Jurnal Perkotaan
Not a member yet
88 research outputs found
Sort by
Kepuasan Kerja dan Persepsi Terhadap Kualitas Layanan Karyawan: Penelitian pada Pengemudi Taksi di Jakarta
Pelayanan yang baik kepada pelanggan mempunyai peranan yang signifikan dalam membentuk citra dan menentukan keberhasilan perusahaan. Pengemudi taksi merupakan ujung tombak industri taksi, dimana sikap sopan, ramah, nyaman dan aman dalam melayani pelanggan memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kepuasan kerja pengemudi taksi berhubungan erat dengan persepsi mereka terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Apabila pengemudi taksi mempunyai kepuasan kerja yang tinggi, maka persepsi terhadap kualitas layanan yang mereka berikan kepada pelanggan juga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji perbedaan kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan usia dan lama kerja. Survey dilakukan terhadap 152 pengemudi taksi PT X yang terdaftar di pool taksi di Jakarta Selatan. Untuk mengukur kepuasan kerja digunakan Job Satisfaction Survey dan untuk mengukur persepsi layanan yang diberikan digunakan Employee Perceived Service Quality. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dan persepsi kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan
Evaluasi Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik Ikonik Kota Surabaya
Jalan Tunjungan menjadi salah satu ruang publik yang lokasinya strategis dan sarat akan nilai historis sehingga menjadi salah satu destinasi wisata saat berada di Kota Surabaya. Oleh karena itu, untuk mendukung fungsi Jalan Tunjungan sebagai ruang publik maka diperlukan ketersediaan fasilitas pejalan kaki yang memadai. Pada penelitian ini, dilakukan pembagian rute perjalanan menjadi 4 rute agar seluruh jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Tunjungan dapat diidentifikasi kondisinya. Selanjutnya, pada setiap rute dievaluasi kondisinya menggunakan metode walkability index untuk mengetahui tingkat pelayanan dari fasilitas pejalan kaki yang ada. Selain itu, pada keempat rute tersebut juga dilakukan analisis walking permeability untuk mengetahui aksesibilitas spasial Jalan Tunjungan dari lokasi-lokasi penting di sekitarnya. Dari hasil analisis walkability index diperoleh rute dengan nilai tertinggi pada Rute 1 (Gedung Siola) dalam kategori sangat baik dan nilai terendah pada Rute 3 (Tunjungan Plaza) dalam kategori baik. Sementara itu, hasil analisis walking permeability menunjukkan bahwa dari 4 rute terdapat 3 rute yang mengharuskan pejalan kaki berjalan lebih jauh dari seharusnya, yaitu pada Rute 2 (SMPN 3 Surabaya), 3 (Tunjungan Plaza), dan 4 (Pasar Tunjungan)
Hotels and Airbnb Accommodations in the Greater Yogyakarta Urban Region - Indonesia: Competition or Complementarity?
Tourism, as the backbone of the economy of Yogyakarta Municipality, is also the main source of demand for accommodation services. Under these circumstances, Airbnb penetrates the accommodation market in the Greater Yogyakarta Urban Region (GYUR). As a company using the principle of the sharing economy, it specialises in accommodation services. Airbnb has grown tremendously, as it acquired 1,164 accommodation partners in the GYUR in 2017. The hotel industry is probably among the most affected by the presence of Airbnb. The rise of the sharing economy platforms seems to create competition between hotels and Airbnb accommodations. This paper focuses on examining the competition between hotels and Airbnb accommodations in the GYUR both in spatial and temporal terms. This research was conducted based on secondary data analysis and field observations. Secondary data analysis was performed through mapping of the distribution of hotels and Airbnb accommodations to explore possible competition between the two. Field observations focus on describing the neighbourhood environments and the accessibility of both types of accommodations. The research shows that Airbnb accommodations are mainly concentrated in the densely populated areas in the urban centre and in tourism-associated areas. Hotels are located in the best part of the city and are situated in close proximity to the city centres, allied infrastructure, and facilities. The high demand for accommodation in the GYUR enables the locals to register their assets as Airbnb accommodation. This is also caused by the absence of regulations governing this home-sharing activity
Partisipasi Masyarakat sebagai Mediator Aksesibilitas dan Infrastruktur TIK dalam Implementasi Smart Mobility di Jakarta
Mobilitas cerdas (smart mobility) merupakan salah satu dimensi dalam pengembangan smart city, terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kondisi urbanisasi cepat, dominasi kendaraan pribadi, stagnasi penggunaan transportasi umum, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh aksesibilitas dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi terhadap implementasi smart mobility, dengan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis deskriptif dan pemodelan struktural berbasis Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi smart mobility. Kedua faktor tersebut juga meningkatkan partisipasi masyarakat, yang pada gilirannya terbukti berperan penting dalam keberhasilan implementasi smart mobility di Jakarta. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya mendukung hubungan antara aksesibilitas dan infrastruktur teknologi dengan smart mobility, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan sistem mobilitas yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital, integrasi sistem transportasi, dan penguatan kolaborasi masyarakat untuk mewujudkan smart mobility yang inklusif di suatu kota besar
Spatial Evaluation of Urban Zoning in Moncongloe, Mamminasata New City, Indonesia
Urban zoning plays a crucial role in ensuring sustainable spatial development, especially in emerging planned cities. This study evaluates the spatial structure and regulatory compliance of land-use zoning in Moncongloe, a strategic development unit of the Mamminasata New City in South Sulawesi, Indonesia. Using a descriptive-evaluative spatial approach, the analysis examines the alignment of the Detailed Spatial Plan (RDTR) with national planning standards, particularly focusing on land-use distribution, urban green space provision, and zoning balance. Results show a significant mismatch between planned land-use and regulatory requirements, with green open space accounting for only 0.35% of the total area far below the 30% minimum threshold mandated by ATR/BPN Regulation No. 14/2022. Residential zones dominate over 61% of the planning area, while protected, agricultural, and public service zones remain underrepresented. The study recommends spatial reallocation strategies, formal recognition of agro-ecological zones such as minapadi, and GIS-based zoning audits to enhance compliance and ecological resilience. These findings highlight the need for more integrative, regulation-aligned urban planning in Indonesia’s new city developments
Integrating Sustainability into Cosmetic Manufacturing and Consumption: Challenges and Innovations
The global cosmetic industry continues to grow rapidly, with revenues projected to exceed USD 800 billion by 2030. However, the use of synthetic ingredients, plastic packaging, and energy- and water-intensive production processes has led to environmental impacts. This study examines the environmental impacts of the cosmetic industry through four key aspects: cosmetic ingredients, packaging, manufacturing processes, and consumer behavior. A literature review of publications from 2000 to 2025 obtained from major scientific databases was used. The results show that ingredients such as parabens, triclosan, and 1,4-dioxane contribute to pollution and environmental toxicity, while plastic packaging remains the main source of MPF. Sustainable alternatives, such as sugarcane straw extract, olive oil, whey protein isolate, and PLA-, cellulose-, and chitosan-based packaging materials, show strong potential to reduce environmental impact. Meanwhile, the adoption of renewable energy, waterloo systems, and recycling technologies in factories improves efficiency and reduces carbon emissions. Changes in consumer behavior, particularly among Generation Z, who are highly concerned about sustainability, also encourage producers to act more socially and environmentally responsibly. This study emphasizes the importance of implementing sustainable cosmetic practices to maintain a balance between industrial growth and environmental preservation.
Rasionalitas Pengguna Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, Batik Trans Solo, dan Transjogja Pada Pilihan Transportasi Publik
Penggunaan Bus Rapid Transit (BRT) menjadi bagian penting sebagai transportasi public bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana alasan rasional pengguna layanan TransJakarta, TransJogja dan Batik Trans Solo dalam memilih transportasi public. Karakteristik pengguna, dalam konteks siapa saja yang menggunakan transportasi public serta alasan yang mendasari pemilihan transportasi public tersebut bahan menjadi evaluasi pelayanan. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu rasionalitas instrumental dari Max Weber. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode, dengan melakuk an observasi, wawancara serta menyebar kuisioner kepada pengguna bus, dengan kuisioner cetak yang diberikan secara langsung atau pun melalui pengisian melalui google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pengguna dipengaruhi oeh rasionalitas instrument. Mayoritas penumpang yaitu pelajar dan karyawan dengan jenis kelamin perempuan dan memiliki pendapatan UMR. Secara rasional instrument, karakteristik penumpang ini membutuhkan transportasi yang murah, aman, nyaman dan menjangkau lokasi yang jauh. Walaupun mereka memiliki kendaraan pribadi, transportasi public ini lebih dipilih dengan berbagai kelebihannya. Mereka juga mengabaikan kelemahan peggunaan bus yang membutuhkan waktu lama untuk sampai tujuan
Analisis Kinerja Angkutan Umum Penumpang dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) di Kota Dili, Timor Leste (Studi Kasus Trayek 09)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja angkutan umum penumpang dan biaya operasional kendaraan pada Trayek 09 di Kota Dili, baik pada hari kerja maupun hari libur. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder dari Direção Nacional de Transportes Terrestres (DNTT), serta data primer melalui survei dinamis (dalam kendaraan) dan statis (di ruas jalan). Evaluasi dilakukan menggunakan 11 indikator kinerja utama, seperti faktor muat, kecepatan perjalanan, headway, dan jumlah kendaraan operasional, dengan sistem pembobotan berdasarkan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil menunjukkan bahwa kinerja Trayek 09 tergolong baik, dengan headway rata-rata 3,2 menit dan kebutuhan kendaraan sebanyak 22 unit pada hari kerja serta 20 unit pada hari libur. Biaya operasional kendaraan sebesar 0,15/km dan tarif umum 0,20/km, diperoleh margin keuntungan sekitar 19,8%. Temuan ini menunjukkan efisiensi operasional yang baik serta menjadi dasar untuk evaluasi kebijakan tarif dan optimalisasi jumlah armada. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah dalam perencanaan transportasi umum yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta sebagai masukan dalam penetapan kebijakan subsidi tarif dan pengelolaan armada untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di Kota Dili
Optimalisasi Jaringan Transportasi Logistik memakai Metode Minimum Spanning Tree dengan POM–QM dan MATLAB
In its operations, PT Saudara Sukses Abadi is a service company that operates in the logistics sector or tracking company. In the company's operational activities, there are often several orders that come in regularly and need to be delivered to certain target areas with various location objectives. Often companies combine cargo from several orders so that container trucks can load several travel orders for varied destination locations without reference to travel considerations so that the distance traveled by container trucks is less efficient and effective. Based on these problems, the suggestion or input that can be considered is to create a network between locations and mapping the location of the optimal delivery range network for the company by considering the distance between locations or destination points to be traversed in ongoing operations. The approach or optimization method used is the Minimum Spanning Tree method to cover the location of the entire network area that is the company's travel destination with consideration of the closest mileage. In carrying out this optimization, POM - QM application assistance and Matlab software are used to support data processing in terms of accuracy, to visual depiction so that it can be input or consideration for companies in carrying out shipping operations and logistics trips.
Keywords/Kata kunci: Network, Optimization, Minimum Spanning Tre
Pengendalian Banjir Perkotaan di Pontianak melalui Pendekatan Sponge City: Sebuah Tinjauan Literatur dan Virtual Benchmarking
Kota Pontianak menghadapi tantangan serius terkait banjir, terutama pada bulan-bulan dengan curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan strategi sponge city dalam pengelolaan drainase perkotaan di Kota Pontianak sebagai solusi untuk mengatasi tantangan banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode kajian literatur dan virtual benchmarking. Kajian literatur dilakukan untuk membangun landasan teoritis, sementara virtual benchmarking dilakukan terhadap kota-kota yang telah berhasil menerapkan strategi pengelolaan air perkotaan yang inovatif. Analisis kontekstual dilakukan untuk menilai kesesuaian dan tingkat implementasi konsep sponge city dalam konteks Kota Pontianak. Kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan strategi sponge city dapat secara signifikan mengurangi risiko banjir perkotaan. Virtual benchmarking memberikan pembelajaran berharga tentang praktik-praktik terbaik dalam penerapan konsep sponge city. Analisis kontekstual menunjukkan bahwa Pontianak memiliki potensi untuk menerapkan konsep sponge city, dengan mempertimbangkan karakteristik geografis, klimatologis, dan sistem drainase eksisting kota. Kota Pontianak berpotensi menerapkan konsep sponge city sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir. Penerapan sponge city memerlukan pendekatan terpadu dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan