Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH KACA TERHADAP TENSILE STRENGTH RATIO CAMPURAN BERASPAL ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE
Abstract
Hot asphalt mixtures require aggregate as the constituent material. In this study, the potential for glass waste to be used as an aggregate substitute is examined. For this reason, a mixture design was determined to obtain the Optimum Asphalt Content of the Asphalt Concrete-Binder Course mixtures using glass waste as a substitute for fine aggregate. The glass waste used is glass waste that passes through sieve No. 50 and retained on sieve No.100. The proportion of glass waste substitution is 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% to the amount of fine aggregate in the mixture. The asphalt mixture in this study was made using the Marshall mixture design method. From this design, the Optimum Asphalt Content is obtained at 5.9% (0% glass waste), 5.4% (25% glass waste), 5.2% (50% glass waste), 5.1% (75% glass waste), and 4.9% (100% glass waste). Next, test spe-cimens were made for Indirect Tensile Strength testing, and carried out for testing in dry and wet conditions, and the Tensile Strength Ratio of the test specimens was determined. The Tensile Strength Ratio of the asphalt mixture decreases with increasing proportion of glass waste and decreasing asphalt content. Overall, this research shows that glass waste can be used as a substitute for fine aggregate. Keywords: hot mix asphalt; aggregate; glass waste; Marshall Method; Tensile Strength Ratio
Abstrak
Campuran beraspal panas memerlukan agregat sebagai material penyusunnya. Pada studi ini dikaji potensi limbah kaca untuk dimanfaatkan sebagai substitusi agregat. Untuk itu ditentukan rancangan campuran dengan untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum pada campuran beraspal jenis Asphalt Concrete-Binder Course dengan menggunakan limbah kaca sebagai substitusi agregat halus. Limbah kaca yang digunakan adalah limbah kaca yang lolos ayakan No. 50 dan tertahan ayakan No.100. Proporsi substitusi limbah kaca adalah 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap jumlah agregat halus dalam campuran. Campuran beraspal pada studi ini dibuat dengan menggunakan metode perancangan campuran Marshall. Dari perancangan tersebut diperoleh Kadar Aspal Optimum sebesar 5,9% (limbah kaca 0%), 5,4% (limbah kaca 25%), 5,2% (limbah kaca 50%), 5,1% (limbah kaca 75%), dan 4,9% (limbah kaca 100%). Selanjutnya dibuat benda-benda uji untuk pengujian Indirect Tensile Strength, dan dilakukan untuk pengujian dengan kondisi telah dilakukan pengkondisian kering dan kondisi basah, serta ditentukan Tensile Strength Ratio benda-benda uji. Tensile Strength Ratio campuran beraspal mengecil dengan bertambahnya proporsi limbah kaca dan berkurangnya kadar aspal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa limbah kaca dapat dimanfaatkan sebagai substitusi agregat halus.
Kata-kata kunci: campuran beraspal panas; agregat; limbah kaca; Metode Marshall; Tensile Strength Rati
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN TERHADAP PROYEKSI VOLUME LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA JALAN TOL RUAS KAYU AGUNG–PALEMBANG–BETUNG
Abstract
Toll roads are crucial infrastructure for interregional connectivity. The Kayu Agung–Palembang–Betung Toll Road section, examined in this study, is part of the Trans-Sumatra Toll Road and serves to support regional economic growth. This study projects average daily traffic volumes, taking into account the impact of the development of two areas, namely the Tanjung Enim Industrial Estate and the Tanjung Carat Special Economic Zone. Modeling was conducted using the four-stage transportation method with the assistance of PTV Visum 22 software. This study shows that regional development has a significant impact on increasing traffic volumes. The optimistic scenario in this study indicates that average daily traffic is predicted to reach more than 63,000 vehicles/day by 2065.
Keywords: toll road; Average Daily Traffic; industrial area; special economic zone
Abstrak
Jalan tol merupakan infrastruktur penting sebagai konektivitas antardaerah. Ruas Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung, yang dikaji pada studi ini, merupakan bagian Jalan Tol Trans Sumatera dan berfungsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. Pada Studi ini diproyeksikan lalu lintas harian rata-rata dengan mempertimbangkan pengaruh pengembangan 2 kawasan, yaitu Kawasan Industri Tanjung Enim dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Carat. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan metode transportasi empat tahap dengan bantuan perangkat lunak PTV Visum 22. Studi ini menunjukkan bahwa pengembangan suatu kawasan berdampak signifikan terhadap peningkatan volume lalu lintas. Skenario optimis pada studi ini menunjukkan bahwa lalu lintas harian rata-rata diprediksi mencapai lebih daripada 63.000 kendaraan/hari pada tahun 2065.
Kata-kata kunci: jalan tol; Lalu Lintas Harian Rata-Rata; kawasan industri; kawasan ekonomi khusu
PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC
Abstract
This research aims to utilize molasses waste as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures. Molasses is the final product of making sugar, which is brown in color and in the form of a thick liquid. The research method used was to test the properties and characteristics of molasses, then compare them with the properties and characteristics of Pen 60/70 asphalt. Next, tests were carried out based on the rheological properties of asphalt and the characteristics of AC-BC asphalt concrete. Variations in the levels of molasses mixed with Pen 60/70 asphalt are 0%, 5%, 10%, and 15% of the asphalt weight. Then the mixture of molasses and asphalt is used as a binder for the AC-BC asphalt mixture. Marshall Testing and Immersion Index were carried out on this asphalt mixture. This study shows that molasses has the potential to be used as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures, which still meet the Bina Marga Specifications.
Keywords: molasses waste; asphalt; asphalt mix; Marshall Testing; Immersion Index
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah molase sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada campuran beraspal AC-BC. Molase merupakan produk akhir pembuatan gula, yang berwarna cokelat dan berbentuk cairan kental. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menguji sifat dan karakteristik molase, lalu membandingkannya dengan sifat dan karakteristik aspal Pen 60/70. Selanjutnya dilakukan pengujian berdasarkan sifat reologi aspal dan karakteristik beton aspal AC-BC. Variasi kadar molase yang dicampurkan pada aspal Pen 60/70 adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat aspal. Kemudian campuran molase dan aspal tersebut digunakan sebagai bahan pengikat campuran beraspal AC-BC. Terhadap campuran beraspal ini dilakukan Pengujian Marshall dan Indeks Perendaman. Studi ini menunjukkan bahwa molase berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada campuran beraspal AC-BC, yang masih memenuhi Spesifikasi Bina Marga.
Kata-kata kunci: limbah molase; aspal; campuran beraspal; Pengujian Marshall; Indeks Perendama
PENENTUAN KONDISI PERKERASAN KAKU DI JALAN RINGROAD SELATAN YOGYAKARTA DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX
Abstract
Roads are land transportation infrastructure that has an important role in the economic, tourism, social, and cultural growth of a region. As its service life progresses, roads experience damage, especially due to traffic loads. In this study, road pavement damage was observed visually and the condition of the road pavement was determined using the Pavement Condition Index Method (ASTM D6433-11). The locations of this study are several intersections located on Jalan Ringroad Selatan, Yogyakarta, namely Madukismo Intersection, Dong-kelan Intersection, Druwo Intersection, Wojo Intersection, and Giwangan Intersection. This study shows that the average value of the Pavement Condition Index on the roads observed is 89, which means that the road pavement is in good condition.
Keywords: road; road pavement; traffic load; road damage; Pavement Condition Index
Abstrak
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, pariwi-sata, sosial, dan budaya suatu daerah. Seiring dengan umur layanannya, jalan mengalami kerusakan, khususnya akibat beban lalu lintas. Pada studi ini, kerusakan perkerasan jalan diamati secara visual dan kondisi perkerasan jalan ditentukan dengan menggunakan Metode Pavement Condition Index (ASTM D6433-11). Lokasi peneli-tian ini adalah beberapa simpang yang terletak di Jalan Ringroad Selatan, Yogyakarta, yaitu simpang Madukismo, Simpang Dongkelan, Simpang Druwo, Simpang Wojo, dan Simpang Giwangan. Studi ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata Pavement Condition Index di jalan yang diamati adalah 89, yang berarti perkerasan jalan berada pada kondisi baik.
Kata-kata kunci: jalan; perkerasan jalan; beban lalu lintas; kerusakan jalan; Pavement Condition Inde
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN PASAR SENTRAL TERHADAP KINERJA LALU LINTAS DI JALAN SAM RATULANGI KABUPATEN BULUKUMBA
Abstract
Changes in the designation of areas to become activity centers, whether in the form of commercial services or services to communities in urban or rural areas, will affect the spatial structure in the development areas of these activity centers. The aim of this research is to evaluate the impact of the construction of the Bulukumba Central Market, in Bulukumba Regency, on traffic performance on Jalan Sam Ratulangi, where the market is located. Evaluations are carried out both during construction and when the market is operating. Traffic observa-tions in this study were carried out using observation techniques, namely by taking field data directly. The surveys carried out include vehicle volume surveys, road capacity surveys, side friction surveys, and road geometry surveys, which are then analyzed using the calculation methods contained in the Indonesian Road Capacity Manual. This research shows that the construction of the Bulukumba Central Market, during construction and after operation, can disrupt traffic flow on Jalan Sam Ratulangi, Bulukumba, so it requires good traffic mana-gement.
Keywords: traffic; traffic performance; traffic volume; road capacity; service level
Abstrak
Perubahan peruntukan kawasan yang berubah menjadi pusat-pusat kegiatan, baik yang bersifat jasa komersial maupun pelayanan kepada masyarakat di perkotaan atau di pedesaan akan memengaruhi struktur ruang di kawasan pembangunan pusat kegiatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak pembangunan Pasar Sentral Bulukumba, di Kabupaten Bulukumba, terhadap kinerja lalu lintas di Jalan Sam Ratulangi, tempat pasar itu berada. Evaluasi dilakukan baik pada saat konstruksi maupun saat pasar beroperasi. Pengamatan lalu lintas pada studi ini dilakukan dengan teknik observasi, yaitu dengan mengambil data lapangan secara langsung. Survei yang dilakukan meliputi survei volume kendaraan, survei kapasitas jalan, survei hambatan samping, serta survei geometri jalan, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode perhitungan yang terdapat pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Sentral Bulukumba, pada masa konstruksi maupun setelah operasional, dapat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Sam Ratulangi, Bulukumba, sehingga diperlukan penanganan dengan manajemen lalu lintas yang baik.
Kata-kata kunci: lalu lintas; kinerja lalu lintas; volume lalu lintas; kapasitas jalan; tingkat pelayana
KARAKTERISTIK MARSHALL ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE DENGAN BAHAN PENGISI BATU KARANG TAENO
Abstract
The coral rocks on Mount Taeno, Waringin Cap Village, Ambon, have the potential to be used as a filler for asphalt mixtures. In this research, an analysis of the use of filler material, which comes from Mount Taeno coral rocks, was carried out on the Marshall characteristics of asphalt mixtures, with a type of Asphalt Concrete-Binder Course. Asphalt mixtures are made with different asphalt contents, namely 5.0%; 5.5%; and 6.0%, and the filler content given to each mixture is 0%, 1%, 2%, and 3%. Evaluation was carried out on these mixtures using the 2018 General Specifications of the Bina Marga. This research shows that the asphalt content of the mixture influences the value of the optimum filler content added to the mixture. The higher the mixed asphalt content, the higher the optimum filler content that can be added. The optimum filler content for mixtures with asphalt content of 5.0%, 5.5%, and 6.0% is 1.30%, 1.58%, and 1.79%, respectively. The asphalt content in the Asphalt Concrete-Binder Course observed in this study was limited to only 5.0%, 5.5%, and 6.0%. Therefore, further studies are recommended to be carried out, on mixtures with asphalt content higher than 6.0%, with variations in filler content greater than 3.0%. Keywords: asphalt mixture; Marshall characteristics; filler; optimum filler content
Abstrak
Batu karang di Gunung Taeno, Dusun Waringin Cap, Ambon, berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pengisi campuran beraspal. Pada penelitian dilakukan analisis penggunaan bahan pengisi, yang berasal dari batu karang Gunung Taeno, terhadap karakteristik Marshall campuran beraspal, jenis Asphalt Concrete-Binder Course. Campuran beraspal dibuat dengan kadar aspal yang berbeda-beda, yaitu 5,0%; 5,5%; dan 6,0%, dan kadar bahan pengisi yang diberikan kepada masing-masin campuran tersebut adalah 0%, 1%, 2%, dan 3%. Evaluasi dilakukan terhadap campuran-campuran tersebut dengan menggunakan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar aspal campuran berpengaruh terhadap nilai kadar bahan pengisi optimum yang ditambahkan pada campuran. Semakin tinggi nilai kadar aspal campuran, semakin tinggi pula kadar bahan pengisi optimum yang dapat ditambahkan. Kadar bahan pengisi optimum untuk campuran dengan kadar aspal 5,0%, 5,5%, dan 6,0%, berturut-turut adalah 1,30%, 1,58%, dan 1,79%. Kadar aspal pada Asphalt Concrete-Binder Course yang diamati pada studi ini terbatas hanya 5,0%, 5,5%, dan 6,0%. Karena itu, kajian lebih lanjut disarankan untuk dilakukan, pada campuran dengan kadar aspal yang lebih tinggi daripada 6,0%, dengan variasi kadar bahan pengisi yang lebih besar daripada 3,0%.
Kata-kata kunci: campuran beraspal; karakteristik Marshall; bahan pengisi; kadar bahan pengisi optimu
PENGARUH NANO-MATERIAL DAN BIOPOLIMER TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LUNAK UNTUK DESAIN PERKERASAN JALAN
Abstract
The effect of soft soil modification using nano-materials and biopolymers on road pavement design is discussed in this paper. The nano-materials and biopolymers used in this research are nano-lime and nano-silica, with the biopolymer in the form of chitosan from shrimp shells. First, soil mixed with nano-materials with 1-5 matrix variations and 4 variations of biopolymer mixture (0.05%, 0.1%, 0.15%, and 0.2%) were tested in the laboratory to determine the effect of nano-materials and biopolymers on soft soil characteristics, which are expressed by the Atterberg Limit and California Bearing Ratio. Next, the data obtained was used to design road pavement. This study shows that the addition of nano-materials and biopolymers improves soil characteristics, both at the Atterberg Limit and the California Bearing Ratio of the soil. This soil improvement can reduce the thickness of the road pavement by 18.18%.
Keywords: soft soil; nano-materials; biopolymers; road pavement; road
Abstrak
Pengaruh modifikasi tanah lunak menggunakan nano-material dan biopolimer terhadap desain perkerasan jalan dibahas pada tulisan ini. Nano-material dan biopolimer yang digunakan pada penilitian ini adalah nano-kapur dan nano-silika, dengan biopolimer berupa chitosan dari kulit udang. Pertama, tanah campuran nano-material dengan variasi matriks 1-5 dan 4 variasi campuran biopolimer (0,05%, 0,1%, 0,15%, dan 0,2%) diuji di labora-torium untuk mengetahui pengaruh nano-material dan biopolimer terhadap karakteristik tanah lunak, yang dinya-takan dengan Atterberg Limit dan California Bearing Ratio. Selanjutnya, data yang diperoleh digunakan untuk merancang perkerasan jalan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan nano-material dan biopolimer memperbaiki karakteristik tanah, baik pada Atterberg Limit maupun pada California Bearing Ratio tanah tersebut. Perbaikan tanah ini dapat mengurangi tebal perkerasan jalan sebesar 18,18%.
Kata-kata kunci: tanah lunak; nano-material; biopolimer; perkerasan jalan; jala
PENGARUH KENDARAAN DENGAN MUATAN BERLEBIH TERHADAP UMUR LAYANAN PERKERASAN PADA RUAS JALAN KLATEN–JATINOM
Abstract
The capacity of a road pavement structure will decrease with increasing age of the road pavement and increasing traffic loads passing on the road. Apart from that, road damages can also be caused by the quality of the materials used not complying with existing specifications, inadequate soil carrying capacity, and the presence of overloaded vehicles. The aim of this research is to analyze road damage that occurs on the Klaten–Jatinom Road section, which is caused by overloaded vehicles. This study shows that at the end of the next 10 years, the Klaten–Jatinom Road section will only have a remaining service life of 0.15%. This study also shows that the damage that occurred on the Klaten–Jatinom Road section was dominated by block cracking, which is 4.53%.
Keywords: road pavement; traffic load; overload; remaining service life; road damage
Abstrak
Kemampuan suatu struktur perkerasan jalan akan mengalami penurunan dengan bertambahnya usia perkerasan jalan dan bertambahnya beban lalu lintas yang melintasi jalan tersebut. Selain itu, kerusakan pada jalan juga dapat disebabkan oleh kualitas bahan yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, daya dukung tanah yang tidak memadai, serta adanya kendaraan dengan muatan berlebih (overloading). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerusakan jalan yang terjadi di Ruas Jalan Klaten–Jatinom, yang disebabkan oleh kendaraan-kendaraan dengan muatan berlebih. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada akhir 10 tahun mendatang, ruas Jalan Klaten–Jatinom hanya akan mempunyai sisa umur layan sebesar 0,15%. Studi ini juga menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Klaten–Jatinom didominasi oleh jenis kerusakan Retak Kotak–Kotak (Block Cracking), yaitu sebanyak 4,53%.
Kata-kata kunci: perkerasan jalan; beban lalu lintas; muatan berlebih; sisa umur layan; kerusakan jala
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract
Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims to determine the potential use of filler material derived from coral rock found in Taeno Village and the effect of coral filler material on the characteristics of the asbuton wearing-course asphalt concrete mixture. This research was carried out by adding filler material, with level content of 0%, 1%, 2%, and 3%, to asbuton wearing-course asphalt concrete with 3 variations of asphalt content, namely 5.0%; 5.5%, and 6.0%. Marshall tests were, then, carried out on the specimens made from the mixture. This research shows that the coral stone filler, which comes from Taeno Village, can be used as a filler for asbuton wearing-course asphalt concrete. From the analysis carried out, it was concluded that the asphalt content of the mixture influences the level of filler that can be added to the mixture. The higher the asphalt content value in a mixture, the higher the optimum filler content that can be added to the mixture. The optimum levels of filler that can be added to mixtures made with asphalt content of 5.0%, 5.5%, and 6.0% are 1.55%, 1.63%, and 1.75%, respectively.
Keywords: asphalt concrete; filler; wearing-course; asbuton; coral filler
Abstrak
Batu karang gunung yang terdapat di Dusun Taeno, Ambon, tersedia melimpah dan berpotensi untuk digu-nakan sebagai bahan pengisi campuran beton aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi penggunaan bahan pengisi yang berasal dari batu karang yang terdapat di Dusun Taneo dan pengaruh bahan pengisi batu karang tersebut terhadap karakteristik campuran beton aspal lapis aus Asbuton. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan bahan pengisi, dengan kadar 0%, 1%, 2%, dan 3%, kepada beton aspal lapis aus Asbuton (AC-WCAsb.) dengan 3 variasi kadar aspal, yaitu 5,0%; 5,5% dan 6,0%. Selanjutnya dilakukan pegujian Marshall terhadap benda-benda uji yang dibuat dari campuran tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan pengisi batu karang, yang berasal dari Dusun Taeno, dapat digunakan sebagai bahan pengisi untuk campuran lapis beton aspal lapis aus asbuton. Dari analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa kadar aspal campuran berpengaruh terdapat kadar bahan pengisi yang dapat ditambahkan dalam campuran. Semakin tinggi nilai kadar aspal pada suatu campuran, semakin tinggi pula kadar bahan pengisi optimum yang dapat ditambahkan pada campuran tersebut. Kadar bahan pengisi optimum yang dapat ditambahkan pada campuran yang dibuat dengan kadar aspal 5,0%, 5,5%, dan 6,0% berturut-turut adalah 1,55%, 1,63%, dan 1,75%.
Kata-kata kunci: beton aspal; bahan pengisi; lapis aus; asbuton; bahan pengisi batu karang
 
PENGARUH PENGEMBANGAN PASAR TANETE BULUKUMBA TERHADAP KONDISI LALU LINTAS PADA RUAS JALAN POROS BULUKUMBA–SINJAI
Abstract
One of the development activities carried out by the Government of Bulukumba Regency is renovating the Tanete Market in Bulukumpa District, Bulukumba Regency. The market was developed with a total deve-lopment area of 9918 m2. This market is predicted to have very good future prospects, because it is located in a very strategic location. However, it is estimated that the impact of developing Tanete Market will be to increase the traffic load on the roads around the market. The aim of this study is to analyze the impact of the development of the Tanete Market, both during construction and post-operation, on the performance of Jalan Poros Bulukumba–Sinjai, where the market is located. Primary data was obtained by surveying vehicle volume, vehicle speed, and road characteristics. Meanwhile, secondary data is in the form of vehicle growth data. Traffic performance measurements were carried out using the 2017 Indonesian Road Capacity Manual. This study shows that the development of Tanete Market does not have a significant impact on traffic performance on the road where the market is located. Jalan Poros Bulukumba–Sinjai still has Service Level A, both during cons-truction and after the operation of Tanete Market.
Keywords: traffic; traffic performance; vehicle growth; service level
Abstrak
Salah satu kegiatan pengembangan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba adalah melakukan renovasi Pasar Tanete yang terdapat di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Pasar tersebut dikembangkan dengan luas total pembangunan adalah 9918 m2. Pasar ini diperkirakan mempunyai prospek masa depan yang sangat baik, karena terletak di lokasi yang sangat strategis. Walaupun demikian, diperkirakan dampak pengembangan Pasar Tanete adalah menambah beban lalu lintas pada jalan di sekitar pasar tersebut. Tujuan studi ini adalah melakukan analisis pengaruh pengembangan Pasar Tanete, baik pada masa konstruksi maupun pascaoperasional, terhadap kinerja Jalan Poros Bulukumba–Sinjai, tempat pasar tersebut berada. Data primer diperoleh dengan melakukan survei volume kendaraan, kecepatan kendaraan, dan karakteristik jalan. Sedangkan data sekunder berupa data pertumbuhan kendaraan. Pengukuran kinerja lalu lintas dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 2017. Studi ini menunjukkan bahwa pengembangan Pasar Tanete tidak berdampak signifikan terhadap kinerja lalu lintas di jalan tempat pasar tersebut berada. Jalan Poros Bulukumba–Sinjai tetap mempunyai Tingkat Pelayanan A, baik pada masa konstruksi maupun setelah pascaoperasional Pasar Tanete.
Kata-kata kunci: lalu lintas; kinerja lalu lintas; pertumbuhan kendaraan; tingkat pelayana