Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
MISKONSEPSI TRANSMISI MOBIL DAN PEMECAHANNYA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN PADA KOMPETENSI MEMELIHARA TRANSMISI MOBIL SISWA SMK
Tujuan penelitian mendeskripsikan pemahaman dan faktor penyebab terjadinya miskonsepsi, serta bentuk pemecahannya melalui pengembangan pada transmisi mobil pada siswa. Digunakan rancangan penelitian mix method dengan metode kuasi experimen. Sampel penelitian terdiri atas 154 siswa di SMK Ne-geri Kabupaten Malang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, in-depth interview¸ survei, dan test, dengan analisis deskriptif kualitatif dan t-test. Hasil penelitian: (1) miskonsepsi terjadi pada konstruksi transmisi mobil, meka-nisme kerja, kerusakan yang sering terjadi, fungsi komponen, gear ratio, dan je-nis transmisi selective gear; (2) penyebab miskonsepsi ditemukan karena faktor internal dan eksternal dan (3) pembelajaran peta pikiran efektif sebagai alternatif pemecahan miskonsepsi
Keanekaragaman Konsumsi Pangan p[ada Rumah Tangga dengan Pemilikan dan Pengusahaan Lahan yang Berbeda
Keanekaragaman Konsumsi Pangan p[ada Rumah Tangga dengan Pemilikan dan Pengusahaan Lahan yang Berbed
PENGARUH PENGGUNAAN WORK PREPARATION DAN HAND OUT TERHADAP KOMPETENSI PRAKTIK MEMBUBUT MAHASISWA
Tujuan penelitian ini untuk menguji signifikansi perbedaan kompetensi praktik pemesinan bubut kelompok mahasiswa yang menggunakan dan yang tidak menggunakan work preparation dan hand out. Rancangan penelitian yang digunakan quasi eksperimenal jenis Posttest-Only Control Design. Sampel mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarat yang sedang mengambil mata kuliah Pemesinan Bubut. Tes digunakan dalam pengumpulan data, dan dianalisis dengan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada perbedaan yang kompetensi membubut antara mahasiswa yang dikenai dan yang tidak dikenai work preparation dan hand out; dan (2) Waktu standar praktik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan membubut ulir metris (segitiga) = 165 menit, ulir segiempat = 140 menit, dan pengepasan = 230 menit.
Kefektifan dan Efisiensi Pengajaran Praktek Bengkel STM
Kefektifan dan Efisiensi Pengajaran Praktek Bengkel ST
KONTRIBUSI PELAKSANAAN PRAKERIN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL PRAKERIN SISWA SMK
Tujuan penelitian untuk mengungkapkan konstribusi; (1) pelaksanaan pra-kerin (X1) dan (2) motivasi belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar prakerin (Y); se-cara parsial maupun simultan. Metode penelitian menggunakan rancangan koresional. Penelitian dilaksanakan di SMKN 3 Makassar, Kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan dengan jumlah responden 48 siswa. Teknik pengumpulan data variabel X1 dan X2 menggunakan angket dan Variabel Y menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Versi 19. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) pelaksanaan prakerin berkontribusi terhadap hasil belajar pra-kerin sebesar 11,40%, (2) motivasi belajar siswa berkontribusi terhadap hasil belajar prakerin sebesar 13,30%, dan (3) pelaksanaan prakerin dan motivasi belajar siswa se-cara simultan berkonstribusi terhadap hasil belajar prakerin sebesar 19,80%
ANALISIS BEAMFORMING ADAPTIF PADA SMART ANTENNA MENGGUNAKAN ALGORITMA ROBUST KALMAN FILTER PADA KONDISI RICIAN FADING NONSTASIONER
Tujuan penelitian untuk menerapkan algoritma filter Kalman robust pada kondisi rician fading non stasioner berdasarkan analisis perbandingan jumlah nulling, nilai output HPBW dan kecepatan konvergensi untuk mencapai bobot minimum. Gangguan dapat diminimalisasi dengan menggunakan smart antenna yang mengubah pola radiasi antenna untuk menyesuaikan diri terhadap noise dan interferensi. Smart antenna dapat menggunakan algoritma filter Kalman Robust pada kondisi Rician Fading non stasioner berdasarkan analisis perbandingan jumlah nulling, nilai output (Half Power Beam Width) HPBW dan kecepatan konvergensi untuk mencapai bobot minimum. Smart antenna disusun linear (Uniform Linear Array) ULA dengan jarak antar elemen 1/2λ, 1/4λ, dan 1/8λ serta jumlah elemen sebanyak 2, 4, 6, 8, dan 10 array. Kedua variabel tersebut dibandingkan performansinya dan didapatkan bahwa jarak antar elemen 1/2λ dan jumlah array 10 elemen mencapai nulling interferensi sebanyak 8 nulling, konvergensi bobot minimum dapat dicapai dalam 10 iterasi dan HPBW terkecil yaitu 14,20o
Kecepatan Spesifik Isap dan Kavitasi pada Pompa
Kecepatan Spesifik Isap dan Kavitasi pada Pomp