Jurnal Pekommas
Not a member yet
    263 research outputs found

    Analisis Kebijakan Terkait Prioritas Pilot Project Implementasi Sistem Informasi Menggunakan Analytical Hierarchy Process

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan prioritas pilot project implementasi sistem informasi yang baru di lingkungan pemerintah yang dikembangkan melalui pendekatan multi kriteria sebagai bahan pertimbangan. Dalam penelitian ini diperlukan suatu alat analisis yang disebut Analytical Hierarchy Process (AHP). Multiple Criteria Decision Making (MCDM) dapat membantu decision maker dalam mengambil keputusan terstruktur, sehingga diharapkan memperoleh hasil yang optimal dari adanya implementasi sistem tersebut. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Dalam metode AHP, hal yang paling pokok dilakukan adalah dekomposisi masalah yang terdiri dari lima level, yaitu level satu (tujuan utama), level dua (kriteria), level tiga (sub kriteria), dan level empat (alternatif satuan kerja). Kriteria yang digunakan adalah usulan para ahli, yaitu menggunakan framework STOPE (Strategy, Technology, Organization, People, Environment) yang telah dimodifikasi. Untuk pengolahan data digunakan perangkat lunak Expert Choice 11 untuk mensimulasikan permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan suatu urutan prioritas satuan kerja yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pilot project

    Kesiapan E-Skills Pemerintah Daerah dalam Implementasi E-Government di Kawasan Mamminasata

    Get PDF
    Aspek penting  dalam pengembangan eGov di Indonesia adalah sumber daya manusia yang terampil dalam bidang teknologi informasi (e-Skill) dan kompeten dalam mengimplementasikan konsep-konsep pelayanan berbasis elektronik. Kombinasi Parameter SKKNI yang dipetakan ke dalam ICT user skills, ICT practitioner skills, e-business skills menghasilkan konsep keterampilan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah akan SDM di bidang kominfo (Gevernment ICT Skills). Penelitian ini menggambarkan kesiapan SDM bidang TIK yang dilaksanakan menggunakan strategi survei dengan populasi pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkup pemerintah daerah yang tersebar di 4 wilayah dalam kawasan Mamminasata yaitu Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Hasil penelitian menyatakan bahwa kesiapan e-Skills di Kawasan Mamminasata berada pada indeks 52% yang berarti SDM memahami dan siap dalam pemanfaatan dasar TIK, memahami operasional TIK, memiliki pengetahuan teknis, serta mampu mengeksploitasi penggunaan TIK pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai aparat pemerintah

    Penilaian Tingkat Adopsi Aplikasi ePuskesmas dengan Perspektif Technology Acceptance Model

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat adopsi penggunaan aplikasi ePuskesmas pada pegawai Puskesmas Batua Makassar. Techonlogy Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menggambarkan empat konstruk dalam penelitian ini yang meliputi perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention to use, dan usage actual. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perceived usefulness memiliki hubungan positif dengan behavior intention to use  dimana pengaruhnya tidak signifikan dengan  nilai sig. 0.338 > 0.05. Perceived ease of use memiliki hubungan positif dengan behavior intention to use  dimana pengaruhnya tidak signifikan dengan nilai sig. 0.083 > 0.05. Behavior intention to use memiliki hubungan positif dan pengaruhnya sangat signifikan dengan nilai sig. 0.000 < 0.05. Perceived usefulness dan perceived ease of use memiliki hubungan positif dengan behavior intention to use akan tetapi pengaruhnya tidak signifikan dengan nilai sig. > 0.05, begitupun juga hubungan antara perceived ease of use  dengan actual usage memiliki hubungan yang sama.

    Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi pada Erupsi Merapi 2010 di Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 akrab dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Antara relawan, donatur dan masyarakat saling bekerjasama. Bagaimana pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi pada saat erupsi Merapi pada tahun 2010 di kabupaten Sleman Yogyakarta? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam tulisan ini. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus Robert K.Yin. Inti pembahasan terbagi menjadi tiga yaitu; (1) Kemudahan penggunaan (perceived ease of use), (2) Persepsi kemanfaatan (perceive of usefulness). (3) Pemakaian aktual (actual usage). Hasil penelitian ini yaitu Pertama, kemudahan pengguna pada erupsi Merapi tahun 2010 terletak pada teknologi komunikasi seperti handphone dan handy talky. Sedangkan kemudahan pengguna teknologi digital internet sangat bergantung pada dua hal; kemampuan pengguna atau user dan kemampuan akses jaringan internet. Kedua, kemanfaatan TIK dalam kasus erupsi Merapi 2010 bermuara pada manfaat peningkatan kinerja, produktivitas dan efektifitas kerja dalam menangani pra erupsi dan pasca erupsi Merapi. Ketiga, pemakaian aktual TIK pada erupsi Merapi yaitu teknologi media baru yang digunakan secara optimal pada saat recovery Merapi. Melalui website Jalin Merapi, relasi dan interaksi antara relawan, pencarian dana dan warga masyarakat menjadi efektif dan efisien

    Motif Penggunaan Internet Dikalangan Remaja di Kota Makassar

    No full text
    Internet merupakan sebuah jaringan komputer globalraksasa yang telah menjadi realitas dalam kebutuhan informasi dan komunikasi jutaan manusia di dunia ini. Di sisi lain, kemajuan ini menimbulkan berbagai persoalan diantaranya plagiasi, pornografi, cyber crime, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk  menjelaskan motif penggunaan internet dikalangan remaja di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah responden 178 remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan internet dikalangan remaja sangat tinggi. Namun, motif penggunaannya lebih banyak berupa hiburan dan prestise. Sementara motif pengetahuan relatif lebih rendah.

    Sistem Pendukung Keputusan Kepegawaian dengan Metode AHP dan Pemetaan Digital

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menunjang pengambilan keputusan kepegawaian dengan memetakan data pegawai secara digital dalam bentuk peta tematik untuk merepresentasikan data kepegawaian, serta melakukan penilaian kinerja dan penempatan pegawai sesuai kompetensinya dengan metode Analisis Proses Hirarki (AHP), sebagai pertimbangan untuk meningkatkan kualitas masukan data dan informasi bagi baperjakat dalam pengambilan keputusan kepegawaian di BPS Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Triangulasi, dengan melakukan studi pustaka, survei dan observasi dalam bentuk wawancara dan wawancara terstruktur (kuesioner). Sampel penelitian dari jenis Purposive Sampling. Penenitian ini telah memberikan: (1) penilaian kualitas kinerja dan kompetensi pegawai di lingkungan BPS Kalimantan Tengah, dimana hasil simulasi pemeringkatan pegawai menggunakan SPK menunjukkan skor untuk Pegawai A sebesar 3,393; Pegawai B sebesar 3, 927;  dan Pegawai C sebesar 2,658; (2) peta tematik digital sebagai representasi data kepegawaian (klasifikasi dan profil pegawai) di BPS Kalteng.  Selain itu diperoleh pula kriteria-kriteria yang dianggap mempengaruhi penilaian kinerja dan penempatan pegawai. Perpaduan data kriteria serta bobotnya dengan data pegawai mampu menghasilkan nilai kinerja masing-masing pegawai sekaligus urutan pemeringkatan pegawai

    Pengaruh Aktivitas di Media Sosial Terhadap Rutinitas Blogger Sumatera Barat

    Get PDF
    Keberadaan blog sebagai salah satu new media yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi, kian hari tak lagi bergaung seperti di awal-awal kemunculannya. Para penggiatnya (blogger) lebih banyak eksis di media sosial, sehingga blog-nya pun tak lagi terurus dan minim posting-an tulisan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan pemilik blog di media sosial terhadap rutinitas mereka dalam menulis di blog. Objek penelitian dilakukan pada komunitas blogger Sumatera Barat dimana sampelnya diambil berdasarkan purposif sampling dengan jenis non probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rutinitas menulis di blog tergantung blogger bersangkutan dan tidak bisa dikaitkan dengan aktivitas mereka di media sosial

    Permasalahan, Solusi dan Model Komunikasi Humas dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung

    Get PDF
    Penetapan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di satu sisi memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan kawasan destinasi unggulan di Provinsi Banten, tetapi disisi lain menimbulkan permasalahan yang harus segera dituntaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi pasca ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 2012 tersebut, solusi apa yang dilakukan terkait masalah tersebut, serta model komunikasi yang seperti apa yang tepat untuk bisa diimplementasikan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersumber pada data hasil wawancara mendalam, observasi di lapangan, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari data tersebut kemudian dijadikan sebagai Model Komunikasi Humas Pemerintahan Provinsi Banten dan Masyarakat. yang berlandaskan pada model two way communication Schramm, dan model komunikasi Devito. Hasil penelitian menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi adalah lemahnya koordinasi dan sinkronisasi kerja sebagai imbas  dari  belum berfungsiya dewan kawasan sebagaimana mestinya. Solusi atas masalah tersebut adalah adanya Humas Dewan Kawasan  yang mengatur distribusi koordinasi dan sinkronisasi yang lebih terarah di antara pihak terkait, terutama pada pelaksana di tingkat kawasan nasional, propinsi dan daerah. Model komunikasi humas yang ditawarkan dalam penelitian ini  kiranya bisa memberikan ruang publik bagi semua pemangku dalam hal pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung

    Potensi Penggunaan Koneksi Internet Instansi Pemerintah Bersama Masyarakat di Kota Makassar

    Get PDF
    Saat ini hampir seluruh instansi pemerintah maupun swasta telah melakukan penyewaan koneksi internet untuk memenuhi kebutuhan informasi masing-masing tak terkecuali pemerintah kota Makassar. Dengan sistem  pembayaran dan pemakaian internet bulanan membuat instansi pemerintah tetap mendapatkan koneksi internet diluar jam kantor atau hari libur. Hal ini minimbulkan kemubassiran mengingat pada waktu-waktu tersebut koneksi internet tidak termanfaatkan sementara kebutuhan masyarakat akan akses internet belum tercukupi dengan baik. Berdasarkan hal itu maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi bandwidth internet instansi, Sumber Daya Manusia (pengelola jaringan), kebiasaan manajemen jaringan,waktu dan tanggapan terhadap ide pemakaian internet bersama masyarakat diluar jam kantor dan hari libur. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan observasi secara langsung di 12 instansi pemerintah kota Makassar. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan potensi-potensi tersebut. Potensi bandwidth internet instansi adalah sebesar 26,5 MBps, terdapat 5 instansi yang terbiasa melakukan manajemen dan monitoring bandwidth dan hanya 3 instansi terbiasa melakukan filtering website. Ketersediaan pengelola jaringan sudah 100% dengan 85% yang berlatar belakang pendidikan teknologi informasi, potensi waktu rata-rata 15-16 jam perhari dan 24 jam pada hari libur. Sepuluh dari dua belas instansi setuju apabila penggunaan internet bersama masyarakat diimplementasikan

    Kinerja Website Resmi Pemerintah Provinsi di Indonesia

    Get PDF
    Website pemerintah daerah merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat luas. Keberadaan website membantu sekaligus menutupi keterbatasan pemerintah dalam hal diseminasi berbagai informasi sehingga masyarakat tidak mengalami kesenjangan informasi. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan teknik observasi dalam pengumpulan data. Objek observasi adalah website pemerintah daerah provinsi di seluruh Indonesia berdasarkan daftar website pemerintah daerah yang diperoleh dari website Kementerian Dalam Negeri RI. Pengukuran kinerja website dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disediakan oleh GTMatrix. Berdasarkan hasil pengujian website pemerintah daerah diperoleh bahwa rata-rata Page Speed Grade 59% atau di grade E. Artinya kualitas website pemerintah daerah berdasarkan index yang dihasilkan Google masih sangat rendah. Rendahnya kualitas web tersebut tentu akan mempengaruhi kinerja website dan secara langsung akan mempengaruhi minat pengguna internet untuk mengunjungi website pemerintah daerah. Hal serupa juga dihasilkan oleh YSlow Grade dari Yahoo dimana rata-rata YSlow Grade 74% atau di grade C

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pekommas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇