Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
REALITAS KEHIDUPAN PEKERJA ANAK: (Studi Tentang Pekerja Anak Putus Sekolah di Pasar Sentral Kota Gorontalo).
The purpose of the writing are to describe the reality of life of schoolchild workers especially in the central market area of Gorontalo. The object of the writing was schoolchild workers who work in central market It used the social culture approach of Gorontalo society who has diligent in their work. Based on the result of the research show that the causal factor of the schoolchild workers existence in central market of Gorontalo caused by a poverty situation, it’s declining of religion moral value in family, settlement base has not place play for them. Beside that it was caused by the improving of the economic growth that refer to industrialization and it closed for them. So they were prefer work in the traditional market than in other place because it was deemed as money reputation
URGENSI PENGEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSI ANAK USIA DINI
Early childhood emotional development take place simultaneously with the social development of young children. Even many who assume that the emotional development in early childhood is strongly influenced by their social development despite later developments that emotion influences also to their social development. Early childhood have liked to establish interpersonal relationships with others. Conversely, if a child has poor interpersonal intelligence, he tends not like mingling with other children, he does not like to share, and very possessive (includes ownership) will be toys. Even being aggressive and screaming when he did not get what he wants.Perkembangan emosi anak usia dini berlangsung secara bersamaan dengan perkembangan sosial anak usia dini. Bahkan banyak yang berasumsi bahwa perkembangan emosi pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial mereka meskipun kemudian perkembangan emosi tersebut memberi pengaruh pula terhadap perkembangan sosial mereka. Anak usia dini yang memiliki kecerdasan interpersonal gemar menjalin relasi dengan orang lain. Sebaliknya jika anak memiliki kecerdasan interpersonal yang rendah, ia cenderung tidak suka berbaur dengan anak-anak lainnya, ia tidak suka berbagi, dan sangat posesif (menonjolkan kepemilikan) akan mainannya. Bahkan menjadi agresif dan berteriak ketika ia tidak mendapatkan yang ia inginkan
MENCIPTAKAN BUDAYA RELIGIUS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN MELALUI PEMBOBOTAN PERAN PENDIDIK SEBAGAI MAKELAR BUDAYA
There are three educational environments namely family, school and community environment. They can create a good generation or a bad generation. It depends on the role of educators. They can create a religious or non-religious environment. The educators are parents, teachers and community leaders. They can act as cultural brokers to protect the generation from the impact of globalization by means of creating religious culture.There are three educational environments namely family, school and community environment. They can create a good generation or a bad generation. It depends on the role of educators. They can create a religious or non-religious environment. The educators are parents, teachers and community leaders. They can act as cultural brokers to protect the generation from the impact of globalization by means of creating religious culture
HAM ANAK DALAM PENDIDIKAN
Concept of children mobility still on expression unknown when it will be gladden reality. The all problem still regarded as a domestict problem and all it almost never become a serious isue, because it also never been thought as problem that must be reacted seriously. In reality today we can see indonesia children, they must live in unsuitable place for children improvement. The children are in unknown condition about their understanding and logical reasoning, they must live in traveling, isolation and must be a part of crime. That condition happen caused by high level poltical competition, it just to increase conflict escalation and will be ended by hardness
MANAJEMEN LINGKUNGAN BELAJAR BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM
Lingkungan pendidikan memiliki pengaruh terhadap peserta didik. Pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan pendidikan tempat peserta didik terlibat didalamnya salah satu contoh dari pengaruh lingkungan adalah ketika peserta didik belajar di tempat yang nyaman, maka pembelajarannya akan berpengaruh positif terhadap peserta didik. Begitu pula sebaliknya, untuk itu lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan penddidikan yang diinginkan, agar tercapainya lingkungan pendidikan yang diinginkan atau dengan kata lainlingkungan yang efektif maka membutuhkan pengelolahan yang efektif pula. Hal ini sesuai dengan sistem pendidikan Islam. Dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus menciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Alasan itu pula yang melatarbelakangi penulis menulis artikel ini.
 
PROBLEMA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM FULL DAY SCHOOL PADA SEKOLAH-SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PEDESAAN
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo, sebagai salah satu daerah yang telah mengimplementasikan kebijakan program full day school (FDS). Penelitian bertujuan mengetahui problema implementasi kebijakan program FDS di sekolah dasar wilayah pedesaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di sekolah dasar di kecamatan Biluhu dan kecamatan Pulubala. Penelitian menemukan bahwa terdapat empat problema utama dalam implementasi kebijakan FDS di sekolah dasar di pedesaan, pertama adalah aspek kultural. Program FDS telah menimbulkan cultural shock baik pada peserta didik, guru maupun kalangan orangtua. Aspek kedua ketersediaan sarana pendidikan yang apa adanya, baik sarana perpustakaan, musholla dan sarana olahraga. Ketiga adalah ketidaksiapan para guru dalam menerapkan kurikulum FDS baik dari segi kualitas maupun kuantitas, keempat, kurikulum FDS yang belum terurai secara rinci sehingga tidak berjalan efektif di lapangan. Dengan demikian, program FDS sedang membudayakan kebiasaan baru dalam membentuk karakter anak-anak bangsa, namun masih terkendala tenaga profesional dan sarana pendidikan yang tidak tersedia di sekolah dasar wilayah pedesaan
TAWHIDI EPISTEMIC: GAGASAN TENTANG TRANSENDENSI SAINS DALAM ISLAM
Sains Barat dan sains Islam dalam beberapa aspek dianggap berbeda. Perbedaan ini sangat kelihatan ketika sains Barat dengan angkuhnya mengklaim bahwa sains tidak berhubungan dengan agama tdak lahir dari gereja, sementara Islam meyakini bahwa sains tidak dapat dipisahkan dari agama. Ini bisa terjadi karena sains Barat berakar pada ratio sementara sains Islam berakar pada wahyu. Pandangan ini kemudian melahirkan dikotomi antara ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama. Inilah yang kemudian mendorong kalangan ilmuan muslim melakukan ijtihad untuk sebuah perubahan paradigma melalui islamisasi sain
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASARMELALUI KEGIATAN BERMAIN TENGGE-TENGGE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menggunakan media tengge-tengge dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart dengan subjek penelitian berjumlah 15 anak di kelompok B TKIT AZR ZAHRA , Kota Gorontalo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengetahui persentase peningkatan kecerdasan keterampilan motorik kasar anak setelah tindakan. Analisis data kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian.Hasil dari penelitian ini terjadi peningkatan keterampilan motorik kasar pada anak setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan tengge-tengge. Keterampilan motorik kasar anak pada prasiklus yaitu sebesar 35,97%. Pada siklus satu terjadi peningkatan sebesar 44,97% dan meningkat lagi menjadi 72,25% pada siklus 2. Proses bermain tengge-tengge memberikan dampak pada berbagai aspek perkembangan anak seperti; fisik, kognitif, bahasa dan sosial.Implikasi hasil penelitian ini adalah proses pembelajaran anak usia dini menggunakan strategi bermain tengge-tengge dapat dipertimbangkan sebagai media bagi peningkatan keterampilan motorik kasar ana
STRATEGI PENGELOLAAN MOTIVASIONAL: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional Pendidikan Islam
Penelitian ini ingin menelusuri dan mencari jawaban tentang pertanyaan seberapa besar strategi pengelolaan motivasional: suatu tinjauan konseptual pendidikan Islam.Selain itu dipertanyakan seberapa besar peran pendidik dalam menyusun strategi pengelolaan motivasional guna tercapainya interaksi antara pendidik dan peserta didik, serta bagaimana membangkitkan dan menumbuhkan keyakinan siswa dalam meningkatkan motivasinya. Dari beberapa pertanyaan itu dapat ditelusuri bahwa pendidik sebagai inspirator dalam dunia pendidikan, terutama pendidika Islam. dimana guru yang menjadi inspirator harus mampu memberikan motivasi kepada peserta didik agar mereka mampu mengembangkan kreativitasnya dalam mengahadapi persaingan global
INTEGRASI NILAI KARAKTER PADA MATA PELAJARAN UMUM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP AKTIVITAS SOSIAL DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK
oai:ojs2.journal.iaingorontalo.ac.id:article/452Pendidikan yang bermutu masih merupakan salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesi dewasa ini.Berbagai usaha telah dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan.Mulai dari perubahan undang-undang yang disertai komponen-komponen normatifnya, pembaharuan kurikulum nasional, perbaikan mutu ketenagaan, hingga sarana/prasarana sekolah sudah dilakukan.Namun itu semua masih jauh dari kata memadai, dan hasil pendidikan justru belum menjamin terwujudnya watak generasi bangsa Indonesia yang berkarakter.Dari asumsi ini maka dalam konsep pembelajaran penting untuk mengintegrasikan muatan pelajaran dengan nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter bangsa.