4993 research outputs found
Sort by
Thesis : Perbedaan Gambaran Protein Spesifik Urine Pada Nefritis Lupur Antara Kadar Ureum dan Kreatinin Serum Tinggi dan Normal
Latar Belakang : Nefritis Lupus (NL) merupakan manifestasi serius pada Lupus Eritematosus Sistemik (LES) dan prediktor utama untuk prognosis buruk LES. Biomarker yang ada saat ini untuk mengevaluasi aktivitas dan kronisitas NL masih belum meuaskan, biopsi ginjal masih menjadi standar baku. Ureum dan kreatinin merupakan parameter yang banyak digunakan untuk mengetahui fungsi ginjal karena merupakan substansi endogen yang diproduksi relatif lebih stabil. Perubahan patologis pada membran basalis dan selektivitas protein akan menyebabkan suatu pola protein urine yang diekskresi. Identifikasi protein spesifik ini diharapkan membantu mengevaluasi keterlibatan ginjal yang berat.Tujuan : Mengetahui perbedaan gambaran protein spesifik urine pada NL dengan kadar ureum-kreatinin serum tinggi dan normal.Metode : Penelitian deskriptif pada 20 orang kelompok sehat dan 20 orang kelompok NL. Pemeriksaan protein urine dilakukan dengan kromatografi kolom dan SDS-PAGE.Hasil : Terdapat perbedaan gambaran fragmen albumin dan jumlah peak pada kelompok NL dibandingkan kelompok sehat. Berat molekul protein spesifik urine pada kelompok sehat > 66kDa sedangkan kelompok NL < 66kDa. NL dengan kadar ureum-kreatinin serum tinggi mempunyai protein urine tambahan yaitu protein dengan berat molekul rendah (21-30 kDa).Kesimpulan : Terdapat perbedaan gambaran, jumlah dan berat molekul protein spesifik urine pada kelompok sehat dan kelompok NL. NL dengan kadar ureum-kreatinin serum tinggi mempunyai protein urine tambahan yaitu protein dengan berat molekul rendah (21-30 kDa).29,5 x 21,7 cm; xv; 88 hl
Thesis : Prevalens Sindrom Metabolik Pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Stabil
Latar Belakang : Sindrom metabolik merupakan penyakit komorbid yang sering ditemui pada pasien PPOK. Keadaan inflamasi sistemik diperkirakan mempengaruhi keadaan PPOK dan sindrom metabolik. Keterbatasan aktivitas, disfungsi otot rangka, dan penggunaan steroid juga merupakan penyebab penting sindrom metabolik pada PPOK. Sindrom metabolik pada PPOK dapat meningkatkan angka kematian dan kesakitan yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalens sindrom metabolik pada PPOK stabil.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di poliklinik asma - PPOK Rumah sakit umum pusat Persahabatan pada bulan Mei-November 2017 untuk melihat kejadian sindrom metabolik pada pasien PPOK. Enam puluh empat pasien PPOK di ambil untuk ikut dalam penelitian ini secara consecutive sampling. Pada semua pasien dilakukan wawancara, pemeriksaan antopometri, pemeriksaan fisis dan pemeriksaan laboratorium.Hasil : Sebanyak 64 pasien ikut serta dalam penelitian ini dengan subjek terbanyak laki-laki (95,3%). Usia rerata subjek adalah 65,81 lebih kurang 9,38. Prevalens sindrom metabolik pada pasien PPOK sebesar 15,6% dengan GOLD 1 sebesar 20%, GOLD 2 sebesar 30%, GOLD 3 sebesar 40% dan GOLD 4 sebesar 10%. Ditemukan hubungan bermakna antara status gizi dengan kejadian sindrom metabolik pada PPOK stabil. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara jenis kelamin, usia, status merokok, hambatan aliran udara dan penggunaan kortikosterois inhalasi dengan kejadian sindrom metabolik pada pasien PPOK stabil.Kesimpulan : Prevalens sindrom metabolik pada pasien PPOK dalam penelitian ini adalah sebesar 15,6% terutama ditemukan pada GOLD 3.Kata kunci : PPOK, sindrom metabolik, prevalens.29,5 x 21,7 cm; xiii; 54 hl
Thesis : Perbandingan Jumlah Neuron dan Glia di Cerebrum dan Cerebellum Rattus Norvegicus Baru Lahir Yang Mendapat Paparan Musik Mozart Urutan Baku, Urutan Terbalik dan Tanpa Paparan Dalam Rahim
Latar Belakang : Pemberian stimulasi music Mozart prenatal diketahui dapat menghasilkan salah satu parameter potensi kecerdasan yaitu peningkatan jumlah sel neuron.Tujuan : Menganalisis perbedaan jumlah neuron dan glia di cerebrum dan cerebellum Rattus Norvegicus baru lahir antara yang mendapat paparan komposisi music Mozart urutan baku, urutan terbalik, dan yang tidak mendapat paparan dalam rahim.Metode : Penelitian eksperimental laboratories dengan desain single blind randomized post test only control group menggunakan hewan coba Rattus Norvegicus di kandang hewan coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Paparan dilakukan setelah induk Rattus Norvegicus dinyatakan bunting 10 hari, menggunakan radiotape compo merk Polytron tipe GD 912/RM dengan volume 4, intensitas 65dB, selama 1 jam, pada malam hari dalam ruangan kedap suara. Kelompok hewan coba dibagi tiga yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan, kelompok perlakuan diberi paparan music Mozart urutan baku dan urutan terbalik. Masing-masing kandang terpisah satu sama lain. Segera setelah induk Rattus norvegicus melahirkan anaknya dikorbankan dengan cara dekapitasi. Pemeriksaan neuron dan glia menggunakan pewarnaan Hematoxylin and Eosin (HE) dan dilihat melalui miroskop dengan pembesaran 400x. Data selanjutnya kami uji normalitas terlebih dahulu dengan uji kolmogorov-smirnov, selanjutnya menggunakan uji beda Annova dan Post HocLatar Belakang : Malaria merupakan masalah kesehatan di Kabupaten Alor. Perilaku masyarakat dan lingkungan merupakan faktor risiko malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian malaria di daerah prevalensi malaria tinggi (desa Petleng) dan di daerah prevalensi malaria rendah (desa Alor Kecil).Metode : Desain penelitian menggunakan studi cross sectional. Sampel adalah kepala keluarga sebanyak 97 di desa Petleng dan 97 di desa Alor Kecil. Sampel dipilih secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner dan pemeriksaan darah tepi dengan informed consent pada Mei 2017. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik multivariate.Hasil : Kasus malaria secara signifikan berbeda, yaitu lebih tinggi di desa Petleng dibanding desa Alor Kecil (10,3%, 2,1%; p=0,033) (chi square test). Pengetahuan dan sikap pencegahan terhadap malaria, penggunaan kelambu, signifikan berbeda, yaitu lebih rendah di desa Petleng (44,3%, 49,5%, 56,7%) daripada desa Alor Kecil (82,5%, 82,5%, 76,3%). Uji regresi multivariat menunjukkan secara signifikan, faktor risiko dominan penggunaan kelambu yang rendah (RR=10,6), penggunaan obat anti nyamuk yang rendah (RR=31,2) dan keluar malam tanpa pelindung (RR=24,1) merupakan penyebab kejadian malaria di desa Petleng.Kesimpulan : Penggunaan kelambu yang rendah, penggunaan obat anti nyamuk yang rendah dan kebiasaan keluar malam merupakan faktor risiko kejadian malaria yang tinggi di desa Petleng.Saran : Penyuluhan kesehatan perihal malaria dan pencegahannya yaitu penggunaan kelambu, baju lengan panjang dan obat anti nyamuk perlu dilakukan secara intensif pada penduduk desa Petleng, Kabupaten Alor untuk eliminasi malaria.Kata kunci : Faktor risiko, malaria, desa Petleng, desa Alor Kecil Hasil Penelitian : Di cerebrum didapatkan perbedaan bermakna jumlah neuron pada Mozart baku dengan tanpa paparan p=0.08 (mean 3.00 + 1.03), Mozart baku dengan M. Terbalik p=0.017 (mean 2.66 + 1.03), astrosit pada Mozart baku dengan tanpa paparan p=0.020 (mean 21.5 + 8.68), M. Baku dengan M. Terbalik p=0.044 (mean 18.4 + 8.68), oligodendrosit pada Mozart baku dengan tanpa paparan p=0.001 (mean 13.88 + 3.66), M. Baku dengan M. Terbalik p=0.009 (mean 10.44 + 3.66), microglia pada Mozart baku dengan tanpa paparan p=0.029 (mean 1.88 + 0.81), M. Baku dengan M. Terbalik p=0.003 (mean 2.66 + 0.81).Kesimpulan : Urutan lagu dalam pemberian paparan music Mozart sangat penting dalam peningkatan jumlah neuron dan glia.Kata Kunci : Urutan lagu Mozart, selama kebuntingan, otak, neuron, glia, rattus norvegicus, baru lahir29,5 x 21,7 cm; xxvi; 85 hl
Skripsi : Gambaran Pemenuhan Kebutuhan Tidur Pada Anak Usia Bawah Lima Tahun Di RSUD Pandan Arang Boyolali
Hospitalisasi adalah keadaan krisis saat anak sakit dan dirawat di rumah sakit, sehingga harus beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. Selama proses hospitalisasi tidak semua anak akan mendapatkan tindakan pemasangan infus, namun sebagian besar anak akan mendapatkan terapi cairan parenteral dan mengalami prosedur invasif yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan salah satunya adalah gangguan tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan tidur pada anak usia bawah lima ahun yang terpasang infus di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode yang digunakan adalah teknik consecutive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 96,9% anak usia bawah lima tahun mengalami gangguan tidur. Anak usia bawah lima tahun jarang memiliki jam tidur yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kualitas dan kuantitas tidur anak.xvii+85 hlm; 21x3
Manajemen Kearsipan
Arsip tidak hanya sebagai warisan masa lampau, tetapi arsip juga memberi informasi tentang masa lalu yang dibutuhkan untuk hari ini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu, keberadaan arsip perlu ditata, dikelola dan dilakukan pemeliharaan dari segala kerusakan dan kemusnahan untuk memperpanjang nilai guna arsip, baik kondisi fisik arsip maupun kandungan informasi yang terdapat dalam arsip agar terjaga dengan baik. Buku ini terbit sebagai upaya untuk memberikan kontribusi pemikiran mengenai tata kelola arsip sesuai dengan kebutuhan stakeholders organisasi. Buku ini ditujukan bagi akademisi dan praktisi/ arsiparis serta dapat digunakan oleh mahasiswa Administrasi Perkantoran, siswa SMK program keahlian Administrasi Perkantoran, guru SMK program keahlian Administrasi Perkantoran, dosen pengampu mata kuliah Manajemen Arsip.359 ha
Skripsi: Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Pelaksanaan Tindakan Mandiri Keperawatan
Intervensi keperawatan mandiri dalam pemberian asuhan keperawatan memainkan peran penting dalam menentukan kualitas layanan rumah sakit. Motivasi kerja diperlukan untuk melakukan intervensi keperawatan secara maksimal. Perawat dengan motivasi tinggi akan meningkatkan kinerjanya dalam memberikan asuhan keperawatan yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja perawat dan implementasi tindakan mandiri keperawatan. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. 92 perawat ruang rawat inap di rumah sakit umum dipilih melalui teknik total sampling. Hasil analisis dengan chi square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan implementasi intervensi keperawatan mandiri (p = 0,039). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi organisasi untuk memotivasi perawat guna meningkatkan kinerja mereka dalam memberikan asuhan keperawatan bagi pasien.Skripsi dalam bentuk C
Karya Ilmiah Akhir Ners: Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Masalah Keperawatan Isolasi Sosial di Ruang Subadra Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor
Karya Ilmiah akhir Ners dalam Bentuk C
100 + MPASI Hits Instagram Pilihan Mommy : Makanan Sehat, Bayi Lahap
Setelah 6 bulan memberikan ASI Eksklusif, saatnya bayi belajar makan. Namun, sebagian ibu biasanya ragu tentang pemberian MPASI untuk bayinya. Makanan apa yang sebaiknya Ibu berikan kepada bayi Ibu. Berapa kali sehari emmberikan MPASI untuk bayi maupun saat travelling. MPASI apa yang cocok, camilan seperti apa yang cocok untuk bayi seusia usia dan tumbuh kembangnya? Lalu, bagaimana dengan kecukupan gizi bayi ibu.Dalam buku ini semua permasalahan kaum Ibu ada jawabannya. Resep-resep yang dihadirkan adalah resep pilihan dari akun instagram @mpasibayisehat kiriman pada Mommy kontributor yang sudah terbukti disukai bayi sesuai usianya. Disamping resep MPASI, terdapat berbagai soluasi untuk menghadapi permasalahan makan bayi Ibu. Seperti saat bayi sariawan, GTM (Gerakan Tutup Mulut), juga cara mengatasi dan mencegah alergi.19,5 x 19 cm ; 202 hl