Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
POTRET IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK DI SD NEGERI AROEPPALA MAKASSAR
Program Sekolah Penggerak yangn diluncurkan oleh kemendikbud sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan visi pendidikan yang lebih maju dan mandiri serta program sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistic dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter). Artikel penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai pelaksanaan program sekolah penggerak di SD Negeri Aroeppala Makassar sebagai bentuk peningkatan kualitas pendidikan dengan memperhatikan beberapa aspek penting tentang sekolah penggerak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan proses pengumpulan data melalui observasi wawancara, kusioner dan dokumentasi kegiatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendampingan konsultatif dan asimetris di SD Negeri Aroepalla Makassar sangat berpengaruh dalam memberikan dukungan teknis dan pemahaman yang mendalam bagi guru dan kepala sekolah tentang Kurikulum Merdeka, serta memperkuat kepemimpinan kepala sekolah dalam memimpin transformasi sekolah dan membangun budaya belajar yang positif. selain itu inovasi kurikulum Merdeka pada SD Negeri Aroeppala Makassar menekankan pengembangan kompetensi abad 21 seperti berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, pembelajaran yang berpusat pada siswa serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pembelajaran Berbasis Proyek
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala madrasah terhadap kinerja guru. Sebagai fokus utama dari penelitian ini adalah memberikan mendefinisikan kepemimpinan transformasional, mengidentifikasi kriteria utama dalam kepemimpinan transformasional, serta mengevaluasi bagaimana gaya kepemimpinan ini dapat meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data didapat melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala madrasah, guru, dan staf tata usaha atau staf administratif di beberapa madrasah. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional dan kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja guru. Gaya kepemimpinan ini memiliki dimensi pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kepala madrasah yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional cenderung mampu memberikan motivasi yang tinggi kepada guru, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, dapat memberikan inovasi dan kreativitas, serta memperhatikan kebutuhan individu guru. Berdasarkan hal tersebut, gaya kepemimpinan transformasional terbukti efektif dalam mengelola sumber daya manusia dan meningkatkan kinerja organisasi madrasah secara keseluruhan
INNOVATIVE EDUCATION MODEL IN MADRASAH: A LITERATURE REVIEW
Educational innovation has become an essential requirement for madrasas in responding to the challenges of globalization, digitalization, and the evolving characteristics of twenty-first-century learners. This study aims to examine and synthesize scholarly literature related to innovative education models implemented in madrasas, with a particular focus on leadership, pedagogy, curriculum integration, digital transformation, and character education. Using a qualitative literature review approach, this study analyzes peer-reviewed journal articles, academic books, and relevant policy documents from national and international sources. The findings indicate that innovative leadership plays a crucial role in fostering institutional adaptability and improving educational quality. Furthermore, the integration of student-centered learning models, digital technologies, and character-based education significantly enhances students’ academic competencies, moral development, and digital literacy. However, a gap remains between conventional teaching practices and the competencies required in the twenty-first century, particularly in critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This study concludes that sustainable educational innovation in madrasas requires systemic curriculum reform, continuous teacher professional development, and strong stakeholder collaboration. The findings contribute to the development of a conceptual framework for innovative madrasa education that balances Islamic values with modern educational demands
STUDI RELASI STRICT PARENTING PADA ANAK USIA DINI TERHADAP POLA PERKEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL ANAK
Strict parenting is a cultural parenting style that is trending to be used in family education today as a consequence of the cultural heritage of family education in the classical era which was inherited and handed down pedagogically to today\u27s parents. Strict parenting is seen as contributing to the process of forming children\u27s social competence. This research uses descriptive qualitative research with a library study approach by collecting library materials that are deemed relevant and in accordance with the themes in this research. The results of this research show that the application of strict parenting carried out by parents towards children causes children to become closed, not/less able to communicate, and not skilled at adapting to new social environments. This is because children are not involved/not involved in making important decisions related to choices in their lives, this has implications for children failing to find the meaningfulness and value of the activities they do and/or do. Children do not have a sense of responsibility for the activities they do, because from the start they feel they are not involved in the decision-making process for the activities they do. Strict parenting produces children as objects and not as subjects who grow and develop in finding their identity.
Keywords: Strict Parenting, Social Competence, Children.Strict parenting merupakan budaya pola asuh yang tren digunakan dalam pendidikan keluarga dewasa ini sebagai konsekwensi dari warisan budaya pendidikan keluarga pada masa klasik yang diwariskan dan diturunkan secara pedagogik kepada orang tua saat ini. Strict parenting dipandang memiliki kontribusi terhadap proses pembentukan kompetensi sosial anak. Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dengan cara mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang dipandang relevan dan memiliki kesesuain dengan tema dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strict parenting yang dilakukan oleh orang tua kepada anak menyebabkan anak menjadi tertutup, tidak/kurang cakap berkomunikasi, tidak terampil berdaptasi dengan lingkungan sosial yang baru. Hal ini disebabkan karena anak tidak terlibat/tidak dilibatkan dalam pembuatan keputusan penting yang berkaitan dengan pilihan dalam hidupnya, hal ini berimplikasi pada anak gagal menemukan kebermaknaan dan kebernilaian aktivitas yang dilakukan dan/atau dikerjakannya. Anak tidak memiliki rasa bertangung jawab terhadap aktivitas yang dikerjakannya, karena sejak awal dirinya merasa tidak terlibat dalam proses pembuatan keputusan pada aktivitas yang dijalaninya. Strict parenting menghasilkan anak sebagai objek dan bukan sebagai subjek yang bertumbuh dan berkembang dalam menemukan identitas dirinya.
Kata Kunci: Strict Parenting, Kompetensi Sosial, Anak
PENERAPAN PENDEKATAN DIFFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang penerapan pendekatan diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 VII Koto Sungai Saraik untuk menggali efektivitas, kepuasan siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan differensiasi pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, beban kerja guru yang meningkat, dan keterbatasan sumber daya, manfaat yang diperoleh dari pendekatan ini signifikan. Untuk mengoptimalkan penerapan pendekatan differensiasi, diperlukan dukungan yang kuat dari pihak sekolah, peningkatan pelatihan bagi guru, serta keterlibatan aktif dari orang tua. Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama dari semua pihak, pendekatan differensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendukung perkembangan individual siswa, dan memaksimalkan potensi belajar mereka
PERAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM MEMBANGUN KARAKTER DAN INTEGRITAS MAHASISWA MUSLIM
Tulisan ini membahas peran penting perguruan tinggi Islam dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa Muslim. Perguruan tinggi Islam memiliki potensi untuk tidak hanya mendidik individu tetapi juga mengubah masyarakat secara keseluruhan dengan menanamkan nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, dan empati pada siswa mereka. Melalui pendekatan holistik yang mencakup pengembangan moral dan etika, lembaga pendidikan tinggi Islam dapat membantu siswa menjadi agen perubahan positif di komunitas mereka. Dengan menekankan kejujuran, akuntabilitas, dan keadilan, perguruan tinggi Islam mempersiapkan lulusannya untuk membuat keputusan etis dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka, serta mempromosikan budaya kejujuran dan keadilan di masyarakat. Selain itu, tulisan ini juga menyoroti pentingnya refleksi diri, kesadaran, dan pertanggungjawaban dalam membangun budaya integritas dan perilaku etis. Dengan memahami dampak faktor eksternal pada pengambilan keputusan individu, pendidikan tinggi Islam dapat membantu individu menavigasi dilema moral yang kompleks dan membentuk masyarakat yang lebih etis dan bertanggung jawab. Dalam tulisan ini, metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penulis menggunakan pendekatan analisis teks untuk menyelidiki peran perguruan tinggi Islam dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa Muslim. Dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber teks yang relevan, penulis menyusun argumen dan pemikiran yang mendukung peran penting pendidikan tinggi Islam dalam pengembangan karakter dan integritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menguraikan peran perguruan tinggi Islam dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa Muslim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa Muslim. Dengan menanamkan nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, dan empati pada siswa mereka, lembaga pendidikan tinggi Islam dapat membantu menciptakan individu yang berpengetahuan luas, berintegritas moral, dan siap menjadi agen perubahan positif di masyarakat.. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi Islam dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa Muslim untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan beretika
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS CERITA ISLAMI TERHADAP KECERDASAN MORAL ANAK USIA 5–6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis cerita Islami terhadap kecerdasan moral anak usia 5–6 tahun di TK Izzatul Islam Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu penelitian yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 anak kelompok B. Data kuantitatif dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian kecerdasan moral yang meliputi aspek kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan. Sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara guru dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kecerdasan moral anak setelah diterapkan pembelajaran berbasis cerita Islami, dengan rata-rata skor pretest sebesar 56,4 meningkat menjadi 84,7 pada posttest. Data kualitatif menguatkan hasil tersebut dengan menunjukkan perubahan perilaku positif anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti lebih jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pembelajaran berbasis cerita Islami berpengaruh positif terhadap pengembangan kecerdasan moral anak usia dini dan layak dijadikan model alternatif dalam pendidikan karakter berbasis nilai IslamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis cerita Islami terhadap kecerdasan moral anak usia 5–6 tahun di TK Izzatul Islam Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu penelitian yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 anak kelompok B. Data kuantitatif dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian kecerdasan moral yang meliputi aspek kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan. Sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara guru dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kecerdasan moral anak setelah diterapkan pembelajaran berbasis cerita Islami, dengan rata-rata skor pretest sebesar 56,4 meningkat menjadi 84,7 pada posttest. Data kualitatif menguatkan hasil tersebut dengan menunjukkan perubahan perilaku positif anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti lebih jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pembelajaran berbasis cerita Islami berpengaruh positif terhadap pengembangan kecerdasan moral anak usia dini dan layak dijadikan model alternatif dalam pendidikan karakter berbasis nilai Isla
MODEL POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI ERA DIGITAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak di era digital. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka yang mana data-data penelitian didapatkan dari berbagai literatur yang di kaji secara filosofis. Analisis data menggunakan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam membentuk karakter anak di era digital dapat menggunakan beberapa pendekatan dan strategi seperti memberikan pengetahun, pengawasan, keteladanan dan pendekatan secara emosional agar anak benar-benar dapat merasakan kehadiran orang tua, dan tidak menjadikan digital sebagai pelampiasan dalam menjalani aktivitas keseharian
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM KURIKULUM MERDEKA MANDIRI BERUBAH DI SDN 2 LIMBOTO
This research aims to describe how implementation of mathematics learning in the independent curriculum has changed. The method used in this research is a qualitative phenomenological approach with data collection through observation, interviews and documentation. The results of this research show that at the planning stage of mathematics learning in the Independent Change Curriculum, it has been implemented well and structured, including teachers analyzing learning outcomes, formulating learning objectives, creating a flow of learning, and creating teaching modules that contain components in accordance with the modules in the curriculum Independent. The implementation of mathematics learning in the independent and changing curriculum has gone quite well, and in the learning, the teacher prepares the class to be comfortable and conducive. Students are actively involved in the learning process, teacher master the learning material well, but in terms of the use of learning media, it needs to be varied and adapted to the characteristics of the students. The evaluation of mathematics learning in the independent curriculum changed to using three assessments, namely diagnostic assessment, formative assessment and summative assessment.
Keywords: Implementation of Learning; Mathematics Learning; Independent Curriculum ChangesPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahap perencanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah sudah terlaksana dengan baik dan terstruktur, mencakup guru menganalisis capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, membuat alur tujuan pembelajaran, dan membuat modul ajar yang memuat komponen-komponen sesuai dengan modul pada kurikulum merdeka. Pada pelaksanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah telah berjalan dengan cukup baik, dimana pada pembelajaran guru mempersiapkan kelas menjadi nyaman dan kondusif. Peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru menguasai materi pembelajaran dengan baik, namun dari segi penggunaan media pembelajaran perlu divariasikan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Pada evaluasi pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah menggunakan tiga asesmen, yaitu asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif.
Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran; pembelajaran matematika; kurikulum merdeka mandiri berubah; SDN 2 Limbot
POTRET MODEL SEKOLAH BERASRAMA DI SMAN 17 MAKASSAR
Pendidikan berasrama semakin diminati di Indonesia sebagai salah satu alternatif pengembangan karakter dan akademis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model sekolah berasrama di SMAN 17 Makassar, dengan fokus pada manfaat dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sekolah berasrama menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter siswa, meskipun terdapat tantangan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama. Manajemen yang baik dapat mengurangi permasalahan tersebut, memberikan dampak positif pada kebijakan pendidikan di masa mendatang. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam mengembangkan model pendidikan yang lebih efektif.Pendidikan berasrama semakin diminati di Indonesia sebagai alternatif untuk pengembangan karakter dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model sekolah berasrama di SMAN 17 Makassar, dengan fokus pada manfaat dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sekolah berasrama menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter siswa, meskipun ada tantangan dalam penyesuaian kehidupan asrama. Pengelolaan yang baik dapat mengurangi permasalahan tersebut, memberikan dampak positif bagi kebijakan pendidikan di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan model pendidikan yang lebih efektif