Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Mendukung Diversifikasi Usaha Kelompok Pengolahan Perikanan Usaha Mikro Kabupaten Maluku Tenggara

    Get PDF
    Following the Covid-19 outbreak, the number of fisheries processing organisations in Southeast Maluku Regency declined significantly. The Sibit group in Loon Village is one of the groups that is still operating and is striving to expand its operation through business diversification. The goal of this service activity is to assist the Sibit group with expanding their business by acquiring product label legality, product quality testing, yesterday product design, and general management competence enhancement. Counseling, training, and direct help to partners in fisheries processing business groups are employed to attain this specific purpose. The business group supported and responded positively to this community service initiative. There is a fundamental concept of management and business management, as well as the growth of expansion through the diversity of processed products generated.Paska pandemi Covid-19, jumlah kelompok pengolahan perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara mengalami penurunan sangat signifkan, salah satu kelompok yang masih bertahan dan bahkan berusaha melakukan ekspansi usaha lewat diversifikasi usaha adalah kelompok Sibit di Desa Loon. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu kelompok Sibit untuk dapat melakukan ekspansi usaha dengan mendapatkan legalisasi label produk, pengujian mutu produk, desain kemarin produk dan peningkatan kemampuan manajerial secara umum. Untuk mencapai tujuan yang ditargetkan ini maka metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada mitra kelompok usaha pengolahan perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik, mendapat dukungan dan sambutan baik dari kelompok usaha. Terdapat pemahaman yang mendasar pada manajerial dan pengelola usaha dan pengembangan ekspansi melalui diversifikasi produk olahan yang dihasilkan

    Pelatihan Daring Pembuatan Video Perjalanan Virtual Berbahasa Inggris bagi Pemandu Wisata Tersertifikasi dari Berbagai Daerah di Indonesia

    Get PDF
    This community service activity was conducted in the form of online training, focusing on using English for designing virtual travel videos. Participants of this nation-wide training are 25 certified tour guides from various regions in Indonesia, out of 180 registrants. With Atourin as the training partner, the training aimed to facilitate the tour guide participants to be able to make virtual tour videos in English to promote tourism destinations to foreigners who would enjoy them from their homes during the Covid-19 pandemic. The training was conducted for two months in seven meetings via the Zoom platform with each meeting lasting for 120 minutes. At the end of the training, the participants were able to make virtual travel videos promoting tourism destinations in their respective areas. As seen from the participants’ enthusiasm for learning and their activeness in each meeting, it could be concluded that the training was a success. The training refreshed the tour guide participants’ English and improved their mastery before coming back to the tourism industry post-pandemic. Evaluation of the overall programme was conducted as an effort to improve the quality of a similar programme in the future, including conducting hybrid activities synchronously combining offline and online modes, allowing flexibility where participants can choose the mode with which they are more convenient.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan daring Bahasa Inggris dan pembuatan video perjalanan virtual bagi para pemandu wisata tersertifikasi dari berbagai daerah di Indonesia. Terpilih 25 pemandu wisata dari 180 pendaftar menjadi peserta pelatihan ini. Dengan Atourin sebagai mitra kegiatan, tujuan pelatihan adalah memfasilitasi para pemandu wisata supaya mampu membuat video perjalanan virtual berbahasa Inggris sebagai promosi wisata yang dapat dinikmati orang asing dari rumah mereka di masa pandemi Covid-19. Pelatihan dilaksanakan selama dua bulan dalam tujuh pertemuan daring melalui platform Zoom dengan masing-masing pertemuan berdurasi 120 menit. Di akhir kegiatan, peserta mampu membuat video perjalanan virtual mempromosikan daerah wisatanya masing-masing. Sebagai kesimpulan, kegiatan pelatihan sangat berhasil dilihat dari semangat belajar dan keaktifan para peserta di setiap pertemuan. Bagi para pemandu wisata peserta kegiatan, hasil kegiatan menjadi bahan penyegaran sekaligus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sebelum kembali terjun dalam industri pariwisata pasca pandemi. Evaluasi kegiatan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas kegiatan serupa di masa depan, misalnya pelaksanaan kegiatan PkM secara hybrid pasca pandemi yang memberi keleluasaan kepada peserta untuk memilih metode pembelajaran yang lebih nyaman sesuai kondisi

    Peningkatan Literasi PKK Argosari, Sedayu, Bantul melalui Membacakan Nyaring

    Get PDF
    Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul is strategically located because it connects three regencies, namely, Bantul, Kulon Progo, and Sleman. This strategic location needs to be balanced with sufficient knowledge and literacy for the community. This literacy ability is how an individual can process information and knowledge for life skills. Currently, the people in Argosari Village, Sedayu, Bantul are still faced with literacy and low interest in reading. Therefore, this community service program aims to improve the community\u27s ability in the field of literacy and help reduce household waste through processing and reading aloud. The method used in training to read aloud is the stages of preparation, implementation, and after reading. The partners involved in this activity are the PKK group from Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul, DIY. The result of the activity is that increasing literacy can be started from the family consistently at home for 15 minutes every day by reading aloud. The impact of this activity is that the people who previously already had the provision of information became increasingly knowledgeable so that they had great potential to be applied in their respective homes.Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul berlokasi strategis karena menjadi penghubung tiga kabupaten yaitu, Bantul, Kulon Progo dan Sleman. Lokasi yang strategis ini perlu diimbangi dengan pengetahuan dan literasi yang cukup bagi masyarakat. Kemampuan literasi ini adalah bagaimana seorang individu mampu mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Saat ini masyarakat di Kelurahan Argosari, Sedayu, Bantul masih dihadapkan dengan kondisi literasi dan minat membaca yang rendah. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di bidang literasi dan membantu untuk mengurangi sampah yang berasal dari rumah tangga melalui pengolahan dan membacakan nyaring. Metode yang digunakan dalam pelatihan membacakan nyaring ini adalah dengan tahapan persiapan, pelaksanaan dan setelah membacakan. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah kelompok PKK Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul, DIY. Hasil dari kegiatan adalah peningkatan literasi dapat dimulai dari keluarga secara konsisten di rumah masing-masing selama 15 menit setiap harinya dengan membacakan nyaring. Dampak dari kegiatan ini masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki bekal informasi yang menjadi semakin meningkat pengetahuannya, sehingga besar berpotensi untuk bisa diterapkan di rumah masing-masing

    Pelatihan Cara Penanaman TOGA untuk Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan Warga Desa Ngenep

    Get PDF
    Ngenep Village is one of the villages in Karangploso District, Malang Regency which has abundant potential in the fields of plantations and agriculture. Most of the land in this village area is classified as fertile. Seeing this potential, we as implementers of the Malang State University Community Service Activities try to help develop the potential of Ngenep Village through community empowerment activities in the form of training on how to plant Family Medicinal Plants (TOGA). The service activity aims to improve the abilities and skills of the villagers of Ngenep in managing the TOGA garden. The method used in this activity is the method of lecture, demonstration, discussion and question and answer. The implementation of this activity begins with the lecture method, namely the delivery of TOGA material, then participants and presenters conduct discussions and ask questions about the material. After that, it was continued with demonstration activities on how to plant TOGA which was carried out on plantation land. After the implementation of this activity, it is hoped that the residents of Ngenep Village can gain a lot of knowledge about TOGA, so that they can develop a TOGA garden using appropriate management methods.Desa Ngenep merupakan salah satu Desa di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang yang memiliki potensi di bidang perkebunan dan pertanian yang melimpah. Sebagian besar tanah yang berada di wilayah desa ini tergolong subur. Melihat potensi ini, kami sebagai pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang mencoba untuk membantu mengembangkan potensi Desa Ngenep melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan cara penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan warga Desa Ngenep dalam pengelolaan kebun TOGA. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, demonstrasi, diskusi serta tanya jawab. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan metode ceramah yakni penyampaian materi TOGA, selanjutnya peserta dan pemateri melakukan diskusi serta tanya jawab mengenai materi tersebut. Setelahnya, dilanjutkan dengan kegiatan demonstrasi cara penanaman TOGA yang dilakukan di lahan perkebunan. Hasil yang didapatkan setelah pelaksanaan pelatihan cara penanaman TOGA adalah meningkatnya kemampuan dan keterampilan warga Desa Ngenep di bidang penanaman TOGA

    Budidaya Tiga Varietas Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Kolam Bundar dengan Sistem Bioflok

    Get PDF
    This activity aims to increase knowledge and benefits from different Tilapia cultivation using circular pond media with the Biofloc system. The activity was carried out by inviting consultants from the fields of food security, agriculture and fisheries, to explain the procedures for cultivation with the Biofloc system. The use of the Round Pool media was chosen as a solution to the lack of available land. From the cultivation of 3 varieties of tilapia, we found that each variety of tilapia has its own advantages. The Black Prima Tilapia variety outperformed the other 2 varieties in terms of growth, but Nirwana III Tilapia variety had the highest survival rate compared to the other 2 varieties. From these findings it can be concluded that those who are looking for fast growth can keep the Black Prima Tilapia fish. However, if you want to live long in order to get high yields, you can keep Nirwana III tilapia. Although Tilapia is not superior in terms of growth acceleration or Longevity, the advantage of Tilapia is its thicker flesh, possibly due to its smaller head size. Having the advantages of each variety of tilapia can be a consideration for readers to choose varieties of tilapia based on their goals and needs.Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan manfaat dari budidaya Ikan Nila yang berbeda menggunakan media kolam bundar dengan sistem Biofloc. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengundang konsultan dari bidang ketahanan pangan, pertanian dan perikanan, untuk menjelaskan tatacara budidaya dengan sistem Biofloc. Penggunaan media Kolam Bundar dipilih sebagai solusi dari minimnya lahan yang tersedia. Dari hasil budidaya 3 varietas ikan Nila, kami menemukan bahwa setiap varietas ikan nila memiliki keunggulannya masing – masing. Varietas Ikan Nila Black Prima mengungguli 2 varietas yang lainnya dalam hal pertumbuhan, tetapi Varietas Ikan Nila Nirwana III memiliki tingkat kelangsungan tertinggi dibandingkan dengan 2 varietas yang lain. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa mereka yang mencari pertumbuhan cepat dapat memelihara ikan Nila Black Prima. Namun, jika ingin berumur Panjang agar mendapatkan hasil yang tinggi, bisa memelihara ikan nila Nirwana III. Meskipun Ikan Nila tidak lebih unggul dalam hal percepatan pertumbuhan atau berumur Panjang, keunggulan ikan nila adalah dagingnya yang lebih tebal, kemungkinan karena ukuran kepalanya yang lebih kecil. Memiliki keunggulan masing-masing varietas ikan nila dapat dapat menjadi pertimbangan bagi pembaca untuk memilih varietas ikan nila berdasarkan tujuan dan kebutuhanny

    Pendistribusian Bantuan dan Penyuluhan Efisiensi Penggunaan Minyak Goreng Para Pelaku Sektor Informal Sentra PKL Semolowaru Surabaya

    Get PDF
    The increase in cooking oil prices hit the household sector or the informal sector of small traders or street vendors (PKL). The COVID-19 pandemic has caused a decrease in income due to lonely customers plus a very high increase in cooking oil prices causing street vendors to get worse. This condition, of course, needs help from the community to find solutions to the problems faced by street vendors. The East Java Islamic Women Regional Leaders in collaboration with the Women\u27s Organizational Cooperation Agency (BKOW) of East Java Province provide free cooking oil assistance to street vendors. The implementation of this activity is at the Semolowaru PKL Center, Surabaya, where the target of this activity is the informal sector actors, namely Street Vendors. The purpose of this activity is (1) to help the informal sector actors, namely Sentra PKL Semolowaru Surabaya, to carry out their business activities, while waiting for government policies in an effort to reduce cooking oil prices. (2) Provide services to the community that support the implementation of general government and development tasks.). The method used in the implementation of this community service is the method of partnering and collaborating with the BKOW (Women\u27s Organizational Cooperation Agency) of East Java Province which can provide cooking oil with the price is cheap. The result of this activity is that the street vendors feel happy and are very helped so they want this activity to be carried out more often.Kenaikan harga minyak goreng sangat memukul sektor rumah tangga atau sektor informal para pedagang kecil atau Pedagang kaki Lima (PKL). Pandemi covid 19 menyebabkan berkurangnnya pendapatan karena pelanggan yang sepi ditambah kenaikan harga minyak goreng yang sangat tinggi menyebabkan PKL semakin terpuruk. Kondisi ini tentunya perlu bantuan dari masyarakat untuk mencarikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para PKL Pimpinan Wilayah Wanita Islam Jawa Timur yang bekerjasama dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan minyak goreng gratis kepada para PKL. Pelaksanaan kegiatan ini berada di Sentra PKL Semolowaru Surabaya, dimana sasaran dari kegiatan ini adalah para pelaku sektor informal yaitu Pedagang Kaki Lima. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) membantu para pelaku sektor informal yaitu Sentra PKL Semolowaru Surabaya dapat menjalankan kegiatan usahanya, sembari menunggu kebijakan pemerintah dalam usaha menurunkan harga minyak goreng. (2) Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode bermitra dan bekerja sama dengan BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur yang dapat menyediakan minyak goreng dengan harga murah. Hasil dari kegiatan ini adalah para PKL merasa senang dan sangat terbantu sehingga menginginkan kegiatan ini lebih sering dilakukan

    Pelatihan Pembuatan Materi Pengajaran dan Penggunaan Aplikasi Perpustakaan bagi Guru SMP Swadaya Karya Cibuni Desa Indragiri Bandung

    Get PDF
    Swadaya Karya Cibuni Junior High School, Indragiri Village, Bandung Regency, feels the need for a better learning system. One of them is the creation of learning materials that can be used online and offline. Therefore, it will be taught how to make teaching materials using PowerPoint accompanied by videos. Apart from that, it is necessary to use computer applications to make the process of borrowing books in the SMP Swadaya Karya Cibuni library more well-organized. The method used in this training is a direct training system in schools. Maranatha Christian University prepared the training materials and also created a library application that Swadaya Karya Middle School can use. Training is given to teachers at Swadaya Karya Junior High School directly at school. The results of this training were considered suitable by the training participants based on the survey results. The training participants felt that the materials for making these teaching materials were beneficial. In addition, the participants also thought that the library application was easy to use and very useful.SMP Swadaya Karya Cibuni Desa Indragiri Kabupaten Bandung merasakan adanya kebutuhkan sistem pembelajaran yang yang lebih baik. Salah satunya adalah pembuatan materi pembelajaran yang dapat digunakan secara daring dan luring. Oleh karena itu akan diajarkan pembuatan materi pengajaran menggunakan power point yang disertai dengan video. Selain itu pula dalam rangka membuat proses peminjaman buku diperpustakaan SMP Swadaya Karya Cibuni lebih terorganisasi dengan baik, maka perlu adanya penggunakan aplikasi komputer. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sistem pelatihan secara langsung di sekolah. Universitas Kristen Maranatha mempersiapkan materi pelatihan tersebut dan juga membuat aplikasi perpustakaan yang dapat digunakan oleh SMP Swadaya Karya. Pelatihan diberikan bagi guru-guru di SMP Swadaya Karya secara langsung di sekolah. Hasil pelatihan ini dinilai baik oleh para peserta pelatihan berdasarkan hasil survei. Para peserta pelatihan merasa bahwa materi pembuatan bahan pengajaran ini sangat berguna. Selain itu juga para peserta merasa bahwa aplikasi perpustakaan mudah dipakai dan sangat berguna

    Pemberdayaan Kelompok Pelaku Usaha Handycraft di Desa Bibis Kasihan Melalui Pelatihan Digital Marketing

    Get PDF
    This community service aims to provide assistance for handicraft business actors in Bibis Kasihan Bantul Village regarding the concept of digital marketing and empower these business actors to have various promotional videos. The community service activities are carried out through seven stages: site analysis, problem identification, determination of work goals, problem-solving design, social approach, implementation of service activities, evaluation of activities, and results of service. In the last stage, the closing is done by providing an evaluation of the video marketing that has been owned by business actors by looking at the digital footprint of followers and viewers. The results of the service showed an increase in posting business products through social media. In addition, this service is expected to have an impact on the community to optimize sales through digital marketing.Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha handycraft di Desa Bibis Kasihan Bantul mengenai konsep digital marketing serta memberdayaan pelaku usaha tersebut agar memiliki video promosi yang beragam. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tujuh tahap yaitu, analisis situasi, identifikasi permasalahan, penentuan tujuan kerja, perancangan pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan pengabdian, evaluasi kegiatan serta hasil pengabdian. Pada tahap terakhir, yaitu penutup yang dilakukan dengan memberikan evaluasi dari video marketing yang telah dimiliki oleh pelaku usaha dengan melihat jejak digital pengikut maupun penonton. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan posting produk usaha melalui media sosial. Di samping itu, pengabdian ini diharapkan memberikan dampak kepada masyarakat untuk mengoptimalisasi penjualan melalui digital marketing

    Pemanfaatan Sosial Media dalam Meningkatkan Exposure Brand dan Manajemen Usaha Hidoponik Hara House

    Get PDF
    Making hydroponic plants is an easy and fun activity. This activity can also be done outdoors or indoors. Hara House has been a hydroponics business since 2020 in Malang City which has tremendous potential in supporting government programs related to food security. However, the limitations of the distribution network due to decreased demand due to the Covid-19 pandemic and the lack of optimal promotion through social media. The purpose of this community service is to assist our partner in market expansion by optimizing sosial media as a means of promotion. The proposed results indicate that partners able to optimize social media such as Instagram and Facebook as promotional media for market expansion to gain more profits.Membuat tanaman hidroponik merupakan kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini juga bisa dilakukan di luar ruangan atau di dalam ruangan. Hara House telah menjadi usaha hidroponik sejak tahun 2020 di Kota Malang yang memiliki potensi luar biasa dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Namun, keterbatasan jaringan distribusi akibat penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19 dan kurang optimalnya promosi melalui media sosial. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mitra kami dalam perluasan pasar dengan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil yang diusulkan menunjukkan bahwa mitra mampu mengoptimalkan media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai media promosi untuk perluasan pasar untuk mendapatkan keuntungan lebih

    Fleksibilitas Kurikulum MBKM dalam Menanggapi Dinamika Proyek Kemanusiaan

    Get PDF
    Changes in the higher education curriculum with the concept of Independent Learning are responded to through various teaching-learning patterns. This situation needs to be addressed with an understanding on the part of educational institutions that the face-to-face learning model in the classroom is not the only best way. Students need to gain learning experience in the real world so that the development of their character, attitudes, and skills can be honed properly. Unfortunately, this often becomes more complex, when project assignments given are completely different from student competencies. In this case, many lecturers would prefer conventional learning with a regular curriculum which seems more responsible. For this reason, it is necessary to be flexible, especially with supervisors and university partners to optimize students\u27 willingness to go into society as an opportunity for both students and the community to serve.Perubahan kurikulum perguruan tinggi dengan berlakunya konsep Independent Learning, ditanggapi melalui berbagai pola belajar-mengajar yang baru oleh berbagai perguruan tinggi. Situasi ini perlu disikapi dengan pemahaman dari pihak institusi pendidikan bahwa model pembelajaran tatap muka di dalam kelas bukanlah satu-satunya cara terbaik. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar pada dunia kerja nyata agar pengembangan karakter, sikap, serta keterampilan yang dimiliki mampu terasah dengan baik. Sayangnya hal ini seringkali menjadi lebih kompleks, ketika peserta program mendapatkan penugasan proyek yang sama sekali lain dengan kompetensi siswa setelah lulus program sarjana, sehingga dilema pengajar untuk lebih memilih pembelajaran konvensional dengan kurikulum reguler tampak lebih bertanggungjawab. Untuk itu, perlu ditanamkan fleksibilitas dari seluruh stakeholder terutama dosen pembimbing serta mitra universitas untuk dapat mengoptimalkan kesediaan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat sebagai kesempatan yang berguna baik bagi siswa maupun masyarakat terabdi

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇