Jurnal Perkotaan
Not a member yet
88 research outputs found
Sort by
Apakah Anak Yang Bekerja Sebagai Pemulung Masih Mempunyai Motivasi Belajar?
Himpitan kemiskinan keluarga menjadi pendorong utama putus sekolah dan keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi, guna membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga untuk mempertahankan kehidupan. Salah satu bentuk keterlibatan ekonomi anak adalah menjadi pemulung. Kegiatan sebagai pemulung dipandang mudah karena tidak melalui seleksi dan ijasah, namun penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran motivasi belajar dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada dua orang anak laki-laki yang bekerja sebagai pemulung di TPST Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sampel penelitian dilakukan secara purposive yaitu dua anak laki-laki berusia 11 tahun yang bekerja sebagai pemulung dan merupakan siswa kelas 5 sekolah dasar. Untuk memperoleh informasi terkait motivasi belajar, digunakan protokol wawancara yang dikembangkan peneliti. Triangulasi dilakukan dengan mewawancarai guru dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang bekerja menjadi pemulung di TPST Bantar Gebang Bekasi, masih mempunyai cita-cita dan tekun mengikuti pelajaran formal di sekolah serta ekstra kurikuler dengan harapan menambah pengetahuan sehingga memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan
Identifying the Effect of Harm on Competition in Price Parity Agreements
The paper aims to examine the harmful elements of price parity agreements by expounding showcases from Indonesia and Germany and discussing whether the rule of reason is the best approach to prohibit price parity agreements. The research is based on a normative legal study using legal comparison (Indonesia, Germany, and the European Union); the data is collected employing library research. The harmful elements of price parity agreements lie in limiting the freedom of suppliers to set prices and creating entry barriers for new players. The rule of reason approach to defining illegality is based on assessing the harmful effects of conduct, which implies that the respective conduct as such (per se) is not prohibited and becomes prohibited only when the second part of the clause is met. Further, although an effect assessment is required, the approach does not require an actual effect. A potential effect is sufficient for the prohibition. The originality of the paper is found in three aspects: first, the analysis of legal theories and regulations by challenging them with a different approach from the current approach for competition law assessment; second, drawing conceptual solutions to deal with the current problems; and third, providing scientific arguments to underpin the use of the application approach
Transformasi Jakarta menjadi Daerah Khusus: Peta Kebijakan dalam Kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Relokasi Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara memberikan kesempatan untuk melakukan transformasi penataan Jakarta dari status DKI (Daerah Khusus Ibukota) menjadi DKJ (Daerah Khusus Jakarta), dengan pendekatan pembangunan perkotaan berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kajian ini terbatas pada Analisa terhadap kerangka hukum UU Nomor 2 Tahun 2024 yang dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam melihat peluang penataan Jakarta menjadi Kota Berkelanjutan berdasarkan kebijakan yang ada pada saat ini. Kajian ini juga membatas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada Tujuan 6 (Sanitasi dan Air Bersih), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), Tujuan 10 (Penurunan Ketidakadilan), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan Tujuan 17 (Kemitraan), yang dikaitkan dengan Komitmen Jakarta untuk agenda Pembangunan Berkelanjutan. Kajian ini disusun berdasarkan metode penelitian normative yang focus pada peraturan perundang-udangan terkait status Jakarta dan program Pembangunan berkelanjutan Jakarta. Kajian ini mencoba memberikan rekomendasi kebijakan terkait perubahan status Jakarta dari Ibukota Negara menjadi Daerah Khusus sehubungan dengan pemenuhan tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya sebagai kota yang berkelanjutan
Persepsi Masyarakat Terhadap Singkong yang Dimasak dengan Biogas Lebih Tinggi Dibandingkan dengan LPG Melalui Evaluasi Sensori: Studi Kasus di Subang, Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh memasak dengan kompor biogas terhadap kualitas sensori singkong kukus dan rebus di Desa Ponggang, Subang, Jawa Barat. Indonesia merupakan produsen singkong terbesar ketiga di dunia, dengan Jawa Barat menjadi salah satu daerah penghasil utama. Pemanfaatan biogas yang diperoleh dari kotoran sapi sebagai sumber energi terbarukan untuk kompor memasak dilaksanakan sebagai bagian dari proyek masyarakat di Desa Ponggang. Biogas terutama terdiri dari metana dan karbon dioksida, menawarkan alternatif berkelanjutan dibandingkan metode memasak tradisional yang menggunakan bahan bakar gas cair (LPG) dan kayu bakar. Hal ini secara signifikan mengurangi emisi polusi seperti unsur karbon, karbon organik, materi partikulat, dan karbon monoksida. Pada penelitian ini dilakukan uji sensori untuk mengevaluasi perbedaan kualitas singkong yang dimasak dengan biogas dan LPG. Uji duo-trio menunjukkan mayoritas panelis tidak dapat menentukan perbedaan nyata antara singkong yang dimasak dengan biogas atau LPG. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa singkong yang dimasak dengan biogas sebanding atau bahkan lebih disukai dibandingkan dengan singkong yang dimasak dengan LPG dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur. Hal ini menunjukkan bahwa kompor biogas merupakan alternatif yang layak untuk masyarakat perkotaan tanpa mengurangi kualitas sensoris dari makanan yang disiapkan
Study of the Position of the Court Decision as a requirement to fulfil the condition of "Important Event" as in the Recording of the Application for Gender Reassignment
Gender change is the choice and right of every individual. In Indonesia, there are no specific regulations regarding gender change. However, the rules regarding gender changes are closely related to Article 56, paragraph (1) of the Civil Administration Law (UU Adminduk) and its explanation. Article 56, paragraph (1) of the Population Administration Law states that the Civil Registration Officer records other essential events at the resident's request after obtaining a court decision with permanent legal force. Transgender or transsexual individuals have the same rights as other members of society or different genders, both men and women. Indonesian law recognizes that every human being is a legal subject. Article 1, paragraph (1) of the Civil Code (KUH Perdata) states that enjoying civil rights does not depend on political rights. This article aims to show that the conditions set by the state do not determine a person's position as a legal subject. Humans are recognized as legal subjects from birth until death. However, in reality, transgender or transsexual groups often receive unfair treatment from society and even the government. There have been many cases where a transsexual who applied for a gender change after undergoing gender reassignment surgery was rejected. Gender change or gender reassignment surgery is every human's right and must be legally protected. Every person with sexual orientation and gender identity has the right to enjoy all their human rights. Everyone is born free and equal in rights and dignity. Everyone also has the right to recognition before the law, and those with different sexual orientations and gender identities must also receive total legal capacity and equal rights
Effect of Natural Feeding Capacity of Dengue Mosquito (Aedes aegypti) Larvae and Different Stocking Densities of Gold Molly Panda Fish (Poecilia spp) on the Feeding Speed and Function of Natural Predators in Gold Molly Panda Fish (Poecilia spp)
The Gold Molly Panda (Poecilia Spp) freshwater ornamental fish is a type of fish that is easy to care for, and bred with high tolerance for the water and environment, lots of diversity, and has good economic value in the ornamental fish market. This interdisciplinary research was aimed at observing the consumption rate and number of natural feedings of dengue mosquito (Aedes aegypti) larvae by Gold Molly Panda (Poecilia Spp) fish with different stocking densities in quantitative apprach in ANOVA two factors whit 10 times replication design using 3 differences in the density of fish stocking groups Gold Panda Molly fish (Poecilia Spp) fish as natural predator and another side to combated or eradication of dengue mosquito (Aedes aegypti) in larvae stages. The scholar has proven that the factors number of feeding and has a very significant effect on the speed of consumption of Gold Molly Panda (Poecilia Spp) fish. The results of the comparison analysis have provided recommendations for application that the stocking density of Gold Molly Panda (Poecilia Spp) fish 2 – 4 tails can be eaten between 25 – 75 larvae of the dengue mosquito (Aedes aegypti) in an average time of 133 - 186.67 minutes
Analisis Efektivitas Sistem Antrian Pada Parkir Kendaraan Roda Dua di Plaza Ramayana Bukittinggi
Artikel ini menyajikan analisis mengenai efektivitas sistem antrian parkir kendaraan roda dua di Plaza Ramayana Bukittinggi. Peningkatan produksi sepeda motor yang disebabkan oleh permintaan tinggi telah menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan dan antrian panjang di area parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi sistem antrian parkir dengan menganalisis waktu kedatangan dan waktu pelayanan kendaraan. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan menggunakan teknik simulasi untuk menganalisis kinerja sistem antrian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu kedatangan antar kendaraan adalah 18 detik, dan rata-rata waktu pelayanan adalah 22 detik. Berdasarkan hasil simulas diperoleh fasilitas lahan parkir yang kosong diperoleh 1% dari seluruh ketersediaan lahan parkir untuk kendaraan roda dua di Plaza Ramayana Bukittinggi, rata-rata waktu antri adalah 1.4 jam, lama kendaraan berada dalam sistem antrian 1.77 menit dan rata-rata panjang antrian kendaraan saat menuggu giliran untuk dapat parkir sebanyak 5 kendaraan. Sistem antrian pada parkir kendaraan di Plaza Ramayana Bukittinggi belum efektif dalam mengatasi antrian kendaraan roda dua. Tantangan utama yang dihadapi adalah waktu antrean yang lama dan jumlah kendaraan yang meningkat. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan optimalisasi sistem antrian yang lebih efektif, seperti penggunaan teknologi yang lebih canggih, peningkatan kapasitas parkir, atau penyesuaian kebijakan parkir
Pengaruh Good Cooperate Governance, Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Perusahaan dengan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi sebagai Variabel Moderasi
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh good Coorporate Governance, Kualistas Informasi dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Perusahan dengan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi sebagai variabel moderasi, apakah memperkuat atau memperlemah hubugan antara variabel depedent dengan variabel independent pada perusahan Cooperativa Café Timor (CCT-TL). Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah Kuatitatif, Populasi dalam penelitiaan ini adalah seluruh pegawai CCT-TL yang termasuk juga pada kantor cabang yaitu sebesar 570,dan sampel yang digunakan adalah 100 dengan pembulatan.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu dengan menggunakan Skal Likert dengan menyebarkan angket terhadap pegawai CCT-TL.Metode Statistik yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) dan dari hasil penggelolah data mentah yang didapat dari jawaban responden dalam hal ini adalah Pegawai CCT-TL maka dapat disimpulkan bahwa Variabel Good Cooperate Governance tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Perusahaan maupun Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntnasi, Variabel Kualitas Informasi mempuyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Perusahaan dan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntnasi, sedangkan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Perusahaan dan Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi dan variabel yang terakhir sesuai dengan hasil penggelolah data yang menggunakan PLS menunjukan bahwa variabel Perilaku Pengguna Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh langsung secara signifikan terhadap variabel Kinerja Perusahaan
Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Lingkungan Rumah Tangga melalui Metode Pengasuhan Positif
Kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ada penurunan di tahun 2023, namun jumlah kasus kekerasan terhadap anak diduga lebih besar dari yang dilaporkan. Apalagi kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga. Secara regulasi sudah ada sanksi hukum yang siap menjerat pelaku kekerasan, namun hal ini belum cukup untuk memastikan kasus kekerasan tidak terjadi. Kasus kekerasan di lingkungan rumah tangga memiliki kompleksitas karena pelaku biasanya orang yang dekat dengan korban. Dalam penelitian ini pertanyaan yang ingin dijawab adalah: Bagaimana regulasi mengenai kekerasan terhadap anak di Indonesia? Bagaimana gambaran pengalaman kasus kekerasan pada anak? Bagaimana pemahaman guru dan orang tua mengenai metode pengasuhan yang tepat untuk menghindari kekerasan terhadap anak? Data sekunder diperoleh dari data Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Kementerian PPPA), peraturan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak, dan konsep/teori dari pakar ilmu psikologi; sedangkan data primer diperoleh dari hasil wawancara kelompok pada 20 siswa dan 5 guru, serta kuesioner yang diisi oleh 60 orangtua di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang. Hasil kajian terhadap empat undang-undang menemukan lima bentuk utama kekerasan yang dapat dikenai sanksi. Anak pernah mengalami dan melihat kekerasan, sedangkan orang tua dan guru belum sepenuhnya memahami bentuk kekerasan terhadap anak sehingga perlu upaya meningkatkan pemahaman mengenai metode pengasuhan positif
Bahaya Penggunaan Galon Sekali Pakai Terhadap Pencemaran Lingkungan di Jakarta
Plastik merupakan sampah yang sulit diurai, pastik juga merupakan penyumbang terbesar sebagai sampah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kesulitan dalam penguraian limbah plastik menjadikan banyaknya terbentuk aksi sosial yang mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan totebag sebagai wadah, belakangan ini muncul perdebatan tentang bahaya penggunaan galon sekali pakai di masyarakat. Hal ini sempat menjadi trending topik di twitter (X), diketahui bahwa di dalam galon plastik sekali pakai mengandung BHA. Selain itu galon plastik sekali pakai juga dapat mempengaruhi kerusakan lingkungan di Jakarta. Karena pada dasarnya plastik merupakan sampah abadi yang dapat bertahan sampai 1000 Tahun., oleh sebab itu artikel ini akan membahas bahaya galon sekali pakai terhadap pencemaran lingkungan di Jakarta dengan menggunakan metode kualiatif dan studi pustaka serta pengamatan terhadap lingkungan masyarakat di Jakarta terutama pada masyarakat yang menggunakan galon sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari