    Pelatihan Bahasa Inggris Pariwisata Komunikatif bagi Anggota Karang Taruna Tunas Muda Pekon Kiluan Negeri Kabupaten Tanggamus

    Get PDF
    Teluk Kiluan located in Pekon (Village) Kiluan Negeri, Kelumbayan District, Tanggamus Regency, Lampung Province, has the potential to become an international class tourist destination since foreign tourists have started visiting this area. To make the interaction between foreign tourists with the local people and tourism practitioners run well, the local human resources (local people and tourism practitioners) are required to inevitably communicate in English. Therefore, the purpose of the community service was to help the local government, local people and tourism practitioners to communicate and convey information correctly to foreign tourists visiting Teluk Kiluan through a program called communicative English for tourism training. The participants of this event were the local people and tourism practitioners in Teluk Kiluan. To solve the problem faced by the local people and tourism practitioners due to lack of English for tourism mastery, some training methods were used including: (1) presentations on the importance of English as a lingua franca in the field of tourism, and (2) a workshop on communicative English for tourism through simulations, dialogues, and role playing, as well as discussions. Based on the score of each participant in the pre-test and post-test, there was an increase in the results before and after the training was carried out. They had the confidence to properly communicate and interact with foreign tourists. Besides, according to semi-structured interviews, the participants were satisfied with the event. Thus, it can be said that they derive much benefit from their participation in the training.Destinasi wisata Teluk Kiluan yang terletak di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung sangat berpotensi untuk menjadi kawasan wisata berkelas internasional karena wisatawan mancanegara sudah mulai berkunjung ke kawasan ini. Agar interaksi kepariwisataan antara wisawatawan mancanegara dan masyarakat serta praktisi pariwisata di kawasan tersebut dapat berjalan dengan baik, maka mau tidak mau SDM lokal (masyarakat dan praktisi pariwisata lokal) harus mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris pariwisata dengan baik. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu pemerintah, masyarakat, dan praktisi pariwisata setempat melalui pelatihan bahasa Inggris pariwisata komunikatif agar mampu berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan benar kepada para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata Teluk Kiluan. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat dan praktisi pariwisata di kawasan destinasi wisata Teluk Kiluan agar dapat menguasai bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara dengan baik. Untuk memecahkan permasalahan mitra, metode pelaksanaan yang akan digunakan meliputi: (1) memberikan pelatihan dan workshop dengan menyajikan materi melalui tatap muka langsung mengenai pentingnya bahasa Inggris sebagai lingua franca dalam bidang pariwisata, dan (2) memberikan pelatihan bahasa Inggris pariwisata komunikatif kepada masyarakat dan praktisi pariwisata setempat secara teori dan praktik melalui simulasi, dialog dan bermain peran, serta diskusi. Dengan demikian, masyarakat dan praktisi pariwisata lokal memiliki kepercayaan diri dan keterampilan berbahasa Inggris pariwisata dengan baik sehingga mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan wisatawan mancanegara

    Pendampingan Pengurusan Izin Edar BPOM Produk Jamu Gendong Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro

    Get PDF
    The main idea of this activity was to provide information for the business actors of jamu gendong to be able to administer product permits at BPOM. This effort was carried out by providing skills and insight to the business actors of jamu gendong through socialization, counseling, and joint training with related agencies. This training was carried out from the selection of simplisia to business management. The result of this activity was that the partner could produce the products of jamu gendong that had the better quality in terms of product safety so that the products of jamu gendong from Ngablak Village could be marketed in supermarkets, gift shops or through online. In addition, jamu gendong was expected to become the main beverage as asubstitute for mineral water in the meetings at Village Meeting Hall of Ngablak. The permit from BPOM was expected to influence the improvement of the welfare of the members of the community.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha jamu gendomg agar dapat mengurus izin produknya di BPOM. Usaha ini dilakukan dengan pemberian keterampilan dan wawasan kepada para pelaku usaha jamu melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan bersama dengan dinas-dinas terkait. Pelatihan dilaksanakan dari pemilihan simplisia sampai kepada manajemen usaha. Hasil dari kegiatan ini adalah agar mitra dapat menghasilkan produk jamu gendong yang memiliki mutu/ kualitas yang lebih baik dari segi keamanan produknya. Sehingga produk-produk jamu gendong di Desa Ngablak dapat dipasarkan di swalayan, toko oleh-oleh ataupun dipasarkan secara online. Selain itu, diharapakan bahwa minuman jamu gendong dapat menjadi minuman utama pengganti air mineral saat diadakannya pertemuan di Balai Desa Ngablak. Dengan adanya izin BPOM diharapkan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan para anggota Paguyuban

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Akuaponik Untuk Kemandirian Pangan Di Desa Banyuresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten

    Get PDF
    Banyuresmi village is a national priority rural area that is dared in Pandeglang Regency, Banten Province. Limited facilities and infrastructure, especially the lack of water supply have resulted in a lack of carrying capacity for economic growth based on local potential. Banyuresmi Village Community also has not been able to manage natural resources optimally. Optimization of natural resources can be done in an integrated manner in the yard of the house through aquaponics technology. The application of aquaponics technology can be used as a solution to the problems found in Banyuresmi Village so that the food needs of its citizens can be fulfilled so that the creation of food independence. Community service activities include increasing knowledge of aquaponic technology through training and implementation of aquaponic cultivation. The implementation of community service activities uses the Participatory Rular Appraisal (PRA) method, Participatory Technology Development (PRD), persuasive and educative approaches. The results of knowledge measurement showed an increase in knowledge, incorporation of cultivation, and fertilization with fish droppings to 65-70%. Catfish harvest in aquaponic cultivation reaches 91 kg with a maintenance period of 3 months. Besides fish, harvest vegetables such as kale, baby romaine, cuisine, and lettuce.Desa Banyuresmi termasuk perdesaan prioritas nasional yang tertelak di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Keterbatasan sarana dan prasarana, terutama kurangnya pasokan air mengakibatkan daya dukung untuk pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi kurang optimal. Masyarakat Desa Banyuresmi juga belum mampu mengelola sumberdaya alam secara optimal. Optimalisasi sumberdaya alam dapat dilakukan secara terpadu di pekarangan rumah melalui teknologi akuaponik. Penerapan teknologi akuaponik dapat dijadikan solusi dari permasalahan yang terdapat di Desa Banyuresmi agar kebutuhan pangan warganya dapat tercukupi sehingga terciptanya kemandirian pangan. Kegiatan pengabdian meliputi peningkatan pengetahuan teknologi akuaponik melalui pelatihan dan pelaksanaan budidaya akuaponik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan metode Participatory Rular Apprasial (PRA), Participatory Technology Development (PRD), pendekatan persuasive dan educative. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan peningkatan pada pengetahuan, penggabungan budidaya, dan pemupukan dengan kotoran ikan menjadi 65-70%. Panen ikan lele pada budidaya akuaponik mencapai 91 kg dengan masa pemeliharaan 3 bulan. Selain ikan, panen sayuran berupa kangkung, baby romaine, caisim dan selada

    Pelatihan Pemasaran Online Pakan Unggas Berbahan Dasar Jerami Bawang Merah di Desa Campur Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk

    Get PDF
    Onion are horticulture commodities that having many benefits, high value and strong market outlook. Onion productivity in Nganjuk has shown high, the dust nor reached 32 tons / hectares. Along with increasing onion production in Nganjuk, the hay onion as a result side also abundant. One solution is to use it to feed alternative to poultry. It is expected that supplementation of hay onion will repair and loosening digestion poultry and nutrient feed can be used more optimal life, the growth and the production. Making poultry feed of onion hay carried out in the farmers group in the Campur village, Gondang, Nganjuk. In doing business, the farmers to compete with other companies, it took an activity was the marketing planning ranging from production to distribution. In the event itself requires a marketing strategies especially with online to face another company market products kind in the consumer market.Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi serta mempunyai prospek pasar yang kuat. Produktifitas bawang merah di Kabupaten Nganjuk telah menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu dapat mencapai 32 ton/Hektar. Seiring meningkatnya produksi bawang merah di Kabupaten Nganjuk, ketersediaan jerami bawang merah sebagai hasil sampingan juga melimpah. Salah satu pemanfaatannya adalah menjadikannya pakan alternatif untuk unggas. Diharapkan suplementasi jerami bawang merah akan memperbaiki dan mempermudah pencernaan unggas yang kemudian nutrien pakan dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk kebutuhan hidup, pertumbuhan dan produksi. Pembuatan pakan unggas dari jerami bawang merah dilaksanakan di kelompok tani bawang merah di Desa Campur Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Dalam menjalankan usaha, kelompok tani ini bersaing dengan beberapa  perusahaan pakan ternak yang ada sehingga perlu implementasi pemasaran dalam mencapai tujuan. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan pemasaran yang merupakan kegiatan mulai dari perencanaan produksi hingga penyalurannya. Dalam kegiatan ini tentunya membutuhkan suatu strategi pemasaran terutama dengan online guna menghadapi  perusahaan lain yang  memasarkan produk yang sejenis di pasar konsumen

    Pengembangan Center of Honey Kampung Madu Lumbang Kabupaten Probolinggo

    Get PDF
    Lumbang Honey is one of the featured products owned by Lumbang, Probolinggo, East Java. As a featured product, the legality has been issued by the Probolinggo District Government through Probolinggo Regent Decree number 030/1134/426.12/2013. Lumbang honey is supported by 10 Forest Farmer Groups with honey production of 6,206 kg per month in 2014. Although the amount of honey production is very abundant, Lumbang honey has not been able to compete with commercial honey products on the market. This is because the quality and price of Lumbang honey is very diverse. Therefore, The Center of Honey "Kampung Madu" was established in Lumbang Village, Probolinggo. The purpose of Kampung Madu are as a place to produce premium quality of honey as well as a place for marketing and honey-related education to the community. The method is by approaching the technology application and product standardization as well as assistance in strengthening the farmer institutional management. The results of the assistance, Kampung Madu has been able to produce an average of 900 kg of premium quality of honey per month with the brand "Madu Madakaripura" which has fulfilled the water content in accordance with SNI 8664 : 2018 which is less than 22% and has obtained a PIRT certificate. In terms of prices, there is an increase in the price of honey to 500 % of the raw honey obtained from farmers. From the aspect of strengthening institutional management, there have been 30 farmers in the District of Lumbang who are members of the Cooperation of HIMATERA in the honey division. The cooperation has a role in helping the farmers in providing capital and facilities.Madu Lumbang merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebagai produk unggulan daerah, legalitas telah diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo melalui SK Bupati Probolinggo nomor 030/1134/426.12/2013. Produk unggulan daerah Lumbang ini didukung oleh 10 Kelompok Tani Hutan dengan produksi madu sebanyak 6.206 kg perbulan pada tahun 2014. Meskipun jumlah produksinya cukup besar, produk madu Lumbang ternyata belum mampu menyaingi produk madu komersial yang ada di pasaran. Hal ini dikarenakan kualitas dan harga madu yang dihasilkan sangat beragam. Oleh karena itu, dilakukan program pengembangan Center of Honey “Kampung Madu” di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Tujuan dari Kampung Madu adalah sebagai wadah untuk melakukan pemrosesan madu sehingga dihasilkan produk madu berkualitas sekaligus sebagai tempat pemasaran madu dan edukasi terkait madu kepada masyarakat. Metode yang dilakukan dengan melakukan pendekatan penerapan teknologi dan penerapan standarisasi produk serta pendampingan penguatan manajemen kelembagaan dari para peternak lebah madu. Dari hasil pendampingan, Center of Honey Kampung Madu telah mampu memproses rata rata 900 kg madu perbulan dan menghasilkan madu berkualitas dengan merek “Madu Madakaripura” yang telah memenuhi kadar air sesuai dengan SNI 8664 : 2018 yaitu kurang dari 22 % dan telah memperoleh sertifikat PIRT. Dari segi harga, terjadi peningkatan harga madu hingga 500 % dari harga madu yang diperoleh dari para peternak. Dari aspek penguatan manajemen kelembagaan, telah terdapat 30 orang peternak lebah di wilayah Kecamatan Lumbang tergabung dalam koperasi HIMATERA dalam divisi madu. Koperasi berperan membantu para peternak lebah madu dalam penyediaan modal dan fasilitas

    Diversifikasi Budidaya Ikan dan Sayuran Sistem “Minasa” untuk Meningkatkan Ekonomi Kelompok Produktif Di Tulungagung

    Get PDF
    Tujuan studi ini yaitu untuk meningkatkan ekonomi kelompok produktif melalui diversifikasi budidaya ikan dan sayuran sistem “Minasa” di Tulungagung. Secara umum metode yang digunakan untuk melaksanakan program ini yaitu: (1) transek/pemetaan swadaya; (2) focus group discussion dan (3) bimbingan teknis. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem “Minasa” ini merupakan diversifikasi baru dalam budidaya ikan dan sayuran yang secara ekonomi dapat memberikan nilai tambah secara keuangan kepada masyarakat dan secara kelembagaan dapat membantu pemerintah dalam mengimplementasikan Badan Usaha Milik Desa.The purpose of this study is to improve the economics of productive groups through diversification of the "Minasa" system of fish and vegetables in Tulungagung. In general the methods used to carry out this program are: (1) self-help transect / mapping; (2) focus group discussions and (3) technical guidance. The results of the study show that the "Minasa" system is a new diversification in fish and vegetable cultivation that can provide financial value added to the community economically and institutionally can help the government in implementing village-owned enterprise

    Pendampingan Pengimplementasian Gerakan Literasi Sekolah Di SMPN 25 Kota Malang

    Get PDF
    The Science and Technology Program for the Community aims to provide assistance in implementing the school literacy movement at SMPN 25 Malang. The target of this activity is the principal and all teachers of Malang City Public Middle School 25, but the next stage is focused on the literacy team of Malang City Public Middle School. The method applied is a workshop and assistance. The results of this activity were in the form of a manual for the literacy movement of the 25th Junior High School in Malang, which consisted of (a) the School Literacy Movement in the Junior High School, (b) the Literacy Activity Program of the 25th Junior High School in Malang, (c) closing. In addition, SMPN 25 Kota Malang has implemented 3 of the 8 planned programs.Program Ipteks bagi Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pengimplementasian gerakan literasi sekolah di SMPN 25 Kota Malang. Sasaran kegiatan ini adalah kepala sekolah dan seluruh guru SMPN 25 Kota Malang, tetapi pada tahap selanjutnya difokuskan pada tim literasi SMPN 25 Kota Malang. Metode yang diterapkan adalah workshop dan pendampingan. Hasil kegiatan ini berupa tersusunnya buku panduan gerakan literasi sekolah SMPN 25 Kota Malang yang terdiri dari (a) Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama, (b) Program kegiatan literasi SMPN 25 Kota Malang, (c) penutup. Di samping itu, SMPN 25 Kota Malang telah menerapkan 3 dari 8 program yang direncanakan

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇