Ministry of Health

perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id
Not a member yet
    4993 research outputs found

    Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posyandu Remaja

    No full text
    Permasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait. Kemenkes telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas, dengan paket pelayanan komprehensif untuk kesehatan remaja meliputi KIE, konseling, pembinaan konselor sebaya, layanan klinis/ medis dan rujukan termasuk pemberdayaan masyarakat. Melihat keberhasilan posyandu dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita, perlu juga dikembangkan model posyandu yang sama bagi sasaran anak dan remaja. Posyandu remaja diharapkan menjadi sebuah wadah masyarakat yang memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan mereka, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada sasaran remaja terutama bagi remaja di daerah yang memiliki keterbatasan akses maupun hambatan geografis seperti daerah terpencil, daerah kepulauan atau terisolasi/terasing lainnya.ix+120 hlm; 15x21 c

    Pedoman Stimulasi Pijat Anak Bawah Dua Tahun (BADUTA)

    No full text
    Pembinaan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara optimal dengan memberikan stimulasi pada saat periode kritis yaitu sebelum anak mencapai dua tahun. Stimulasi yang diberikan, salah satunya dapat berupa Stimulasi Pijat anak Bawah Dua Tahun (Baduta). Stimulasi pijat dapat mempererat ikatan (bonding) antara orang tua dan anak serta dapat meningkatkan perkembangan fisik dan psikologisnya.Pijat Baduta merupakan salah satu metode pijat tradisional yang memberikan rangsangan sebagai cara berkomunikasi dan ikatan batin dengan Baduta, dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan saling pengertian antara orang tua dan anaknya, sekaligus memberikan stimulasi untuk perkembangan fungsi fisiologis, neurologis dan psikologis.Buku ini dapat dijadikan panduan bagi orang tua, tenaga kesehatan dan masyarakat dalam memberikan stimulasi pijat terhadap buah hatinya. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat mendukung upaya Program Indonesia Sehat dengan penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat.40 Halama

    Dellini and The Vegetable People : Dellini di Desa Sayuran

    No full text
    Dellini mengikuti jejak-jejak kaki berbentuk aneh di hutan hickleberry. Lalu, ia menoleh dan terkejut melihat sebuah desa kecil yang dipenuhi sayuran hidup dan berbicara satu sama lain

    Seri Kalimat Thoyyibah : I can Say Laa Ilaaha Illallaah , Aku Bisa Mengucap Laa Ilaaha Illallaah

    No full text
    Alif dan Kak Ulfa sedang mengintip nenek. Alif curiga kalau nenek sedang melakukan sesuatu. Ia pun menghampiri kak Ulfa untuk mengetahui apa yang diucapkan nenek. Alif dan kak ulfa memerhatikan nenek. Tiba-tiba Alif menyenggol sebuah kaleng. Nenek dan bunda menghampiri mereka. Apakah Alif dan Ulfa segera tahu apa yang diucapkan nenek? Mengapa nenek mengucap Laa Ilaaha ilallaah? Yuk, kita cari tahu dalam buku ini

    Tafsir Ayat-ayat Riba; Mengupas persoalan riba sampia ke akar-akarnya

    No full text
    Buku ini merupakan buah pikiran Sayyid Quthb (1906-1966) yang secara spesifik membahas ayat ayat perihal riba dalam Al Quran dari beragam perspektif. Pengetahuan beliau yang sangat luas mengenai sistem ekonomi, politik dan budaya membuat buku ini bukan sekadar kajian agama. Dalam buku ini, riba dibahas secara komprehensif, mendalam, dan langsung pada pokok permasalahan.Setiap hukum syariat tertulis dalam al-Quan ataupun hadis Nabi pasti memiliki hikmah dan tujuan yang jelas. Meskipun semua tidak dapat di ketahui secara langsung. Di antara hikmah yang bisa kita ambil dari pelarangan riba ini adalah untuk menjaga keseimbangan ekonomi dunia, pemerataan kesejahteraan,dan menumbuhkan tanggung jawab sosial antar umat manusia.21X14 cm;184 hl

    Best of The Best MPASI Gizi Tepat

    No full text
    Buku ini menyajikan beragam menu MPASI yang sesuai dengan usia dan perkembangan sistem pencernaan bayi bunda. Memuat menu puree (bayi 6-8 bulan), bubur (bayi 8-10 bulan), Sari buah dan jus (bayi diatas 6 bulan), finger food (bayi di atas 6 bulan), serta nasi tim (bayi diatas 10 bulan)

    Tesis: Uji Kontaminasi Salmonella sp. Pada Makanan di tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan di jakarta Tahun 2018

    No full text
    Koleksi dalam bentuk C

    TEMPO: Cerita Besar Orang Kecil

    No full text

    Tesis: Hubungan Antara Pernikahan Dini Dengan Perceraian Pada Wanita di Indonesia : Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012

    No full text
    Pada tahun 2012 jumlah perceraian di Indonesia mencapai 15% dari total pernikahan,yaitu 346.480 jiwa dengan 2.289.648 juta pernikahan yang diantaranya merupakanpernikahan dini (BPS,2015). Persentase pernikahan dini dari perempuan muda berusia15-19 yang menikah memiliki sebelas kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan lakilaki muda berusia 15-19 tahun (11,7 % P : 1,6 % L). Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan perceraian berdasarkan umur,agama, kuintil kekayaan, tingkat pendidikan wanita, tingkat pendidikan suami, tempattinggal, status pekerjaan wanita, status pekerjaan mantan suami, pengetahuan, Jumlahanak dan pengalaman pacaran Desain penelitian adalah crosssectional. Sampelmerupakan sampel pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2012, yaitu wanita yang pernah menikah usia 15-49 tahun sebelum survei yaitusejumlah 29.712 responden. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil Penelitian adahubungan antara pernikahan dini dengan perceraian pada wanita usia 15-49 di Indonesiapada tahun 2012(OR:1.2 95% CI0.89-1.59). Saran dari penelitian ini adalah peningkatanwawasan dan informasi tentang pernikahan usia dini,dan pengaruh yang dapat dirasakanuntuk kehidupan ke depannya. Semakin dini wanita menikah semakin berpotensi untukmengalami perceraian dan mendukung program pemerintah yang disebut programmenengah universal atau pendidikan 12 tahun yang diharapkan dapat menunda usiaperkawinan remaja terutama perempuan yang berasal dari desa yang memilikipendidikan rendah.Kata kunci: Pernikahan dini; Perceraia

    Tesis: Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Stroke Pada Penduduk Bogor Tengah Tahun 2016

    No full text
    Saat ini stroke adalah pembunuh nomor dua setelah penyakit jantung iskemik, dan tetap menjadi penyebab utama kematian di dunia dalam 15 tahun terakhir. Di Indonesia kejadian stroke meningkat dari tahun 2007 ke tahun 2013 yaitu dari 8 per 1000 penduduk menjadi 12 per 1000 penduduk dan provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi 12 per 1000 penduduk dengan estimasi jumlah penderita stroke sebesar 17 per 1000 penduduk. Aktivitas fisik yang tidak mencukupi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular termasuk stroke. Peningkatan perilaku tidak aktif, dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah penderita stroke. Di Indonesia proporsi penduduk dengan aktivitas fisik kurang aktif adalah 26,1%. Provinsi Jawa Barat memiliki proporsi penduduk kurang aktif sebesar 25,4%. Angka ini dapat meningkat diwaktu yang akan datang dengan mempertimbangkan bahwa Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 mempunyai angka sedentari di atas angka nasional. Rancangan studi adalah cross sectional melalui penggunaan data dari studi Kohor penyakit tidak menular Badan Litbangkes Kemenkes RI. Sampel dalam penelitian ini adalah penduduk berusia 25 sampai 65 tahun yang terdapat pada data studi kohor PTM di Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Hasil penelitian ini mendapatkan prevalensi stroke di Kecamatan Bogor Tengah sebesar 15 per 1000 penduduk. Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan stroke dengan risiko yang berbeda pada kelompok umur. Pada kelompok umur kurang dari 45 tahun, penduduk dengan aktivitas fisik yang kurang akan berisiko terkena stroke sebesar 5.43 kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai aktivitas fisik cukup. Pada kelompok umur 45 tahun atau lebih, penduduk dengan aktivitas fisik yang kurang akan berisiko terkena stroke sebesar 1.18 kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai aktivitas fisik cukup. Peningkatan upaya pencegahan dan pengendalian stroke serta peningkatan aktivitas fisik perlu dilakukan pemerintah melalui promosi kesehatan dalam skala yang lebih luas dan melalui berbagai media informasi. Pemerintah perlu memfasilitasi penyediaan ruang terbuka publik dan sarana penunjang untuk peningkatan aktivitas fisik. Masyarakat hendaknya menerapkan pola hidup sehat, diantaranya dengan cukup aktivitas fisik dan berperan aktif dalam promosi peningkatan aktivitas fisik melalui lembaga dan organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Karang Taruna, perkumpulan kerohanian dan sebagainya. Kata kunci: Stroke, aktivitas fisik, prevalensi, risik

    0

    full texts

    4,993

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇