Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
    272 research outputs found

    Enfleurage Essential Oil From Jasmine and Rose Using Cold Fat Adsorbent

    Get PDF
    Flower essential oils can’t be taken by distillation, which is the oils’ component will damage because of hydrolysis and polymerization process. High-boiling components can’t be transported by water vapor so its yield and quality of the oil product is low. The alternative method for producing flower essential oils is an enfleurage process. Enfleurage is essential oil extraction process using cold fat, where the scent of flowers is absorbed by fat. The aim of the research is to obtain information about the optimum conditions based on essential oils of flowers through enfleurage method. Enfleurage process was begun with prepared the adsorbent which was made from mixing of vegetable fat and animal fat in ratio of 1:1. Fat was heated up to 60 0C further stirring for 15 minutes. As long as stirring, the fat mixture was mixed with benzoate and stirred for 2 hours. After the adsorbent was ready, a chassis was smeared with a layer of fat and flowers were palced in surface of fat for 1, 3, 5, 7, 9 and 11 days. The process was repeated with change the flowers every 24 hour with fresh flowers. When contact time had finished, fat was extracted using alcohol and it was separated by vacum distillation. The maximum yield was obtained for 5 days 0.89 % for jasmine, 0.88 % for rose and 0.84 % for frangipani. The enfleurage process is an effective method to produce flowers essential oils. The success of it depends on type of adsorbent, the level of florescence, as well as enfleurage’s period

    Ekstrasi Kafeina dari Serbuk Kopi Java Robusta dengan Pelarut Minyak Jagung

    No full text
    Kopi menjadi salah satu minuman yang sangat digemari oleh masyarakat baik kalangan muda maupun dewasa. Kopi Java Robusta merupakan salah satu jenis kopi lokal yang mempunyai kadar kafeina tertinggi yang memiliki dampak negatif bagi konsumen. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, maka dibutuhkan cara untuk mengurangi kadar kafeina yaitu dengan cara ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh waktu ekstraksi dan perbandingan massa serbuk kopi dengan pelarut minyak jagung terhadap jumlah kafeina terekstrak dan kondisi proses ekstraksi. Selain itu juga untuk membandingkan kadar kafeina pada serbuk kopi setelah ekstraksi dengan produk kopi dekafeinasi komersial. Proses ekstraksi dilakukan pada suhu 100oC dengan variasi perbandingan massa serbuk kopi dengan pelarut minyak jagung dan waktu ekstraksi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin besar perbandingan massa serbuk kopi dengan volume pelarut minyak jagung dan semakin lama waktu ekstraksi, semakin banyak kafeina yang terekstrak. Kondisi maksimum proses ekstraksi didapatkan pada perbandingan 1:15 g/mL dan waktu ekstraksi 90 menit dengan % kafeina terekstrak sebesar 41,33%

    Ekstraksi Minyak Kulit Jeruk Dengan Metode Distilasi, Pengepresan dan Leaching

    Get PDF
    Minyak atsiri adalah senyawa yang mudah menguap yang tidak larut dalam air. Minyak atsiri merupakan ekstrak alami dari tanaman, baik yang berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian, ataupun kulit buah. Salah satu jenis minyak atsiri yang dapat diproduksi di Indonesia adalah minyak kulit jeruk. Mengingat bahwa jeruk merupakan salah satu buah-buahan tropis andalan yang dihasilkan di Indonesia dan banyaknya industri minuman yang menggunakan buah jeruk sebagai bahan baku, maka limbah jeruk yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak. Dalam penelitian ini dipelajari tentang produksi minyak kulit jeruk dengan berbagai macam metode untuk menghasilkan minyak kulit jeruk dengan kualitas yang baik dan yield yang paling tinggi. Tujuan dari peneliitan ini adalah mempelajari kualitas dan yield minyak kulit jeruk yang dihasilkan dari metode distilasi, pengepresan, dan leaching. Penelitian dilakukan dengan 3 metode yaitu distilasi, pengepresan, dan leaching. Untuk tahap pengepresan, variasi yang dilakukan adalah variasi tekanan yang berkisar dari 2.000 sampai 7.000 psia. Untuk tahap leaching variasi yang dilakukan adalah volume pelarut yaitu berkisar dari 200 sampai 500 mL untuk tiap 100 gram kulit jeruk. Dari hasil penelitian didapat yield minyak kulit jeruk terbesar adalah dengan metode leaching dengan volume solvent 500 mL/100 gram kulit jeruk, dan kualitas terbaik adalah dengan metode distilasi

    Pembuatan Kompos Secara Aerob Dengan Bulking Agent Sekam Padi

    Get PDF
    Pengomposan merupakan suatu proses biologis oleh mikroorganisme yang mengubah sampah padat menjadi bahan yang stabil menyerupai humus. Pengolahan sampah untuk pembuatan kompos sudah mulai dilakukan tetapi umumnya menggunakan sistem konvensional dengan metode windrow yang memerlukan waktu yang lama. Untuk mengatasi kendala pembuatan kompos secara konvensional, pada penelitian ini akan dipelajari pembuatan kompos dari sampah organik sisa sayuran dari pasar tradisional dengan metode in vessel non flow reactor. Dengan metode ini aerasi dapat ditingkatkan sehingga proses pengomposan dapat dipercepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh rasio C/N dan aerasi pada metode in vessel non flow reactor. Pada proses pengomposan digunakan sampah sayur hijau, sekam padi, dan tongkol jagung dengan variasi komposisi berturut-turut 3:1:1, 8:1:1, 15:1:1 dan 30:1:1 dan variasi aerasi (forced aeration dan natural aeration). Variabel-variabel yang diamati adalah suhu kompos, kadar air, kadar C, dan kadar N. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kompos dengan komposisi sampah sayur hijau : sekam padi: tongkol jagung = 3 : 1 : 1 dengan menggunakan forced aeration mengalami penurunan rasio C/N terbesar, yaitu dari 56,60 menjadi 15,84. Pada saat pengomposan, suhu tertinggi yang dapat dicapai adalah 37,1oC. Kompos ini dapat matang dalam 20 hari dan mempunyai tekstur menyerupai tanah

    Aplikasi Pelaporan dan Prediksi Daerah Berpotensi Menimbulkan Konflik Menggunakan Algoritma NAÏVE BAYES

    Get PDF
    Bagian INTELKAM POLDA SULUT membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang pengamanan kepolisian serta memberikan peringatan dini kepada pihak Polda dan masyarakat terhadap konflik konflik yang akan terjadi baik dalam pengawasan senjata api, orang asing, dan kegiatan sosial politik masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu bertugas melakukan pengawasan dan pengumpulan data apabila terjadi masalah di suatu daerah, kemudian melakukan analisis apakah daerah tersebut menimbulkan konflik atau tidak. Algoritma naïve bayes merupakan salah satu metode pendekatan klasifikasi pada data mining untuk memprediksi suatu hal berdasarkan jumlah data yang besar. Pada penelitian ini, akan dibangun suatu aplikasi pelaporan dan prediksi daerah berpotensi menimbulkan konflik yang dapat membantu dalam menyediakan pelaporan setiap wilayah serta memprediksi daerah yang berpotensi menimbulkan konflik. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi yang menampilkan prediksi daerah yang berpotensi menimbulkan konflik di Sulawesi Utara. Kata kunci : Algoritma naïve bayes, klasifikasi, data mining, prediksi, daerah, konflik

    Identifikasi Benda Menggunakan Kamera Berbasis Android

    Get PDF
    Dewasa ini, Android adalah salah satu sistem operasi yang sangat populer di masyarakat. Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang, sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Aplikasi yang mereka ciptakan sendiri bisa untuk digunakan pada bermacam peranti bergerak. Pada penelitian ini, perangkat yang akan diintegrasikan menggunakan Android adalah sebuah robot humanoid berbasis mikrokontroler CM-510. Robot humanoid ini bergerak berdasarkan sinyal IR yang diterimanya dari sebuah remote control yang mengirimkan sinyal IR tersebut. Perancangan yang diperlukan adalah perancangan hardware meliputi pembuatan RS-232 yang berfungsi sebagai komunikasi robot humanoid dengan handphone Android, lalu pembuatan mekanika gerak kepala robot agar kepala robot dapat bergerak. Untuk perancangan software meliputi pembuatan aplikasi handphone Android, dan pemrograman humanoid. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan robot humanoid tersebut dapat bergerak secara otomatis mencari, mendekati, dan menendang sebuah benda yang menjadi objek tujuannya. Modul interface yang digunakan untuk menghubungkan Android dengan robot humanoid tersebut adalah Modul IOIO. Modul IOIO ini memiliki sebuah port USB, dan beberapa port I/O. Port USB akan menerima input dari Android dan memberikan output melalui I/O port yang nantinya akan dihubungkan ke robot humanoid tersebut

    Mengendalikan Kamera IP dengan Menggunakan Handphone Berbasis Android

    Get PDF
    Android merupakan sebuah sistem operasi yang tengah berkembang saat ini. Dengan adanya teknologi ini setiap orang dapat membuat aplikasi sendiri pada ponsel berbasis Android. Beranjak dari hal tersebut, kini dapat dibuat suatu aplikasi yang dapat menggerakkan beberapa kamera IP yang tidak dilengkapi dengan fasilitas penggerak, yakni kamera IP D-Link DCS-910. Alat ini digunakan sebagai penggerak untuk memantau keadaan suatu area melalui perangkat mobile pada jarak yang jauh. Alat ini terdiri dari: 2 buah motor servo, modul Wiznet110SR, sistem minimum mikrokontroler ATMega8, wireless router, kamera IP D-Link DCS-910, dan pengendali handphone Android. Handphone digunakan sebagai tempat untuk mengendalikan arah pergerakan dari kamera IP, dan memberikan perintah pengendalian. Untuk interface antara handphone dan kamera IP menggunakan Handphone berbasis Android. Kamera IP akan digerakkan oleh 2 buah motor servo. Perintah untuk menggerakkan motor servo dikirim secara serial ke mikrokontroler. Kamera IP yang terpasang pada motor servo akan bergerak mengikuti perintah yang dikirim oleh handphone Android. Hasil gambar yang diambil oleh kamera IP tersebut akan dikirim melalui wifi, dan ditampilkan pada handphone Android. Dari hasil pengukuran, dan pengujian, dapat disimpulkan bahwa handphone Android sudah dapat mengontrol arah gerak dari motor servo, dan juga dapat menampilkan gambar dari kamera IP

    Perancangan dan Pembuatan Alat Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler

    Get PDF
    Aroma/bau yang tidak sedap selain dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas juga dapat mengganggu kesehatan. Untuk itu artikel dengan judul “Perancangan dan Pembuatan Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler” ini, diharapkan mampu menanggulangi masalah bau di dalam ruangan dengan pengaturan pengharum yang disesuaikan denganpemakaian. Pengoperasian alat penyemprotan pengharum mudah dilakukan karena menggunakan mikrokontroler yang dirangkai dengan komponen elektronika seperti IC Real Time Clock (RTC) sebagai acuan waktu dari sistem perangkat, sehingga pemakai cukup sekali saja mengaktifkan serta memasukkan data waktu dan interval dari perioda penyemprotan yang diinginkan, yang ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD). Selanjutnya perangkat akan bekerja sesuai data waktu yang telah dimasukkan. Disamping itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor cahaya Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi penerangan lampu di dalam ruangan. Apabila lampu dipadamkan, maka mikrokontroler akan mengontrol agar pengharum tidak disemprotkan. Selain LDR, pada perangkat juga dipasang sensor Infra Red untuk mendeteksi isi dari kaleng pengharum berdasarkan hasil semprotan, sehingga pemakai dapat langsung mengganti kaleng pengharum ketika isi pengharum telah habis. Dari hasil pengujian alat yang telah dilakukan, diketahui bahwa perangkat ini berhasil menyemprotkan pengharum sesuai dengan pengaturan waktu dan interval waktu penyemprotan yang sama dengan acuan waktu dari RTC

    Pengujian Pengaruh Faktor Musik dan Intensitas Suara Terhadap Daya Tahan Performansi Mahasiswa Dalam Mengerjakan Soal Hitungan Sederhana

    Get PDF
    Endurance (daya tahan) tiap manusia pasti berbeda-beda. Suatu pekerjaan yang dilakukan di waktu yang cukup lama akan membutuhkan endurance yang tinggi. Endurance yang baik dalam melakukan suatu pekerjaan akan dapat mengurangi timbulnya kesalahan dalam pekerjaan yang sedang dilakukan. Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi endurance manusia, yaitu faktor fisiologis dan faktor psikologis. Suara merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat mempengaruhi endurance manusia. Ada 2 macam suara, yaitu suara yang teratur membentuk harmoni, sering disebut dengan musik dan suara yang tidak teratur. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh musik terhadap daya tahan seseorang dalam hal ini mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, khususnya Fakultas Teknik. Pada Penelitian ini digunakan 2 faktor yaitu faktor jenis musik dan faktor intensitas suara. Selain itu akan diterapkan blok karakteristik orang. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh dari blok karakteristik seseorang terhadap endurance. Selain itu, Faktor jenis musik dan intensitas suara berinteraksi dalam memberi pengaruh terhadap endurance

    Bleaching Vacuum Minyak Biji Kapuk

    Get PDF
    Minyak biji kapuk sebelum digunakan sebagai minyak pangan perlu dibleaching terlebih dahulu. Bleaching dilakukan dengan menggunakan campuran adsorben activated carbon (AC) dan activated bentonit (AB) dalam kondisi vacuum atau bebas udara. Hal ini dikarenakan dalam kondisi vacuum dapat diminimalisasi terbentuknya peroksida yang berasal dari reaksi antara oksigen dengan asam lemak tak jenuh. Sebelum dilakukan proses bleaching, terhadap minyak dilakukan proses degumming terlebih dahulu menggunakan asam fosfat (H3PO4) 60% sebanyak 0,2% berat minyak dan diaduk selama 30 menit pada suhu konstan 90oC. Proses bleaching dilakukan dengan memanaskan minyak hasil degumming pada suhu tertentu (50, 60, 70, 80, 90oC). Setelah itu, adsorben dengan variasi rasio massa antara activated carbon (AC) dan activated bentonite (AB) sebesar 0% AC(100% AB), 5%AC, 10%AC, 15%AC, 20%AC, dan 100% AC) dimasukkan ke dalam minyak sambil dipanaskan dan diaduk selama 30 menit. Proses bleaching dilakukan dengan kondisi vacuum. Setelah penyaringan, dilakukan analisa warna, FFA dan PV. Dari penelitian didapatkan kondisi proses terbaik, yaitu suhu dan rasio massa karbon aktif-bentonit yang menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, yaitu suhu 70oC dan rasio adsorben 0%AC (100%AB). Pada kondisi ini minyak memiliki grade warna Y=10, grade warna R=2,4 , kadar FFA= 8,153 % dan PV= 7 meq/kg minyak

    262

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Teknik (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇