Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Penerapan Augmented Reality (AR) Dalam Desain Arsitektur Sebagai Upaya Keberlanjutan di Dunia Konstruksi
Dalam perancangan arsitektural, kertas masih menjadi media utama untuk visualisasi desain, terutama melalui gambar teknis dan presentasi proyek. Namun, penggunaan kertas secara berlebihan berdampak negatif pada lingkungan akibat penebangan hutan dan limbah kertas, yang bertentangan dengan upaya global menuju keberlanjutan di sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Augmented Reality (AR) sebagai media visualisasi yang lebih ramah lingkungan. Metodologi penelitian yang di impelementasikan menggabungkan pendekatan kualitatif dan eksperimen, pengabungan dua pendekatan ini akan menghasilkan hasil yang lebih maksimal. Hasil analisis dan eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan AR tidak hanya efektif dalam mengurangi limbah kertas, tetapi juga meningkatkan efisiensi proses desain dan komunikasi. Teknologi AR memungkinkan pengguna menelusuri desain bangunan dengan lebih rinci, mengidentifikasi potensi masalah lebih awal, dan melakukan penyesuaian desain secara cepat. Di samping dampak positif terhadap lingkungan, penggunaan AR juga mempercepat proses pengambilan keputusan dan kolaborasi antar-stakeholder melalui pengalaman visual yang realistis dan interaktif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong penerapan teknologi yang mendukung keberlanjutan dalam industri konstruksi, serta pelaku industri untuk mengadopsi metode visualisasi modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan
Desain Dinding Tangki Tahan Gempa: Evaluasi dan Perbandingan Pendekatan dengan dan tanpa Gaya Seismik
Struktur tangki adalah struktur yang berisikan cairan yang apabila mengalami kerusakan, dapat mencemari dan merusak lingkungan sekitar. Untuk menghasilkan struktur tangki yang berkelanjutan, struktur harus kuat menerima semua pembebanan yang ada, salah satunya gaya gempa. Namun, pertimbangan akan gaya gempa yang dihasilkan oleh cairan di dalam tangki, sebagaimana dijelaskan pada ACI 350.3-06, sering terabaikan. Tujuan penelitian ini adalah meneliti seberapa besar pengaruh gaya gempa pada desain struktur tangki. Gaya gempa akan diambil dari data historis di Taiwan dari tahun 2021 sampai dengan 2024. Metode pengelompokan cluster yang digunakan untuk mencari gaya gempa optimal antara lain adalah Elbow Method, Silhouette Score, Davies Bouldin Score (DBI). Gaya gempa optimal yang diperoleh akan digunakan untuk mendesain dinding tangki berdasarkan prosedur di dalam ACI 350.3-06 dan ACI 318-19. Ukuran tangki air yang digunakan untuk penelitian diambil dari proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Taiwan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya gempa tersebut terhadap hasil desain, dilakukan komparasi hasil antara desain dengan dan tanpa mempertimbangkan gaya gempa. Penelitian menyimpulkan bahwa gaya gempa perlu dipertimbangkan dalam mendesain struktur tangki yang berkelanjutan pada saat struktur tangki berdimensi besar. Apabila struktur tangki berdimensi tidak terlalu besar, tulangan yang terpasang adalah tulangan minimum yang diperoleh berdasarkan ACI 318-19
Simulation of the effect of regenerator porosity on the performance of zero centrigade thermoacoustic cooler generated by the single-stage thermoacoustic machine for sustainable refrigeration
Refrigeration systems are an essential need in everyday life. There are lots of modern industry that uses refrigerator for helps maintain temperature stability from overheating and prevents the product from drying out protected from dirt and insect attacks. However, the refrigeration system used in industry still uses a refrigeration system vapor compression and using chlorofluorocarbon (CFC) refrigerant and hydro-chlorofluorocarbons (HCFCs) which are harmful to the environment. Therefore, it requires thermoacoustic cooling generated by the engine single-stage thermoacoustic. This research was conducted numerically. In this research, the effects are simulated stack porosity on the performance of thermoacoustic cooling generated by a single-stage thermoacoustic machine at 0°C. the porosity was varied from 0.37 to 0.97. It was found that the stack porosity was optimal when the porosity is 0.97 and the performance of the cooler is 52 %. Moreover, the lowest heating temperature for the thermoacoustic machine is 217°C. This temperature can be used for waste heat recovery.
Sintesa Biodiesel dari Minyak Nyamplung Menggunakan Katalis Heterogen Termodifikasi
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif terbarukan dan bersifat ramah lingkungan. Prinsip pembuatan biodiesel adalah mengubah bahan baku trigliserida menjadi metil ester melalui reaksi transesterifikasi. Trigliserida dapat diperoleh dari minyak nabati dan lemak hewan. Pada penelitian ini biodiesel didapatkan dari proses esterifikasi dan transesterifikasi minyak nyamplung sebagai sumber minyak nabati. Proses esterifikasi dilakukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar asam lemak bebas pada minyak nyamplung yang awalnya memiliki kadar 26,27% hingga turun menjadi 1,71%. Selanjutnya dilakukan proses transesterifikasi untuk mereaksikan minyak nyamplung dengan methanol agar menghasilkan biodiesel menggunakan katalis heterogen yaitu zeolit dan bentonit yang telah dimodifikasi. Modifikasi katalis dilakukan dengan aktivasi zeolit dan bentonit alam menggunakan asam HCl pada suhu 100 oC selama 24 jam dan dilanjutkan kalsinasi pada suhu 550 oC selama 4 jam. Katalis zeolit dan bentonit hasil modifikasi kemudian dianalisis karakteristiknya menggunakan uji XRD dan FTIR. Proses transesterifikasi untuk memperoleh biodiesel berlangsung pada suhu 50, 60, 65, dan 70˚C selama waktu reaksi 5 jam. Hasil biodiesel dengan perolehan terbesar didapatkan pada suhu 60 oC, yaitu sebesar 88,19% menggunakan katalis zeolit termodifikasi, 78,84% menggunakan katalis bentonit termodifikasi dan 82,36% menggunakan campuran katalis zeolit dan bentonit termodifikasi pada rasio 1 : 1. Biodiesel hasil pada perolehan terbesar dengan katalis zeolit termodifikasi dilakukan pengujian karakteristiknya sesuai parameter SNI, dan mendapatkan hasil yaitu memiliki densitas 887 kg/m3, viskositas 5,633 mm2/s, bilangan setana 53, titik nyala pada suhu 121˚C, dan kadar metil ester sebesar 94,55%
Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam Pengendalian Bahan Baku Pada UKM Gula Merah
Permintaan pasar yang tinggi menyebabkan permasalahan dalam kegiatan produksi yang tidak disadari oleh UKM. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah terjadinya kekurangan dan kelebihan bahan baku yang menyebabkan UKM menjadi kurang produktif dalam proses produksinya. Pengelolaan bahan baku yang baik dan benar akan membantu kelancaran proses produksi sehingga pesanan konsumen dapat dipenuhi dalam waktu yang relatif lebih cepat. Economic Order Quantity (EOQ) merupakan metode yang digunakan untuk mengoptimalkan pembelian bahan baku yang dapat menekan biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan pada UKM dapat berjalan dengan baik. UKM gula merah ini merupakan usaha pembuatan gula merah dengan bahan baku tebu. Pada tahun 2020, UKM membeli bahan baku sebanyak 1.870 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 216 kali dengan total biaya pembelian bahan baku sebesar Rp. 3.224.558.475. Berdasarkan perhitungan dengan metode EOQ didapatkan untuk kebutuhan bahan baku sebesar 1435 ton frekuensi pemesanan sebanyak 208 kali dengan total biaya sebesar Rp. 3.183.956.876. Dari perhitungan dapat disimpulkan terjadi penghematan bahan baku sebanyak 435 ton, frekuensi pemesanan 8 kali penghematan Rp. 40.601.599. persediaan pengaman (Safety Stock) tebu sebanyak 5,89 ton dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) tebu sebanyak 5,89 ton
Preparation of Clay Minerals – Natural Surfactant Composites to Remove Organic Dyes and Heavy Metals
The rapid development of industry is considered to be the main cause of various environmental problems, which are mainly caused by the discharge of wastewater which contains many hazardous compounds. Dyes and heavy metals are type of hazardous substances that are often found in industrial wastewater and cause ecosystem damage. Dyes and heavy metals are more difficult to remove due to their inability to be broken down, so they can build up and reach dangerous levels. Adsorption is a straighforward and efficient method for dealing with hazardous substance contamination in water. Clay minerals, known for their efficient adsorption properties, were chosen for this procedure. Clay minerals are porous materials so they are suitable for use as adsorbents. The intercalation technique is a robust strategy to further increase the adsorption capacity of clay minerals, which is done by treating clay minerals with surfactants. Clay minerals modified with natural surfactants are considered as a potential choice for removal procedures. The use of this natural surfactant was chosen because of its excellent adsorption capacity and environmentally friendly properties. Polar lipids, natural surfactants, are commonly present in the lipid layers of plants and animals. This review focuses on the synthesis of modified clay minerals using different natural surfactants such as soybeans, saponins, lipopeptides, and rhamnolipids, as well as the use of alternative clay mineral/natural surfactant composites. This review describe various types of natural surfactants that can be used to modify clay minerals and their application in the adsorption process
Green Supply Chain Management pada kinerja UKM Keripik Tempe Sanan Malang
Penerapan Green Supply Chain Management di kalangan UKM Keripik Tempe Sanan Malang masih relatif rendah, Green Procurement dilakukan dengan mengolah kembali bahan tempe menjadi tahu dan susu kedelai, Green Manufacturing dengan mengolah dampak limbah dari pengolahan bahan pembuatan tempe yang rendah sebab skala usaha masih dalam kategori kecil (UMKM) serta Green Distribution UKM menggunakan kemasan plastik sehingga perlunya dilakukan inovasi untuk mengganti bahan kemasan menjadi bahan yang mudah untuk terurai sehingga meminimalisir pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana Green Supply Chain Management dapat mempengaruhi kinerja UMKM. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pemilik dan pengelola UMKM keripik tempe di Sanan. Variabel yang diukur green purchasing, dan green manufaktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan pada variable X1 (green Purchasing) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UKM
Penentuan Rute Terpendek Pada PT. SES dengan Menggunakan Algoritma Modifikasi Clarke and Wright Savings
Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan masalah optimasi yang melibatkan pencarian rute yang paling efisien untuk sebuah armada kendaraan dalam melayani sejumlah pelanggan dengan memperhatikan berbagai batasan. Penyelesaian masalah VRP bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan Clarke and Wright Savings. Penelitian ini mengembangkan algoritma Clarke and Wright Saving yaitu dengan menambahkan pembatas time window dan kapasitas angkut kendaraan. Dengan pengembangan modifikasi ini, algoritma menghasilkan penghematan jarak sebesar 1315,3 km, dengan persentase penghematan jarak tempuh adalah 25%. Biaya yang dapat dihemat setelah menggunakan modifikasi algoritma ini adalah sebesar Rp 1.313.358,67
Design And Implementation Of Pose Recording System With Denavit Hartenberg Method In A 6-Dof Robot Rotaric
Robot developments have been integrated into several industrial and home appliances. To keep up with the development, UNIKA Atma Jaya created a group called PATRIOT as a head start, and started the development on ROTARIC robot. One of the early robot research discussed in this paper is to design and implement ROTARIC 6-DOF robot pose recording system which is drawn using forward kinematics with Denavit Hartenberg method. The system has a GUI with several function inside such as robot pose recording, 2-D display of the robot recorded pose using Forward Kinematics analysis, and playback recorded pose. The system uses several hardware that have been connected serially such as 6 Dynamixel MX-28 servo, OpenCM 9.04 +485 EXP microcontroller, and a Computer. The Software used in the system is C# .NET with WinForms App as the GUI and Arduino IDE. From the test done in this research, the recording and 2-D drawing system achieved error <±1cm or 6.67% relative error caused by the resolution value while reading the servo position sensor and the value rounding inside the program. Meanwhile, the playback recording function that uses queue system achieved error of <±1cm and error of ±5cm or 33.3% relative error when the recorded pose is played using real time delay used in recording. The error is caused by the robot failure to keep up with the speed of the recorded pose and the limited torque in servo number 2 in the robot.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Disc Holder Menggunakan Metode Six Sigma di PT A
PT A merupakan perusahaan pengecoran logam dengan salah satu produknya adalah Disc Holder. Pada tahun 2021, produk Disc Holder di PT A memiliki presentase cacat produk sebesar 1,8% melebihi maksimal sasaran kualitas perusahaan sebesar 1%. Tujuan digunakannya metode Six Sigma dengan prosedur DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) adalah untuk meningkatkan kualitas produk Disc Holder dengan strategi yang aktual. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 karakteristik cacat yang terdapat pada produk Disc Holder yaitu cacat salah alir, cacat retakan, cacat berlubang, dan cacat salah ukuran dengan hasil nilai sigma keseluruhan untuk produksi pada tahun 2021 adalah sebesar 2,24. Nilai sigma yang dhasilkan masih kurang dari nilai yang dikehendaki yaitu 6, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan hasil analisis faktor penyebab dari diagram sebab akibat, usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode 5W+1H yaitu memberikan pelatihan kembali pada pekerja untuk proses penuangan, memberikan pengawasan dan peringatan kepada pekerja agar mengikuti SOP dengan baik, memperbanyak pemberian lubang angin pada cetakan agar cukup untuk cetakan kering sempurna, diberlakukannya penggunaan APD telinga untuk faktor kebisingan, dan melakukan maintenance rutin untuk mesin heat treatment