Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Kegiatan IBM Goes to School Meningkatkan Pengetahuan Kewirausahaan pada Siswa SMA Tri Karya Surabaya

    Get PDF
    Tri Karya High School provides theoretical entrepreneurship or entrepreneurship learning. The impact of the theoretical learning of Tri Karya SMA students is that they are not confident and have low ability to explore business potential in themselves. This is because entrepreneurship or entrepreneurship subjects are not equipped with the effective bird-in-hand concept. The IBM Goes to School activity provides entrepreneurship training with the effective bird in hand concept. The training methods are in the form of presentation, question and answer sessions, group discussions, practice, and reflection. The result of the IBM Goes to School activity by using the effective bird in hand concept can maximize the quality of entrepreneurship or entrepreneurship learning for Tri Karya High School students. Tri Karya High School students become confident, able to arrange bird in hand from national/international entrepreneurs as well as individual bird in hand. The IBM Goes to School activity also provides entrepreneurship or entrepreneurship learning innovations in the form of practical methods and interactive discussions.SMA Tri Karya memberikan pembelajaran entrepreneurship atau kewirausahaan secara teoritis.  Dampak dari pembelajaran teoritis siswa/i SMA Tri Karya menjadi tidak percaya diri dan rendahnya kemampuan mengali potensi bisnis pada diri sendiri. Hal ini disebabkan mata pelajaran entrepreneurship atau kewirausahaan tidak dilengkapi konsep efektual bird-in-hand. Kegiatan IBM Goes to School memberikan pelatihan entrepreneurship dengan konsep efektual bird in hand. Metode pelatihan berupa: presentasi, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, praktek dan refleksi. Hasil dari kegiatan IBM Goes to School yang menggunakan konsep efektual bird in hand mampu maksimalkan kualitas pembelajaran entrepreneurship atau kewirausahaan bagi siswa/i SMA Tri Karya. Siswa/i SMA Tri Karya menjadi percaya diri, mampu menyusun bird in hand dari pengusaha nasional/internasional serta bird in hand individu. Kegiatan IBM Goes to School juga memberikan inovasi pembelajaran entrepreneurship atau kewirausahaan berupa metode praktek serta diskusi interaktif

    Peningkatan Partisipasi Masyarakat melalui Penanaman Mangrove dalam Rehabilitasi Pesisir

    Get PDF
    Mangrove plantation is one of the efforts to rehabilitate damaged coastal ecosystems. This research was conducted in Negeri Wakal, a village in the coastal region of Jazirah Leihitu, Central Maluku Regency. This activity aimed to rehabilitate the coastal ecosystem while increasing community participation. The method was through lectures and mangrove planting training involving the surrounding community as participants, accompanied by Geography Nature Lovers students and supervising lecturers. The results showed that the mangrove planting activity in Negeri Wakal was successfully carried out. The activity was also successful due to the good participation and enthusiasm of the community. The evaluation of this activity stated that the location still requires many mangrove seedlings to be rehabilitated and a system of community assistance is also needed to maintain the planted mangroves.Penanaman mangrove merupakan salah satu upaya untuk rehabilitasi ekosistem pesisir yang rusak. Penelitian ini dilakukan di Negeri Wakal, sebuah desa yang terletak di wilayah pesisir Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini bertujuan merehabilitasi ekosistem pesisir dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah melalui ceramah, dan pelatihan penanaman mangrove dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai peserta, serta didampingi mahasiswa Pecinta Alam Geografi dan dosen pembina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penanaman mangrove di Negeri Wakal berhasil dilaksanakan baik. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil dilakukan dengan adanya partisipasi dan antusias masyarakat yang baik. Evaluasi kegiatan ini menyatakan bahwa lokasi tersebut masih memerlukan banyak bibit mangrove agar bisa direhabilitasi, dan sistem pendampingan kepada masyarakat juga diperlukan untuk memelihara mangrove yang telah ditanam

    Edukasi Pengelolaan Ekowisata Berbasis Manajemen Risiko Di Mempawah Mangrove Park

    Get PDF
    Mempawah Mangrove Park is one ecotourism located in Pasir Village, Mempawah Hilir District, Mempawah Regency, West Kalimantan. During the pandemic, mangrove-based tourism was closed, so there were no tourist visits. As a result, no income can be used to manage ecotourism. On the other hand, the level of abrasion around the mangrove area is relatively elevated. For this reason, community service activities (PKM) aim to achieve two purposes, namely 1) providing counseling on risk management of mangrove natural resource asset management and 2) planting mangrove seedlings for ecotourism sustainability and the local environment from potential seawater abrasion. It is expected that through this activity, the understanding of the mangrove community regarding the risks of managing natural resource assets will increase so that they can sustainably develop ecotourism potential.Mempawah Mangrove Park merupakan salah satu ekowisata yang terdapat Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Selama masa pandemi, wisata berbasis hutan bakau itu ditutup sehingga tidak ada ada kunjungan wisatawan. Akibatnya, pendapatan yang dapat digunakan untuk mengelola ekowisata tersebut. Di lain sisi, tingkat abrasi di sekitar kaasan mangrove atau bakau cukup tinggi. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ditujukan untuk mencapai dua maksud, yaitu 1) memberi penyuluhan tentang manajemen risiko pengelolaan aset sumber daya alam bakau, dan 2) menanam bibit bakau untuk keberlanjutan ekowisata dan lingkungan setempat dari potensi abrasi air laut. Harapannya, melalui kegiatan ini, pemahaman para komunitas mangrove mengenai risiko pegelolaan aset sumber daya alam meningkat sehingga mereka dapat mengembangkan potensi ekowisata secara berkelanjutan

    Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Taman Mangrove dalam Upaya Perbanyakan Rambai (Sonneratia caseolaris)

    Get PDF
    The Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of the sustainable Mangrove Apple Park is one of the groups formed by the Barito Kuala Regency Government of South Kalimantan as actors in tourism development related to empowering coastal communities who care about the mangrove flora and fauna environment. The purpose of community service activities for partner groups is to utilize mangrove vines as material for propagation/nursery, selecting good media for sowing. The solution offered is to provide information on knowledge about the mangrove apple plant, select planting media and conduct training and demonstrations in order to increase the knowledge and skills of partner groups. The method of delivering material is through meetings and discussions. The training is in the form of demonstrations and demonstrations as well as evaluating the activities that have been carried out. The results of service activities for partner groups have provided a change in attitude and knowledge of partner groups from not knowing enough to knowing enough about propagation/breeding, choosing good media for sowing. Meetings with partner groups have an impact on increasing the variety of knowledge and abilities, where members of partner groups in propagation/breeding efforts, the selection of good media for sowing as an increase in partner group knowledge tends to lead to the same level or evenly.Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) taman mangrove rambai lestari merupakan salah satu kelompok yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan sebagai pelaku pembangunan kepariwisataan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir yang peduli terhadap lingkungan flora dan fauna mangrove. Tujuan kegiatan pengabdian kepada kelompok mitra adalah memanfaatkan tumbuhan rambai mangrove sebagai bahan untuk perbanyakan/pembibitan, pemilihan media yang baik untuk disemai. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan informasi pengetahuan tentang tumbuhan mangrove rambai, pemilihan media tanam dan melakukan pelatihan dan demonstrasi agar meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok mitra. Metode penyampaian materi melalui pertemuan dan diskusi. Pelatihan berupa demostrasi dan redemonstrasi serta melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian kepada kelompok mitra telah memberikan perubahan sikap dan pengetahuan kelompok mitra dari kurang mengetahui menjadi cukup banyak mengetahui tentang perbanyakan/pembibitan, pemilihan media yang baik untuk disemai. Pertemuan dengan kelompok mitra berdampak pada peningkatan variasi pengetahuan dan kemampuan, dimana anggota kelompok mitra dalam upaya perbanyakan/pembibitan, pemilihan media yang baik untuk disemai sebagai peningkatan pengetahuan kelompok mitra cenderung mengarah ke tingkat yang sama atau merata

    Pelatihan Pembuatan Modul Ajar sebagai Upaya Implementasi Kurikulum Merdeka pada Guru SDN Jatirejo Kabupaten Kediri

    Get PDF
    Most of the elementary school teachers in the Kediri District, Mostly, have not been able to compile teaching modules for the independent curriculum. It is necessary to provide training in the preparation of teaching modules. The method used there are three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The training went smoothly and well. The material provided was easily understood by 68.2% of the participants. As many as 45.5% of participants stated that the speaker was very clear. As many as 79.5% of participants required further training. In addition to containing percentages, the participants wanted a longer training time, added facilitators or companions for the training participants, and simplified the training material.Sebagian besar guru SD se-Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri belum mampu menyusun menyusun modul ajar kurikulum merdeka. Perlu diberikan pelatihan penyusunan modul ajar. Metode yang digunakan ada tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan berlangsung dengan lancar dan baik. Materi yang diberikan mudah dipahami oleh 68,2% peserta. Sebanyak 45,5% peserta menyatakan bahwa pemateri sangat jelas. Sebanyak 79,5% peserta membutuhkan pelatihan lanjutan. Selain berisi persentase, peserta menghendaki waktu pelatihan lebih lama, penambahan fasilitator atau pendamping peserta pelatihan, serta penyederhanakan materi pelatihan

    Revitalizing The Role of Pangeran Jaya Cooperative In Strengthening The Economy of The Community of Ogan Komering Ilir District

    Get PDF
    This community service aimed to increase the understanding of the management, members and the community about the importance of the role of Pangeran Jaya Cooperative in strengthening the economy by choosing and running a business in accordance with the wants and needs of the members and the community of Ogan Komering Ilir District. The service activities were carried out at Pangeran Jaya Cooperative, Talang Pangeran Village, Teluk Gelam Subdistrict, Ogan Komering Ilir District. The location of the study was selected purposively. The method used counseling and interactive discussions with all participants to increase their understanding on the important role of Pangeran Jaya Cooperative both as business partners and partners in meeting family needs. The study found out that during its establishment from 2015 to 2022, Pangeran Jaya Cooperative did not carry out the role and function of its cooperative business (category E/inactive), lack of knowledge and understanding of the management and members. The business run by the cooperative was not in accordance with the needs of members and the lack of accountability and transparency of the management showed that it never held an annual member meeting (RAT) resulting in the non-running of the cooperative. In an effort to revitalize the Cooperative, capacity building is needed for both cooperative institutions and human resources to increase the service capacity and develop partnership cooperation with other institutions/business entities.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus, anggota dan masyarakat tentang pentingnya peran Koperasi Pangeran Jaya dalam memperkuat ekonomi dengan memilih dan menjalankan usaha sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota dan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Koperasi Pangeran Jaya Desa Talang Pangeran Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Metode yang digunakan dalam pengabdian melalui penyuluhan dan diskusi interaktif dengan seluruh peserta sehingga terjadi peningkatan pemahaman terkait peran penting Koperasi Pangeran Jaya baik sebagai mitra usaha maupun  mitra dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Terdapat beberapa temuan selama kegiatan pengabdian diantaranya sejak didirikan pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2022, Koperasi Pangeran Jaya tidak menjalankan peran dan fungsi usaha koperasinya (kategori E/non aktif), kurangnya pengetahuan dan pemahaman pengurus dan anggota, usaha yang dijalankan koperasi belum sesuai dengan kebutuhan anggota dan kurangnya akuntabilitas dan transparansi pengurus yang ditunjukkan belum pernah diselenggarakannya rapat anggota tahunan (RAT), menjadi penyebab tidak berjalannya koperasi. Dalam upaya revitalisasi, diperlukan penataan kapasitas baik kelembagaan koperasi maupun sumberdaya manusia, peningkatan kapasitas pelayanan dan pengembangan kerjasama kemitraan dengan lembaga/badan usaha lainnya

    Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Sistem Pelaporan Juru Pemantau Jentik Dalam Penerapan “1 Rumah 1 Jumantik” di Komunitas: Era Adaptasi Baru Covid-19

    Get PDF
    Environmental health is an essential part of public health efforts. Interaction between humans and the environment could influence each other. One of the impacts has the emergence of health problems related to vectors, one of the vectors of the disease is known as mosquitoes. The purpose of the service is to increase capacity and strengthen the reporting system in applying the concept of "1 Home 1 Jumantik" of 89 jumantik health cadres. It started with a situation analysis and problem evaluation and continued with problem-solving and capacity building for health cadres. As a final activity, we created and designed an e-reporting using google-form and tested it in 3 pilot RWs at the Bintaro Health Center, South Jakarta. As a result, the skill competency of cadres was increased in using the e-reporting form for larva monitoring to support the movement “1 Home 1 Jumantik”. As we hope that health cadres could become agents of change to socialize the form to all household residents. However, some cadres still have problems using the application and reading the results. Evidence of refresher activities based on the objective score of knowledge among cadres showed an increase based on the pre-test scores from 64 and post-test to 90 (26%). In the current pandemic situation, the need for up-to-date and fast reporting including activating and implementing the "1R 1J Movement" is the right solution. Therefore, it\u27s necessary to introduce the electronic technology-based reporting system support to health cadres and the community at the household level to become independent and engage to solve their health problems.Kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya kesehatan masyarakat. Interaksi antara manusia dengan lingkungan dapat saling mempengaruhi. Salah satu dampak adalah munculnya masalah kesehatan yang berkaitan dengan vektor, salah satu vektor penyebab penyakit adalah nyamuk. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat sistem pelaporan dengan menerapkan konsep “1 Rumah 1 Jumantik” pada 89 kader kesehatan jumantik. Kegiatan diawali dengan analisis situasi dan evaluasi masalah, dilanjutkan dengan pemecahan masalah dan pelatihan peningkatan kapasitas pada kader kesehatan. Sebagai kegiatan akhir, kami membuatkan dan merancang e-reporting dengan menggunakan google-form serta diuji cobakan di 3 RW percontohan Puskesmas Bintaro, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan didapatkan, kompetensi keterampilan kader meningkat dalam menggunakan formulir e-reporting untuk pemantauan jentik guna mendukung gerakan “1 Rumah 1 Jumantik”. Harapannya, kader kesehatan dapat menjadi agen perubahan untuk mensosialisasikan formulir tersebut kepada seluruh warga di tingkat rumah tangga. Namun, beberapa kader masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi dan membaca hasilnya. Bukti kegiatan penyegaran berdasarkan nilai objektif pengetahuan antar kader menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan nilai pre-test dari 64 dan post-test menjadi 90 (26%). Dalam situasi pandemi saat ini, perlunya pelaporan yang up-to-date dan cepat termasuk mengaktifkan dan menerapkan “Gerakan 1R 1J” adalah merupakan solusi yang tepat. Oleh karena itu, perlu diperkenalkan dukungan sistem pelaporan berbasis teknologi elektronik kepada kader kesehatan dan masyarakat di tingkat rumah tangga untuk dapat mandiri dan terlibat dalam menyelesaikan masalah kesehatanny

    Implementasi Teknologi Digital pada Pengelolaan UMKM Cahaya Kemilau (Pengrajin Tenun Songket Melayu Riau)

    Get PDF
    Cahaya Kemilau is one of the UMKM craftsmen of Riau Malay songket weaving in Pekanbaru. Some of the partner problems in this activity consist of: 1) production equipment that is still inadequate to increase production output, 2) traditional recording system that allows human error and is difficult to control, 3) traditional marketing system so that it has not touched potential customers from out of town to abroad. Some of the solutions offered to partners to solve existing problems include: 1) Adding weaving equipment 2) Designing an Android-based sales system 9) Making digital marketing (websites, social media and e-commerce of light sheen). Through this activity, several problems that became a priority for Cahaya Kemilau in producing Riau Malay songket weaving and also expanding its market distribution have been resolved with the presence of weaving equipment assistance that has been provided to seek to increase weaving production. For digital-based sales, currently Tenun Cahaya Kemilau is able to do marketing throughout the archipelago and even from outside Indonesia through online sales of websites, shopee and Instagram. Management management has become even better with the existence of an Android-based sales system. Traditional financial records, which were originally very vulnerable to missing records and human errors, are now easier to manage and monitor properly by the management.Cahaya Kemilau merupakan salah satu UMKM pengrajin tenun songket Melayu Riau di Pekanbaru. Beberapa masalah mitra dalam kegiatan ini terdiri dari : 1) peralatan produksi yang masih kurang memadai untuk meningkatkan hasil produksi, 2) system pencatatan yang masih tradisional yang memungkinkan terjadinya human error dan sulit untuk melakukan control, 3) system pemasaran yang masih tradisional sehingga belum menyentuh calon konsumen dari luar kota hingga luar negeri. Beberapa solusi yang ditawarkan kepada mitra untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada diantaranya : 1) Penambahan peralatan tenun 2) Perancangan system penjualan berbasis android 9) Pembuatan digital marketing (website, social media dan e-commerce cahaya kemilau). Melalui kegiatan ini, beberapa permasalahan yang menjadi prioritas pada Cahaya Kemilau dalam memproduksi tenun songket Melayu Riau dan juga memperluas distribusi pasarnya telah diselesaikan dengan hadirnya bantuan peralatan tenun yang telah diberikan demi mengupayakan peningkatan hasil produksi tenun. Untuk penjualan berbasis digital, saat ini Tenun Cahaya Kemilau sudah mampu melakukan pemasaran ke seluruh nusantara dan bahkan dari luar Indonesia melalui penjualan online website, shopee dan Instagram. Manajemen pengelolaan pun menjadi lebih baik lagi dengan adanya system penjualan berbasis android. Pencatatan keuangan tradisional yang semula sangat rentan dengan terjadinya missing pencatatan dan human error, sekarang lebih mudah terkelola dan terpantau dengan baik oleh pihak manajemen

    Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara Menggunakan Bahasa Inggris Siswa-Siswi SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo dengan Melibatkan Mahasiswa sebagai Speaking Buddies

    Get PDF
    Speaking as one of the productive skills is very important to be mastered by English language learners. However, teaching English in the context of English as a Foreign Language (EFL) has several challenges. Besides limited exposure to the language, another biggest challenge is that there are very few opportunities available for students to practice speaking in English. For this reason, SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo held an extracurricular activity which is called as English Conversation Club (ECC) activity in collaboration with the English Language Education Program of Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga by involving eight of the lecturers as instructors and nine students. This activity which aims to improve students\u27 English skills used peer tutoring as its method. This activity was carried out as many as 8 online meetings through Zoom. The results of observations done by the instructors on the role of speaking buddies during the 8 meetings showed that the problems that were often faced by students when practicing speaking in English could be solved through the involvement of speaking buddies. In this activity, the speaking buddies play several roles in various activity sessions, such as organizers, resources, language controllers, and prompters.Speaking sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang produktif sangat penting untuk dikuasai oleh para pembelajar bahasa Inggris. Akan tetapi, pengajaran bahasa Inggris dalam konteks dimana bahasa Inggris diajarkan sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL) memiliki beberapa tantangan. Selain dari minimnya exposure siswa akan bahasa Inggris, salah satu tantangan utamanya adalah sangat sedikitnya kesempatan yang tersedia bagi para siswa untuk berlatih bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris. Untuk itu, maka SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo mengadakan kegiatan English Conversation Club (ECC) dengan menggandeng Prodi PBI UKSW Salatiga dengan melibatkan dosen sebagai instruktur dan mahasiswa sebagai speaking buddies. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa. Metode peer tutoring digunakan dalam kegiatan ini dengan melibatkan mahasiswa sebagai peer tutors atau disebut sebagai speaking buddies dalam kegiatan ECC ini. Kegiatan ECC ini dilakukan sebanyak 8 pertemuan secara online melalui Zoom Meeting. Hasil pengamatan terhadap peran speaking buddies selama 8 kali pertemuan menunjukkan bahwa permasalahan yang sering dihadapi para siswa ketika berlatih berbicara dalam bahasa Inggris dapat sedikit teratasi. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran para speaking buddies dalam berbagai sesi kegiatan, baik sebagai organizer, resource, controller, prompter, dan juga (language) model

    Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA Parit Mayor Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak

    Get PDF
    Government Regulation Number 112 of 2015 concerning the Drinking Water Supply System (SPAM), states that the drinking water supply system aims to provide services to fulfill people\u27s rights to water which can be implemented by BUMN, BUMD, or other business entities. Perumda Air Drinking Tirta Khatulistiwa is a water provider located in Pontianak City, has a Parit Mayor Water Treatment Plant (IPA) to serve the people of East Pontianak using raw water from the Kapuas River. The type of residue that will be produced from IPA using river water will produce sludge as a residue from processing. Sludge residue will have an impact on the environment if disposed of directly, so a design is needed to design a sludge treatment unit. Treatment planning can use SNI 7510 of 2011 concerning procedures for planning sludge treatment in drinking water treatment plants with sludge drying tanks. Planning uses secondary data such as debit, alum dose, and raw water turbidity in 2020. The four tanks are designed with a required area of 345,902 m2, the available land area of 684.68 m2 is still sufficient for the construction of a sludge treatment plant. Therefore, a sludge treatment plan is carried out to treat residual sludge.Peraturan Pemerintah Nomor 112 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), menyatakan bahwa sistem penyediaan air minum bertujuan untuk menyediakan pelayanan untuk memenuhi hak rakyat atas air dapat diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, maupun badan usaha lainya. Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa merupakan Penyedia air yang berada di Kota Pontianak, memiliki Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Mayor untuk melayani masyarakat Pontianak Timur menggunakan air baku dari Sungai Kapuas. Jenis residu yang akan dihasilkan dari IPA dengan menggunakan air sungai akan menghasilkan lumpur sebagai sisa dari pengolahan. Residu lumpur akan berdampak ke lingkungan apabila dibuang secara langsung sehingga diperlukan rancangan untuk mendesain unit pengolahan lumpur. Perencanaan pengolahan dapat menggunakan SNI 7510 tahun 2011 tentang tata cara perencanaan pengolahan lumpur pada instalasi pengolahan air minum dengan bak pengering lumpur. Perencanaan menggunakan data sekunder sperti debit, dosis alum, dan kekeruhan air baku pada tahun 2020. Dirancang bangunan berjumlah empat bak dengan luas area yang dibutuhkan sebesar 345,902 m2, luas lahan yang tersedia sebesar 684,68 m2 masih mencukupi untuk dibangunnya pengolahan lumpur. Oleh karena itu, dilakukan perencanaan pengolahan lumpur untuk mengolah lumpur residu

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇