Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Working Principles Of Constant Current Regulator (CCR) As Charge With Constant Flow At The Airport International Jendral Ahmad Yani Semarang
The Airfield Lightning System (ALS) is an important part of this airport operations. Without the help of these lights, landings and flight departures can be very dangerous. It can be said to be Airfield Lightning System (ALS) is the key in handling the safety of the operating authority aviation services. The Airfield Lightning System (ALS) really requires intensity fixed and unchanging light so that the pilot can see the lights that clearly. Given a very vital function in aviation services required a power supply that supports the operation of the Airfield Lightning System (ALS). The required power supply system must of course meet Airfield's criteria Lightning System (ALS). Because a constant current is needed, then di use the Constant Current Regulator (CCR). The supporting components are also involved designed so that Runaway Lightning operations can take place continuously maximum, and can support flight safety
Degradasi Sianida Dalam Limbah Cair Menggunakan Oksidator NaOCL
Sianida merupakan senyawa yang sangat bersifat toksik jika melebihi nilai ambang batas yang diijinkan oleh Pemerintah. Sianida dipergunakan pada proses sianidasi khususnya pada proses pengolahan bijih emas di bidang pertambangan. Sianidasi dilakukan oleh para penambang emas yang berskala kecil sebagai pengganti proses amalgamasi. Limbah cair dari proses sianidasi mengandung kadar sianida yang tinggi hingga 35 – 45 mg/L. Oleh sebab itu konsentrasi sianida yang masih tinggi ini perlu diturunkan supaya memenuhi syarat baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendegradasi sianida dalam limbah adalah oksidasi. Oksidator yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah NaOCl. Proses oksidasi dalam degradasi sianida ini dilakukan dengan variasi konsentrasi oksidator (% v/v) mulai dari 0,4%, 0,8%, 1,2%, 1,6% dan 2% dan variasi waktu oksidasi 0,5 jam, 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam. Proses oksidasi menggunakan NaOCl berlangsung 2 tahap, yaitu pembentukan senyawa sianat kemudian hidrolisis sianat yang menghasilkan gas nitrogen dan bikarkonat yang tidak toksik. Setiap proses oksidasi, pH selalu dijaga 12, sebab jika keasaman larutan tinggi dikhawatirkan akan menghasilkan senyara sianogen khlorida yang bersifat toksik. Berdasarkan hasil penelitian, limbah cair proses sianidasi yang mengalami pengenceran 15 kali, sehingga memiliki konsentrasi sianida 2,8740 mg/L dapat turun konsentrasinya menjadi 0,1095 mg/L dengan menggunakan oksidator NaOCl sebesar 2% (v/v) selama waktu oksidasi 2 jam. Konsentrasi sianida ini hampir mendekati baku mutu yang diijinkan dalam Permenkes No. 32 Tahun 2017 yaitu 0
Analisis Teknologi Manajemen Energi Pada Kendaraan Listrik Hibrida Berbasis Tinjauan Pustaka
The application of hybrid electric vehicle technology has grown rapidly in recent years. This article aims to describe and discuss energy management strategies in hybrid electric vehicles. The research method is qualitative with a systematic literature review based on database searches on IEEE, Garuda SINTA, ArXiv, Preprints. The results obtained 13 articles from the IEEE database by describing the results of the energy management strategy of each article. The conclusion is that the technology used for energy management strategies includes algorithm settings, namely reinforcement learning and Q-learning combined with several control systems, namely predictive control models, Equivalent Consumption Minimization Strategy, and Dynamic Programming
Optimasi Ekstraksi Minyak Kulit Biji Mete Dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE)
In the processing of cashew nuts (Anacardium Occidentale L.) cashew seeds will be produced and the by-product is cashew nut shell. Cashew nut shells contain oil or cashew nut shell liquid (CNSL). Cashew nut shell oil is used in the pharmaceutical industry as an anti-cancer agent and also in the industrial sector as a raw material for car brake oil. The purpose of this study was to study the optimum conditions for extracting cashew nut shell oil using microwave assisted extraction (MAE). Optimization is determined by the Response Surface Methodology (RSM) method to see the relationship between the influential variables, namely temperature (50, 63, 75oC) and time (2, 6, 10 minutes). Anarchic acid contained in cashew seed oil at optimum conditions was analyzed using Gas Chromatography – Mass Spectroscopy (GC – MS). From the optimization of the yield of cashew seed shell oil extraction, it was found that the optimum conditions were at extraction time of 31.7 minutes and temperature of 68.50C with cashew seed oil yield of 41.27%. Analysis of cashew seed oil at optimum yield using GC-MS found that the anarchic acid content was 30.11%
Degradasi Fenol Dalam Limbah Cair Secara Fotooksidasi
Pengolahan limbah cair telah dikembangkan dengan suatu teknologi yang disebut dengan Advance Oxidation Processes (AOPs). Dalam proses ini digunakan radikal hidroksil (●OH) sebagai pengoksidnya. Radikal hidroksil ini memiliki kemampuan oksidasi yang besar yaitu 2,8 V. Dalam penelitian ini dilakukan degradasi polutan fenol dengan membandingkan dua proses yaitu oksidasi dengan dan tanpa fotofenton, dan fotooksidasi dengan ozon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persentase penurunan konsentrasi fenol akibat oksidasi dan fotooksidasi. Sampel larutan fenol dioksidasi dengan reagen Fenton yaitu campuran oksidator H2O2 dan FeSO4 kemudian diradiasi dengan UV. Ozonisasi dilakukan dengan cara sampel larutan fenol dialiri ozon. Hasil dari penelitian ini adalah radiasi UV saja tanpa tambahan oksidator-kimia hanya mampu menurunkan kadar fenol hingga 20,34 % pada menit ke 50. Sedangkan jika menggunakan oksidator H2O2 dan radiasi UV, persentase penurunan konsentrasi fenol mencapai hingga 60,59 %. Pada proses oksidasi menggunakan reagen Fenton yang tanpa radiasi UV dan reagen Fenton yang dengan radiasi UV (Fotofenton) masing-masing dapat mendegradasi fenol hingga persentase penurunan konsentrasinya 74,26 % dan 79,99 %. Sedangkan pada proses ozonisasi fenol, tanpa dan dengan radiasi UV masing-masing dapat mendegradasi fenol hingga persentase penurunan konsentrasi fenolnya mencapai 88,61 % dan 92,48 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa radiasi UV sangat berpengaruh positif dalam mendegradasi fenol dalam limbah cair secara oksidasi
Uji Aktivitas Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) Sebagai Antibakteri dan Antifungi
Green-antibacterial is another alternatif as an antibiotic. One of the natural ingredients which has green-antibacterial properties is bitter melon (Momordica charantia). Bitter melon has compounds that function as antibacterial, antifungal, antiviral and anti carcinogenic. This is due to bitter melon fruit has active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and phenols. In this research, bitter melon is maserated by aquadest in a various ratio weight per volume (w/v) 1:40, 1:20, 1:13,3 and 1:10 for 24 hours. Filtrate is filtered then dried for 10 hours to get the crude extract of biter melon. phytochemical test, measurement of total phenolic content (TPC), antibacterial and antifungal test. According to the result, bitter melon extract contain alkaloids, saponins and tanins with the highest value of total phenolic content measurement is the rasio of 1:10 scilicet 0,3390 g GAE/g sample. The strongest inhibition is found in ratio 1:10 with an average diameter is 14,5 ± 2,12 mm. Whilst, for the antifungal test, the inhibition zone is only found in the 1:13,3 and 1:10 ratios with an average diameters are 7±0,42 mm dan 8,65±0,071 mm
Rancang Bangun Mesin Pencuci Berbagai Jenis Umbi, Rimpang dan Kacang Tanah Dengan Sinergi Rotary Rubber Brush
Salah satu warisan leluhur dan representasi kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat adalah minuman tradisional /herbal/ jamu berbahan baku rimpang empon empon. Saat ini semakin bertumbuhnya UMKM/UKM jamu/minuman tradisional/ herbal berbahan baku rimpang empon-empon yang saat ini menjadi popular dan banyak disukai oleh khalayak masyarakat. Selain rimpang, umbi-umbian dan kacang tanah juga merupakan sumber pangan yang banyak tumbuh subur di Indonesia dan industry pengolahannya pun sedang berkembang. Proses pencucian bahan baku merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan, karena kebersihan bahan baku serta alat-alat yang digunakan berpengaruh pada kualitas pengolahan dan hasil produk olahan selanjutnya. Proses pencucian masih dilakukan secara manual / peralatan tradisional seperti kalo (anyaman dari bambu) , sikat untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran , tanah liat yang melekat pada bahan serta di bawah air mengalir. Hal ini tentunya memerlukan air yang banyak, waktu yang lama dan seringkali hasil cucian kurang bersih dan sepenuhnya masih mengandalkan tenaga manusia. Tujuan penelitian ini adalah rancang bangun serta analisa elemen elemen mesin pencuci berbagai jenis umbi, rimpang dan kacang tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa teknologi atau rancang bangun teknologi. Adapun hasil penelitian ini adalah alat ini mampu meningkatkan kecepatan proses pencucian bahan baku dengan kapasitas mesin 200 km / jam. Pada sekali pencucian mampu mencuci 10 kg/ sekali pencucian dengan waktu 3-5 menit/ sekali cuci. Alat ini berpenggerak motor listrik memanfaatkan sinergi antara bagian rotary washer dan rotary rubber brush yang bergerak secara simultan sehingga dapat melakukan proses pencucian dan penyikatan sekaligus dalam melepaskan kotoran kotoran yang melekat pada bahan yang dicuci
Hubungan Kondisi Udara Masuk dengan Kondisi Udara Keluaran Air Cooler
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kondisi udara masuk terhadap kondisi udara keluaran air cooler. Selain itu juga untuk mendapatkan nilai efektivitas rata rata air cooler. Suhu udara masuk divariasikan, tetapi memiliki kelembapan spesifik w yang sama. Proses penurunan suhu udara, terjadi pada saat udara melewati beberapa cooling pad yang permukaannya dialiri air. Proses pendinginan udara diasumsikan berjalan secara evaporative cooling. Penelitian dilakukan secara eksperimen, dengan mempergunakan air cooler buatan sendiri. Untuk suhu udara masuk berturut turut: 30oC, 35oC, 40oC dan 45oC, dihasilkan suhu udara keluaran berturut turut sebesar 26,27oC, 27,66oC, 29,10oC, 30,9 oC dengan efektivitas rata rata air cooler 89,5%. ABSTRACT This study aims to see the relationship between the intake air conditions and the air cooler outlet air conditions. In addition, to get the value of the effectiveness of the air cooler. The intake air temperature is varied, but has the same specific humidity W. The process of decreasing the air temperature occurs when the air passes through several cooling pads whose surface is flooded with water. The air cooling process is assumed to run by evaporative cooling. The research was conducted experimentally, using a homemade air cooler. For the inlet air temperature in a row: 30oC, 35oC, 40oC and 45oC, the resulting output air temperature is 26,27oC, 27,66oC, 29,10oC, 30,9 oC with the average effectiveness of the air cooler 89,5%.
Perancangan Tensimeter Digital dan Pengiriman Data Ke Monitoring Pusat
Penggunaan tensimeter di Rumah Sakit minimal 2 kali sehari. Data hasil pengukuran dicatat secara manual oleh perawat secara manual dan harus direkap di kantor pusat perawatan. Hal ini terkadang terjadi kesalahan dalam pengerjaannya dikarenakan faktor manusia. Untuk membantu perawat dalam pengukuran dan mengurangi kesalahan pencatatan maka dirancang tensimeter digital yang mudah dalam penggunaannya dan hasil pengukuran dikirim secara wireless di kantor pusat perawatan.Perancangan hardware terdiri dari 2 bagian yaitu tensimeter digital dan monitoring pusat. Tensimeter digital diletakkan dipergelangan tangan pasien. Rancangan tensimeter digital terdiri dari sensor MPX5050DP, motor DC, solenoid valve, Arduino Nano, LCD dan module NRF24L01. Rancangan monitoring pusat terdiri dari module NRF24L01, Arduino Mega 2560 dan LCD. Data hasil pengukuran terdiri dari besar tekanan darah dan detak jantung pasien. Selanjutnya data dikirimkan secara wireless ke kantor pusat perawatan. Monitoring pusat akan menampilkan besar tekanan darah, detak jantung dan nomer urut pasien.Hasil pengukuran dari rancangan tensimeter digital dibandingkan dengan tensimeter digital merk GOSH. Keakuratan tensimeter digital hasil perancangan adalah 92,77% tekanan systole, 91,18% tekanan diastole, dan 96,93% untuk heart rate. Pengiriman data hasil pengukuran secara wireless ke monitoring pusat dapat dilakukan sampai dengan 15 meter pada lantai yang sama dan ˂ 5 meter pada lantai yang berbeda
Sistem Marketplace Penitipan Hewan Dengan Memanfaatkan Teknologi React Native
Keeping animals is a very fun hobby because pets can be entertainment in itself to relieve fatigue from daily activities. But there are certain times, the owner doesn't have time to take care of the pet, especially if there are tasks out of town for a few days, or other activities. Pet care is a solution to keep pets taken care of while their owners don't have time to take care of them. Animal care provides care facilities for pets that are deposited. Currently, many provide animal care services with the aim of helping facilitate the search for the best animal care services and according to needs. Developed a mobile application system in the form of an animal care marketplace using React Native technology. The purpose of making this system is so that animal owners can find animal care centers according to their wishes. There are two users who play a role in this system, namely animal owners and animal day care workers. The animal owner's user system can determine a message schedule to entrust animals to the care feature and choose the cage to be occupied. The advantage of this feature is that pet owners can also know the condition of their pets, because each officer will send information. Through testing this system, it is known that there are about 73% of users who want to use this system. This system helps people who have pets not to worry about doing care