4993 research outputs found
Sort by
Psikologi Perkawinan dan Keluarga: Penguatan Keluarga di Era Digital Berbasis Kearifan Lokal
Buku ini membahas pentingnya pendidikan dalam keluarga yang merupakan system ekologi kehidupan yang sangat menentukan pembentukan karakter manusia. Pembahasan tersebut mengunakan pendekatan perkembangan keluarga sepanjang hayat (life long family life approach) yang dibumbui dengan kearifan lokal dalam kehidupan berkeluarga dengan tahapan seperti: 1.Tahap perkembangan keluarga pengantin baru2.Tahap perkembangan keluarga memiliki Anak Usia Balita dan Pra-Sekolah3.Tahap perkembangan keluarga memiliki Anak Usia Sekolah4.Tahap perkembangan keluarga memiliki anak remaja5.Tahap perkembangan keluarga masa launching centre6.Tahap perkembangan keluarga masa tengah baya7.Tahap perkembangan keluarga masa lansia.Pada setiap tahap perkembangan keluarga, pembaca diberikan ilustrasi yang menarik dan informative yang bisa dijadikan kiat dalam membangun keluarga yang baik. Selain itu, buku ini sangat menarik dan unik karena membahas pendidikan berkeluarga dengan pendekatan kearifan lokal (local wisdom). Beberapa kearifan lokal dalam pendidikan keluarga dari suku-suku di Indonesia turut pula dibahas dalam buku ini sebagai tambahan muatan nilai positif yang bisa dijadikan acuan dalam mendidik anak.488 Halama
Skripsi: Perbandingan Tingkat Stres pada Guru Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusif dengan Guru di Sekolah Dasar Non-Inklusif
Siswa berkebutuhan khusus merupakan kategori murid di kelas yang menjadi perhatian para guru karena keistimewaan mereka yang jauh dari kondisi normal anak seusianya. Karakteristik anak berkebutuhan khusus yang tidak dipahami oleh guru dengan metode terbaik dalam proses belajar mengajar di kelas, akan berdampak stres pada guru dan menimbulkan masalah psikologis pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres guru sekolah dasar inklusif dengan guru sekolah dasar non-inklusif yang tidak mengajar siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif pada 60 responden guru sekolah dasar inklusif dan sekolah dasar non-inklusif di kota Depok yang diambil dengan metode purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrument Wilson Stress Profile for Teacher (WSPT), dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan tingkat stres antara guru sekolah dasar inklusif dengan guru sekolah dasar non-inklusif (p > 0,05). Perawat kesehatan sekolah perlu melakukan pengkajian terkait kondisi psikososial guru yang belum mengikuti pelatihan tentang siswa berkebutuhan khusus dan guru mengajar siswa berkebutuhan khusus lebih dari 1 siswa di kelas.Skripsi dalam bentuk C