Jurnal Kedokteran Universitas Lampung
Not a member yet
131 research outputs found
Sort by
Health Care Seeking Behaviour Of Community And Tb Patients, And Capability Of Nonformal Health Services Provider In Tanjung Bintang Subdistrict, Indonesia
In Lampung province, Indonesia, the case detection rate (CDR) has not reached the national target of 70%. This suggests that tuberculosis (TB) case finding is insufficient. In Tanjung Bintang subdistrict (Lampung) the CDR was only 27.8% in 2007. This study aimed to identify the reasons for the low CDR in Tanjung Bintang subdistrict. In an explorative study design we assessed health care seeking behavior of community members who were selected by systematic random sampling. We also assessed health care seeking behavior of all TB patients that were registered between 2001 and 2007 in the subdistrict public health center (PHC). To assess the diagnostic capacity of non-formal Health Service Providers (HSP), we interviewed all HSP in the subdistrict. Data analyzed descriptively using Epi-info. Community members mentioned that they would first visit midwives (31%), paramedics (18.8%) and subhealth centers (18.8%) for mild symptoms. Most TB patients (97.5%) reported that they initially visited a nonformal HSP for their symptoms. Most (85.2%) nonformal HSP have poor knowledge about general TB especially for symptoms and 45.8% of them refer TB patients to a private practioner or private hospital rather than to the PHC (54.2%). Community members and TB patients frequently seek care with nonformal HSP. Since most nonformal HSP have poor knowledge of TB and do not refer TB patients to the PHC many TB patients may remain not reported. The fact that patients do not seek health care at PHC and nonformal HSP are not capable of diagnosing TB can both explain the low CDR in Tanjung Bintang subdistric
Pengaruh Pemberian Kalsium Terhadap Panjang Kranium Fetus Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Setelah Pemberian Etanol
Calcium is an essential element in the human body primarily on bone metabolism processes. Calcium is needed to activate the osteoblast in producing bone matrix. Calcium metabolism in human body could be inhibited by ethanol. Someone who consumes ethanol will suffer hypocalcemia. Consequently activating process of the osteoblast producing of bone matrix will be imbalanced and bone structure will be abnormal. The purpose of this study was to determine the effect of calcium supplementation on the length of white rat fetus cranium in organogenesis phase of Sprague Dawley strain that had been treated by ethanol. This study uses an experimental research design using 20 rats (Rattus norvegicus) of Sprague Dawley strain pregnant females aged 10-16 weeks which randomly selected were divided into five groups. The results showed that the average cranium length from analysis of one way ANOVA p value = 0.000. Post Hoc LSD cranium length with five groups compared with each other p = 0.000. Can be concluded that the existence of the effect of calcium supplementation on the length of white rat (Rattus norvegicus) fetus cranium that had been treated by ethano
Hubungan Hiperkolesterolemia Dengan Kadar SGOT Dan SGPT
Kolesterol disintesis di hati dan usus halus dalam sitoplasma dan mikrosom melalui tiga tahap yaitu tahap pembentukan melanovat dari asetil co A, pembentukan squelen dari melanovat dan ketiga adalah pembentukan kolesterol dari squelen. Kilomikron yang berasal dari usus akan masuk ke hati kemudian transport kolesterol endogen yaitu di eksresikan oleh hati ke dalam darah. LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat. Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein, pembekuan darah, kolesterol, ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. Selain itu, juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetokfisikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti esterogen.4 Hasil penelitian menunjukkan Terdapat hubungan signifikan positif antara peningkatan kadar kolesterol dengan peningkatan kadar SGOT dan SGPT walaupun hubungan lemah. Terdapatnya hubungan positif yang tidak signifikan antara peningkatan kadar kolesterol dengan SGOT dan SGPT, tetapi peningkatan usia hubungan negative dengan trigliserida. Pada jenis kelamin perempuan terdapat hubungan antara peningkatan kolesterol dan SGOT dan SGPT. Pada jenis kelamin laki-laki tedapat hubungan antara peningkatan kolesterol dengan kadar SGOT dan SGP
Studi Uji Diagnostik Pemeriksaan Fine Needle Aspiration Biopsy Dibandingkan Pemeriksaan Histopatolis Pada Karsinoma Payudara
Karsinoma payudara adalah keganasan payudara yang berasal dari epitel duktus atau lobulus. Karsinoma payudara menunjukkan peningkatan insidensi, terutama di negara maju. Di Indonesia kanker payudara menempati urutan urutan pertama. Beberapa cara digunakan untuk mendeteksi karsinoma payudara, salah satunya adalah Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik pemeriksaan FNAB pada penderita karsinoma payudara. Desain penelitian yang digunakan ialah studi uji diagnostik. Penelitian dilakukan di RS Urip Sumohardjo Bandar Lampung pada Januari 2009 - Juni 2011. Sampel penelitian berjumlah 70 sampel, pemeriksaan FNAB dibandingkan hasil pemeriksaan baku emas histopatologi. Dari hasil penelitian diperoleh hasil pemeriksaan FNAB dan histopatologi menunjukkan positif sebanyak 48 kasus (68,57%), untuk pemeriksaan FNAB positif dan histopatologi negatif karsinoma payudara ada 3 kasus (4,29%), untuk pemeriksaan FNAB negatif dan histopatologi positif 4 kasus (5,71%), sedangkan yang memberikan hasil negatif pada kedua pemeriksaan ada 15 kasus (21,43%). Hasil analisis diagnostik pemeriksaan FNAB yaitu sensitifitas 92,31%; spesifitas 83,33%; Nilai Prediksi Positif 94,11%; Nilai Prediksi Negatif 78,95%; Rasio Kemungkinan Positif 5,53; Rasio Kemungkinan Negatif (RKN) 0,092; dan akurasi 90
Hubungan Posisi Duduk Dan Lama Duduk Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pegawai Tata Usaha Pengguna Komputer Di Fakultas Kedokteran Dan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Tahun 2011.
Keluhan muskuloskeletal adalah sekumpulan gangguan atau kekacauan berupa cedera pada syaraf, otot, tendon, ligamen, tulang dan persendian pada titik-titik ekstrim tubuh. Keluhan muskuloskeletal banyak terjadi pada pegawai kantor yang bekerja menggunakan komputer.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dan lama duduk dengan keluhan muskuloskeletal pada pegawai tata usaha pengguna komputer di fakultas kedokteran dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas lampung tahun 2011. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Data diolah menggunakan sistem komputerisasi program SPSS. Dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat (uji fisher).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 26 responden, sebanyak 22 responden (84,6 %) duduk dalam posisi yang baik dan 4 responden (15,4 %) duduk dalam posisi tidak baik saat bekerja dengan komputer. Sebanyak 26 responden tersebut juga 6 responden (23,1%) bekerja dalam waktu lama dan 20 responden (76.9 %) bekerja dalam waktu yang tidak lama. Hasil uji fisher menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara posisi duduk dengan keluhan muskuloskeletal (p= 0,2) dan hubungan yang bermakna antara lama duduk dengan keluhan muskuloskeletal (p= 0,01
Perbedaan Kepuasan Pasien Peserta Askes Di Puskesmas & Praktek Dokter Keluarga Sebuah Balai Pengobatan Swasta Di Bandar Lampung
Patient's satisfaction or consumer's satisfaction is one of the few indicators to measure the quality of health's services by using satisfaction measurement's survey. The aim of this research are to know the difference health satisfaction's level and the difference of health service's satisfaction of insurance participant patients (askes) at The Executive Health Service 1st Stage Puskesmas and family's doctor practice Clinical Centre in Bandar Lampung. This research is using escriptive-comparative method with cross sectional approach and accidental sampling. The sample consisted of 100 health insurance patients at public health centre and 99 patients at family's doctor practice. The analysis of this research is looking for the difference of mean's value statistically. To find out the difference meaning of value mean, this research is using Mann-Whitney U test as hypothesis's test. The result of the research showed that the difference health satisfaction's level of insurance patients between The Executive Health Service 1st Stage public health centre and family's doctor practice is in the range enough until good (mean for the answer = 3,35 dan 3,46), there are differences satisfaction to the doctor's service factor and to the access of health's service factor (p = 0,002 dan p = 0,000), then there are no differences satisfaction to the physical movement factor and administration's service factor (p = 0,126 dan p = 0,112