Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik
Not a member yet
    75 research outputs found

    Peranan Matematika Dan Statistika Dalam Pertanian Industrial Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional

    Full text link
    Tingkat kebutuhan pangan yang terus meningkat selaras dengan jumlah penduduk yang naik secara eksponensial. Salah satu sumber pangan adalah hasil pertanian. Pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun kondisi pertanian Indonesia saat ini cukup memprihatinkan karena Indonesia menjadi negara pengekspor beras, kedelai dan jagung meskipun wilayahnya adalah agraris. Faktor bencana, alih fungsi lahan dan sistem pertanian tradisional yang dianut sebagaian besar masyarakayat dijadikan alasan belum swasembada pangan nasional. Oleh karena perlu dilakukan modernisasi pertanian dengan menerapkan ilmu matematika dan statistika dalam kegiatannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengetahui peranan pertanian bagi perekonomian Indonesia, kondisi pertanian Indonesia saat ini, pengertian matematika dan statistika, serta peranan matematika dan statistika dalam bidang pertanian untuk mencapai ketahanan pangan Indonesia

    KONSTRUKSI MELALUI AKTIVITAS THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Full text link
    Tingkat perkembangan intelektual anak oleh J. Piaget merupakan dasar pertimbangan dalam membelajarkan matematika kepada siswa.Teori belajar yang merujuk terhadap gagasannya dan pengembangannya mengedepankan pengetahuan sebagai produk yang harus dibangun (bukan hasil transfer) oleh siswa/mahasiswa.Peran guru/dosen pada kegiatan pembelajaran menempatkan sebagai fasilitator dan mediator.Untuk mengefektifkan kegiatan konstruksi, disarankan agar dilaksanakan melalui interaksi sosial yang mendasari tingkat kerja mental tingkat tinggi dimana individu memiliki tingkat perkembangan aktual (kemampuan memecahkan masalah secara mandiri) dan potensial (kemampuan memecahkan masalah di bawah bimbingan orang/teman sebanyanya yang lebih mampu).Makalah ini memaparkan kegiatan konstruksi dalam interaksi sosial (think pair share) dalam membuktikan teorema

    Pelabelan Total Super (a,d)(a,d)-sisi Antimagic pada Graf Semi Parasut SP2n1SP_{2n-1}

    Full text link
    Misalkan terdapat graf G=(V,E)G = (V,E). Suatu pemetaan bijeksi gg dari V(G)E(G)V(G)\cup E(G) ke \{1,2,...,V(G)|V(G)|+E(G)|E(G)|\} dikatakan pelabelanpelabelan totaltotal (a,d)-sisisisi antimagicantimagic di GG, jika himpunan bobot sisi W(x,y)={w(xy)w(xy)=g(x)+g(y)+g(xy)}W(x,y) = \{w(xy)|w(xy)=g(x)+g(y)+g(xy)\}, \forall xyxy \in E(G)E(G) dapat dinyatakan sebagai barisan aritmatika dengan suku awal aa dan beda dd. Pelabelan total (a,d)(a,d)-sisi antimagic dikatakan pelabelanpelabelan totaltotal (a,d)sisi(a,d)-sisi antimagicantimagic supersuper jika g(V(G))={1,2,...,V(G)}g(V(G))=\{1,2,...,|V(G)|\}. Pada makalah ini akan dikaji kembali tentang pelabelan total (a,d)(a,d)- sisi antimagic pada graf semi parasut SP2n1SP_{2n-1} dengan n2n \geq 2

    Penerapan Metode Meshless Local Petrov Galerkin untuk Simulasi Profil Aliran Limbah di Sungai

    Full text link
    Metode Meshless Local Petrov-Galerkin (MLPG) merupakan metode tanpa pias. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk menghilangkan mesh/grid atau untuk mengurangi kesulitan dalam membuat grid dengan menggunakan titik sebagai penggantinya. Keunggulan dari metode ini adalah dalam proses diskritisasi daerah penyelesaian (domain). Pada metode-metode numerik yang telah ada, untuk melakukan interpolasi ataupun penghitungan integral, dibutuhkan grid pada domain yang akan diselesaikan. Sehingga untuk domain yang bentuknya kompleks, diskontinu atau mempunyai boundary (batas domain) yang bergerak merupakan permasalahan yang sulit diselesaikan. Persamaan dispersi yang dikembangkan oleh G.I Taylor merupakan model yang dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi limbah yang diangkut oleh aliran air sungai. Konsentrasi limbah yang diteliti pada penelitian ini hanya pada panjang sungai. Sehingga persamaan dispersi yang digunakan adalah persamaan dispersi satu dimensi. Hasil simulasi yang diperoleh adalah konsentrasi limbah di titik terdekat sumber lebih tinggi dari konsentrasi limbah yang jauh dari sumber. Semakin menjauhi titik sumber, nilainya semakin kecil, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, konsentrasi limbah di sepanjang titik terus meningkat. Kecepatan sungai memiliki pengaruh untuk memperkecil nilai konsentrasi limbah. Semakin cepat aliran sungai, konsentrasi limbah di setiap titik akan semakin kecil daripada sungai yang memiliki kecepatan aliran rendah. Selanjutnya, laju transportasi limbah berbanding lurus dengan besar kecilnya konentrasi limbah dalam sungai. Nilai laju transportasi limbah yang tinggi menyebabkan nilai konsentrasi limbah di sungai juga tinggi

    ANALISIS STRUCTURAL EQUATIONMODELING(SEM) UNTUK SAMPEL KECIL DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS)

    Full text link
    Analisis Structural Equation Modeling (SEM) sering diaplikasikan pada permasalahan sosial yang membutuhkan model yang relatif kompleks. Pendugaan parameter pada analisis SEM membutuhkan beberapa asumsi penting seperti ukuran sampel minimal 10 kali banyaknya indikator dan data harus berdistribusi normal. Pada prakteknya tidak mudah untuk memenuhi asumsi tersebut. Dalam perkembangannya terdapat sebuah metode SEM yang tidak membutuhkan asumsi tersebut yang dikenal dengan metode analisis Partial Least Square (PLS).Metode ini merupakan analisis SEM berbasis varian atau dikenal dengan SEM-PLS. Pendugaan parameter pada metode ini tidak membutuhkan ukuran sampel yang besar dan data tidak harus berdistribusi normal. Pada penelitian ini akan ditunjukkan perbandingan analisis data menggunakan metode SEM-PLS dengan metode CB-SEM. Perbandingan analisis data menggunakan data serdos yang berupa 4 variabel laten dan 24 variabel indikator yang sebelumnya sudah dianalisis menggunakan metode analisis CB-SEM dengan data ditransformasi ke z-score untuk memenuhi asumsi. Pada penelitian ini digunakan tiga macam ukuran sampel yaitu 35,55, dan 75yang diambil dari parent sample sebanyak160kemudian dilakukan tahap Bootstrapping sebanyak 50 kali. Tahap tersebut dilakukan padasetiap ukuran sampel untuk mengetahui seberapa minim ukuran sampel pada metode SEM-PLS yang representatif terhadap sample parent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran sampel yang digunakan pada metode analisis SEM-PLS adalah sebanyak 55. Nilai R2 pada ukuran sampel 55 sama baik dengan nilai R2 pada parent sample dengan data tidak ditransformasi ke z-score sebagaimana metode CB-SEM

    Super (a,d)(a,d)-H\mathcal{H}-Antimagic Total Covering of Amalgamation Graph K4K_4 and W4W_4

    No full text
    A graph G(V,E)G(V,E) has a H\mathcal{H}-covering if every edge in EE belongs to a subgraph of GG isomorphic to H\mathcal{H}. An (a,d)(a,d)-H\mathcal{H}-antimagic total covering is a total labeling λ\lambda from V(G)E(G)V(G)\cup E(G) onto the integers {1,2,3,...,V(G)E(G)}\{1,2,3,...,|V(G)\cup E(G)|\} with the property that, for every subgraph AA of GG isomorphic to H\mathcal{H} the A=vV(A)λ(v)+eE(A)λ(e)\sum{A}=\sum_{v\in{V(A)}}\lambda{(v)}+\sum_{e\in{E(A)}}\lambda{(e)} forms an arithmetic sequence. A graph that admits such a labeling is called an (a,d)(a,d)-H\mathcal{H}-antimagic total covering. In addition, if {λ(v)}vV={1,...,V}\{\lambda{(v)}\}_{v\in{V}}=\{1,...,|V|\}, then the graph is called H\mathcal{H}-super antimagic graph. In this paper we study of amalgamasi graph K4K_4 and W4W_4

    Rainbow Connection Number Pada Operasi Graf

    Full text link
    An edge-colouring of a graph GG is rainbow connected if  there are kk internally vertex-disjoint paths joining them, with no two edges on the path have the same color. Let GG be a simple graph and ff be an edge coloring, where f:E(G){1,2,...,k},kNf:E(G)\rightarrow{\{1,2,...,k\},\,\, k\in{N}}, and the adjacent edges may have the same colour. The rainbow connection numbers of a connected graph G, denoted by rc(G)rc(G), is a minimal numbers of color GG required to make a rainbow connection. This paper discussed rainbow connection for any special graph, namely graph PnH2,2P_n\otimes H_{2,2} and graph P3CnP_3\otimes C_{n}.

    META-ANALITYCSTRUCTURAL EQUATION MODELING (MASEM) PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PULAU JAWA

    Full text link
    Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun. Kemiskinan merupakan masalah kependudukan yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung program strategi penanggulangan kemiskinan. Pengukuran kemiskinan yang tepat dan dapat dipercaya merupakan instrumen yang tangguh bagi pengambilan kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin. Dalam rangka menunjang keberhasilan pelaksanaan program pembangunan terutama yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, diperlukan suatu penelitian yang dapat mengetahui informasi mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemiskinan. Dengan menggunakan metode Meta-analityc Structural Equation Modeling(MASEM) berdasarkan pendekatan Two Stage Structural Equation Modeling (TSSEM), penelitian ini akan melihat pengaruh faktor ekonomi, Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesehatan terhadap kemiskinan di Pulau Jawa.TSSEM merupakan salah satu metode untuk mengintegrasikan teknik meta-analisis dan SEM. Langkah pertama dalam TSSEM adalah mensintesis koefisien korelasi semua penelitian, dan langkah kedua mengaplikasikan teknik SEM untuk menjelaskan hubungan antar variabel menggunakan matriks korelasi gabungan.Berdasarkan hasil analisis tahap pertama pada penelitian ini, diketahui bahwa nilai (df=30, N=118)= 188.72 denganp-value < 0.001 sehingga matriks korelasi antar penelitian adalah heterogen.  Oleh karena itu metode yang digunakan pada tahap kedua adalah TSSEM denganeffect random

    Pelabelan Total Super (a,d)-Sisi Antimagic Pada Graf Buah Naga

    Full text link
    A graph GG is called an (a,d)(a,d)-edge-antimagic total labeling if there exist a one-to-one mapping f:f(V)={1,2,3,...,p}f(E)={1,2,,p+q}f : f(V)=\{1,2,3,...,p\} \to f(E)=\{1,2,\dots,p+q\} such that the edge-weights, w(uv)=f(u)+f(v)+f(uv),uvE(G)w(uv)=f(u)+f(v)+f(uv), uv \in E(G), form an arithmetic progression {a,a+d,a+2d,,a+(q1)d}\{a,a+d,a+2d,\dots,a+(q-1)d\}, where a>0 and d0d\ge 0 are two fixed integers, form an arithmetic sequence with first term aa and common difference dd. Such a graph GG is called {\it super} if the smallest possible labels appear on the vertices. In this paper we recite super (a,d)(a,d)-edge-antimagic total labelling of connected  Dragon Fruit Graph. The result shows that Dragon Fruit Graph have a super edge antimagic total  labeling for d0,1,2d\in{0,1,2}

    Super (a,d)-H-Antimagic Total Covering pada Graf Semi Windmill

    Full text link
    A graph G(V,E)G(V,E) has a H\mathcal{H}-covering if every edge in EE belongs to a subgraph of GG isomorphic to H\mathcal{H}. An (a,d)(a,d)-H\mathcal{H}-antimagic total covering is a total labeling λ\lambda from V(G)E(G)V(G)\cup E(G) onto the integers {1,2,3,...,V(G)E(G)}\{1,2,3,...,|V(G)\cup E(G)|\} with the property that, for every subgraph AA of GG isomorphic to H\mathcal{H} the A=vV(A)λ(v)+eE(A)λ(e)\sum{A}=\sum_{v\in{V(A)}}\lambda{(v)}+\sum_{e\in{E(A)}}\lambda{(e)} forms an arithmetic sequence. A graph that admits such a labeling is called an (a,d)(a,d)-H\mathcal{H}-antimagic total covering. Inaddition, if {λ(v)}vV={1,...,V}\{\lambda{(v)}\}_{v\in{V}}=\{1,...,|V|\}, then thegraph is called H\mathcal{H}-super antimagic graph. In this paperwe study of Shackle of Semi {\it Windmill

    68

    full texts

    75

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇