Jurnal Mahasiswa TEUB
Not a member yet
2001 research outputs found
Sort by
ANALISIS KARAKTERISTIK BEBAN DAN TINGKAT PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Energi listrik sangat dibutuhkan dalam hal menunjang berbagai macam aktivitas pada gedung-gedung pendidikan, temasuk pada institusi pendidikan tinggi. Sebagai salah satu fasilitas yang mendukung kegiatan akademik, gedung-gedung pada institusi pendidikan memiliki karakteristik beban listrik yang beragam sesuai dengan jenis aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Hal ini memunculkan tantangan dalam mengelola penggunaan energi secara efisien dan berkelanjutan guna perancangan dan pemakaian energi listrik yang sesuai. Seperti pada Gedung Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), konsumsi energi listrik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jadwal perkuliahan, operasional laboratorium, penggunaan perangkat elektronik, dan pengaturan fasilitas gedung.Penelitian ini berfokus pada analisis permasalahan karakteristik beban dan efisiensi pemakaian energi listrik di Gedung Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB). Berdasarkan pengukuran selama satu minggu menggunakan power analyzer, ditemukan beberapa permasalahan utama yang memengaruhi efisiensi dan kualitas distribusi listrik. Ketidakseimbangan beban antar fasa menjadi isu kritis, dengan nilai mencapai 33,07% pada hari aktif (Senin) dan 30,08% pada hari nonaktif (Sabtu), jauh melampaui batas toleransi 20% menurut standar IEEE 446-1995. Ketidakseimbangan ini menyebabkan tingginya arus netral sebesar 80,8 A pada hari aktif, yang berpotensi meningkatkan kerugian daya dan risiko panas berlebih pada sistem distribusi.Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa ketidakefisienan pemakaian energi listrik di Gedung FTP UB disebabkan oleh distribusi beban yang tidak merata antar fasa, tidak optimalnya penggunaan kapasitas transformator, serta kurangnya data pemantauan yang terstruktur. Penelitian ini menyarankan redistribusi beban untuk menurunkan arus netral dan meningkatkan stabilitas sistem, pemasangan perangkat pemantau energi untuk mengelola konsumsi listrik secara real-time, serta evaluasi kapasitas transformator agar sesuai dengan kebutuhan aktual
Analisis Penambahan Recloser Untuk Meningkatkan Keandalan Sistem Distribusi 20 kV pada Penyulang Ratulangi PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih
Sistem distribusi daya listrik di PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih berperan dalam menyalurkan energi listrik dari gardu induk hingga ke pelanggan. Keandalan sistem distribusi menjadi suatu hal yang penting untuk pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan recloser pada jaringan distribusi 20 kV Penyulang Ratulangi PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih, dan menganalisis keandalan sistem distribusi tersebut sebelum dan setelah penambahan recloser. Analisis penambahan recloser dilakukan dengan perhitungan indeks keandalan menggunakan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis), simulasi sebelum dan setelah penambahan recloser menggunakan software ETAP 19.0.1. Selanjutnya dibandingkan dengan ketetapan SPLN 59 Tahun 1985. Hasil perhitungan indeks keandalan metode FMEA diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,7236 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 5,4088 jam/pelanggan/tahun, dan CAIDI sebesar 3,128563 jam/kali. Hasil simulasi ETAP sebelum penambahan recloser diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,8134 kali/pelanggan/tahun, SAIDIsebesar 5,4295 jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 2,994 jam/kali. Penempatan titik recloser memiliki pengaruh terhadap nilai keandalan sistem, dimana skenario 2 menjadi titik penempatan recloser yang paling optimal. Hasil simulasi ETAP setelah penambahan recloser pada skenario 2 diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,4572 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 5,2113 jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 3,576 jam/kali. Berdasarkan hasil nilai indeks keandalan metode FMEA, simulasi ETAP sebelum dan setelah penambahan recloser memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai SPLN 59 Tahun 1985. Dengan demikian, sistem distribusi pada Penyulang Ratulangi PT. PLN ULP Ngadiluwih telah memenuhi standar dan dapat dinyatakan andal. Kata Kunci : Indeks Keandalan, Penambahan Recloser, Metode FMEA, ETAP
Analisis Koordinasi Sistem Proteksi Relay Arus Lebih pada Jaringan Home Load 21kV PLTU PT. YTL Jawa Timur
Penelitian ini menganalisis koordinasi sistem proteksi relay arus lebih (OCR dan GFR) pada jaringan home load 21kV PLTU PT. YTL Jawa Timur Unit 6 untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, pengumpulan data teknis, simulasi arus hubung singkat, dan analisis koordinasi relay dengan ETAP 21.0.1. Hasil simulasi menunjukkan deviasi kecil (0,11–1,12%) antara perhitungan manual dan ETAP, memvalidasi akurasi model. Evaluasi sistem eksisting mengidentifikasi ketidaksesuaian waktu kerja relay dengan standar IEC 60255. Penyesuaian parameter relay (Iset dan TMS) berhasil meningkatkan selektivitas proteksi dengan waktu kerja 0,2–0,5 detik dan mengurangi potensi ketidakselektifan. Koordinasi tiga tipikal jaringan (LAJ, HAG, dan ECG) meningkatkan keandalan proteksi hingga 20% untuk gangguan fasa dan tanah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan simulasi ETAP sebagai alat utama dalam optimasi sistem proteksi berbasis standar internasional.Kata Kunci : Relay arus lebih, koordinasi proteksi, arus hubung singkat, ETAP, IEC 60255
Analisis Pengaruh Penambahan Gas R410a Terhadap Dielektrik Gas Karbondioksida pada Tegangan Tinggi DC Batang-Batang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gas R410A terhadap kekuatan dielektrik gas karbondioksida (CO₂) sebagai alternatif isolator gas ramah lingkungan dalam sistem tegangan tinggi DC homogen dengan elektroda batang-batang. Gas sulfur hexafluoride (SF₆), yang umum digunakan pada Gas Insulated Switchgear (GIS), memiliki kekuatan dielektrik tinggi namun berdampak buruk pada lingkungan karena Global Warming Potential (GWP) sebesar 23.900 dan biaya yang mahal. Penelitian ini menguji campuran gas CO₂ dan R410A dengan variasi konsentrasi R410A (0%, 10%, 20%, 30%), tekanan total (2000–2600 mBar), dan jarak sela elektroda (1 cm dan 2 cm) di Laboratorium Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya. Pengujian tegangan tembus dilakukan dalam pressure chamber, sementara simulasi distribusi medan listrik menggunakan Finite Element Method Magnetics (FEMM) 4.2. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi R410A, tekanan, dan jarak sela meningkatkan tegangan tembus, dengan nilai tertinggi 70,67 kV pada konsentrasi 30%, tekanan 2600 mBar, dan jarak sela 2 cm. Simulasi medan listrik mencatat intensitas maksimum 47,50 kV/cm pada jarak sela 2 cm, tekanan 2000 mBar, dan konsentrasi 0%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campuran CO₂ dan R410A berpotensi menggantikan SF₆ dengan kekuatan dielektrik yang kompetitif dan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Kata Kunci: Kekuatan Dielektrik, Gas R410A, Gas CO₂, Tegangan Tinggi DC, Elektroda Batang-Batang, FEMM 4.
RANCANG BANGUN MESIN CHILLER TERINTEGRASI INTERNET OF THINGS UNTUK MENJAGA KUALITAS COLD CHAIN PRODUCTS OBAT
Dalam industri farmasi, penyimpanan obatobatan pada suhu yang tepat sangat krusial untuk menjaga efektivitas dan keamanannya. Cold Chain Products (CCP) seperti vaksin, insulin, dan obat-obatan lain harus disimpan dalam rentang suhu tertentu untuk menghindari degradasi zat aktif. Mesin pendingin atau chiller konvensional masih memiliki keterbatasan dalam monitoring secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin chiller terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk menjaga kualitas Cold Chain Products obat. Sistem ini mengintegrasikan sensor suhu yang dikendalikan oleh PLC dan dikoneksikan dengan platform IoT untuk monitoring secara real-time. Data suhu yang dikumpulkan akan disimpan dalam basis data terstruktur untuk mendukung analisis tren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi desain dan implementasi sistem refrigerasi dengan siklus kompresi uap, serta pengembangan sistem pemantauan denganIoT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjaga suhu dalam rentang yang ditentukan. Implementasi IoT pada sistem refrigerasi ini memberikan kemudahan dalam monitoring suhu, serta pengelolaan penyimpanan obat-obatan yang memerlukan kontrol ketat terhadap suhu. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas penyimpanan obat dalam rantai dingin farmasi.Kata kunci: Cold Chain Product, Chiller, Monitoring
IDENTIFIKASI NON-INVASIF SKOLIOSIS MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) DENGAN ARSITEKTUR RESIDUAL NETWORK (RESNET18) DAN MOBILE NETWORK (MOBILENETV2)
Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang menyebabkan kelengkungan abnormal dan berdampak padapostur serta kesehatan jangka panjang penderitanya. Metode deteksi konvensional seperti X-ray memiliki risiko paparan radiasiserta keterbatasan akses di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi skoliosis secara non-invasifmelalui citra tampak belakang tubuh manusia menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN) dengan duapendekatan arsitektur, yaitu ResNet-18 dan MobileNetV2. Dataset citra yang digunakan terdiri dari dua kelas: normal danskoliosis, dan diolah melalui beberapa skenario eksperimental seperti representasi warna, jumlah epoch, jenis optimizer, sertanilai learning rate. Hasil menunjukkan bahwa MobileNetV2 memberikan performa terbaik dengan akurasi 88% dan waktukomputasi yang lebih efisien dibandingkan ResNet-18 yang mencapai akurasi 84%. Perbandingan menunjukkan bahwaMobileNetV2 unggul dalam efisiensi, sementara ResNet-18 lebih konsisten dalam performa klasifikasi. Pendekatan inimembuktikan bahwa CNN dapat menjadi solusi alternatif yang aman, efisien, dan mudah diterapkan untuk deteksi skoliosissecara dini dan non-invasif.Kata Kunci—Skoliosis, CNN, ResNet-18, MobileNetV2, Klasifikasi Citra, Deteksi Non-Invasi
Analisis Hybrid Optical Network Untuk Menekan Sifat Non-Linear Menggunakan SOA dan Teknik Dithering
Radio over Fiber (RoF) merupakan salah satuteknologi dari Hybrid Optical Network (HON) yangmengintegrasikan keunggulan jaringan radio dan serat optik dalamsatu sistem transmisi. Teknologi ini memungkinkan transmisi sinyalradio melalui media serat optik untuk meningkatkan kapasitas,jangkauan, dan efisiensi jaringan. Namun, penggunaan daya optiktinggi dalam sistem RoF dapat memicu munculnya efek non-linear,seperti Self-Phase Modulation (SPM), yang berdampak pada distorsidan penurunan kualitas sinyal. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis efektivitas penggunaan Semiconductor OpticalAmplifier (SOA) dan teknik High-Frequency Dithering (HFD)dalam menekan efek non-linear pada sistem HON. Simulasidilakukan menggunakan perangkat lunak OptiSystem versi 7.0dengan skenario variasi daya CW laser dari -6 dBm hingga 6 dBmserta panjang serat optik dari 0,1 km hingga 0,5 km. Evaluasidilakukan berdasarkan parameter daya sinyal di sisi penerima danrasio sinyal terhadap noise (SNR). Hasil simulasi menunjukkanbahwa penerapan SOA dan teknik dithering secara signifikanmeningkatkan kualitas sinyal yang diterima dan nilai SNRdibandingkan sistem yang tidak menggunakan teknik tersebut.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi SOA dan HFDmerupakan metode yang efektif untuk menekan efek non-lineardalam sistem RoF dan meningkatkan performa transmisi padajaringan HON.Kata Kunci ̶ Hybrid Optical Network, Radio over Fiber, Nonlinearitas, Semiconductor Optical Amplifier, Teknik Dithering, SN
ANALISIS PERFORMANSI ALGORITMA RANDOM FOREST, LOGISTIC REGRESSION, DAN DECISION TREE UNTUK MELAKUKAN KLASIFIKASI SERANGAN SIBER
Intrusion Detection System (IDS) berperanpenting dalam mendeteksi serangan siber, termasukAdvanced Persistent Threat (APT) yang bersifatkompleks dan tersembunyi. Penelitian ini mengusulkanpendekatan klasifikasi berlapis (multilayer classification)yang terdiri dari dua tahap: klasifikasi awal untukmembedakan trafik APT, Non-APT, dan Normal, sertaklasifikasi utama untuk mengidentifikasi jenis serangansecara lebih spesifik. Model dibangun menggunakankombinasi algoritma Random Forest, Decision Tree, danLogistic Regression. Hasil menunjukkan bahwakombinasi Decision Tree dan Random Forest (DT+RF)menghasilkan akurasi terbaik, yaitu 97% untuk dataserangan dan 99% secara keseluruhan. Dibandingkanpenelitian sebelumnya, pendekatan ini menunjukkanpeningkatan nilai precision dan recall pada sebagian besarkategori serangan. Namun, pengujian terhadap data realworld menunjukkan tantangan dalam generalisasi model,menandakan perlunya pengembangan lebih lanjut agarlebih adaptif terhadap kondisi lalu lintas nyata.Kata Kunci— IDS, Advanced Persistent Threat,Multilayer klasifikasi, Random Forest, Decision Tree,real-world data
Evaluasi dan Peningkatan Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 kV di PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih pada Penyulang Ngadiluwih
Sistem distribusi listrik pada PT. PLN ULP Ngadiluwihberperan penting dalam menyalurkan energi listrik dari GarduInduk Banaran ke pelanggan di wilayah Kota Kediri. Keandalansistem distribusi merupakan hal yang penting bagi pelanggan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkankeandalan pada jaringan sistem distribusi 20 kV PenyulangNgadiluwih PT. PLN (Persero) ULP Ngadiluwih dengan solusipenambahan sectionalizer. Analisis penambahan sectionalizerdilakukan dengan simulasi pada software ETAP, kemudiannantinya akan dibandingkan dengan SPLN 59 Tahun 1985 sebelumdan sesudah penambahan sistem proteksi ini. Berdasarkan hasilperhitungan indeks keandalan metode section technique diperolehnilali SAIFI sebesar 6,8094 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar20,8202 jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 3,0576jam/kali/tahun. Hasil simulasi ETAP indeks keandalan sebelumpenambahan sectionalizer antara lain nilai SAIFI 5,9528kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 23,7290jam/pelanggan/tahun, CAIDI sebesar 3,986 jam/kali/tahun. Hasilsimulasi ETAP setelah penambahan sectionalizer antara lain nilaiSAIFI sebesar 5,6532 kali/pelanggan/tahun, SAIDI sebesar 22,8408jam/pelanggan/tahun dan CAIDI sebesar 4,040 jam/kali/tahun.Setelah penambahan sectionalizer menunjukkan membaik dengannilai selisih antara lain SAIFI sebesar 0,2996 dan SAIDI sebesar0,8882. Berdasarkan hasil nilai indeks keandalan metode sectiontechnique, simulasi ETAP sebelum dan sesudah penambahansectionalizer dengan dibandingkan nilai SPLN 59 Tahun 1985,system jaringan distribusi Penyulang Ngadiluwih dinyatakan masihbelum andal.Kata Kunci ̶ Indeks Keandalan, Metode Section Technique,Penambahan Sectionalizer, ETAP
Identifikasi Lokasi Gangguan Jaringan Tegangan Menengah 20 kV Berdasarkan Impedansi Saluran pada PT. PLN (Persero) Penyulang Ngasinan
Kesulitan dalam mengidentifikasi lokasi gangguansecara cepat dan akurat pada jaringan distribusi tenaga listriktegangan menengah dapat menyebabkan lamanya waktu pemulihansistem dan meningkatnya kerugian operasional. Penelitian inibertujuan untuk mengestimasi lokasi gangguan hubung singkatpada jaringan distribusi radial 20 kV dengan menerapkan metodeimpedansi saluran. Studi kasus dilakukan pada PenyulangNgasinan milik PT PLN (Persero) UP3 Surabaya Barat. Penelitianini menggunakan pendekatan simulasi pada perangkat lunak ETAPuntuk mendapatkan data arus gangguan yang kemudian digunakandalam perhitungan estimasi jarak lokasi gangguan. Analisisdilakukan untuk empat jenis gangguan: satu fasa ke tanah (L-G),dua fasa (L-L), dua fasa ke tanah (L-L-G), dan tiga fasa (L-L-L).Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode impedansimenghasilkan estimasi lokasi gangguan dengan tingkat keakuratantinggi. Estimasi jarak rata-rata untuk gangguan dua fasa adalah10,991 meter dengan presentase error 0,11%, dan untuk gangguantiga fasa adalah 1,363 meter dengan presentase error 0,01%.Sedangkan pada gangguan tanah, gangguan satu fasa ke tanahmenghasilkan rata-rata jarak estimasi 35,089 meter denganpresentase error 0,35%, dan gangguan dua fasa ke tanah sebesar63,728 meter dengan presentase error 0,64%. Dengan demikian,metode impedansi terbukti efektif dalam mengidentifikasi lokasigangguan dengan kesalahan yang relatif kecil.Kata Kunci ̶ Gangguan Hubung Singkat, Metode Impedansi,Estimasi Lokasi Gangguan, ETAP