Jurnal Agrisep
Not a member yet
154 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH HARGA PUPUK, HARGA DASAR GABAH, LUAS TANAM DAN LUAS PANEN TERHADAP PRODUKSI PADI DI PROVINSI ACEH
Ancaman krisis ketahanan pangan semakin melanda Indonesia. Berbagai tanggapan mengutarakan bahwa kondisi ini terjadi karena kemampuan untuk memproduksi padi semakin menurun sementara jumlah konsumsi beras terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proyeksi harga pupuk, harga dasar gabah, luas tanam dan luas panen pada tahun 2021-2025, dan pengaruhnya terhadap produksi padi sawah di Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan metode survey. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini, proyeksi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lima tahun ke depan (2021-2025) yaitu Proyeksi laju pertumbuhan produksi gabah sebesar 2.53% mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun penelitian. Selanjutnya Uji serempak (uji F) menunjukkan bahwa harga pupuk Urea, harga pupuk TSP, harga pupuk ZA, harga dasar gabah, luas tanam dan luas panen berpengaruh terhadap produksi padi sawah
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHA PENGGILINGAN PADI KELILING DI LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efisiensi teknis usaha penggilingan padi keliling di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. masalah utama yang diteliti Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi frontier dan tingkat efisiensi yang dicapai pada masing masing unit usaha dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap fungsi produksi frontier dengan menggunakan Frontier software 4.1 . Hasil penelitian antara lain adalah faktor yang berpengaruh nyata terhadap fungsi produksi frontier menunjukkan bahwa faktor umur mesin dan modal berpengaruh signifikan terhadap Jumlah produksi usahatani penggilingan padi di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Sementara Jumlah gabah yang digiling, tenaga kerja, BBM tidak berpengaruh nyata. Hasil menunjukan nilai efisiensi teknis rata-rata produktivitas yang dicapai adalah 77,93% menunjukkan belum seluruhnya melakukan kegiatannya secara efisien sehingga masih dimungkinkan untuk dengan peluang peningkatan produksi untuk mencapai potensi produksi tertinggi adalah sebesar 22,07%
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHA TANI PADI SAWAH (Oriza sativa L.) DI KECAMATAN PEMATANG BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN
ABSTRACTRice is one of the staple food crops that needs to be improved in production management with the aim of increasing technical efficiency. Improved technical efficiency can be done by utilizing the factors of rice production optimally. Pematang Bandar Sub-district in 2016 became a rice barn in Simalungun Regency, but in the last few years rice productivity has fluctuated. Pematang Bandar sub-district has 8,114.3 Haharvested area with 6.1 Tons/Ha productivity. The low productivity of rice is closely related to the inefficient use of production inputs. The purpose of this study was to determine and analyze the factors that affect rice production and the level of technical efficiency of rice plants (Oriza sativa L.) in the Pematang Bandar District, Simalungun Regency. In analyzing the efficiency of production factors, the Cobb-Douglas production function is used as the stochastic frontier function. The results of this study indicate that the factors that significantly affect the production of lowland rice in Pematang Bandar District, Simalungun Regency are land area and seeds. While the variables of labor, fertilizers and pesticides have no significant effect on the production of lowland rice. The level of technical efficiency in rice farming is 83%, which means that the use of production factors in lowland rice farming is technically efficient, but farmers still have 17% chance to further improve the efficiency.ABSTRACTPadi merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang perlu ditingkatkan pengelolaan produksi dengan tujuan peningkatkan efisiensi teknis. Peningkatan efisiensi teknis dapat dilakukan dengan penggunaan faktor-faktor produksi padi secara optimal. Kecamatan Pematang Bandar pada tahun 2016 menjadi lumbung padi di Kabupaten Simalungun, namun pada beberapa tahun terakhir produktivitas padi berfluktuatif. Kecamatan Pematang Bandar memiliki luas panen padi sawah sebesar 8.114,3 Ha dengan produktivitas 6,1 Ton/Ha. Rendahnya produktivitas padi ini di berkaitan erat dengan penggunaan input produksi yang belum efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi padi dan tingkat efisiensi teknis tanaman padi (Oriza sativa L.) di Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Dalam menganalisis efisiensi faktor-faktor produksi digunakan fungsi produksi cobb-douglas sebagai fungsi stochastik frontier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun adalah luas lahan dan benih. Sedangkan variabel tenaga kerja, pupuk dan pestisida berpengaruh tidak nyata terhadap produksi padi sawah. Tingkat efisiensi teknis pada usahatani padi sebesar 83%, artinya penggunaan faktor produksi pada usahatani padi sawah sudah efisien secara teknis, namun petani masih memiliki peluang 17 % untuk lebih meningkatkan efisiensi. Kata kunci: padi sawah, produksi, efisiensi tekni
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAGUNG (Zea Mays L.) DI KECAMATAN TRUMON TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN
Jagung merupakan komoditi tanaman pangan subsektor palawija yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Trumon Timur. Namun dalam budidayanya, petani menghadapi ketidakpastian atau risiko. Salah satnya risiko yang banyak dihadapi oleh petani adalah risiko produksi yang dapat disebabkan oleh faktor produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar tingkat risiko produksi yang dihadapi oleh petani dan faktor-faktor apasaja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode model Coefisien Variasi (CV) dan Just and pope. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat risiko produksi yang dihadapi oleh petani jagung Kecamatan Trumon Timur tinggi, yakni sebesar 0,54 dan faktor produksi yang berpengaruh terhadap risiko produksi usahatani jagung adalah faktor benih, pestisida, pupuk urea dan pupuk phonska
Peranan Manajemen Usahatani Tebu Terhadap Produksi di Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah
The purpose of this research is to find out the role of management in the cultivation of sugarcane farming which may be caused by costs, unstable prices, lack of government assistance and counseling about sugarcane having an effect on management in the cultivation of sugar cane farmers conducted carelessly or other possibilities that cause production sugar cane bars that are not optimal. Sample farmers were taken as many as 30 farmers using the Purposive Sampling method (deliberately selected) on sugar cane farmers in the District of Pintu Rime Gayo, Bener Meriah Regency. The role of sugarcane farming management on production in Pintu Rime Gayo District of Bener Meriah Regency can be analyzed using the Spearman rank correlation method. The results of the discussion of the number of farm management values are 2,768 with an average value of 92.27 which can be interpreted that farm management in Pintu Rime Gayo District, Bener Meriah Regency has good management. The analysis shows that sugarcane farming management plays a role in the production of sugar cane bars in Pintu Rime Gayo District, Bener Meriah Regency. With a Spearman rank correlation value of 0.777 or 77.70%. The significance rating obtained by t count is greater than t table (thitung ttable) with a value of t arithmetic 6.534 greater than the value of t table 2.048 (6.534 2.048). Reliability and validity test shows that the R table is smaller than the value of the reliability and validity items, which means reliable and valid with a value of R table 0.3494
Pengaruh Variabel Rasio Keuangan dan Makro Ekonomi Terhadap Harga Saham Pada Emiten Subsektor Perkebunan di Bursa Efek Indonesia
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel rasio keuangan (Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return on Equity dan Total Asset Turnover) dan makro ekonomi (BI Rate, Inflasi, Kurs, Produk Domestik Bruto) terhadap harga saham pada perusahaan subsektor perkebunan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda menggunakan model double logarithm. Data dari setiap variabel terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik agar setiap data layak menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh adalah secara serempak atau bersama-sama variabel independen yang terdiri dari Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return on Equity, Total Asset Turnover, BI Rate, Inflasi, Kurs dan Produk Domestik Bruto berpengaruh nyata secara signifikan terhadap harga saham subsektor perkebunan. Hal ini ditunjukkan melalui nilai F hitung F tabel dengan nilai 28,711 1,85 dan nilai signifikansi 0,000 0,1. Nilai R2 = 0,896, berarti bahwa 89,6% dari harga saham subsektor perkebunan dipengaruhi oleh faktor Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return on Equity, Total Asset Turnover, BI Rate, Inflasi, Kurs dan Produk Domestik Bruto, sedangkan 10,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian ini. Sedangkan secara parsial variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Kurs dan Produk Domestik Bruto berpengaruh nyata secara signifikan terhadap harga saham subsektor perkebunan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi penelitian sebesar 0,1 dan t hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan variabel Return on Equity, Total Asset Turnover, BI Rate, Inflasi tidak berpengaruh nyata secara signifikan terhadap harga saham subsektor perkebunan yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi penelitian sebesar 0,1 dan t hitung lebih kecil dari t tabel.The purpose of this study was to determine the effect of variable financial ratios (Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return on Equity and Total Asset Turnover) and macroeconomic (BI Rate, Inflation, Exchange Rate, Gross Domestic Product) to the stock price at plantation subsector company. The method used is multiple linear regression analysis using a double logarithm model. Data from each variable is first tested by classical assumptions so that each data is feasible to be a sample of research. The results obtained are simultaneously or together the independent variables which consist of Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return on Equity, Total Asset Turnover, BI Rate, Inflation, Exchange Rate and Gross Domestic Product have a significant effect to the share price of the plantation subsector. This is indicated by the value of F count F table with a value of 28.711 1.85 and a significance value of 0.000 0.1. The value of R2 = 0.896, means that 89.6% of the share price of the plantation subsector is influenced by the factors of Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return on Equity, Total Asset Turnover, BI Rate, Inflation, Exchange Rate and Gross Domestic Product, while 10.4% is influenced by other factors outside the research model. While partially the Current Ratio variable, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Exchange Rate and Gross Domestic Product significantly influence the stock price of the plantation subsector. This is indicated by the significance value smaller than the research significance level of 0.1 and t count is greater than t table. While the variable Return on Equity, Total Asset Turnover, BI Rate, Inflation did not significantly influence the share price of the plantation subsector as indicated by the significance value greater than the research significance level of 0.1 and t count smaller than t table
Prospek Usaha Agroindustri Kunyit di Lamteuba Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar (Studi Kasus pada Sentra Insan Kreatif Lamteuba)
Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat.Budidaya tanaman obat di Indonesia sendiri masih menggalami banyak kendala salah satunya yaitu ketidak mampuan petani dalam menjaga kualitas dan mutu tanaman obat yang disebabkan oleh minimnya bimbingan dan pelatihan yang diberikan kepada petani serta kurangnya dukungan pembiayaan dalam mengembangkan usaha agribisnis, terutama untuk petani skala kecil.Terbatasnya pengetahuan yang dimiliki oleh petani kunyit baik itu teknologi maupun pasar, membuat petani kunyit lebih memilih menjual langsung hasil panen kunyit dibandingkan mengolah terlebih dahulu menjadi produk lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengolahan, kelayakan usaha industri pengolahan bubuk kunyit dan untuk mengetahui saluran pemasaran manakah yang paling efesien di industri tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengolahan bubuk kunyit ini sudah dikatakan modern dan pengolahan bubuk kunyit ini juga sudah memberikan keuntungan dan layak untuk dijalankan.Selain itu, harga jual produk bubuk kunyit ditingkat Industri, Pedangan Perantara dan konsumen sudah efisien dilihat dari EP 50%.Turmeric is one type of medicinal plant which is widely used by the society. In Indonesia, the medicinal cultivation had many obstacles, one of which is the inability of farmers to maintain the quality and the grade of medicinal plants that is caused by the lack of guidance and training provided to farmers and lack of financial support in developing agribusiness, especially for small-scale farmers. The limited knowledge possessed by turmeric farmers, both technology and market, makes turmeric farmers prefer to sell the turmeric harvest rather than processing it into other products. The purpose of this study was to determine the processing techniques,appropriateness business obtained from the turmeric powder processing industry and to find out which marketing channels were the most efficient in the industry. The results showed that the processing of turmeric powder has been said to be modern and processing of turmeric powder has also provided benefits. In addition, the selling price of turmeric powder products at the Industrial level, Intermediary Sword and consumers is efficient, seen from EP 50%
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Padi dan Perkembangannya di Provinsi Aceh
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan nilai tukar petani padi, luas panen, harga pupuk urea bersubsdi, inflasi dan nilai tukar rupiah di Provinsi Aceh. Kemudian untuk mengetahui pengaruh luas panen, harga pupuk urea bersubsdi, inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap Nilai Tukar Petani Padi di Provinsi Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan nilai tukar petani padi memiliki tren menurun, perkembangan luas panen, harga pupuk urea bersubsidi dan nilai tukar rupiah memiliki tren meningkat sedangkan perkembangan inflasi memiliki tren yang berfluktuasi. Hasil regresi menunjukkan bahwa nilai R2 adalah sebesar 0.630 yang artinya bawha pengaruh variabel bebas (luas panen, harga pupuk urea bersubsidi, inflasi dan nilai tukar rupiah) terhadap nilai tukar petani padi sebesar 63 % sedangkan 37 % lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil regresi menunjukkan variabel luas panen berpengaruh positif dengan nilai koefisien sebesar 75.883. Sedangkan variabel harga pupuk urea berpengaruh negatif dengan nilai koefisien -37.260, inflasi berpengaruh negatif dengan nilai koefisien -0.528 dan nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dengan nilai koefisien -0.005. Secara serempak semua variable bebas berpengaruh nyata terhadap nilai tukar petani padi. Dan secara parsial variable luas lahan, harga pupuk urea bersubsidi dan nilai tukar rupiah berpengaruh nyata, sedangkan variable inflasi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai tukar petani padi di Provinsi Aceh.The purpose of this study is to determine the development of rice farmers' exchange rates, harvested area, subsidized urea fertilizer prices, inflation and the rupiah exchange rate in Aceh Province. Then to determine the effect of harvested area, the price of subsidized urea fertilizer, inflation and the rupiah exchange rate against the Farmers' Exchange Rates in Aceh Province. The results of this study indicate that the development of the exchange rate of rice farmers has a downward trend, the development of harvested area, the price of subsidized urea fertilizer and the rupiah exchange rate has an increasing trend while the development of inflation has a fluctuating trend. Regression results show that the R2 value is 0.641, which means that the influence of the independent variable (harvested area, subsidized urea fertilizer price, inflation and the rupiah exchange rate) to the exchange rate of rice farmers by 63% while another 37% is influenced by other variables. Regression results show that the harvest area variable has a positive effect with a coefficient value of 75.883. While the urea fertilizer price has a negative effect with a coefficient of -37.260, inflation has a negative effect with a coefficient of -0.528 and the rupiah exchange rate has a negative effect with a coefficient of -0.005. Simultaneously all independent variables have a significant effect on the exchange rate of rice farmers. And partially the land area variable, the price of subsidized urea fertilizer and the rupiah exchange rate have a significant effect, while the inflation variable partially does not significantly affect the exchange rate of rice farmers in Aceh Province
Perbandingan Tingkat Produktifitas dan Pendapatan Petani Kopi Arabika Yang Melakukan Pemangkasan dan Rutin Dengan yang Tidak Rutin di Kecamatan Bener Kelipah
Dalam rangka upaya untuk meningkatkan produksi kopi arabika, sehingga produktivitas kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah dapat meningkat dimasa yang akan datang, maka perlu para petani kopi di Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan pengusahaan pembudidayaan kopi secara professional, khususnya dalam pola perawatan secara rutin salah satunya yaitu pemangkasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pemangkasan terhadap tanaman kopi arabika, untuk mengetahui sistem pemangkasan yang telah diimplementasikan di Kabupaten Bener Meriah dan membandingkan perbedaan produktivitas dan pendapatan petani kopi arabika yang yang telah melakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan petani yang tidak melakukan teknik pemangkasan secara rutin. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis data statistik deskriptif yang diperoleh melalui hasil pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara secara langsung dengan petani. Sedangkan untuk mengetahui perbandingan produktivitas dan pendapatan usahatani kopi yang melakukan pola perawatan dalam bidang pemangkasan secara rutin dan tidak rutin, digunakan metode uji hipotesis dua sampel saling bebas dengan menggunakan program SPSS versi 16. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kegiatan pemangkasan yang dilakukan hanya sebatas pada pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi (pemeliharaan), sedangkan pada pemangkasan rejuvinasi (peremajaan) hanya sebesar 13% dari 30 petani responden yang melakukan kegiatan pemangkasan secara rutin dengan metode yang digunakan yaitu metode full stumping (potong habis), model pemangkasan yang diimplementasikan yaitu model pemangkasan berbatang tunggal (single stem), rata-rata produktivitas perhektar pada tanaman kopi yang dilakukan teknik pemangkasan secara rutin tidak sama dengan rata-rata produktivitas perhektar pada tanaman kopi yang tidak dilakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan rasio 1:1.95 dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani kopi yang melakukan teknik pemangkasan secara rutin tidak sama dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani kopi yang tidak melakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan rasio 2.5:7.4.In an effort to increase Arabica coffee production, so that the productivity of Arabica coffee in Bener Meriah Regency can increase in the future, it is necessary for coffee farmers in Bener Meriah Regency to conduct professional coffee cultivation, especially in the pattern of routine care, one of which is pruning. This study aims to find out how the activities of pruning against Arabica coffee plants, to find out the pruning system that has been implemented in Bener Meriah Regency and compare the differences in productivity and income of Arabica coffee farmers who have done pruning techniques regularly with farmers who do not routinely prune techniques . The analytical method used is descriptive statistical data analysis obtained through the results of primary data collection through direct observation and interviews with farmers. Whereas to compare the productivity and income of coffee farming that carries out a pattern of care in the routine and non-routine pruning field, the two sample samples are mutually independent using the SPSS version 16. The results obtained from this study are limited to pruning activities in trimming the form and trimming production (maintenance), while the rejuvenation pruning (rejuvenation) is only 13% of the 30 respondent farmers who conduct pruning routinely with the method used, namely the full stumping method (cut out), trimming models that are implemented namely the model single stem pruning, the average productivity of per-hectare in coffee plants routinely pruned is not the same as the average productivity per hectare in coffee plants that are not routinely pruned with a ratio of 1: 1.95 and average pen the results obtained by farmers from the results of coffee farming that do pruning techniques routinely are not the same as the average income obtained by farmers from the results of coffee farming who do not do pruning techniques routinely with a ratio of 2.5: 7.4
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kurma Kemasan Merek Humaira Anggur di Kota Banda Aceh
Permintaan adalah jumlah barang dan jasa yang akan dibeli konsumen pada periode waktu dan keadaan tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trend permintaan kurma kemasan merek Humaira Anggur di Kota Banda Acehdan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kurma kemasan merek Humaira Anggur di Kota Banda Aceh. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive, pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secaraaccidental, dengan jumlah sampel sebanyak 35.Data yang digunakan adalah data primer dari konsumen di 7 lokasi penelitian melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder dari PT. Humaira Trading. Penelitian ini menggunakan analisis trend dananalisis regresi linear berganda. Hasil analisis trend menunjukkan trend positif, dengan peningkatan sebesar 1,9 ton per tahun dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kurma kemasan Humaira Anggur secara signifikan adalah pendapatan konsumen, puasa sunnah, dan bulan ramadhan, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah harga buah kurma kemasan Humaira Anggur, harga buah kurma curah, dan gaya hidup.Demand is the amount of goods and services consumers will buy in a certain period of time and circumstances. The aims of this study is to analyze the demand trend of Humaira Anggur dates in Banda Aceh and to analyze the factors that affect the demand of Humaira Anggur dates in Banda Aceh. The location of this research is determined by using purposive method, while the sample of thestudy, 35 samples,taken by utilizing accidental method. The primary data are collected from consumers in 7 stores in Banda Aceh, through direct interview by using questioner and the secondary data are obtained from PT. Humaira Tradings report. The data are analyzed by using trend analysis method and multiple linear regression. The result of trend analysis shows positive trend, with an increase of production around 1.9 tons/year. The linear regression indicates that the factors that significantly influence the demand of Humaira Anggur dates are consumer income, fasting sunnah, and month of ramadhan, whereas the price of the Humaira Anggur dates, price of other dates, and lifestyle in significantly